HADITS : Keutamaan Sholawat – Menggugurkan Kesalahan Dan Meninggikan Derajat Di Surga

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali maka Allah akan bersholawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)..”

[ HR. an-Nasa’i no. 1297 ]
Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani – Shohihul ‘Adabil Mufrod no. 643

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

 

KEBAHAGIAAN

KEBAHAGIAAN.. yang merasakannya adalah HATI..

Oleh karenanya, hati menjadi KUNCI kebahagiaan seseorang.
Sayang, banyak orang salah jalan, dan mencari kebagiaan dengan memanjakan jasmaninya.

Padahal harusnya dia memperhatikan hatinya, dan untuk membahagiakan hati, sebenarnya dia HANYA membutuhkan SATU KUNCI kebahagiaan..!!

Kunci tersebut adalah: DEKATNYA dia dengan Allah ta’ala.

1️⃣ Oleh karena itulah, Allah ta’ala berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlahlah bahwa dengan ber-DZIKIR (mengingat-Ku); hati-hati akan menjadi tenang..” [Surat: Arro’d: 28]

karena dengan berdzikir mengingat Allah kita akan dekat dengan-Nya, dan kedekatan kita dengan-Nya akan menjadikan hati kita tenang dan bahagia..

2️⃣ Oleh karena itu pula, Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- mengatakan kepada sahabat tercintanya Abu Bakar, saat puncak kecemasan menghampirinya di dalam goa, sebagaimana dalam Alqur’an:

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Janganlah BERSEDIH, karena sungguh Allah BERSAMA kita..” [Attaubah: 40]

Ya, dengan menyadari bahwa Allah bersama kita, dekat dengan kita, maka puncak kecemasan hati akan lenyap oleh kebahagiaan yg datang..

3️⃣ Oleh karena ini pula, Allah memerintahkan kepada mereka yang terkena musibah untuk mengatakan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Sungguh kami milik ALLAH, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali..” [Albaqoroh: 156]

Karena ketika kita ingat bahwa kita milik Allah, tentu kita akan merasa dekat dengan-Nya dan terhibur karenanya..

4️⃣ Oleh karenanya, ketika memerintahkan bersabar, Allah berfirman:

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Bersabarlah kalian, karena sesungguhnya Allah BERSAMA orang-orang yang bersabar..” [Al-Anfal: 46]

karena bersabar itu berat, namun rasa berat itu akan sirna dengan kebahagiaan hati karena dekatnya seseorang kepada Allah..

5️⃣ Oleh karena itu pula, hati kita merasa sangat sejuk dan bahagia, ketika kita bisa menyendiri di malam sunyi, BERSAMA Allah dalam munajat-munajat kita, sampai-sampai salah seorang ahli ibadah mengatakan:

لو يعلم الملوك وأبناء الملوك ما نحن فيه من السعادة لجالدونا عليها بالسيوف

“Seandainya para raja dan anak-anak mereka tahu KEBAHAGIAAN yang kami rasakan, tentunya mereka akan merebutnya dari kami dengan pedang-pedang mereka..”

6️⃣ Oleh karena ini pula, mereka yang baru MASUK ISLAM akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara, karena kontrasnya jarak mereka dengan Allah, antara sebelum masuk Islam dengan sesudah masuk Islam… sebelum masuk Islam dia sangat jauh dari Allah, tapi setelah masuk Islam, ia jauh lebih dekat kepada Allah.

Bahkan orang yang baru bertaubat atau mengenal sunnah, biasanya sangat bahagia sekali, karena sebelumnya dia sangat jauh dari Allah, dan setelah itu dia sangat dekat kepada Allah ta’ala.

7️⃣ Kebahagiaan itu ketika KITA semua dekat dengan KEKASIH HATI KITA… Allah yang Maha Pengasih dan Maha Mengasihi. Intinya, jika ingin bahagia, mendekatlah kepada-Nya.

