Memaafkan Kesalahan Anak, Istri, Orangtua

Abdullah bin ‘Umar -rodhiallohu ‘anhumaa- mengatakan:

Ada seseorang yang mendatangi Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-, dia mengatakan: “Wahai Rosululloh, berapa kali kita sebaiknya mengampuni pelayan (budak) kita..?”

Maka beliau diam, lalu orang itu mengulangi lagi perkataannya, dan beliau diam lagi (tidak menjawab).

Kemudian ketika orang itu mengulangi perkataannya untuk yang ketiga kali, beliau menjawab: “Ampunilah dia 70 kali pada setiap harinya..!”

[HR. Abu Dawud, dishohihkan oleh Syeikh Albani dalam Silsilah Shohihah: 488]

———

Subhanallah… Yang ditanyakan dalam hadits ini adalah tentang BUDAK alias hamba-sahaya… lalu berapa kali kita diperintahkan untuk mengampuni kesalahan anak kita, atau istri kita, atau bahkan kedua orang tua kita terutama ketika mereka sudah lanjut usia..?!

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/11534

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Dianak-Tirikan

Ia adalah bulan mulia…
Bulan ibadah…
Bulan yang memiliki 2 gelar:

1. Bulan Haji

ALLAH ta’ala berfirman:

ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومات

“Musim haji jatuh pada beberapa bulan yang telah diketahui (Syawwal, Dzul Qa’dah, 10 hari pertama Dzul Hijjah).”
(Al Baqarah: 197)

2. Bulan Haram

Bulan dimana DOSA dilipatgandakan, sebagaimana PAHALA setiap tetesan keringat dan langkah kebajikan dilipatgandakan.

ALLAH ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram/mulia (Dzul Qa’dah, Dzul hijjah, Al Muharram, dan Rajab).” (At Taubah: 36)

Namun…
Bulan ini cenderung dilupakan.
Jarang terlihat penyambutan dan jamuan.

Jangankan menyambut kedatangannya, banyak dari kita tidak sadar bahwa ia telah bertamu dalam kehidupan kita.

Saudaraku,
Kita telah berada di bulan Dzul Qa’dah .
Lumbung dari pahala dan mimpi buruk bagi setiap dosa.

Maksimalkanlah…
Perlakukanlah dia dengan semestinya dan jangan sampai kita “menganak-tirikan”-nya.

(Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Baqarah: 197 dan Surat At Taubah: 36)

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/29407

 

Berkata Dalam Agama Allah Tanpa Ilmu

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Katakanlah : “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) berkata terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui..” (Al-A’raf – 33)

Dalam ayat ini..
Allah menyebutkan perkara perkara yang Allah haramkan..
Dimulai dari yang terkecil yaitu fahisyah, lalu berbuat dosa, lalu berbuat kezaliman, lalu syirik..

Lalu Allah menutup ayat itu dengan firman-Nya: berkata terhadap Allah apa yang kamu tidak ketahui..
Karena berkata tanpa ilmu adalah sumber berbagai macam kesesatan..
Munculnya kesyirikan, bid’ah, zalim, dan dihalalkannya maksiat adalah akibat berkata tanpa ilmu..
Maka menuntutlah ilmu dahulu sebelum pandai berbicara dan berkomentar..
Karena semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya di hari kiamat kelak..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kerinduan Orangtua

Kita -sebagai orang tua-sering rindu kepada anak kita, ingin melihatnya, ingin memeluknya, ingin ngobrol dengannya. Betapa bahagianya kita tatkala melihat tawa anak kita.

Begitu pula ibu dan ayah kita, bisa jadi di masa tua mereka rindu kepada kita, maka janganlah kita baru menjenguk mereka atau menelpon mereka jika kita yang rindu. Kerinduan mereka kepada kita tidak harus menunggu kerinduan kita kepada mereka. Apalagi kita sering sibuk sehingga kerinduan terhadap mereka
terlupakan dan terabaikan.

Terlebih lagi orang tua malu untuk menyatakan kerinduannya kepada kita.

Kapan lagi..? Mumpung mereka masih bisa melihat tawa kita.

Waktu untuk kesibukan kita belum tentu sepanjang umur orang tua kita.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/16683

MUTIARA SALAF : Berlindung Dari Kesedihan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

” *والمقصود أن النبي ﷺ جعل الحزن مما يستعاذ منه ، وذلك لأن الحزن يُضعف القلب ، ويُوهن العزم ، ويضر الإرادة ، و لا شيء أحبّ إلى الشيطان من حزن المؤمن، قال تعالى { إنما النجوى من الشيطان ليحزن الذين آمنوا .. }*”.

“Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari kesedihan karena kesedihan melemahkan hati, melemahkan semangat, dan membahayakan keinginan.. dan tidak ada sesuatu yang paling disukai oleh setan dari membuat sedih seorang mukmin. Allah berfirman, “Sesungguhnya najwa (berbisik-bisik tersebut) berasal dari setan agar membuat sedih kaum mukminin..”

(Thoriqul Hijrotain 2/607)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Keutamaan EMPAT Kalimat # 3

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..

barangsiapa mengucapkan SUBHAANALLAH, maka akan dituliskan untuknya 20 kebaikan dan dihapuskan darinya 20 kesalahan, dan barangsiapa mengucapkan ALLAHU AKBAR, maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH, maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya 30 kebaikan dan dihapuskan darinya 30 kesalahan..”

[ HR. Ahmad no. 7746 ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Menebar Cahaya Sunnah