Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Hati Yang Bertakwa

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kematian…

Kematian, itulah yang ditakutkan semua manusia, …..
Kematian yang memutus hubungan dan pertalian.
Kematian yang memupuskan harapan dan angan-angan.
Karier, cita-cita, gelar, pangkat dan jabatan akan punah dan hilang oleh kematian…..
Kematian tak pernah mengenal waktu datang.
Kematian tak pernah mengenal umur orang.
Kematian tak pernah mengenal status terpandang.
Kematian tak pernah menerima grasi dan penundaan……..

Tua muda, kecil besar, laki perempuan, miskin berada dan pejabat rakyat jelata takluk terhadap kematian.

Kematian membuat orang angkuh sombong dan egois tunduk tak berdaya bahkan pasrah tak berkutik.

Betul apa yang dikatakan Imam Hasan Basri, kalau bukan karena tiga perkara, manusia enggan menundukkan kepalanya (alias rendah hati); sakit, miskin dan mati.

Ya Allah berilah kesempatan taubat nasuha sebelum datangnya kematianku….

Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Senantiasa Memperhatikan Keadaan Dengan Penuh Waro’

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

(*) Waro’ : meninggalkan segala sesuatu yang dikawatirkan bisa merusak akherat kita.

(*) Zuhud : meninggalkan segala sesuatu yang tidak ada manfaatnya untuk akherat kita.

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Dalam Kesulitan ? Berdo’alah…

Jika seluruh pintu-pintu dunia telah tertutup, seluruh jalan-jalan telah buntu dihadapanmu, segeralah angkat kedua tangan ke langit…

Sesungguhnya pintu-pintu langit tidak akan pernah tertutup bagi orang yang merendah memohon kepada-Nya.

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang mengabulkan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain) ? Amat
sedikitlah kamu mengingat-(Nya).” (QS An-Naml : 62)

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى.

da300313-0321

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-5

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 4 b) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 5 🌿

Kemudian… diantara perkara yang menghalangi sesorang dari kebenaran yaitu :

⚉  Al Khauf (ketakutan). Baik takut kepada orang, takut kepada teman, takut kepada keluarga untuk ditinggalkan, dan yang lainnya. Ketakutan-ketakutan ini yang menghalangi seseorang untuk mengikuti kebenaran.

Heraclius, ketika mendengar akan kenabian Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam sementara ia telah mengetahui dengan keilmuannya (bahwa) akan datangnya seorang Nabi di akhir zaman dan ia merasa yakin bahwa Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam itulah Nabi yang dimaksud.

Namun kemudian ketika ia mengumpulkan para pembesar Romawi dan ternyata mereka tidak mau beriman, Heraclius merasa takut untuk kehilangan kedudukan.
Maka itulah yang menyebabkan Heraclius tidak mau menerima kebenaran, tidak mau masuk Islam.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam Kitab Hidayatul Hayari (halaman 18):

فإن هر قل عر ف الحق وهمَّ با لد خول فِي اﻹ سلام فلم يطاو عه قو مه، و خافهم على نفسه، فاختار الكفر على اﻹ سلام بعد ما تبيَّن له الْهُدى

Heraclius mengetahui kebenaran dan ia ingin sekali masuk Islam, tapi sayang rakyatnya dan kaumnya tidak mau menaatinya sehingga ia merasa khawatir atas dirinya (dia takut kehilangan kekuasaan tersebut), sehingga ia lebih memilih kekufuran dari pada Islam. Padahal sudah jelas kepadanya petunjuk.”

Lihatlah… takut kehilangan jabatan, takut kehilangan pamor, takut kehilangan kedudukan, takut ditinggalkan teman-teman, takut dicela, takut dituduh teroris, takut dianggap ekstrim, takut disebut wahabi… dan yang lainnya dari ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan, itu membuat seseorang akhirnya menjauhi kebenaran atau tidak bisa mendapatkan kebenaran.

