Belum Habis Kesempatan Berbakti

Bagi yang orang tuanya sudah meninggal, belum habis kesempatan untuk berbakti.

Banyaklah memintakan AMPUN untuknya.

Karena Nabi tercinta Shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Sungguh, ada seseorang DINAIKKAN DERAJATNYA di surga, sehingga dia bertanya: “Dari mana ini..?” Maka dikatakan padanya: “Itu karena PERMINTAAN AMPUN ANAKMU untukmu..”

[HR. Ibnu Majah: 3660]
dihasankan oleh Syeikh Albani]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 25 – 26 – 27

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

25.

26.

27.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 28 – 29 – 30
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Waspada Pandangan Hasad

‘Ain adalah pengaruh pandangan hasad (dengki) dari orang yang dengki sehingga bisa membahayakan orang yang dipandang.

Misalnya saja anak kecil yang dipandang dengan penuh dengki, maka ia bisa jatuh sakit atau terus-terusan menangis. Selain dari penglihatan, hasad ternyata bisa terjadi melalui gambar atau hanya sekedar khayalan.

Ibnul Qoyyim rohimahullah dalam Zaadul Ma’ad (4: 153) berkata,

ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية

“’Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat..”

Syaikh Sholih Al Munajjid hafizhohullah berkata, “Dari sini terlihat bahwa ‘ain bisa ditimbulkan dengan melihat pada gambar seseorang secara langsung atau melihatnya di TV. Bahkan bisa hanya dengan mendengar, lalu dikhayalkan dan terkenalah ‘ain. Kita memohon pada Allah keselamatan..” (Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 122272)

Kunci utama agar terjauhkan dari ‘ain adalah mendekatkan diri pada Allah dengan tawakkal pada-Nya, juga selalu rutinkan dzikir setiap harinya agar diri dan anak kita selamat dari orang yang hasad (dengki). Hanya kepada Allah tepat berlindung sebagaimana disebutkan dalam surat Al Falaq, kita berlindung dari kejelekan orang yang hasad ketika ia hasad.

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

ref : https://rumaysho.com/3308-pandangan-hasad-lewat-gambar.html

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Balasan Bagi Orang Yang Pemaaf

Suatu malam Al Hasan Al Bashri rohimahullah memanjatkan do’a seraya berkata : “Ya Allah, ampunilah (hamba-Mu) siapapun yang pernah menzholimiku..”

Begitu banyak beliau mengulang-ulang do’a itu hingga terdengar oleh seseorang dan ia bertanya, : “Wahai Abu Sa’id, malam ini sungguh aku mendengarmu mendo’akan kebaikan (memohon ampunan kepada Allah Ta’ala) bagi siapapun yang telah menzholimimu sehingga aku pun (sempat) berharap termasuk orang yang pernah berbuat zholim kepadamu. Apa yang sesungguhnya yang mendorong engkau melakukan hal tersebut..?”

Al Hasan pun menjawab : “(Yang mendorongku itu tidak lain adalah) firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Barangsiapa memaafkan dan berbuat kebajikan, maka Allah pun akan melimpahkan pahala baginya..” (QS. Asy-Syuura [26]: 40)

(Syarah al-Bukhari VI/575 oleh Ibnu Baththol)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah