HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-9

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 8) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 9 🌿

Penghalang yang ke 9… yang menghalangi seseorang dari kebenaran :

⚉   ااكبر… yaitu sombong, dimana sombong adalah merupakan penghalang iblis untuk ta’at kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

⚉   Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata dalam kitab Naqdul Mantiq hal 27

Oleh karena itu kamu dapati orang yahudi itu ngeyel diatas kebatilan mereka… (kenapa ?) Karena di hati mereka ada kesombongan, kedengkian dan kerasnya hati dan hawa nafsu yang lainnya.

Adapun orang-orang yang berpegang pada Al Haq, mereka orang yang paling tawadhu, paling mudah menerima kebenaran dan menuduh jangan-jangan mereka (sendiri) yang salah, dan paling semangat mencari kebenaran.

Makanya mereka tidak merasa sulit untuk merujuk atau mengkoreksi kembali pendapat-pendapat mereka (barangkali mereka yang salah).

Dia selalu – pencari kebenaran – merasa jangan-jangan saya di atas kesalahan, kemudian dia terus mencari hujjah, dalil, kalau ternyata dia diatas kesalahan, mudah bagi dia untuk meninggalkan kesalahan dan berpegang kepada kebenaran.

وما أكثر الأقو ال الَّتِي نز ع عنها المتقو ن لَما ظهر لَهم ضعفها، وما حَملهم الكبر على اﻹصرار على الباطل

Berapa banyak, (kata beliau) orang-orang yang telah jelas kepadanya kelemahan pendapatnya, ternyata tidak mau rujuk, tidak mau meninggalkannya, karena ada kesombongan di hatinya.

و خشية أن يُظن بِهم النقص

Dan dia khawatir, kalau ia berubah pendapatnya, dianggap ilmunya kurang atau mengurangi kewibawaannya dan yang lainnya, padahal kalau kita mau rujuk kebenaran itu lebih terpuji, daripada mempertahankan kebatilan demi hanya karena mempertahankan kedudukan.

⚉   Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata

Berpindahmya seseorang dari satu pendapat ke pendapat yang lain karena telah jelas kepada dia kebenaran, itu terpuji. Berbeda kalau ia ngeyel diatas pendapat yang tidak ada hujjahnya sama sekali. Dan ia tinggalkan pendapat yang sudah jelas hujjahnya kuat. Maka ini jelas, maka ini tercela (Dalam Al Fatawa Al Kubro jilid 5 hal 125)

Sombong itu menjadikan pelakunya tertipu. Dia merasa dirinya telah kokoh ilmunya, dia merasa telah tinggi kedudukannya, sehingga akhirnya untuk merujuk kepada kebenaran sulit sekali.

⚉   Kata Imam Assyatibii rohimahullah :

Orang-orang pengikut hawa nafsu itu, kalau sudah hawa nafsunya kokoh di hati mereka, mereka sudah tidak peduli lagi. Mereka tidak akan pernah lagi merujuk atau memeriksa pendapat-pendapat mereka lagi.

Tidak akan pernah menuduh pendapatnya salah atau tidak. Yang jelas karena itu yang sesuai dengan hawa nafsu mereka.
Itulah yang di pegang kuat-kuat, tidak peduli lagi setelah itu apakah pendapatnya kuat atau lemah.

👉🏼   Maka dari itulah kewajiban kita adalah untuk senantiasa tunduk kepada kebenaran, dan rujuk kepada kebenaran kalau memang kita nyata diatas kesalahan atau kelemahan pendapat.

👉🏼   Berapa banyak orang yang terhalang dari kebenaran, karena ia merasa angkuh, merasa bangga dengan akalnya, dengan kedudukannya, dengan kepintarannya, dengan kecerdasannya, dengan titelnya dan yang lainnya.

‎نسأل الله السلامة والعافية

Kita memohon kepada Allah keselamatan.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Wajib Mempelajari Ilmu Yang Utama

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Bolehkah Mendo’akan Keburukan Bagi Orang Yang Pernah Berbuat Zholim..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

LPP – Peduli Gempa dan Tsunami – 13 s/d 17 Oktober 2018

Bismillahirrohmaanirrohiim…
.
Assalamu’alaykum warohmatullahi waborakatuh…
.
UPDATE – REKENING PEDULI GEMPA dan TSUNAMI
.
Jumlah dana yang terkumpul di rekening hingga Rabu siang 17 Oktober 2018, adalah sekitar Rp. 159 juta, dan dari jumlah tersebut telah disalurkan sebesar Rp. 85 juta dalam bentuk makanan/minuman, pakaian baru dan lain-lainnya.
.
Sisa dana di rekening sebesar Rp. 74 juta akan digunakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan di Posko-Posko pengungsi yang masih tersebar di wilayah Palu, Donggala dan pesisir barat Teluk Palu.
.
Bagi yang ingin infaq untuk para pengungsi, silahkan transfer ke rekening :
.
Bank Syariah Mandiri
748 000 5559
a.n. Al Ilmu Dana Sosial
(Kode bank 451)
.
.
PENYALURAN HARTA RIBA DAN SYUBHAT
.
Untuk informasi, kami juga menerima penyaluran harta Riba dan Syubhat (Rib-hat) melalui rekening :

Bank Syariah Mandiri
748 000 6668
a.n. Al Ilmu Ribhat
(Kode bank 451)

Konfirmasikan transfer Anda, baik itu infaq ataupun harta riba/syubhat melalui WA ke nomor:
0838-0662-4622
.
Dengan format:
PeduliSulTeng#Nama#TanggalTransfer#JumlahTransfer
Atau…
Riba-syubhat#Nama#Tanggal Transfer#JumlahTransfer
.
Atas waktu dan perhatiannya, kami ucapkan jazaakumullahu khoyron
.
Admin BBG / WA Al Ilmu
Menebar Cahaya Sunnah
.
______
🌐 https://bbg-alilmu.com

⚉ LPP hingga AHAD, 30 September 2018, Lihat di SINI
LPP hingga SENIN, 1 Oktober 2018, Lihat di SINI
⚉ LPP hingga SELASA, 2 October 2018, Lihat di SINI
⚉ LPP hingga RABU, 3 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga KAMIS, 4 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga JUM’AT, 5 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga SABTU, 6 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga AHAD dan SENIN, 7 dan 8 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga SELASA dan RABU, 9 dan 10 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga KAMIS dan JUM’AT, 11 dan 12 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP dari SABTU hingga RABU, 13 s/d 17 October 2018,  hingga pukul 13:00 WIB, Lihat di bawah.

Bolehkah Membenci Seorang Muslim Karena Sikapnya Yang Kerap Meremehkan Orang Lain..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Bagi Orangtua Yang Kerap Menceritakan Keberhasilan Anaknya…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Pendakwah Bengis dan Dokter Sadis…

Apa yang pertama kali terbetik di hati anda ketika anda melihat korban kecelakaan, kebakaran, atau penderita penyakit parah ?

Rasa iba melihat betapa berat derita mereka, atau rasa benci karena anda mengetahui mereka ceroboh tidak menempuh hidup sehat, atau melanggar rambu lalulintas atau karena tidak merapikan instalasi listriknya ?

Dan bagaimana perasaan anda bila menyaksikan seorang tenaga medis yang menolong korban kecelakaan dengan membentak bentaknya, atau sambil menghujatnya, atau sambil bermuka masam, atau sikap kaku dan kasar ?

Coba bandingkan dengan perasaan anda ketika menemukan pelaku maksiat atau bid’ah. Ketahuilah bahwa dosa dan bid’ah adalah penyakit hati, sebagaimana luka bakar, kudisan dan luka kecelakaan adalah penyakit fisik.

Bila anda merasa iba dengan penderita penyakit fisik, sehingga anda tergugah untuk berdonasi, atau menolong mereka, tanpa perlu mencibirnya, mengapa ketika melihat pelaku dosa dan bid’ah anda lebih mengedepankan nafsu menghujat, mencibirkan, hasrat membenci dibanding semangat untuk mendakwahi atau menyelamatkan ?

Dan kalaupun anda berusaha menyelamatkan mereka, namun betapa sering usaha anda diiringi dengan kata kata yang kasar, sikap yang kaku, muka yang masam?

Apakah menurut anda penderita penyakit atau luka fisik lebih layak disayangi dibanding penderita penyakit hati dan iman?

Semoga menggugah dan bermanfaat.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Ketika Hati Telah Membatu…

Dalam alqur’an, Allah menyebutkan bahwa hati yang keras itu bagaikan batu bahkan lebih keras lagi. Allah berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ

Kemudian hati kalian mengeras setelah itu bagaikan batu atau lebih keras lagi.” (Al Baqoroh: 74)

Hati yang keras sudah tidak dapat lagi mengambil pelajaran dan peringatan.
Saat gempa dan bencana menimpa, mereka menganggap hanya fenomena alam saja tak ada hubungannya dengan syirik dan maksiat yang mereka lakukan..
Mereka pun ngeyel dan menuduh orang orang yang mengingkarinya terlalu tekstual.. agar kemaksiatan yang mereka tak disalahkan.

Padahal Allah menceritakan dalam alqur’an bagaimana Allah mengadzab kaum kaum sebelum kita akibat kemaksiatan mereka..

Tapi demikianlah hati bila telah keras, bagaikan batu bahkan lebih keras lagi.

Besi dan baja bila dibakar oleh api akan meleleh dan lebur. Sedangkan batu bila dibakar tak hancur.

Demikianlah hati yang keras yang menentang Allah dan rasul-Nya. Api Neraka pun tak dapat melebur dosa-dosanya, hingga ia berhak kekal di dalamnya..

Na’udzu billah min dzalik. Semoga Allah memberi kepada rakyat indonesia hidayah dan rahmatNya..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Mengenali Contoh-Contoh Durhaka Kepada Orangtua…

Simak penjelasan Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

BAGIAN PERTAMA

BAGIAN KEDUA

Dari pembahasan Kitab Al Kabaair, hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2018 di Masjid Ar Rahmat, Slipi, Jakarta Barat.

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Dialog Imam Asy Syafi’ii Dengan Seorang Murji’ah…

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ :: ﻭﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻗﻠﺖَ :: ﺇﻥ ﺍﻟـﻌـﻤـﻞ ﻻ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ اﻹﻳﻤﺎﻥ ؟!!

Apa dasar ucapanmu bahwa amal tidak termasuk iman ?

فقاﻝ ﺍﻟـﻤـﺮﺟﺊ :: ﻣﻦ ﻗﻮﻟﻪ الله تعالى :: { إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ } ( ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : 277 ) فصار ﺍﻟﻮﺍﻭ ﻓﺼﻼ ﺑﻴﻦ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭﺍﻟﻌﻤﻞ ؛؛؛
ﻓﺎﻹﻳﻤﺎﻥ ﻗـﻮﻝ ، ﻭﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺷﺮﺍﺋﻊ …

Murjiah berkata: “Yaitu firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya orang orang yang beriman dan beramal salih..”
Ayat ini membedakan iman dan amal. Iman sebatas ucapan dan amal itu syariat.

ﻓﻘﺎﻝ الإمام ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ :: أﻭَ ﻋـﻨﺪﻙ ﺍﻟﻮﺍﻭُ ﻓﺼﻞٌ ؟!!

Imam Syafi’i berkata: “Jadi menurutmu wawu itu bermakna pembeda ?

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﺮﺟﺊ :: ﻧﻌﻢ ..

Murjiah berkata: “iya.”

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ :: ﻓﺈﺫاً ﻛﻨﺖَ ﺗﻌﺒﺪ ﺇﻟﻬﻴﻦ ; ﺇلها ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺸﺮﻕ ، ﻭﺇلها ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ..!!! ﻷﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﻘﻮﻝ :: { رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ } ..!!!..

Kalau begitu kamu menyembah dua tuhan; tuhan timur dan tuhan barat. Karena Allah berfirman: “Rabb dua timur dan Rabb dua barat.”

ﻓﻐﻀﺐ ﺍﻟﺮﺟﻞ ، ﻭﻗﺎﻝ :: ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ، ﺃﺟﻌﻠﺘﻨﻲ ﻭﺛﻨﻴﺎ ؟!!

Murjiah ini marah dan berkata: “Kamu menjadikan aku sebagai penyembah berhala !!”

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ :: ﺑﻞ ﺃﻧﺖ ﺟﻌﻠﺖ ﻧﻔﺴﻚ ﻛﺬﻟﻚ …

Justru kamu yang menjadikan dirimu sebagai penyembah berhala.

ﻗﺎﻝ :: ﻛﻴﻒ ؟!!

Murjiah berkata: “Kok bisa ?”

ﻗﺎﻝ :: ﺑﺰﻋﻤﻚ ؛ﺃﻥ ﺍﻟﻮﺍﻭ ﻓﺼﻞ …

“Karena kamu menganggap bahwa wawu itu pembeda.”

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :: ﻓﺈﻧﻲ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻤﺎ ﻗـﻠـﺖَ ، ﺑﻞ ﻻ ﺃﻋـﺒﺪ ﺇﻻ ﺭﺑﺎً ﻭﺍﺣﺪﺍ ، ﻭﻻ ﺃﻗﻮﻝ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻴﻮﻡ :: ﺇﻥ ﺍﻟﻮﺍﻭ ﻓﺼﻞ ، ﺑﻞ ﺃﻗﻮﻝ :: إﻥ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻗﻮﻝ ﻭﻋﻤﻞ ، ﻭﻳﺰﻳﺪ ﻭﻳﻨﻘﺺ …

Orang itu berkata: Aku mohon ampun kepada Allah dari ucapanku. Aku hanya beribadah kepada satu Rabb saja. Semenjak hari ini aku tidak akan berkata lagi bahwa wawu itu pembeda. Sekarang aku yakin bahwa iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang.

(Hilyatul aulya 9/110)

Ustadz AbuYahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Menebar Cahaya Sunnah