Pertanyaan Yang Pas

●  dalam masalah ibadah, pertanyaan yang pas adalah : BOLEHKAH ITU..?

Karena pada asalnya ibadah itu tidak boleh, sampai ada dalil yang membolehkannya.

● sedang dalam masalah yang bukan ibadah, pertanyaan yang pas adalah : TIDAK BOLEHKAH ITU..?

Karena pada asalnya yang selain ibadah itu boleh, sampai ada dalil yang melarangnya.

Jangan dibalik ya ..

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

22 RAMADHAN 1442

EDISI : TIGA do’a memohon kepada Allah agar meneguhkan kita diatas hidayah..
.
jangan lupa.. salah satu adab dari berdo’a adalah :
.
☀️ memulainya dengan memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh : yaa Hayyu yaa Qoyyuum), lalu
.
☀️ ber-sholawat (contoh : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad), lalu
.
☀️ mulailah berdo’a
.

Antara Maghrib Dan ‘Isya

Diantara waktu yang banyak dilalaikan terutama di bulan Ramadhan ini adalah antara maghrib dan ‘isya.

Anas bin Malik ketika menafsirkan firman Allah:

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنْ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)

“Lambung mereka jauh dari tempat tidur, mereka menyeru Robbnya dengan rasa takut dan berharap.. dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan..” (Assajdah: 16)

Beliau berkata:

كَانُوا يَتَيَقَّظُونَ [وفي رواية: يَتَنَفَّلُونَ] مَا بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ يُصَلُّونَ .

“Mereka memperbanyak sholat sunnah antara maghrib dan isya..” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)

Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari Hudzaifah rodhiyallahu ‘anhu berkata :

جِئْتُ النبي صلى الله عليه وسلم فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الْمَغْرِبَ ، فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَامَ يُصَلِّي ، فَلَمْ يَزَلْ يُصَلِّي حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ)

“Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan sholat maghrib bersamanya. Setelah selesai sholat beliau berdiri sholat dan terus sholat hingga masuk isya..” (Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaul Gholil. 470)

Imam Asy Syaukani berkata :

والآيات والأحاديث المذكورة في الباب تدل على مشروعية الاستكثار من الصلاة ما بين المغرب والعشاء , والأحاديث وإن كان أكثرها ضعيفا فهي منتهضة بمجموعها ، لا سيما في فضائل الأعمال , قال العراقي : وممن كان يصلي ما بين المغرب والعشاء من الصحابة : عبد الله بن مسعود وعبد الله بن عمرو وسلمان الفارسي وابن عمر وأنس بن مالك في ناس من الأنصار ، ومن التابعين : الأسود بن يزيد وأبو عثمان النهدي وابن أبي مليكة وسعيد بن جبير ومحمد بن المنكدر وأبو حاتم وعبد الله بن سخبرة وعلي بن الحسين وأبو عبد الرحمن الحبلي وشريح القاضي وعبد الله بن مغفل وغيرهم . ومن الأئمة : سفيان الثوري”

“Ayat dan hadits tersebut menunjukkan disyariatkannya memperbanyak sholat sunnah antara maghrib dan isya. Walaupun kebanyakan haditsnya lemah namun ia naik derajatnya jika dikumpulkan. Terutama dalam fadhilah amal..”

Al Iraqi berkata, “Diantara shahabat yang memperbanyak sholat antara maghrib dan isya adalah Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Amru, Salman Al Farisi, ibnu Umar, Anas bin Malik bersama beberapa orang Anshor.

Dari kalangan Tabi’in adalah Al Aswad bin Yazid, Abu Utsman An Nahdi, ibnu Abi Mulaikah, Sa’id bin Jubair, Muhammad bin Al Munkadir, Abu Hatim, Abdullah bin Sakhbarah, Ali bin Al Husain, Abu Abdirrahman Al Hubulli, Syuraih Al Qadhi, Abdullah bin Al Mughoffal dan lainnya. Dan diantara imam adalah Sufyan Ats Tsauri.”

(Nailul Author 3/68)

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

 

HADITS : Agar Do’a Kita Diijabah Saat Dalam Kesusahan

Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

‏من سره أن يستجيب اللهُ له عند الشَّدائدِ والكُرَبِ ، فلْيُكثِرِ الدعاء في الرخاءِ

“Siapa yang suka do’anya diijabah saat susah maka hendaklah ia memperbanyak do’a saat senang..” (HR Attirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani)

Memperbanyak do’a saat senang dengan banyak mengingat Allah, bersyukur dan beristigfar atas dosa dan kekurangan yang ia lakukan.. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hulaimi. (Faidhul Qadir 6/194)

Dalam hadits lain Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تعرَّف إلى الله في الرخاء يَعْرِفْك في الشدة

“Kenalilah Allah di waktu senang, niscaya Dia akan mengenalimu di saat susah..” (HR Abul Qasim bin Bisyran dalam amalinya)

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

20 RAMADHAN 1442

HARI-HARI YANG SANGAT ISTIMEWA

10 hari terakhir Ramadhan merupakan hari-hari yang sangat istimewa, malam-malamnya lebih baik dari malam apapun di selain Ramadhan, karena ada satu malam yang sangat spesial yaitu LAILATUL QADAR…

Yang dilakukan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam di malam-malam ini adalah:

1️⃣ Mengencangkan sarungnya (memisahkan diri dari istri / lebih bersungguh-sungguh dalam ibadah).
2️⃣ Menghidupkan malamnya.
3️⃣ Membangunkan keluarganya.

عن عائشة رضي الله عنها قالت: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره و أحيى ليله و وأيقظ أهله.

Dari ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha “Apabila Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya..” (HR. Bukhari: 2024 dan Muslim:1174).

Semoga Allah menganugerahkan taufiq-Nya kepada kita semua kepada apa yang dicintai dan diridhai-Nya, aamiin..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

Selalu Dalam Ibadah

Al Hafidz Ibnu Rojab rohimahullah (semoga Allah merahmatinya) berkata :

‏⁧‫الصائم‬⁩ في ليله ونهاره في عبادة.
‏ويُستجابُ دعاؤه في صيامه وعند فطره.
‏فهو في نهاره ⁧‫صائم‬⁩ صابر.
‏وفي ليله طاعمٌ شاكر.

“Orang yang berpuasa itu selalu dalam ibadah di waktu siang dan malamnya..
Diijabah do’anya saat berpuasa dan saat berbukanya..
Di waktu siang ia bersabar untuk berpuasa..
Dan di waktu malam ia makan dan bersyukur..”

(Lathoiful Ma’arif hal. 294)

Itulah keindahan hidup..
Selalu dalam pahala..
Berpindah dari satu ibadah kepada ibadah lainnya..

Namun..
Ini hanya untuk orang yang menginginkan Allah dan kehidupan akherat..

Adapun yang menginginkan dunia..
Akan menganggapnya sebagai beban yang memberatkannya..
Dan berharap agar ramadhan segera berlalu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Keutamaan EMPAT Kalimat # 2

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam pernah melewatinya saat ia sedang menanam tanaman, maka beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Wahai Abu Hurairah, tanaman apa yang kamu tanam..?” dia menjawab : “Tanaman milikku..”

Beliau bersabda : “Apakah kamu mau kuberitahukan tentang tanaman yang bagimu akan lebih baik dari tanaman ini..?” Abu Hurairah menjawab : “Tentu wahai Rosulullah..!”

Beliau bersabda : “Ucapkanlah olehmu Subhaanallah (Maha suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), Laa ilaaha illallah (tidak ada ilah selain Allah) dan Allahu Akbar (Allah Maha besar). Maka setiap bacaan tersebut akan menumbuhkan satu pohon di surga bagimu..”

[ HR. Ibnu Majah no. 3797 ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Menebar Cahaya Sunnah