Macam-Macam Mursal Dilihat Dari Kekuatannya…

1. Mursal shahabat. ini adalah hujjah. karena shahabat tidak mengambil kecuali dari shahabat lagi sedangkan para shahabat semuanya adil.

2. Mursal Kibaar Tabi’in seperti Mursal Sa’id bin Musayyib.

3. Mursal Tabi’in yang tidak meriwayatkan kecuali dari perawi yang tsiqoh. Seperti Mursal Muhammad bin Sirin.

4. Mursal tabi’in pertengahan yang tidak meriwayatkan kecuali dari perawi yang tsiqoh seperti mursal Atho bin Robah.

5. Mursal Tabi’in kecil. Ini adalah mursal yang paling lemah.

Yang dapat dijadikan hujjah adalah mursal shahabat. Kemudian di bawahnya mursal kibaar tabi’in. ia bisa diterima bila ada qorinah yang menguatkannya. Adapun yang lainnya adalah lemah.

Wallahu a’lam

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Baca artikel terkait sebelumnya : Hadits Mursal…

Tanda Tanda Takut Kepada Allah

Abu Laits As Samarqondi rohimahullah berkata,

“Tanda takut kepada Allah itu akan tampak pada tujuh perkara:

1. Lisannya. Ia tak berani berdusta, berghibah, mengadu domba. ia selalu berdzikir kepada Allah.

2. Hatinya. Rasa takut mengeluarkan kedengkian dan permusuhan dari hati. Dan penyakit penyakit hati lainnya.

3. Matanya. Ia tak mau melihat yang diharamkan oleh Allah.

4. Perutnya. Ia tak memasukkan ke dalam perutnya sesuatu yang haram.

5. Tangannya. Ia tak menggunakannya untuk yang haram tapi ia gunakan untuk ketaatan.

6. Kakinya. Ia tak melangkahkan kakinya ke tempat maksiat. Namun ia langkahkan untuk ketaatan.

7. Ketaatannya. Ia jadikan ketaatannya benar benar ikhlas mengharapkan wajah-Nya semata..”

(Tanbihul Ghofilin hal. 256)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Air Penyejuk Jiwa, Penaung di Alam Baka dan Pemadam Api Neraka…

Saudaraku…. Ketahuilah di tubuh kita ada air yang sangat suci yang bisa menyelamatkan kita di dunia dan di alam baka…

Air ini sumbernya adalah hati yang suci dan jiwa yang bersih… Dan sangat sulit keluar dari hati yang keras dan kotor…

AIR MATA CINTA DAN TAKUT KEPADA ALLAH… itulah air yang dimaksud… Air yang keluar dari mata yang menangis karena Allah…

SIMAKLAH… KABAR GEMBIRA DARI KEKASIH KITA..

MEREKA TIDAK AKAN TERSENTUH API NERAKA…

عينان لا تمسَّهما النارُ أبدًا : عينٌ بكت من خشيةِ اللهِ ، و عينٌ باتت تحرسُ في سبيلِ اللهِ

“Dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka selama-lamanya… Mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga di jalan Allah “
(Shahih.Shahihul jami’ no 4113)

MEREKA DINGIN DENGAN NAUNGAN ALLAH DI PADANG MAHSYAR…

سبعةٌ يُظِلُّهمُ اللهُ في ظِلِّه يومَ لا ظِلَّ إلا ظِلُّه : (منهم) ورجلٌ ذَكَر اللهَ خاليًا، ففاضَتْ عيناه .

“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya… Diantara mereka : seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian lalu bercucurlah air matanya…” (HR. Imam Bukhori)

SUBHANALLAH… Sungguh mereka orang yang diberikan ni’mat besar oleh Allah.. Mereka menyerupai para Nabi dan orang-orang shalih pilihan Allah..

(أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩)

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.”
[Surat Maryam 58]

SAUDARAKU…

** sudahkah air suci itu membasahi pelupuk mata dan pipimu..

** sudahkah di tahun ini atau di bulan ini atau pekan ini atau di hari ini kita air itu memancar dan tertetes dari matamu…

** ataukah hatimu sangat gersang dan keras karena noda, dosa dan ambisi dunia… Sehingga begitu sulitnya keluar dari pelupuk matamu…
Laa haula walaa quwwata illa billah…

MENANGISLAH KARENA TIDAK PERNAH MENANGIS KARENA CINTA DAN TAKUT KEPADA ALLAH…

Semoga Manfaat…

Abu Ismail Fachruddin Nu’man,  حفظه الله تعالى 
Mahad Riyadhusshalihiin. Pandeglang

Isbal boleh bila tidak sombong..??

Dari Amru bin Syariid ia berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang lelaki menyeret sarungnya. Maka Nabi mengejarnya dan bersabda:

ارفع إزارك واتق الله

Angkat kainmu dan bertakwalah kepada Allah.
ia berkata, “Kedua betisku kurus dan dua lututku beradu.”

Nabi bersabda:

ارفع إزارك فإن كل خلق الله عز وجل حسن

Angkat kainmu karena semua ciptaan Allah Azza wajalla itu bagus.
Semenjak itu orang tersebut memakai sarungnya sampai pertengahan betis.”

(HR Ahmad 4/390 dengan sanad shahih)

Renungilah hadits ini..
Orang tersebut memakai kain melebihi mata kakinya bukan karena sombong..
tapi karena malu terlihat cacatnya..
tapi Nabi tetap menyuruhnya untuk mengangkatnya..

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Orang Yang Lebih GEMBIRA Dan Lebih BUTUH Terhadap Pahala Sedekah

Seandainya ‘orang yang bersedekah’ sadar bahwa sedekahnya itu SAMPAI di tangan Allah sebelum sampai ke tangan si miskin, tentunya orang yang memberi akan lebih GEMBIRA dengan pemberiannya daripada orang yang mengambil pemberian.

Seandainya ‘orang yang memberi’ mengetahui bahwa dia itu BUTUH terhadap pahala sedekahnya melebihi kebutuhan si miskin terhadap sedekahnya, tentunya tangannya menjadi lebih RINGAN dalam memberi daripada tangan si miskin dalam menerima pemberiannya.

Seandainya ‘orang yang memberi’ mengetahui bahwa MANFAAT sedekahnya untuk dirinya jauh lebih besar daripada manfaat sedekah itu untuk si miskin, tentunya dia ingin MEMPERBANYAK sedekahnya melebihi keinginan si miskin untuk mendapatkan pemberian yang banyak.

Mari bantu orang yang membutuhkan di sekitar kita…

Kita selalu semangat dalam mencari harta dan berpikir bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas… maka harusnya kita juga semangat dan berpikir demikian dalam masalah pahala, bahkan harusnya lebih semangat lagi, wallohul musta’an…

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Manfaatkanlah Waktumu Sebaik-Baiknya

Manfaatkanlah waktumu sebaik-baiknya.. karena keadaan dirimu saat ini lebih baik daripada keadaan dirimu di masa yang akan datang.

Ibnus Sammak -rohimahulloh- mengatakan:

“Apakah yang dinanti oleh orang :
– yang rambutnya telah memutih setelah sebelumnya hitam,
– yang wajahnya mengeriput setelah sebelumnya mulus,
– yang punggungnya membungkuk setelah sebelumnya tegak,
– yang penglihatannya merabun,
– yang anggota badannya melemah,
– yang tidurnya menjadi hanya sebentar, dan
– yang bagian tubuhnya sedikit demi sedikit rusak di masa hidupnya..?!

Maka, rahmat Allah bagi orang yang memahami hal ini dan memperhatikannya dengan baik, lalu memanfaatkan hari-harinya..”

[Siyaru A’lamin Nubala’ 8/330]

——

Ironisnya, banyak orang mengundur-undur rencana baiknya, padahal keadaannya di masa depan biasanya tidak lebih baik daripada keadaannya saat ini.

Oleh karena itu, mulailah dari sekarang..

Semoga bermanfaat..