Demikian pula para penyeru kepada kebenaran takut untuk menyampaikan kebenaran. Ketika penyeru kebenaran itu takut untuk menyampaikan kebenaran, takut nanti dimusuhi orang, dan takut-takut yang tidak beralasan tentunya… akhirnya ia pun menyembunyikan kebenaran sehingga orang pun tidak mengetahui kebenaran gara-gara mereka.

Sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengambil perjanjian dari para ahli ilmu untuk menyampaikan ilmu yang telah mereka ketahui. Allah Ta’ala berfirman (QS Al-Imran : 187)

‎وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ

Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari orang-orang yang diberikan Alkitab.”

‎لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ

Hendaklah kalian menjelaskannya kepada manusia

وَلا تَكْتُمُونَهُ

Dan jangan kalian menyembunyikan ilmu tersebut dari manusia.”

Maka ini merupakan perjanjian yang Allah Subhana wa Ta’ala ambil dari para ahli ilmu untuk tegak dan sabar menyampaikan kebenaran.

Maka apabila para ahli ilmu ketakutan untuk menyampaikan kebenaran maka orang semakin tersesat jalannya.

Maka inilah orang yang ketakutan, (takut) kehilangan ilmu dan yang lainnya, kehilangan dunia… dia tidak bisa mendapatkan kebenaran. Penyeru-penyeru kebenaran, ketika takut untuk menyampaikan kebenaran, pun juga orang akhirnya terhalang dari kebenaran.

👉🏼   Maka kewajiban kita adalah berusaha untuk bertawakkal kepada Allah Subhana wa Ta’ala. Berusaha yakin bahwasanya manusia tidak akan bisa memberikan mudhorot atau pun manfa’at kecuali dengan izin Allah Subhana wa Ta’ala.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Orang Berilmu…

Suatu hari sahabat Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu berkata:

ألا أنبئكم بالفقيه حق الفقيه ؟ من لم يقنط الناس من رحمة الله ، ولم يرخص لهم في معاصي الله ، ولم يؤمنهم مكر الله ، ولم يترك القرآن إلى غيره ، ولا خير في عبادة ليس فيها تفقه ، ولا خير في فقه ليس فيه تفهم ، ولا خير في قراءة ليس فيها تدبر .

Maukah engkau aku beri tahu perihal orang yang benar-benar faqih /berilmu ?
Dia adalah orang yang :
1. Tidak menyebabkan masyarakat berputus asa dari kerahmatan Allah.
2. Sebaliknya tidak menjadikan mereka ceroboh dalam melakukan kemaksiatan kepada Allah.
3. Tidak menggantikan Al Qur’an dengan selainnya.
4. Tidak ada baiknya ibadah yang tidak diiringi dengan ilmu.
5. Sebagaimana tidak ada baiknya ilmu yang tidak diiringi dengan pemahaman.
6. Dan juga tidak ada baiknya pada membaca kalau tidak diiringi dengan tadabbur.

(Al Faqih wa Al Mutaffaqih 2/338)

Sufyan At Tsauri rohimahullahu berkata:

إنَّما العلم عندنا الرخصة من ثقة , فأما التشديد فيُحسنه كل أحد

Yang disebut ilmu menurut kami adalah keringanan yang diajarkan oleh orang yang kredibel. Adapun membuat susah (memberatkan) maka semua orang bisa melakukannya.”

Faedah dari Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Dua Dzikir dan Do’a Yang Terlupakan Saat Tertimpa Musibah Atau Melihat Orang Lain Terkena Musibah…

.
DUA DZIKIR DAN DO’A YANG KERAP TERLUPAKAN saat kita tertimpa musiibah, atau saat kita MELIHAT ORANG LAIN TERTIMPA MUSIIBAH seperti gempa, tsunami (lihat secara langsung atau lewat TV/media lainnya) yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala dan sekitarnya, cobaan penyakit, kekurangan harta, kecelakaan, dll.
.
Yuk hafal, baca dan sebarkan.

Menebar Cahaya Sunnah