Renungan 14 Ramadhan 1440 H…

RENUNGAN MALAM 14 RAMADHAN 1440 H…
.
Apakah ada terbetik di hati anda saat ini prasangka buruk terhadap seseorang (muslim)..?! yuuk do’akan kebaikan untuknya setulus mungkin.
.
Betapa banyak orang yang mengumpulkan pahala dari ibadahnya, akan tetapi tak mampu mengikis hatinya dari penyakitnya. Yang tak jarang, membakar habis amalnya bak api memakan kayu bakar dengan lahapnya.
.
Seinglah kita baca do’a berikut dari QS. Al Hasyr (59) – 10 :
.
ROBBANAGH-FIRLANAA
WALI IKHWAANINAL LADZiINA SABAQUUNA
BIL IIMAN.
WALAA TAJโ€™AL FII QULUUBINAA
GHILLAL-LIL LADZIINA AAMANU
ROBBANAA INNAKA ROUUFUR-ROHIIM
.
Ya Tuhan kami, berilah kami ampunan dan juga kepada saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.โ€
.
.
.
#ramadhan1440
#ramadhan2019
#ramadhan2019๐ŸŒ™
#sunnahnabi
#jumat
#dosa
#keburukan
.
.

Makan Sederhana Bisa LEBIH ENAK, Daripada Makan Enakโ€ฆ

“Mereka yang sederhana dalam makanannya, kenikmatan mereka dari makanan tersebut lebih banyak daripada kenikmatan mereka yang bermewah-mewahan dalam makanannya.

Karena jika mereka yang bermewah-mewahan tersebut telah kecanduan dan terbiasa dengannya, makanan tersebut tidak akan menyisakan kelezatan yang wah, padahal mereka tidak bisa bersabar darinya, disamping sakit mereka akan menjadi banyak karenanya.”

[Oleh Syeikhul Islam, dalam kitabnya: Al-Qoidah fil Mahabbah, hal: 154]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Darini MA. ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

da2206141646

Kebanyakan Orang…

Jika kamu menasehati seseorang untuk meninggalkan maksiat, ia akan mengatakan: “KEBANYAKAN orang melakukan ituโ€ฆ aku tidak sendirian.”

Padahal jika kamu mengamati kata-kata “Kebanyakan Manusia” dalam Alqur’an, pasti kamu akan dapati kata-kata setelahnya:
โš‰ย ย Tidak Tahu,
โš‰ย ย Tidak Bersyukur,
โš‰ย ย Tidak Beriman.

Jika kamu mengamati kata-kata “Kebanyakan Mereka” dalam Alqur’an, pasti kamu akan dapati kata-kata setelahnya:
โš‰ย ย Pelaku Kefasikan,
โš‰ย ย Tidak Mengerti,
โš‰ย ย Berpaling,
โš‰ย ย Tidak Memahami,
โš‰ย ย Tidak Mendengar.

Maka jadilah kamu golongan minoritas, yang Allah katakan dalam firman-Nya (yang artinya):

โš‰ย “SEDIKIT dari hambaku yang banyak bersyukur” (Surat Saba’: 13).

โš‰ย “Tidaklah beriman bersamanya, kecuali SEDIKIT saja” (Surat Hud: 40).

โš‰ย “Sungguh banyak dari orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh, tapi mereka itu SEDIKIT” (Surat Shod: 24)

======

Ibnul Qoyyim, rohimahullah, mengatakan:

“Berjalanlah di atas kebenaran… jangan takut dengan sedikitnya orang yang menjalaninya. Dan jauhilah jalan kebatilan… jangan teperdaya dengan banyaknya orang yang binasa ! “

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

 

da2806140559

Apa Betul Itu Rambut Rosul Shollallahu ‘Alayhi Wasallam…?

SOAL:

Apakah bekas-bekas yang ditinggalkan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam masih ada hingga hari ini, seperti: baju dan RAMBUT beliau ?

Syeikh Shalih Al Fauzan hafizhohullah:

“Tunjukkan kepada kita bekas-bekas peninggalan beliau itu, siapa yang bisa membuktikan bahwa ini bajunya Rosul, bahwa ini rambutnya Rosul ? Siapa yang bisa membuktikan ini ?

Ini hanyalah khurafat, tidak ada dasarnya sama sekali.”

[Sumber: Dars Syarh Addurun Nadhid]

——

Jangan sampai kita lebih menghargai rambut yang belum tentu dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam .. tapi sunnah-sunnah atau tuntunan-tuntunan yang sudah jelas valid dari beliau kita abaikan.

Jangan sampai, ketika sudah jelas ALAT MUSIK itu beliau haramkan, Anda abaikan .. tapi ketika belum jelas apakah itu rambut beliau, Anda elu-elukan.

Ingatlah, bahwa disebutkan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam adalah:

“Sesungguhnya yang diwariskan para nabi hanyalah ilmu (agama).

“Aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, maka kalian tidak akan tesesat selamanya; Kitabullah dan Sunnahku.”

Bukan tentang rumah, sandal, pakaian, rambut, dan yang semisalnya .. karena yang lebih bermanfaat bagi umatnya adalah tuntunannya, dan itu juga yang akan dijaga Allah hingga akhir zaman.

Ingatlah, bahwa terlalu berlebihan dalam menyikapi bekas-bekas yang ditinggalkan seseorang, bisa mengantarkan seseorang kepada kesyirikan .. dan menyelamatkan tauhid jauh lebih penting bagi kebaikan kita .. makanya sahabat ‘Umar rodhiallahu ‘anhu lebih memilih menebang pohon Syajarotur Ridwan, daripada tetap menjaganya tapi tauhid kaum muslimin akan terganggu.

Demikian semoga bermanfaat .. dan silahkan dishare.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,ย ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Soal DZIKIR Setelah Membaca Al Qur’an

Pertanyaan:
Ust, tersebar di medsos bahwa dzikir setelah membaca al qur’an itu sama dengan doa kafarat majelis yaitu subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika. Apakah benar demikian? Terima kasih atas jawabannya.

Jawab:
Abu Yahya Badrusalamย Lcย ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

memang ada hadits yang menunjukkan demikian, yaitu hadits Aisyah

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ : ู…ูŽุง ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ูย  ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู‹ุง ู‚ูŽุทู‘ูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู„ุงูŽ ู‚ูุฑู’ุขู†ุงู‹ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฎูŽุชูŽู…ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจููƒูŽู„ูู…ูŽุงุชูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฃูŽุฑูŽุงูƒูŽ ู…ูŽุง ุชูŽุฌู’ู„ูุณู ู…ูŽุฌู’ู„ูุณุงู‹ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุชู’ู„ููˆ ู‚ูุฑู’ุขู†ู‹ุงุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุตูŽู„ู‘ููŠ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฎูŽุชูŽู…ู’ุชูŽ ุจูู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู ุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู ุŸ
ู‚ูŽุงู„ูŽ: (( ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑุงู‹ ุฎูุชูู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ุทูŽุงุจูŽุนูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุดูŽุฑู‘ุงู‹ ูƒูู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู‹: ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ [ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ] ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽุŒ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽุŒ ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชููˆุจู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ))

Dari Aisyah ia berkata, “Tidaklah Nabi duduk di majelis tidak pula membaca al qur’an dan tidak pula sholat kecuali menutupnya dengan kalimat kalimat tersebut.
Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihatmu tidaklah duduk di suatu majelis, tidak juga membaca al qur’an dan tidak juga sholat kecuali engkau tutup dengan kalimat tersebut?”
Beliau bersabda, “Iya, siapa yang berkata baik akan ditutup dengan stempel kebaikan, dan siapa yang berkata buruk, akan menjadi penghapus dosanya. Yaitu subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.”
(HR An Nasai).

Namun bila kita kumpulkan semua jalan dan matannya, tampak kepada kita bahwa lafadz: “tidak pula membaca al qur’an” bersendirian dalam menyebutkannya seorang perawi yang bernama Khollaad bin Sulaiman. Sementara perawi lainnya tidak menyebutkannya. Dan hadits diriwayatkan oleh 15 shahabat namun tidak ada lafadz: tidak pula membaca al qur’an.

Dan Khollaad ini walaupun dianggap tsiqoh namun ia bukan perawi yang masyhur dengan itqon. Sehingga bersendiriannya ini tidak bisa dianggap sebagai tambahan perawi yang tsiqoh.

Yang masyhur adalah bahwa dzikir tersebut sebagai doa kafarat majelis. Maka jika kita setelah membaca al qur’an langsung pergi meninggalkan majelis, disunnahkan membaca doa kafarat majelis tersebut. Adapun jika setelah membaca al qur’an kita masih duduk di majelis, maka tidak disyari’atkan. Yang menunjukkan kepada ini adalah hadits ibnu Mas’ud radliallahu anhu ia berkata:

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyuruhku: โ€œBacakan Al-Quran untuk aku dengar.โ€

โ€œYa Rasulullah, apakah aku boleh membaca Al-Quran di hadapan Anda, padahal Al-Quran itu diturunkan kepada Anda?โ€ tanyaku.

โ€œYa, tidak masalah.โ€

Akupun membaca surat An-Nisa. Ketika sampai pada ayat,

ููŽูƒูŽูŠู’ููŽ ุฅูุฐูŽุง ุฌูุฆู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ุจูุดูŽู‡ููŠุฏูุŒ ูˆูŽุฌูุฆู’ู†ูŽุง ุจููƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู ุดูŽู‡ููŠุฏู‹ุง

Bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (QS. An-Nisa: 41)

Seketika sampai di ayat ini, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan, โ€œCukup..cukup.โ€

Saya melihat beliau, ternyata beliau berlinangan air mata.”ย (HR. Bukhari 5050 dan Muslim 800)

Di dalam hadits tersebut, Setelah membaca al qur’an beliau tidak beranjak dari majelis. Beliau tidak membaca do’a kafarat majelis tersebut. Beliau hanya berkata: cukup.. Cukup..

Jadi dzikir : subhanakallahumma wabihamdika.. Dst adalah do’a kafarat majelisnya. BUKAN do’a setelah membaca alqur’an.

Wallahu a’lam

Courtesy of Al Fawaid

da160616

Menebar Cahaya Sunnah