Kaidah-Kaidah Dalam Kafir Mengkafirkan : Kaidah Pertama…

Kaidah Pertama:

👉🏼  Memvonis kafir adalah hukum syari’at dan hak murni untuk Allah Ta’ala.

Bukan milik suatu organisasi atau jama’ah tertentu dan tidak diserahkan kepada akal atau perasaan atau fanatisme.

⚉  Ibnul Wazir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya vonis kafir itu adalah bersifat sam’iy (berdasar syariat) saja. Tidak diserahkan kepada akal. Dan dalil yang menunjukkan kekafiran sesuatu adslah syariat yang qoth’iy (pasti). Tidak ada perselisihan dslam masalah ini.” (Al Awashim wal Qowashim 4/178).

⚉  Imam Ghozali rahimahullah berkata, “Kufur itu adalah hukum syariat sama dengan status budak dan merdeka. Karena maknanya adalah penghalalan darah dan menghukumi kekal di neraka. Maka dasarnya harus syari’at baik dengan nash atau qiyas.” (Faishol tafriqoh bainal islam wazandaqoh hal 128).

⚉  Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Ini tidak sesuai dengan yang diucapkan oleh sebagian orang seperti Abu Ishaq Al Isfirooyini dan para pengikutnya yang mengatakan: “Tidak ada vonis kafir kecuali yang kami kafirkan.”

Karena vonis kafir itu bukan hak mereka, akan tetapi ia adalah hak Allah saja. Seorang manusia tidak boleh mendustakan orang yang mendustakan dirinya. Tidak boleh membalas menzinai istri orang yang menzinai istrinya..
(Minhajussunnah 5/244).

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Kaidah-Kaidah Dalam Kafir Mengkafirkan : Kaidah Ke 2…
Kaidah-Kaidah Dalam Kafir Mengkafirkan : Kaidah Ke 3…

 

da0710162247

Teman…

Teman..
lihatlah rumput ilalang yang bergoyang..
seakan membisikan pengalaman..
seraya berkata..
hidupku tak lepas dari terpaan angin..
terkadang aku merunduk..
terkadang pula meliuk liuk..
namun itu tak membuatku tersungkur..

Teman..
itulah kehidupan..
tak lepas dari aral yang melintang..
ujian dan cobaan silih berganti..
menyaring keimanan..
demikian Robb kita berfirman:
alif laam miim..
apakah manusia mengira akan dibiarkan berucap kami beriman sementara ia tidak diuji.. (al ankabut: 1)

Teman..
tidakkah kita ingin setegar batu karang..
yang selalu diterjang ombak samudra..
namun ia tegar tak bergeming..
seakan tersenyum anggun menuai kesabaran..

Teman..
sabar di dunia amat indah..
walau pahit dan getir terasa..
tapi ia sementara dan tak lama..
sedangkan sabar di neraka tak lagi berguna..
dalam masa yang amat panjang..
satu harinya sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia..
manakah kesabaran yang engkau pilih..

Teman..
sabarlah di atas jalan Rabbmu..
sabarlah tuk menaati Nabimu..
sampai kita berjumpa dengan-Nya..
Nabi bersabda..
bersabarlah.. sampai berjumpa denganku di telaga haudl..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jatuh Cinta…

kata orang..
jatuh cinta itu lumrah..
sudah fitrah manusia..
tapi menyibukkan hati dari berdzikir..
selalu ingat si dia..
dalam banyak aktivitas..
padahal kata ulama..
mengingat manusia itu penyakit..
sedangkan mengingat Allah itu penawar kegundahan hati..

kata orang..
jatuh cinta itu indah..
tapi membuat mabuk kepayang..
sebetulnya jatuh cinta itu siksaan batin..
tersiksa oleh kekhawatiran..
tersiksa oleh kerinduan..
tersiksa oleh khayalan dan angan angan..
padahal belum tentu jodoh..
apalagi lelaki yang sudah beristri..
ketika jatuh cinta kepada wanita lain..
ia dijadikan lupa kepada yang halal..
dan sibuk dengan yang haram..

bertepuk sebelah tangan.. 
jatuh cinta tak berguna..
menderita di dunia sebelum di akhirat..
bagai mengejar fatamorgana..
padahal ada cinta yang tak kan pernah bertepuk sebelah tangan..
ia adalah cinta kepada Allah..
cinta yang memberi keindahan hidup..
cinta yang tak ada lagi di atasnya cinta..
rindu kepada Ar Rahman..
merasakan kenikmatan batin ketika asyik berduaan denganNya..

untuk itulah kita hidup..
untuk itu pula kita meninggal..
ya Rabb..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Tak Ingin Ku Ucapkan…

Aku tak ingin mengucapkan selamat untukmu..
Karena tuhanku hanya satu..
Pencipta langit dan bumi..
Dan pencipta sesembahanmu selain Dia..

Tuhanku Maha Esa..
Ia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan..
Dan tidak ada yang sebanding dengan-Nya..
Tuhanku adalah Allah, Robbku dan Robb kalian..
Bukan Nabi Isa..
Bukan matahari..
Bukan pula makhluk lain yang lemah..

Tak pantas aku ucapkan selamat untukmu..
Karena kamu mempersekutukan Allah yang sempurna..
Dengan makhluk yang tidak sempurna..
Kamu rayakan kelahiran tuhanmu..
Padahal tuhan tak pernah dilahirkan tidak pula melahirkan..

Dia Allah tidak membutuhkan anak..
Tidak juga semua makhluk-Nya..
Justru semua makhluk-Nya butuh kepada Dia..
Kamu mengatakan Nabi Isa ‘alayhissalam itu Tuhan..
kelak di hari kiamat kamu akan melihat siapa Tuhan sebenarnya..
Bahkan Nabi Isa ‘alayhissalam pun akan ditanya oleh Allah..
“Hai Isa..
apakah kamu dahulu pernah mengatakan..
Ambil aku dan ibuku sebagai tuhan selain Allah..”
Nabi Isa ‘alayhissalam menjawab : “Maha suci Engkau ya Allah..
Tak berhak aku mengatakan demikian..
Yang aku katakan adalah yang Engkau perintahkan kepadaku..
Agar kamu hanya menyembah Allah saja..
Tuhanku dan tuhanmu..”

Demikian yang diceritakan oleh Allah tuhanku..
Dalam kitab-Nya yang suci..
Yang tak pernah berubah sepanjang masa..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

da2312162225

Sanksi Terberat…

.
.
WASPADALAH…!
.
Contoh:
.
Adakah rasa gembira di hati anda ketika melihat rekening koran di akhir bulan dan mendapatkan bahwa nilai tabungan anda bertambah karena pihak bank memberikan riba dan sejenisnya..?
.
Jika iya, maka waspadalah saudaraku… Segera memohon ampun kepada Allah ‘azza wa jalla karena ini termasuk sangsi dari Allah… Iya sangsi, karena Allah telah mengharamkan riba (Al Baqoroh : 275) dan Allah beserta Rosul-Nya memerangi riba (Al Baqoroh : 278-279)… lalu kita bergembira dengan harta haram ini ?!.. Segeralah keluarkan harta riba tsb…
.
Semoga bermanfa’at, baarakallahu fiik
.
.
#riba
#haram
#bank

Sembilan Adab Hutang Piutang – Wajib Dibaca…

1. Jangan pernah tidak mencatat hutang piutang.

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya..” (QS Al Baqarah 282)

2. Jangan pernah berniat tidak melunasi hutang.

“Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI..” (HR. Ibnu Majah, hasan shohih).

“Siapa yang berhutang dan berniat tidak membayarnya, maka Allah akan membinasakannya.” (HR. Bukhari)

3. Punya rasa takut jika tidak bayar hutang, karena sebab tidak diampuni dan tidak masuk syurga.

“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI hutang.” (HR.Muslim)

4. Jangan merasa tenang kalo masih punya hutang.

“Barangsiapa mati dan masih berhutang satu dinar atau dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena disana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah, Shohih)

5. Jangan pernah menunda-nunda membayar hutang.

“Menunda-nunda (bayar hutang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah ke-Zholiman..”
(HR. Bukhari dan Muslim)

6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar hutang.

“Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran hutang..” (HR Bukhari dan Abu Daud)

7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran hutang.

“Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi hutang..” (HR. Ahmad, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

8. Jangan pernah meremehkan hutang walaupun sedikit.

“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan..”
(HR. Ahmad, at-Tirmidzi)

9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang menghutangi.

“Sesungguhnya, apabila seseorang berhutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari..” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan yang paling penting..
JANGAN PERNAH… LUPA BAYAR..!!

Ustadz Abu Shalih Fauzan Abdullah ST MA,  حفظه الله تعالى

 

da2311131053

Diantara Tanda Kebahagiaan…

Berkata Al-Imam Asy-Syatibi rohimahullah :

من علامات السعادة على العبد :

❶ – تيسير الطاعة عليه.
❷ – وموافقة السنة في أفعاله.
❸ – وصحبته لأهل الصلاح.
❹ – وحسن أخلاقه مع إخوانه.
❺ – وبذل معروفه للخلق.
➏ – واهتمامه للمسلمين.
➐ – ومراعاته لأوقاته.

Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba :

⚉  Kemudahan dalam melakukan keta’atan.
⚉  Amal perbuatannya yang sesuai sunnah.
⚉  Berteman dengan orang yang sholeh.
⚉  Akhlak yang baik terhadap saudaranya.
⚉  Mencurahkan kebaikan/manfa’at kepada makhluk.
⚉  Perhatiannya terhadap kaum muslimin.
⚉  Penjagaannya terhadap waktu.

Al-I’tishom : 2/152.

Ustadz Fachruddin Nu’man MA,  حفظه الله تعالى 

Menebar Cahaya Sunnah