Berikut ini adalah kompilasi 30 Nasihat Harian yang kami posting selama bulan Ramadhan 1442, semoga bermanfaat, baarokallahu fiikum..
Orang Yang Paling Dicintai Allah
Abu ad-Darda’ rodhiyallahu ‘anhu berkata:
إن شئتم لأحدثنكم من أحب عباد الله إلى الله؛ الذين يحببون الله إلى عباده، ويعملون في الأرض نصحا
“Jika kalian mau aku beritahukan siapa hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah, yaitu yang membuat para hamba mencintai Allah dan beramal kebaikan..” (Az Zuhd karya Imam Ahmad)
Dengan mengingatkan manusia tentang nikmat-nikmatNya yang amat banyak..
Mengenalkan mereka sifat sifat Allah yang maha pengasih dan penyayang..
Agar dengan cinta kepada Allah tumbuh kekuatan untuk beramal salih.. dan dengan takut kepada siksa-Nya, mereka menjauhi kemaksiatan..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Kebaikan Tidak Berhenti Dengan Berlalunya Ramadhan
Allah yang kita beribadah kepada-Nya di bulan Ramadhan, juga kita tetap beribadah kepada-Nya di selain Ramadhan.
Kita diperintahkan oleh Allah agar terus beribadah sampai ajal menjemput kita.
Allah ta’ala berfirman:
و اعبد ربك حتى يأتيك اليقين
“Dan Sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu..” (QS. Al-Hijr: 99)
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى
Ingin Mendapatkan Pahala Puasa Wajib Selama Satu Tahun..?
29 + 6 = 1..
Bingung..?
Mari kita simak penjelasannya,
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan lalu ia lanjutkan dengan puasa 6 hari di bulan Syawwal, niscaya ia mendapat pahala seperti puasa 1 tahun penuh..”
(HR. Muslim)
Dalam HR. An Nasa’i, Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menguraikan:
“ALLAH menjadikan kebaikan menjadi 10 kali lipat, maka puasa 1 bulan (Ramadhan) bernilai 10 bulan dan puasa 6 hari setelah ‘Iedul Fitri (di bulan Syawwal) menyempurnakannya menjadi 1 tahun..“
Sehingga:
29 hari + 6 hari= 1 tahun
Saudaraku,
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa SATU HARI di jalan ALLAH, niscaya ALLAH akan jauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 puluh tahun perjalanan..”
(HR. Bukhari dan Muslim)
JIKA ITU KEUTAMAAN PUASA SATU HARI, MAKA SILAHKAN BAYANGKAN BAGAIMANA PAHALA PUASA SELAMA SATU TAHUN PENUH..??
Saudaraku..
Tahukah anda penjelasan banyak ulama (diantaranya ULAMA MADZHAB SYAFI’i) tentang hal ini..?
TERNYATA PAHALA PUASA 1 TAHUN PENUH TERSEBUT ADALAH PAHALA PUASA WAJIB.
Maksudnya..?
Ya, puasa 6 hari di bulan Syawwal merupakan puasa sunnah, NAMUN PAHALANYA SENILAI DENGAN PUASA WAJIB, layaknya puasa Ramadhan.
Masih ada banyak waktu.. hanya 6 hari dari 29/30 hari..
Bisa di awal atau di pertengahan atau di akhir bulan Syawwal, bisa berturut-turut atau tidak.
Pahala puasa 1 tahun penuh itu sudah sangat dimudahkan, saudaraku..
Referensi:
I’anatut Thaalibiin 2/268, Tuhfatul Habiib 3/155, Tuhfatul Muhtaj 14/69, Fathul Wahhab 2/351, Mughnil Muhtaj 1/447, Nihayatul Muhtaj 3/208, Al Inshaf 3/344, Kasysyaaful Qina’ 2/337 dan lain-lain.
.
Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى
2006180546
Mahram Seorang Wanita
INGATLAH larangan ini wahai saudara/saudariku saat kita bertamu atau saat kita menerima tamu…
.
hendaknya kutip hadits yang di gambar ketika kita memberitahu mengapa kita tidak bersalaman… dan hendaknya disampaikan dengan santun dan dengan akhlak yang baik..
.
https://t.co/iFQrxY07iE
Serba-Serbi Seputar Ibadah Di Bulan Syawwal
Berikut ini adalah kumpulan artikel audio dan tulisan terkait ibadah di bulan Syawwal. Semoga bermanfaat.
- IBADAH Apa Yang Dianjurkan Di Bulan Syawwal..?
- Kapan SEBAIKNYA Memulai Puasa Syawal..?
- Mengapa Puasa 6 Hari Syawwal Sebaiknya Diakhirkan Setelah Hari-Hari Ied..?
- Pendapat PERTAMA : Tidak Boleh Mendahulukan Puasa Syawwal Sebelum Membayar Puasa Ramadhan
- Pendapat KEDUA : BOLEH Mendahulukan Puasa Syawwal Sebelum Membayar Puasa Ramadhan
- Apakah Niat Puasa Syawwal Harus Dilakukan di Malam Hari..?
- Bolehkah Menggabungkan Niat MEMBAYAR/QODHO Puasa Ramadhan Dengan Niat Puasa Syawal..?
- Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Niat Puasa Senin – Kamis..?
- Apakah Puasa Syawwal Dilakukan Selang Seling atau Terus Menerus Tanpa Jeda..?
- Hukum Menggabung Niat Puasa Syawal Dengan Puasa Senin-Kamis Atau Ayyaamul Biidh
- Janganlah Kita Mulai SYAWAL Dengan Kemaksiatan dan Dosa
In-syaa Allah, daftar artikel akan bertambah. Silahkan cek dari waktu ke waktu.
Ciri-Ciri Orang Yang Mendapatkan Ampunan Dari ALLAH Di Bulan Ramadhan
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
0907162120
30 RAMADHAN 1442
Kisah Tiga Butir Kurma
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,
Seseorang telah bercerita kepadaku ketika aku masih kecil .. dahulu ia seorang yang bakhil, ia tidak mengizinkan istrinya untuk bersedekah dari hartanya.
(pada suatu saat) ia tidur dan bermimpi seakan-akan berada di hari kiamat, matahari dekat dengan manusia, dan manusia banyak, mereka berada dalam kesusahan, kemudian datanglah kepadanya seperti sebuah kain yang menaunginya .. tetapi ada 3 celah (lubang) yang cahaya matahari masuk menerobos lewat tiga lubang itu, iapun melihat sesuatu yang menyerupai kurma kemudian menutupi lubang-lubang tersebut, iapun terbangun dari mimpinya, kemudian ia ceritakan mimpinya tersebut kepada istrinya, ia menuturkan, “aku melihat begini dan begitu..”
Istrinya berkata, “iya .. apa yang engkau lihat itu benar adanya .. telah datang seorang yang fakir kepadaku, akupun memberinya pakaian sebagai sedekah, dan setelah itu datang lagi seorang fakir kemudian akupun memberinya 3 buah butir kurma..”
Subhanallah, pakaian (yang disedekahkan) adalah kain itu, dan kurma-kurma itu datang menutupi lubang-lubang yang ada pada pakaian tersebut.
( Fathu Dzil Jalali wal Ikram bisyarhil Bulughil Maram: 6/219-221 )
====
mau ikutan santunan sembako bulanan bagi para janda dan dhu’afa..?
silahkan baca informasi lengkapnya dalam artikel berikut ini :
https://bbg-alilmu.com/archives/59605
ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL
Ibadah Takbir
Diantara ibadah yang disyariatkan di penghujung Ramadhan adalah melafalkan bacaan takbir, dalam rangka mengagungkan Allah ta’ala.
Allah ta’ala berfirman:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur..” (QS. al-Baqarah: 185).
Takbir merupakan perintah Allah ta’ala, oleh karenanya ketika kita bertakbir, kita hadirkan dalam hati kita bahwa ini merupakan perintah-Nya, Allah maha besar, lebih besar dari apapun.
Diantara bacaan takbir:
الله أكبر الله أكبر ، لا إله إلا الله، والله أكبر الله أكبر و لله الحمد.
Syekh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah berkata:
“Waktu Takbir dimulai dari terbenamnya matahari pada malam ‘id, atau sejak diumumkan penetapan bulan syawal, jika penetapan bulan syawal telah diumumkan, maka dimulailah takbir sampai imam hadir untuk shalat ‘id, inilah waktunya, melafalkan bacaan takbir di pasar, Masjid dan di rumah, laki-laki dengan suara keras sedangkan perempuan melafalkan takbir dengan suara sir..”
(Durus wa fatawa min al-haramain as-syarifain: 8/ 441).
Semoga kita dapat mengagungkan Allah ta’ala dengan sebenar-benar pengagungan, aamiiin
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى































