. . Bismillahirrohmaanirrohiim… . Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh . Bapak/Ibu Muhsinin yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah Ta’ala. . Kami dari panitia Pembangunan Masjid Jami’ Al-Barkah bermaksud ingin menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan pembangunan Masjid Jami’ Al-Barkah hingga 12 Desember 2018. . 1. Alhamdulillah tanah yang telah dibebaskan untuk perluasan Masjid Jami’ Al-Barkah totalnya adalah 4.100 m2. Pembebasan ini melalui 3 tahap yaitu: . – Tahap pertama 2.533 m2 – Tahap kedua 1.150 m2 – Tahap ketiga 417 m2 . Dan Alhamdulillah proses pembebasan tanah tersebut sudah diselesaikan. . Insyaallah masih ada tanah yang luasnya kurang lebih 883 m2 yang rencananya akan dibebaskan ( tahap keempat ) agar nantinya bisa digunakan untuk fasilitas masjid (area parkir dll). . 2. Karena adanya proses perluasan tanah hingga beberapa tahap tersebut, maka hal ini berpengaruh terhadap desain masjid yang akan dibangun termasuk perhitungan RAB dan yang lainnya. Setelah melalui serangkaian proses revisi, Alhamdulillah saat ini desain sudah final dan berlanjut ke proses finishing. Semoga di akhir Januari 2019 bisa dimulai pembangunannya. . Demikian hal-hal yang sekiranya bisa kami sampaikan sebagai laporan kami kepada Bapak/Ibu muhsinin. . Kami senantiasa memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala agar memudahkan proses perluasan dan pembangunan Masjid Jami’ Al-Barkah ini yang nantinya insyaallah akan menjadi pusat kajian sunnah. . Partisipasi, dukungan, serta doa dari Bapak/Ibu sekalian masih kami nantikan demi kelancaran pembangunan Masjid Jami’ Al-Barkah nantinya. . Wakaf dan partisipasi Anda bisa disalurkan melalui: . Bank Syariah Mandiri Cabang Cibubur 756 3131 009 a.n. Pembangunan Masjid Al Barkah Yayasan Cahaya Sunnah Kode Bank 451 . Konfirmasi transfer ke: 0821 12345 756 . Insyaallah ini bentuk/desain Masjid Jami’ Al-Barkah Cileungsi yang akan dibangun. Mohon doa dan dukungannya agar semua proses dimudahkan. . Atas partisipasi, dukungan, serta doanya kami ucapkan jazakumullahu khairan Semoga Allah Ta’ala memberikan balasan pahala yang besar kepada Bapak/Ibu sekalian. . Barakallahufiikum . . Follow akun instagram Masjid Jami’ Al-Barkah di @masjidalbarkahcileungsi
. . SALING MENGINGATKAN… . Waktu yang Allah berikan kepada kita di dunia…, Setiap jamnya… setiap detiknya… Pasti akan ditanya dan dimintai pertanggung-jawabannya oleh Allah ‘Azza wa Jalla kelak di akherat… . Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, . «لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ» . “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) TENTANG UMURNYA KEMANA DIHABISKANNYA, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.” .
(HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam “as-Shahiihah” (no. 946) karena banyak jalurnya yang saling menguatkan) . . Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad As Sadhan, حفظه الله تعالى adalah salah seorang murid Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, رحمه الله تعالى. Beliau adalah seorang Doktor dalam ilmu Ushuluddin. .
Dalil sebelumnya, yaitu DALIL PERTAMA bisa disimak di SINI
Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-TIGA bisa disimak di SINI =====================
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
🌿 DALIL KE-DUA 🌿
Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Al Maidah – 75 :
“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”
Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-DUA bisa disimak di SINI =====================
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
🌿 DALIL PERTAMA 🌿
Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Ibrahim – 11 :
“Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.”
Mungkin penjelasan di bawah ini bisa menjawabnya..
Ada seseorang bercerita :
Aku pernah sholat di salah satu masjid kotaku yang besar..
