JUM’AT – 01 DZULHIJJAH 1447 / 27 JUNI 2025


JUM’AT – 01 DZULHIJJAH 1447 / 27 JUNI 2025


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata,
الأطفال الصغار يُثابون على ما يفعلونه من الحسنات وإن كان القلمُ مرفوعاً عنهم في السيئات
“Anak kecil akan diberi pahala atas amal kebaikan yang mereka kerjakan meskipun pena diangkat dari mereka jika mereka mengamalkan keburukan (tidak dicatat sebagai dosa, -pent.).
وكانوا يُصوِّمون الصغار يوم عاشوراء وغيرَه
Dahulu, para salaf membiasakan anak-anak untuk berpuasa hari Asyuro dan hari selainnya.
فالصبي يثاب على صلاته وصومه وحجه وغير ذلك من أعماله، ويُفضّل بذلك على من لم يعمل كعمله
Anak kecil akan diberi pahala atas sholat, puasa, haji, dan amal lainnya yang mereka lakukan. Dengan amalan-amalan itu, anak kecil tersebut lebih utama jika dibandingkan anak kecil lain yang tidak beramal seperti itu..”
[ Majmu’ Fatawa – 4/278 ]
=========
program wakaf :
mau ikutan..?
BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 9996
AL ILMU INFAQ
informasi lengkapnya, klik : https://bbg-alilmu.com/archives/71141
Syaikh Muhammad bin Sholeh al ‘Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,
فبادر هذا، لأنك لا تدري ربما تموت وأنت تخاطب أهلك، أو تموت وأنت على فراشك، أو تموت وأنت على غدائك، أو تموت وأنت في سيارتك، أو في سفرك، إذاً فبادر!
Bersegeralah kalian untuk beramal sholeh..! Sebab, engkau tak akan mengerti soal kematian .. kapan ia (akan) menghampirimu.
Bisa saja (kematian menjemputmu) di saat :
– engkau sedang bercengkerama bersama keluargamu,
– engkau sedang berada di kasurmu,
– engkau sedang makan siang.
– engkau sedang mengendarai mobilmu,
– engkau sedang bepergian.
Sekali lagi, bergegaslah untuk beramal..!
(Syarah Riyadhush Shalihin – 2/290)
Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ ١٥
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ١٦
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka. Lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan..”
(Qs Hud/11 ayat 15-16)
● Al Fudhail bin Iyaadh (w. 187 H) rohimahullahu ta’ala berkata,
تزينت للناس ، وتصنعت لهم ، وتهيأت لهم ، ولم تزل ترائي حتى عرفوك ، فقالوا : رجل صالح ، فقضوا لك الحوائج ، ووسعوا لك في المجلس وعظموك ، خيبة لك ، ما أسوأ حالك إن كان هذا شأنك !
إن قدرت أن لا تعرف فافعل ، وما عليك أن لا تعرف ، وما عليك إن لم يثن عليك ، وما عليك أن تكون مذموما عند الناس إذا كنت عند الله محمودا.
– engkau berhias untuk mendapat pujian dari manusia,
– engkau bersandiwara untuk mereka,
– engkau mempersiapkan diri untuk mereka,
– engkau selalu berbuat riya sampai akhirnya engkau terkenal dikalangan mereka.
sampai akhirnya mereka pun mengatakan, ‘Ini adalah seorang yang sholeh..’ sehingga mereka pun :
– memenuhi semua kebutuhanmu,
– melapangkan tempat duduk untukmu, dan
– mereka agungkan dirimu.
Maka celakalah engkau..!! Sungguh jelek sekali dirimu bila demikian keadaannya.
Bila engkau mampu untuk tidak dikenal maka lakukanlah..!!
– tiada ada dosa bagimu bila engkau tidak terkenal,
– tiada ada dosa bagimu bila engkau tidak dipuji, dan
– tiada dosa bagimu bila engkau dicela oleh manusia namun engkau terpuji disisi Allah.
(At-Tauwabiin – Ibnu Qudamah – hal.7)
Seorang ahli hikmah pernah ditanya tentang cara yang dapat membantu agar bisa menundukkan pandangan, Beliau rohimahullah menjawab,
“Dengan engkau mengetahui bahwa penglihatan Allah lebih dahulu tertuju kepadamu daripada pandanganmu terhadap apa yang engkau lihat..”
(Jaami’ul Uluum wal Hikaam – 2/479)
Allah Ta’ala berfirman,
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا (٨)
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.. (Qs Al-Insan ayat 8)
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا (٩)
(sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu..” (Qs Al-Insan ayat 9)
● Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
من طلب من الفقراء الدعاء أو الثناء خرج من هذه الآية
“Siapa yang meminta dido’akan oleh fakir miskin (setelah memberinya) maka ia keluar dari ayat ini..”
(Majmu’ Fatawa 11/111)
Al Hafizh Ibnul Jauzi rohimahullahu ta’ala berkata,
ربّما رأى العاصي سلامةَ بدنِهِ ومالِه، فَظَنَّ أن لا عقوبة! وغَفْلَتُه عما عُوقِب به عقوبة! وقد قال الحكماء: المعصية بعد المعصية عقابُ المعصية، والحسنةُ بعد الحسنة ثوابُ الحسنة.
Seringkali seorang pelaku maksiat mendapati keselamatan badan dan hartanya, sehingga ia pun mengira bahwa tidak ada hukuman baginya. Padahal, kelalaiannya dari dosa yang membuatnya pantas menerima hukuman, justru merupakan salah satu bentuk hukuman itu.
Sebagian ahli hikmah mengatakan, “melakukan kemaksiatan setelah kemaksiatan adalah merupakan hukuman (dari perbuatan) maksiat, sedangkan menjalankan kebaikan setelah melakukan kebaikan adalah merupakan buah (dari perbuatan) kebaikan.
(Shoidul Khothir, hlm. 65)
Ibnu Hajar Al Haitami rohimahullah berkata,
وكل من رأيته سيء الظن بالناس، طالبًا لإظهار معايبهم؛
فاعلم أن ذلك لخبث باطنه وسوء طويته.
“Semua orang yang kamu lihat suka berburuk sangka kepada manusia dan ingin menampakkan aib mereka adalah karena busuknya batin dan hatinya.”
(Az Zawaajir 1/143)
Orang yang hatinya bening..
Akan bening pula hatinya kepada manusia..
Dan manusiapun selamat dari lisannya..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنَّ للشَّيطانِ لمَّةً بابنِ آدمَ وللملَك لمَّةً فأمَّا لمَّةُ الشَّيطانِ فإيعادٌ بالشَّرِّ وتَكذيبٌ بالحقِّ وأمَّا لمَّةُ الملَك فإيعادٌ بالخيرِ وتصديقٌ بالحقِّ فمن وجدَ ذلِك فليعلم أنَّهُ منَ اللهِ فليحمدِ اللَّهَ ومن وجدَ الأخرى فليتعوَّذ باللَّهِ منَ الشَّيطانِ الرَّجيمِ ثمَّ قرأ الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ الآيةَ
Sesungguhnya setan memiliki bisikan kepada anak Adam .. dan malaikatpun memiliki bisikan.
Bisikan setan adalah janji dengan keburukan dan mendustakan kebenaran. Sedangkan bisikan malaikat adalah janji dengan kebaikan dan membenarkan kebenaran.
Siapa yang merasakan itu (yaitu bisikan malaikat) maka hendaklah ia memuji Allah .. dan siapa yang merasakan yang lain (yaitu bisikan setan) maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, ‘Setan itu menjanjikan kefakiran dan menyuruh kepada dosa..’
(Shohih Sunan At Tirmidzi)
Ketika hendak menuntut ilmu..
Setan membisiki, ‘nanti kamu tidak mampu mengamalkannya..’
Ketika hendak mengamalkan sunnah..
Setan membisiki, ‘nanti kamu akan dijauhi orang atau disebut wahabi..’
Maka teruslah berjalan di atas kebaikan..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,
الله يبتلي المرء بتيسير أسباب المعصية حتى يعلم سبحانه من يخافه بالغيب.
Allah ‘Azza wa Jalla akan menguji seorang hamba dengan mudahnya jalan untuk berbuat maksiat, sehingga dengan hal tersebut, Allah mengetahui orang yang benar-benar takut kepada-Nya, walaupun ia tidak melihat-Nya.
(Al Qoulul Mufid – 1/200)