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Jangan Salah Mencintai…

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang bersama dengan yang dicintainya”
(HR Al-Bukhari no 6169)

Fenomena menyedihkan tatkala banyak kaum muslimin (terutama dari golongan pemuda) yang sangat mencintai para pelaku maksiat, bahkan mereka dari kalangan orang-orang kafir !! (terutama para pemain film & penyanyi serta olahragawan).

Foto orang-orang kafir tersebut dipajang di kamar-kamar mereka, menjadi penyejuk pandangan mereka…. sebelum dan tatkala bangun tidur…
Bahkan mereka meniru gaya berpakaian orang-orang kafir tsb…
mereka hafalkan lantunan-lantunan orang-orang kafir tsb…
mereka pelajari perjalanan hidup orang-orang kafir tsb…!!

Jika salah seorang dari mereka ditanya tentang sejarah, nama dan nasehat-nasehat Abu Bakar…Umar… Imam Syafii ?, maka terdiamlah ia… !!!

Bahkan kecintaan sebagian mereka sudah sangat mendalam kepada orang-orang kafir tsb, terbukti tatkala para artis tsb datang ke negeri-negeri kaum muslimin maka merekapun berbondong-bondong menyambut para idola mereka yang kafir, hingga ada yang histeris tatkala menyaksikan idolanya, bahkan ada diantara mereka yang pingsan…. karena terlalu gembira..?

Apa yang akan mereka perbuat dengan sabda Nabi “Seseorang (dikumpulkan diakhirat kelak) bersama yang ia cintai” ???!!!

KARENANYA…
cintailah orang-orang sholeh…
Tirulah gaya hidup mereka…
patuhilah petuah-petuah mereka..
yaitu orang-orang yang jika kita mengingat mereka… maka kita akan mengingat akhirat…

Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahulloh pernah berkata dengan penuh tawadhu

أُحِبُّ الصَّالحين وَ لَسْتُ مِنْهُمْ *** لَعَلِّيَ أََنْ أَنَالَ بِهِمْ شَفَاعَهْ

Aku mencintai orang-orang saleh meski aku bukan dari mereka
Aku berharap, dengan mencintai mereka, aku nanti mendapatkan syafa’at

وَأَكْرَهُ مَنْ تِجَارَتُهُ الْمَعَاصِي *** وَلَوْ كُنَّا سَوَاءً فِي الْبِضَاعَهْ

Dan aku membenci orang yang maksiat adalah dagangannya

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Agar Tidur Menjadi Pahala…

Berwudlulah sebelum tidur…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من بات طاهرا بات في شعاره ملك فلم يستيقظ إلا قال الملك اللهم اغفر لعبدك فلان فإنه بات طاهرا

“Barang siapa yang bermalam dalam keadaan suci, maka malaikat bermalam dalam selimutnya. Tidaklah ia bangun kecuali malaikat itu berdo’a, “Ya Allah, ampunilah hambaMu fulan itu, karena ia bermalam dalam keadaan suci.”
(HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani).

Niatkan sholat malam…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من عبد يحدث نفسه بقيام ساعة من الليل فينام عنها الا كان نومه صدقة تصدق الله بها عليه وكتب له اجر ما نوى .

“Tidak ada seorang hamba pun yang berniat sholat malam, lalu ia tertidur darinya, maka tidurnya menjadi shodaqoh untuknya, dan ditulis untuknya pahala niatnya tersebut.” (Dishahihkan oleh syaikh Al-AlBani).

Jangan lupa berdzikir sebelum tidur…
Tidur menjadi pahala…
Alhamdulillah…

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Buat Yang Namanya Muhammad…

Nabi shallallahu alaihi wassllam bersabda:

إذا سميتم بي فلا تكنوا بي

“Apabila kamu memberi nama dengan namaku maka janganlah menggunakan kunyahku.”
(HR At Tirmidzi dari Jabir)

Bila namamu Muhammad maka janganlah mempunyai kunyah Abul Qosim karena dilarang oleh Nabi dalam hadits tersebut.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Menebar Cahaya Sunnah