Usai sholat ada seorang tua yang menoleh kepadaku dan berbisik di telingaku: ‘lihatlah jama’ah yang ada di shof pertama, dan perhatikan wajah mereka..’
Aku pun melakukannya, kemudian aku menoleh kepadanya dan bertanya, ‘apa maksudmu..?’
Dia mengatakan: ‘apakah kau lihat orang kaya, atau orang penting, atau orang yang berkedudukan tinggi..?’
‘sedikit.. kebanyakan atau bahkan seluruhnya para pekerja, supir, kuli, karyawan..’ Jawabku.
Dia mengatakan: ‘begitu pula posisi kita di sisi Allah..!’
Dia menambahi: ‘lihatlah tempatku dan tempatmu sekarang ini, di shof ke-empat… begitu pula nanti tempat kita di hari kiamat..!’
Dia menambahi lagi: ‘sungguh menakjubkan masjid-masjid Allah, dia membuka tabir dan mengabarkan kepada kita posisi kita di sisi Allah..’
Sungguh, apa yang dikatakan orang tua itu seakan membangunkanku dan memberi tamparan keras ke wajahku..
Ya Allah, semoga Engkau mengampuni kami, dan memberikan semangat kepada kami untuk memperbaiki tempat kami di sisi-Mu.. Amin.
Ditulis oleh, Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 20) bisa di baca di SINI
Kemudian… yang selanjutnya yang menghalangi seseorang dari kebenaran, yaitu…
⚉ Bergaul dengan orang-orang yang bathil… bergaul dengan orang-orang yang buruk. [خلطة أهل الباطل]
Kata beliau (penulis kitab – Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman):
الخلطة شأنُها كبير فِي التأثير على أخلاق المختلط بِهم، وعاداتهِم، وعقائدهم
“Begaul itu mempunyai pengaruh yang besar, pada akhlak orang yang bergaul, kebiasaan dan bahkan aqidah mereka.”
⚉ Oleh karena itu Al-haafidz Ibnu Rojab rohimahullah berkata dalam kitab Lathoiful Ma’arif (halaman 138) :
إن النفوس تتأ سى بِما تشاهده من أحوال أبناء الجنس
“Jiwa itu akan mengikuti apa yang ia saksikan dari penduduk/ lingkungan sekitar.”
⚉ Ibnu Taimiyyah rohimahullah dalam kitab Al Istiqomah (jilid 2 halaman 254) berkata:
وهذه الأ مور مِمَّا تعظم بِها الْمِحنة على المؤ منين
“Ini merupakan perkara yang besar ujiannya atas kaum Mu’minin”
فإنَّهم يَحتاجون إلَى شيئين
“Karena mereka membutuhkan dua perkara”
Untuk apa ?
لدفع الفتنة الَّتِي ابتلي بِها نظر اؤ هم من فتنة الدين والد نيا عن نفو سهم، مع قيام المقتضي لَها
“Untuk menolak fitnah yang mereka di uji dengan yang semisal dengan mereka berupa fitnah agama dan dunia dari jiwa mereka, disertai adanya sebab-sebab yang mengharuskan atau menjerumuskannya.”
فإن معهم نفو سًا و شياطينَ كما مع غيرهم
“Karena bersama mereka ada jiwa dan ada syaitan juga.”
Maka manusia bisa memberikan pengaruh kepada orang lain, sebagaimana juga syaitan berusaha mempengaruhi.
Maka kita berusaha agar jiwa kita tidak terpengaruh dengan keburukan… tentu tiada lain adalah dengan cara bergaul dengan orang-orang yang sholeh.
ومن أجل تأثير الخلطة جاء الشرع با لحميَّة من خلطة أهل البدع
“Maka untuk mencegah kita supaya tidak terpengaruh oleh keburukan, syari’at menyuruh kita untuk tidak bergaul dengan ahli bid’ah wa ahlil fasad dan orang-orang yang rusak.”
“Dan sesungguhnya telah diturunkan kepada kalian dalam Al-Quran bahwa apabila kalian mendengarkan ayat-ayat Allah yang dikufuri/diperolok maka jangan kalian duduk bersama mereka. Sampai mereka berbicara kepada pembicaraan yang lain, sesungguhnya jika kalian lakukan itu berarti kalian sama saja dengan mereka.”
“Apabila kamu melihat orang-orang yang tenggelam di dalam memperolok ayat-ayat kami, berpalinglah dari mereka.”
Ayat ini menunjukan tidak boleh kita duduk-duduk bersama orang-orang yang memperolok ayat-ayat Allah.
⚉ Dan Ibnu Jarir atthobari rohimahullah mengatakan : “masuk dalam ayat ini duduk bersama orang-orang yang menyimpang pemikirannya, yang memahami ayat dengan pemahaman yang salah sesuai dengan hawa nafsu mereka.” Karena itu semakna dengan memperolok.
⚉ Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam juga menyuruh untuk memilih teman. Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
المرء على دين خليله
“Seseorang itu bergantung di atas agama temannya.”
فلينظر أحدكم من يخالل
“Hendaklah seseorang melihat dengan siapa dia berteman” (Diriwayat Abu Dawud).
⚉ Bundaar bin Al Husaini rohimahullah berkata :
صحبة أهل البدع تورث اﻹعر اض عن الحقَّ
“Bersahabat dengan ahli bid’ah itu menyebabkan kita berpaling dari kebenaran.”
⚉ Imam Malik rohimahullah berkata:
الدنو من الباطل هلكة
“Mendekati kebathilan itu kebinasaan.”
و القول فِي الباطل يصدُّ عن الْحَقَّ
“Dan mengucapkan kebathilan itu menghalangi dari kebenaran.”
⚉ Al Fudhayl bin ‘Iyadh rohimahullah berkata :
من جالس صا حب بدعة لَمْ يُعطَ الحكمة
“Siapa yang suka duduk-duduk bersama ahli bid’ah (atau duduk di majelis ahli bid’ah) ia tidak akan diberikan hikmah.”
⚉ Ibnul Qayyim rohimahullah berkata
إن العبد إذا اعتاد سَماع الباطل وقبوله؛ أكسبه ذلك تَحر يفًا للحقَّ عن مواضعه
“Seorang hamba kalau terbiasa mendengarkan kebathilan dan menerimanya… itu akan menyebabkan dia akan bengkok dari kebenaran. Dia akan menyimpang dari kebenaran”
👉🏼 Maka berhati-hatilah jangan sampai kita bergaul dengan orang-orang ahli bathil dari orang pelaku maksiat, pelaku bid’ah, demikian pula orang-orang yang menyeru kepada kebathilan.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
👉🏼 Setiap yang telah diketahui ada atau tidak adanya, maka pada asalnya ditetapkan sesuai yang telah diketahui tersebut.
⚉ Bila yakin adanya wudlu namun ragu apakah berhadats setelahnya atau tidak, maka tidak perlu berwudlu kembali karena telah diketahui adanya wudlu.
⚉ Ketika sahur, kita ragu apakah sudah masuk waktu shubuh atau belum, maka boleh terus bersahur karena pada asalnya malam masih ada sampai yakin bahwa waktu shubuh telah benar benar masuk. Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Makan sahurlah selama kamu ragu sampai tidak ragu.”
⚉ Bila merasa ragu apakah sudah mengqodlo sholat apa belum, maka wajib ia mengqodlo karena pada asalnya ia belum melakukan.
⚉ Bila ragu apakah telah jatuh talaq apa belum, maka pada asalnya pernikahan itu ada dan talaq tidak ada.
Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
. ======= Apabila seseorang mendapatkan kenikmatan atau dipalingkan dari marabahaya maka disunahkan untuk sujud, karena sujud merupakan perbuatan kebaikan.
Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman QS Al Hajj : 77
Dari Abu Bakroh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu ketika beliau mendapatkan hal yang menggembirakan atau dikabarkan berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud pada Allah Ta’ala.(HR. Abu Daud no. 2774. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
⚉ Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam pernah diberi khabar gembira tentang suatu keperluan maka beliaupun segera sujud.(HR Ibnu Majah)
⚉ Dan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam juga pernah sujud ketika datang kepadanya surat dari Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu tentang keislaman Hamdan (khabilah).
⚉ Dari Thoriq bin Ziad rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu sujud ketika mendapatkan yang dikhabarkan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam tanda tanda khowarij yang beliau perangi. (HR Imam Ahmad)
⚉ Dan dari Abdurrahman bin Ka’ab bin Malik
Dari ayahnya ia berkata, ketika Allah memberikan kepadanya taubat, dalam kisah tiga orang yang tidak ikut perang (Mu’tah) yang tidak ikut dalam sebuah peperangan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam kemudian menyuruh untuk meninggalkan tiga orang ini sampai akhirnya Allah Subhaanahu Wata’ala memberikan taubat kepadanya, kata Ka’ab ketika Allah memberikan taubat kepadanya iapun segera sujud. (HR Ibnu Majah)
“Bahwa tidak diragukan akan disyari’atkannya sujud syukur setelah mendapatkan hadits hadits tersebut, terutama itu telah diamalkan oleh salaffushalih. Dan tidak disyaratkan untuk wudhu sebagaimana disyari’atkannya sholat.” ————————
⚉ Disebutkan dalam Al–Ikhtiyarot hal 60. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulah berkata :
“Sujud syukur itu tidak harus bersuci sebagaimana halnya sujud tilawah.”
Jadi ini adalah merupakan sujud syukur.
.
. Wallahu a’lam
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
. Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
. NB :
⚉ Tidak ada hadis shohih yang menjelaskan adanya bacaan khusus untuk sujud syukur, oleh karena itu para Ulama mengatakan bacaan dalam sujud syukur sama seperti yang dibaca saat sujud dalam sholat.
Ibnu Qudamah rohimahullah mengatakan, “Tata cara sujud syukur, baik gerakan maupun hukum, dan syaratnya sama seperti sujud tilawah.” (Al-Mughni, 2:372)
Lebih lanjut beliau (Ibnu Qudamah rohimahullah) menjelaskan tentang sujud tilawah, “Bacaan sujud tilawah sama dengan bacaan sujud dalam sholat.” (Al-Mughni, 2:362)
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 19) bisa di baca di SINI
=======
🌿 Penghalang yang ke 20 🌿
Kita masuk ke penghalang berikutnya yaitu…
⚉ dimana kebathilan di campur dengan kebenaran… sehingga menjadi samarlah kebathilan tersebut.. dan akhirnya banyak orang yang terhalang dari kebenaran.
⚉ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab Al Istiqomah jilid 2 hal 178 , dalam kitab Daru’ at-ta’aaru bil ’aqli wannaql 7/170
الباطل لا يظهر لكثير من الناس أنه باطل لِما فيه من الشبهة؛ فإن الباطل الْمَحض الذي يظهر بطلانه لكلَّ أحد؛ لا يكو ن قولاً و مذهبًا لطائفة تذبُّ عنه
“Kebathilan yang tidak tampak kepada kebanyakan manusia sebagai sebuah kebathilan itu akibat daripada adanya kesamaran, karena kebathilan yang murni yang tampak dengan jelas kebathilannya kepada setiap orang, tidak akan ada orang yang mau berpegang dengannya akan tetapi ketika kebathilan itu dicampuri dengan kebenaran, maka pada waktu itu banyak orang yang tertipu.”
Sebagaimana Allah berfirman [QS Ali ‘Imran : 71]
لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ
“Mengapa kalian mencampurkan kebenaran dengan kebathilan”
وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan kalian menyembunyikan kebenaran dalam keadaan kamu mengetahuinya”
Oleh karena itulah orang-orang yang berusaha untuk melariskan kebathilan akan berusaha untuk mencampurkannya dengan sedikit kebenaran. Supaya apa..? Supaya ia laris di kalangan manusia/ditengah-tengah manusia.
⚉ Ibnu Taimiyah rohimahullah juga berkata dalam kitab Majmuu’ Fatawa 35/190
و لا ينفق الباطل فِي الو جو د إلا بِشَو بٍ من الحق
“Kebathilan itu tidak laris di dunia ini kecuali apabila dicampur dengan kebenaran”
Sebagaimana ahli kitab mereka mencampur adukkan antara haq dengan kebathilan, lalu akhirnya merekapun berhasil menyesatkan banyak manusia…. kenapa..? Karena ada sedikit kebenaran yang ada pada mereka tersebut.
Maka dari itulah.. kewajiban kita adalah untuk jangan sampai tertipu dengan kebathilan yang tercampur dengan kebenaran tersebut . Tapi berusaha untuk memilah dengan ilmu, mana haq dan mana bathil. Dan kita tidak mencampur adukkan antara kebathilan dan kebenaran tersebut.
⚉ Syaikh Al Mu’alimii berkata:
يسعى فِي التمييز بين معد ن الحجج، و معدن الشبهات
“Hendaknya seseorang itu berusaha membedakan antara kebenaran dengan syubhat”
Maka kalau dia mampu itu mudah bagi dia untuk membedakannya dan mengikuti kebenaran. Beda (kata Beliau), apabila itu dicampuri dengan syubhat kesamaran.
Kata beliau:
لكن أهل الأهو اء قد حاو لوا التشبيه ولتمو يه
“Para pengikut hawa nafsu ini berusaha menyamarkan kebenaran”
Dimana, dengan cara apa itu ? Mencampur adukkan antara kebenaran dengan kebathilan tersebut.
فالواجب على الرَّاغب فِي الحق ألا ينظر إلَى ما يجيئه من معدن الحق من وراء ز جاجاتِهم الملو نة
“Maka kewajiban orang yang mencari kebenaran.. jangan sampai ia mendatangi tempat-tempat yang tercampur antara haq dengan bathil tersebut..” akan tetapi hendaklah ia betul-betul mendatangi tempat-tempat yang memang benar-benar diatas haq murni dan ilmu yang kuat tentunya. Supaya kita selamat.
⚉ Imam Asy-Syaatibii rohimahullah juga mengatakan demikian. Kata beliau:
إذ المتشابه لا يُعطي بيانًا شافيًا
“Sesuatu yang samar itu tidak bisa memberikan penjelasan yang jelas.” Sehingga akhirnya banyak orang yang tergelincir di situ.
Semoga kita termasuk orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran. Karena di zaman ini kebathilan dan kebenaran betul-betul bercampur aduk sehingga banyak orang yang tersamar kepadanya kebenaran.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
ISTIDAMAH artinya: berlangsung dari awal sebelum melakukan ibadah. IBTIDA artinya : memulai melakukan sesuatu ketika sedang ibadah.
Contohnya: ⚉ Orang yang memakai minyak wangi sebelum ihrom dan wanginya tersisa sampai ketika umroh, maka ini tidak berpengaruh apapun. Tetapi jika ia memakai minyak wangi di saat sedang ihrom, maka hukumnya haram.
Contoh lainnya : ⚉ Orang yang sedang ber-ihrom lalu mantalaq istri. Kemudian ia rujuk lagi di saat ihrom. Maka ini boleh. Berbeda jika ia melakukan aqad nikah di saat ihrom, maka ini dilarang.
Sebagaimana hadits,
لا ينكح المحرم ولا ينكح ولا يخطب
“Orang yang sedang berihrom tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan dan melamar.” (HR Muslim).
.
. Wallahu a’lam 🌴
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page: https://t.me/kaidah_ushul_fiqih https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/ . KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP