HADITS : Orang Yang Berbuka Puasa Tanpa Udzur

Dari Abu Umamah Al Bahili ia berkata, Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بينا أنا نائمٌ أتاني رجلان فأخذ بضَبعي فأتيا بي جبلًا وعرًا فقالا اصعَدْ فقلتُ إنِّي لا أُطيقُه فقال إنَّا سنُسهِّلُه لك فصعِدتُ حتَّى إذا كنتُ في سواءِ الجبلِ إذا بأصواتٍ شديدةٍ قلتُ ما هذه الأصواتُ قالوا هذا عُواءُ أهلِ النَّارِ ثمَّ انطلق بي فإذا أنا بقومٍ معلَّقين بعراقيبِهم مشقَّقةٌ أشداقُهم تسيلُ أشداقُهم دمًا قال قلتُ من هولاء قال الَّذين يُفطِرون قبل تَحِلَّةِ صومِهم

“Ketika aku sedang tidur, tiba tiba datang dua orang laki laki dan memegang lenganku. Keduanya membawaku ke sebuah gunung yang terjal. Mereka berkata, “Naiklah..!”
“Aku tidak mampu..” Jawabku.

Mereka berkata, “Kami akan memudahkannya untukmu..”
Akupun naik hingga ke puncak gunung.

Tiba tiba terdengar suara suara keras yang menakutkan. Aku bertanya, “Suara apa ini..?”
Mereka menjawab, “Itu adalah suara lolongan penduduk neraka..”

Kemudian aku dibawa. Aku melihat manusia yang digantung kakinya dan rahangnya disobek dan mengalirkan darah.

Aku bertanya, “Siapa mereka..?”
Keduanya menjawab, “Mereka adalah orang orang yang berbuka puasa sebelum waktunya (tanpa udzur)..”

(HR Ibnu Khuzaimah dan dishohihkan oleh syaikh al-Albani)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Berpuasa Tetapi Makan Bangkai Saudaranya

Syekh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin rohimahullah berkata:

“… و ما أكثر الذين ليس لهم من صومهم إلا الجوع و الظمأ، و ما أكثر الذين يصومون عما أحل الله و لكنهم ينتهكون ما حرم الله، من ذلك مثلا الغيبة، فإن من الناس من يصوم عن الأكل و الشرب و النكاح، ولكنه يأكل لحوم الناس، يصوم عن الشيئ الحلال و يأكل الشيئ الحرام، و الغيبة من كبائر الذنوب، قال الله تعالى: ( و لا يغتب بعضكم بعضا أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه ) [ الحجرات: ١٢ ] و لا سيما إذا كانت غيبة أولي الأمر من العلماء و الأمراء…”

“.. alangkah banyaknya orang-orang yang tidak mendapatkan dari puasa melainkan rasa lapar dan haus, alangkah banyaknya orang-orang yang mampu menahan diri dari yang dihalalkan Allah akan tetapi melakukan apa yang Allah haramkan, diantara hal tersebut contohnya adalah ghibah ( menggunjing )..

sungguh ada diantara manusia yang puasa dari makan, minum, dan nikah, akan tetapi dia memakan daging manusia, puasa dari yang halal dan dia makan sesuatu yang haram, ghibah merupakan dosa besar, Allah ta’ala berfirman:

“dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati..? Tentu kamu merasa jijik..” [Surat Al-Hujurat 12]

apalagi jika mengghibahi ulil amri, dari kalangan ulama dan umara (pemimpin), maka itu lebih dahsyat dan lebih besar lagi..”

( Durus wa fataawa minal haramain as-syarifain, Syekh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin rohimahullah: 8/257 ).

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, aamiin..

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Amal Yang Lebih Utama Dari Sholat, Puasa Dan Sedekah

Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ألا أخبرُكُم بأفضلَ من دَرجةِ الصِّيامِ والصَّلاةِ والصَّدَقةِ قالوا بلَى قال صلاحُ ذاتِ البينِ فإنَّ فسادَ ذاتِ البينِ هيَ الحالِقةُ

“Maukah aku mengabarkan kalian amal yang lebih utama dari sholat, shoum dan sedekah..?
Mereka berkata, “Mau..”
Beliau bersabda, “Yaitu memperbaiki hubungan (sesama muslim). Karena rusaknya hubungan (sesama muslim) adalah pencukur (agama)..”
(HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Bahkan selama mereka bertengkar, belum mendapat ampunan Allah hingga keduanya berdamai..

Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تُفتَحُ أبوابُ الجنَّةِ يومَ الاثنينِ و الخميسِ، فيغفرُ اللهُ عزَّ وجلَّ لِكلِّ عبدٍ لا يُشرِكُ باللهِ شيئًا، إلَّا رجلًا كانَ بينَه وبينَ أخيهِ شحناء، فيقول: أنظروا هذينِ حتَّى يصطلحا، أنظِروا هذينِ حتَّى يصطلِحا ،أنظِروا هذينِ حتَّى يصطلِحا

“Pintu pintu surga dibuka pada hari senin dan kamis. Maka Allah Azza wajalla mengampuni semua orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Kecuali orang yang masih bertengkar dengan saudaranya. Maka Allah berfirman: Tangguhkanlah dua orang ini hingga keduanya berdamai 3x..”
(HR Muslim)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

08 RAMADHAN 1442

KAPAN DZIKIR AGUNG INI DIBACA..?
.
simak penjelasan Syaikh Prof DR. ‘Abdurrozaq bin ‘Abdil Muhsin al Badr hafizhohullah berikut ini (+ terjemahannya oleh Ustadz Abu Zaid, hafizhohullah mulai menit 02.30 dari audio)
.
➡️ klik : https://bbg-alilmu.com/archives/37793
.
yuuk amalkan segera..
.
Bagaimana bila muadzin nya sudah mengucapkan “hayyaa ‘alash-sholaah” sementara kita belum selesai baca dzikirnya..?
.
Tak mengapa, baca saja terus dan selesaikan dzikirnya karena tidak disebutkan di dalam hadits dan juga tidak ada penjelasan para Ulama bahwa dzikir tsb harus selesai dibaca sebelum muadzin mengucapkan hayyaa ‘alash-sholaah.. Allahu a’lam
.
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengamalkannya..

Menebar Cahaya Sunnah