Ya Allah sayangilah kami, dan ampunilah kami, karena kebodohan kami tentang-MU.. Sungguh Engkau Maha Dekat dan sudi memperkenankan do’a kami.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Keberkahan Rezeki Dan Umur

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

وليست سعـةُ الـــرزق والعمل
‏بكثرته، ولا طولُ العمر بكثرة
‏الشهور والأعوم،
‏ولكن سعة الرزق والعمر بالبركة
‏فيه.

“Bukanlah banyaknya rezeki itu dengan banyaknya jumlah harta. . tidak pula panjangnya umur dengan banyaknya bulan dan tahun.. namun keberkahan rezeki dan umur adalah dengan banyak keberkahan padanya..”

(Ad Daa wad Dawaa hal. 201)

Keberkahan itu adalah banyaknya kebaikan pada sesuatu..

Harta dan umur yang berkah adalah harta yang banyak digunakan untuk kebaikan dengan sedekah dan membantu orang lain.. dan umur yang selalu dimakmurkan dengan ketaatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Perintah Sholat Lima Waktu Dalam Alqur’an

Katanya: “Dalam Alquran tidak ada perintah sholat lima waktu..!”

=====

Sungguh perkataan ini benar-benar menelanjangi orang yang mengatakannya, bahwa dirinya benar-benar minim pengetahuan tentang tafsir Quran.

Sebenarnya banyak sekali ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang dalil wajibnya sholat lima waktu, tapi karena kalau disebutkan semuanya menjadi sangat panjang, maka di sini saya sebutkan satu saja.

Allah ta’ala berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى

“Jagalah sholat-sholat kalian, (terutama) sholat wustho (asar)..” [Al-Baqarah: 238].

Di ayat ini terdapat “perintah” menjaga sholat-sholat, dan sebagaimana dalam ushul fikih; pada asalnya perintah menunjukkan “kewajiban”.

Dan yang dimaksud dengan “sholat-sholat” di ayat ini adalah “sholat lima waktu” sebagaimana disebutkan para ahli tafsir.

Sehingga maksud ayat ini adalah “kewajiban menjaga sholat lima waktu..”

Lihatlah kitab-kitab tafsir, kita akan dapati para ulama menegaskan bahwa ayat ini menjelaskan “perintah menjaga sholat lima waktu..”

⚉ Di dalam tafsir Muqatil bin Sulaiman (wafat 150 H) [jilid 1, hal 201] disebutkan:

حافِظُوا عَلَى الصَّلَواتِ الخمس فِي مواقيتها وَالصَّلاةِ الْوُسْطى يعني صلاة العصر

“Jagalah sholat LIMA waktu di waktu-waktunya, (terutama) sholat wustho, yakni sholat asar..”

⚉ Di dalam Tafsir Arrazi (w 606 H) [jilid 6, hal 482] disebutkan:

فهذه الآية دالة على وجوب الصلوات الخمسة بهذا الطريق

“Maka ayat ini menunjukkan wajibnya sholat LIMA waktu dengan cara ini..”

⚉ Di dalam tafsir Jalalain [hal: 52] disebutkan:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَات الْخَمْس بِأَدَائِهَا فِي أَوْقَاتهَا وَالصَّلَاة الْوُسْطَى

“Jagalah sholat LIMA waktu, dengan menjalankannya di waktu-waktunya, (terutama) sholat wustho-nya..”

Lihatlah, bagaimana gamblangnya penjelasan para ulama tentang “perintah sholat lima waktu” dari ayat ini.

Dan ayat-ayat seperti ini banyak dalam Alquran. Hanya orang yang buta tafsir yang mengatakan, tidak ada perintah sholat lima waktu dalam Al-Quran.

Semoga Allah memperbaiki keadaan kita semua, amin.
Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Merasa Khawatir Amalnya Tidak Diterima

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ* أُوْلَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya..”

(Al Mukminun 60-61)

‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah yang dimaksud oleh ayat ini adalah orang yang mencuri dan minum arak..?”

Beliau bersabda,

لا يا بنت الصديق ولكنهم الذين يصومون ويصلون ويتصدقون وهم يخافون أن لا يقبل منهم.

“Bukan wahai anak Ash Shiddiq.. akan tetapi mereka adalah orang orang yang berpuasa, sholat, dan bersedekah. Namun mereka merasa khawatir amalnya tidak diterima..”

(HR Attirmidzi dan Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)

Khawatir tidak diterima bukan karena berburuk sangka kepada Allah.. namun karena merasa ia belum melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya..

Lalu kekhawatiran tersebut membangkitkan kesungguhan tuk terus memperbaiki ibadahnya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Bolehkah Mengucapkan Salam Kepada Muslimah Yang Non Mahram..?

Salam merupakan syariat yang sangat mulia, sangat besar pahalanya, dan sangat besar pengaruh baiknya.

Namun demikian, dalam keadaan tertentu bisa jadi membuka pintu fitnah (godaan), misalnya bila diucapkan kepada akhwat non mahram. Oleh karena itu, kita membutuhkan penjelasan dari para ulama bagaimana menyikapi hal ini, agar maslahat syariat Salam tidak dimanfaatkan setan untuk membuka fitnah.

Jawabannya ada pada nukilan Imam Nawawi -rohimahullah- dari Imam Abu Sa’d Al-Mutawalli -rohimahullah- berikut ini:

وإن كانت أجنبية، فإن كانت جميلة يخاف الافتتان بها لم ‏يسلم الرجل عليها، ولو سلم لم يجز لها رد الجواب، ولم تسلم هي عليه ابتداء، فإن سلمت ‏لم تستحق جوابًا، فإن أجابها، كره له.
وإن كانت عجوزًا لا يفتتن بها جاز أن تسلم على ‏الرجل، وعلى الرجل رد السلام عليها.
وإذا كانت النساء جمعًا فيسلم عليهن الرجل، أو ‏كان الرجال جمعًا كثيرًا فسلموا على المرأة الواحدة جاز، إذا لم يخف عليه، ولا عليهن، ولا ‏عليها، ولا عليهم فتنة.

“Apabila dia adalah wanita ajnabiyah (non mahram), maka :

(a) Apabila dia cantik, dan laki-lakinya khawatir terfitnah dengannya, maka yang laki-laki tidak boleh mengucapkan salam kepada dia. Bila yang laki-laki mengucapkan salam kepadanya, maka dia tidak boleh menjawabnya.

Dia juga tidak boleh memulai mengucapkan salam kepada laki-laki itu.. apabila dia mengucapkan salam, maka salamnya tidak harus dijawab. Apabila laki-laki itu menjawabnya, maka hukumnya makruh.

(b) Apabila wanita itu sudah tua, dan tidak mendatangkan fitnah, maka dia boleh mengucapkan salam kepada laki-laki, dan yang laki-laki wajib menjawab salamnya.

(c) Apabila wanitanya banyak dan bersama-sama, lalu laki-lakinya mengucapkan salam kepada mereka.. atau apabila laki-lakinya banyak dan bersama-sama, dan mereka mengucapkan salam kepada satu wanita.. maka boleh, bila tidak khawatir mendatangkan fitnah kepada laki-laki yang satu, atau wanita yang banyak, atau wanita yang satu, atau laki-laki yang banyak..”

[Al-Adzkar, hal 402]

—–

Lihatlah, bagaimana Islam sangat memperhatikan masalah fitnah ini.. agar pintu fitnah ini benar-benar tertutup rapat dan tidak menjerumuskan manusia ke dalam jurang kehinaan dan kebinasaan.

Inti penjelasan di atas adalah bahwa Salam pada asalnya disunnahkan, kecuali apabila menimbulkan fitnah, wallahu a’lam.

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah