Sahabat ‘Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu berkata,
أَحْبِبْ حَبِيبَك هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَك يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيضَك هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَك يَوْمًا مَا
“Cintailah orang yang engkau sayangi sekedarnya saja, karena bisa saja suatu hari nanti engkau akan membencinya. Dan bencilah orang yang engkau benci sekedarnya saja, karena bisa saja suatu hari nanti dia akan menjadi orang yang engkau cintai..”
( Shohih al-Adabul Mufrod no. 992 )
● MAKNA ATSAR DI ATAS
Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,
“Sungguh tidaklah semestinya seseorang berlebihan dalam mencintai .. karena mungkin saja suatu hari nanti orang yang dulunya sangat ia cintai menjadi orang yang paling ia benci.
Dan merupakan suatu hal yang lumrah terjadi bahwa seseorang, apabila sudah terlanjur berlebihan mencintai, ia akan menceritakan dan mencurahkan semua privasi pribadi kepada orang yang ia cintai, sehingga bila suatu hari nanti orang tersebut berubah menjadi orang yang dibenci, maka akan diceritakannya dan disebarkan rahasia tersebut kepada orang lain..”
( Fatawa Nuur ‘alad Darb no. 330 )

