Dua Macam Kesedihan

Ibrahim bin Adham rohimahullah berkata,

Kesedihan itu ada dua yaitu :

– kesedihan yang bermanfaat bagimu, dan
– kesedihan yang merugikan bagimu

maka kesedihan yang bermanfaat bagimu yaitu kesedihanmu terhadap akhirat dan kesedihan yang merugikan bagimu yaitu kesedihanmu terhadap dunia.

(Al Bidayah wan Nihayah, jilid 10, hlm. 141)

Keutamaan Banyak Mengingat Kematian

Al Imam Ad-Daqqoq rohimahullah berkata,

من أكثر من ذكر الموت أكرم بثلاثة أشياء: تعجيل التوبة، قناعة القلب، ونشاط العبادة.

Barang siapa memperbanyak mengingat kematian, dia akan dikaruniai tiga hal :

1. menyegerakan taubat,
2. hati yang qona’ah (merasa cukup dengan pemberian Allah), dan
3. semangat beribadah

(At-Tadzkirah bi Ahwalil Mauta – 126)

Perbuatan Riya’ Setelah Mati

Bisyr bin Harits al-Hafy rohimahullah berkata,

قد يكون الرجل مرائياً بعد موته، يحب أن يكثر الخلق في جنازته.

Seseorang bisa berbuat riya’ walaupun setelah kematiannya .. yaitu dengan dia ingin banyaknya orang yang mengiringi jenazahnya.

(Siyar A’lamin Nubala’ – 10/473)

Tiga Sungai Sebagai Pembersih Dosa Di Dunia

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

لأهل الذنوب ثلاثة أنهار عظام يتطهرون بها في الدنيا، فإن لم تف بِطُهرهم طُهِّروا في نهر الجحيم يوم القيامة:
– نهر التوبة النصوح.
– ونهر الحسنات المستغرقة للأوزار المحيطة بها.
– ونهر المصائب العظيمة المكفرة.

• ‏فإذا أراد الله بعبده خيرا أدخله أحد هذه الأنهار الثلاثة فورد القيامة طيبا طاهرا فلم يحتج إلى التطهير الرابع”. اھ.

Para pelaku dosa mendapat tiga sungai besar untuk membersihkan dosa mereka di dunia.

Jika tiga sungai tersebut belum mampu membersihkan, maka mereka akan dibersihkan di sungai neraka pada hari kiamat.

Tiga sungai dunia tersebut adalah :

1. Sungai (dalam bentuk) taubat nasuha
2. Sungai (dalam bentuk) amal kebaikan yang menghapus dosa-dosa
3. Sungai (dalam bentuk) musibah yang menggugurkan dosa-dosa

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan memasukkannya ke salah satu sungai tersebut .. lalu ia akan datang dalam keadaan suci pada hari kiamat, sehingga tidak butuh untuk dibersihkan dengan sungai yang keempat.

( Madarijus Salikin, 1/64 )

Tiga Tanda Orang Yang Hasad

Wahb bin Munabbih rohimahullah mengatakan,

للحاسد ثلاث علامات:
• يغتاب إذا غاب المحسود،
• يتملق إذا شهد،
• ويشمت بالمصيبة.

Orang yang hasad memiliki tiga tanda :

1. Melakukan ghibah saat (orang yang di hasad) tidak berada di hadapannya,

2. Memuji (orang yang di hasad) saat berada di hadapannya,

3. Merasa gembira dengan musibah (yang menimpa orang yang di hasad)

(Hilyatul Auliya juz 4, hlm. 47)

Jangan Membuang Sampah Di Jalanan

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلَامَـى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ : تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِـيْ دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا ، أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَـمْشِيْهَا إِلَـى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ ، وَتُـمِيْطُ اْلأَذَىٰ عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ. (رَوَاهُ الْـبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya :

– engkau berlaku adil kepada dua orang (yang bertikai/berselisih) adalah sedekah,

– engkau membantu seseorang naik ke atas hewan tunggangannya atau engkau menaikkan barang bawaannya ke atas hewan tunggangannya adalah sedekah,

– ucapan yang baik adalah sedekah,

– setiap langkah yang engkau jalankan menuju (ke masjid) untuk sholat adalah sedekah, dan

– engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.

(HR. Al Bukhari dan Muslim)

● Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Apabila menyingkirkan gangguan dari jalan merupakan sebuah sedekah, maka membuat gangguan di jalan merupakan suatu perbuatan buruk (berdosa) .. Ini termasuk mereka yang membuang sampah di jalanan..”

(Syarah Riyadhus Sholihiin 3/37)

Memuji Allah Tatkala Ditimpa Musibah

Syuraih al-Qodhi rohimahullahu ta’ala berkata,

Sesungguhnya aku tertimpa satu musibah, maka aku memuji Allah atas musibah tersebut sebanyak empat kali.

– Pertama, aku memuji Allah karena musibah tersebut tidak terjadi yang lebih besar dari keadaannya.

– Kedua, aku memuji Allah karena telah menganugerahkan kepadaku kesabaran atas musibah.

– Ketiga, aku memuji Allah karena telah memberi taufiq kepadaku untuk sadar bahwa segala masalah dan persoalan akan dikembalikan kepada-Nya.

– Keempat, aku memuji Allah karena tidak menjadikan musibah tersebut ada pada urusan agamaku.

(Siyar A’lamin Nubalaa 4/105)

Tanda Kebaikan Seorang Hamba

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata,

“Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ

“Apabila Allah Ta’ala menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah Ta’ala akan menggunakannya..”

Lalu ditanyakan kepada beliau,

كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟

“Bagaimanakah Allah Ta’ala menggunakannya wahai Rosulullah..?”

Beliau menjawab,

يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ

“Allah Ta’ala akan memberikannya taufiq untuk beramal sholeh sebelum kematian mendatanginya..”

(HR. At Tirmidzi no. 2142, Ibnu Hibban no. 341)

Menebar Cahaya Sunnah