Simak penjelasan berikut oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى
Waktunya Berpuasa
Saat kita berada di hari-hari utama pada bulan haram (baca: bulan Rajab), tentu saja iman kita akan menggerakkan raga ini untuk memperbanyak ibadah.
Di antara ibadah yang direkomendasi oleh mayoritas ulama kita (madzhab hanafiyyah, malikiyyah, syafi’iyyah dan sebagian ulama hanabilah) adalah berpuasa sunnah.
Di antara dalilnya, sabda Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam :
“Perbanyaklah berpuasa di bulan-bulan haram (Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Al Muharram, dan Rajab) dan berbukalah di sebagian hari-harinya..” (HR. Ahmad, Syu’aib Al Arnauth menyatakan hasan lighairihi)
Maka jangan menunda,
niatkan berpuasa di bulan haram, lakukan dan nikmati keutamaannya dalam kehidupan anda.
Catatan:
Banyak ulama menasehati agar kita tidak berpuasa sebulan penuh sebagaimana hadits di atas dan ‘Aisyah menyatakan Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. (HR. Muslim)
Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى
MUTIARA SALAF : Memperbaiki Diri
Dulu, ‘Atho Al Khurasani rohimahullah (Seorang Tabi’in ahli fiqih dari Hijaz) tidak akan beranjak dari majelisnya hingga mengucapkan :
اللَّهُمَّ هَبْ لَنَا يَقِينًا مِنْكَ حَتَّى تُهَوِّنَ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، وَحَتَّى نَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنَا إِلَّا مَا كَتَبْتَ عَلَيْنَا، وَلَا يُصِيبُنَا مِنَ الرِّزْقِ إِلَّا مَا قَسَمْتَ لَنَا
“Ya Allah, berilah kami rasa yakin terhadap diri-Mu sehingga mampu menjadikan kami menganggap ringan musibah dunia yang ada, sehingga kami meyakini bahwa tidak ada yang menimpa kami kecuali apa yang telah Engkau tetapkan kepada kami, dan meyakini bahwa rezeki yang kami peroleh adalah apa yang telah Engkau bagi kepada kami.”
[Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Al Yaqin, 108]
Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.
ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Berbaik Sangka Kepada Allah
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:
” فالآلام والمشاق إما إحسان ورحمة ، وإما عدل وحكمة ، وإما إصلاح وتهيئة لخير يحصل بعدها ، وإما لدفع ألم هو أصعب منها ” اﻫـ .
“Kesakitan dan kesulitan bisa jadi kebaikan dan rahmat atau keadilan dan hikmah (dari Allah)..
Bisa jadi perbaikan dan persiapan kepada kebaikan yang akan ia raih setelahnya, dan bisa jadi untuk menolak kesusahan yang lebih berat dari itu..”
• (شفاء العليل) (٢٥٠/١) .
Maka berbaik sangkalah kepada Allah..
Karena Allah lebih sayang kepada hamba-Nya..
Melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya…
Dítulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
55 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
Ia Tak Pernah Menyebutkan Kebaikannya
Sungguh kagum melihat seorang yang banyak kebaikannya dan jasanya untuk umat namun ia tak pernah mengungkitnya di hadapan manusia apalagi di sosial media..
Jadi ingat perkataan Ibnul Qoyyim rohimahullah, beliau berkata:
فإن الله إذا أراد بعبد خيراً سلبه رؤية أعماله الحسنة من قلبه والإخبار بها من لسانه ، وشغله برؤية ذنبه ، فلا يزال نصب عينيه حتى يدخل الجنة ، فإن ما تقبل من الأعمال رفع من القلب رؤيته ومن اللسان ذكره .
“Sesungguhnya Allah apabila menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, dijadikan hatinya tak mengingat amal amal kebaikannya, dan dijadikan lisannya tak ingin mengabarkan amalnya kepada manusia. Allah jadikan ia sibuk mengingat dosa dosanya. Senantiasa dosa itu berada di pelupuk matanya hingga ia masuk surga..
Karena tanda amal diterima itu adalah menjadikan hati tak mengingatnya dan lisan tak mengabarkannya..”
(Lihat kitab Thoriqul Hijrotain hal. 169-172)
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
56 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
Pakaian Pertengahan
Malik bin Nadhlah rodhiyallahu ‘anhu berkata:
“Aku mendatangi Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan memakai baju yang jelek dan lusuh..
Beliau bersabda, “Apakah kamu memiliki harta..?”
“Punya..” jawabku.
Beliau bertanya lagi, “Harta apa..?”
Aku menjawab, “Semua harta telah Allah berikan kepadaku.. unta, kuda, hamba sahaya dan kambing..”
Beliau bersabda,
إذا آتاك الله عز وجل مالا فلير عليك
“Apabila Allah memberimu harta, maka hendaklah terlihat pada dirimu..”
(HR Ahmad dengan sanad yang shohih)
Namun bukan dengan memakai pakaian yang amat mahal karena itu termasuk pakaian syuhroh.. akan tetapi pakaian yang bagus dan tidak jelek sebagai rasa syukur kepada Allah atas pemberian-Nya…
Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,
“Salaf terdahulu memakai pakaian pertengahan.. tidak terlalu mahal dan tidak jelek.. dan mereka memilih pakaian yang bagus khusus untuk sholat Jum’at, hari raya dan bertemu dengan teman teman..”
(Al Muntaqo An Nafiis Min Talbis Iblis hal. 256)
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
57 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
MUTIARA SALAF : Keutamaan Bulan Haram # 2
Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata,
“Allah mengkhususkan empat bulan tersebut (dzulqo’dah, dzulhijjah, muharrom, rojab) sebagai bulan Harom, dianggap sebagai bulan suci, seseorang yang melakukan maksiat pada bulan-bulan tersebut dosanya akan lebih besar, demikian pula amalan sholeh yang dilakukan di bulan-bulan tersebut, akan mendapatkan pahala yang lebih banyak..”
[ Lathoiful Ma’arif – 207 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL



