Hari Pembebasan…

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Tidak ada satu hari pun dimana jumlah hamba yang ALLAH bebaskan dari api neraka lebih banyak dari hari ‘Arafah…”
(HR. Muslim)

Saudaraku,
Hari ini adalah hari pembebasan dengan kuota terbanyak.

Hadirkan harapan dan kecemasan pada hari ini!
Perbanyaklah berdoa dan berdzikir pada hari ini!
Kerjakan amal shalih semaksimal mungkin pada hari ini!

Semoga saya dan anda semua termasuk ke dalam hamba-hamba yang dibebaskan dari siksa api neraka.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Para penonton Tinju Dalam Selimut Dakwah Salaf..

Akhir akhir ini terjadi banyak penolakan terhadap acara kajian atau tabligh akbar yang diadakan oleh teman teman kita, para penggiat dakwah salaf. Banyak analisa dan banyak pula kambing berwarna hitam yang telah dikorbankan. Namun, benarkah kambingnya berwarna hitam? dan benarkan analisa analisa yang ada mampu menyelesaikan masalah dan mencegah agar tidak terulang di kemudian hari?

Sobat! Hal pertama yang sepatutnya kita lakukan untuk mengurangi kejadian serupa, demi terciptanya ukhuwah yang benar-benar Islamy dan berlangsungnya dakwah yang sarah dengan hikmah dan mau’izah hasanah, adalah introspeksi diri: sudahkah anda ikhlas dalam setiap ucapan dan kegiatan anda? Yang pro dan kontra, sudahkah sikap anda karena Allah atau karena emosional sesaat dan fanatis golongan semata?

Hal kedua yang juga sepatutnya dilakukan ialah mewaspadai adanya porovakor, bisa dari dalam selimut anda sendiri dan bisa pula dari luar selimut anda. Dahulu dinyatakan dalam pepatah:

عدو عاقل خير من صديق جاهل

Memiliki musuh yang cerdas seringkali lebih menguntungkan dibanding memiliki teman yang pandir.

Betapa sering teman mendatangkan petaka dalam kehidupan anda, dan sebaliknya betapa sering musuh menjadikan anda sadar untuk waspada dan bersikap bijak dan semakin bijak.

Di antara hal yang barangkali menjadi biang kerok berbagai kejadian di masyarakat ialah adanya orang-orang yang hobi petentang petenteng seakan jagoan debat dan diskusi. Mereka hobi mendebat, memaki, dan menghina orang yang berbeda dengannya, baik via offline terlebih via online Betapa di berbagai media sosial dan net sering terjadi perdebadan kusir, dan caci maki yang mencerminkan akan rendahnya moral pelakunya.

Seakan mereka lupa firman Allah Ta;ala:

وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. (Al Furqan 63)

Dan seakan mereka lupa bahwa perdebatan, makian dan perkelahian walau secara online dapat berbuntut panjang.

Dan kadang kala banyak murid yang puas bila ustadznya bersitegang atau menyerbu ustadz lain, dengan cara mengajukan pertanyaan yang sengaja di kondisikan agar ustadznya nyerang dan nyerang.

Karena itu dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan peringatan keras kepada sahabatnya agar tidak bersikap seperti kawan yang pandir, mencelakakan kawan sendiri dengan dalih membelanya.

Suatu hari sahabat Mu’az bin Jabal meminpin sholat Isya’ dan karena ingin menyempurnakan sholat dan pahalanya, maka beliau membaca surat surat yang panjang.

Ditengah-tengah sholat ada seorang lalaki yang keluar dari shaf dan memisahkan diri dari jamah. Lelaki itu berprofesi sebagai petani yang seharian penuh bekerja di ladangnya, sehingga ia tidak sanggup untuk sholat dengan bacaan yang panjang.

Mengetahui kejadian ini, sahabat Mua’z bin Jabal berkata: sejatinya lelaki itu adalah seorang munafiq.

Merasa tidak terima dengan celaan sahabat Mua’z ini, lelaki itu kejadianya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia menjelaskan duduk masalahnya dan berkata: Wahai Rasulullah, sejatinya kami pekerja keras, kerja dengan tangan sendiri (tidak punya karyawan), menyirami ladang dengan bantuan hewan ternak kami. Dan sesunguhnya tadi malam, Mu’az mengimami kami sholat isya’ dan ia membaca surat Al Baqarah, makanya aku mundur dan menyelesaikan sholatku sendiri. Kemudian ia menuduhkan sebagai seorang munafiq. 

( يا معاذ أفتان أنت – ثلاثا – اقرأ { والشمس وضحاها } . و { سبح اسم ربك الأعلى } . ونحوها )

Wahai Mu’az, apakah engkau hobi membuat kekacauan 3x, bacalah surat Was Syamsi wa Dhuhaaha, dan surat Sabihismarabbikal a’ala atau surat lain yang serupa dengannya. (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam kasus lain yang serupa , beliau bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ مِنْكُمْ مُنَفِّرِينَ فَأَيُّكُمْ أَمَّ النَّاسَ فَلْيُوجِزْ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِهِ الْكَبِيرَ وَالضَّعِيفَ وَذَا الْحَاجَةِ

Wahai ummat manusia, sesungguhnya sebagian kalian menyebabkan orang lain menjauh dari Islam (kebenaran), siapapun dari kalian memimpin sholat, hendaknya ia meringankan sholatnya, karena di belakangnya ada orang tua, orang lemah, dan orang yang tergesa gesa karena ada keperluan. (Muttafaqun ‘alaih)

Sudahkah anda menyadari keberadaan provokator dalam selimut anda? atau sudahkah anda mewaspadai setiap ucapan dan sikap anda agar tidak menjadi penyebab menjauhnya masyarakat dari kebenaran?

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Cuci Gudang !

Mari kita cuci gudang dosa-dosa kita selama 2 tahun dengan berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah (baca: hari ‘Arafah).

“Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam- ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim no. 1162).

Dosa yang dimaksud adalah dosa kecil atau meringankan dosa besar^.

Ini adalah kesempatan terakhir dan puncak untuk berpuasa di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Puasa sunnah yang sangat prestisius, sebab puasa ini mengandung 3 keutamaan waktu sekaligus:

1. Hari ‘Arafah.
2. 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.
3. Sebuah hari dalam 4 bulan haram(**)

Jangan lepaskan kesempatan puasa terakhir di 10 hari ini!
Semoga ALLAH selalu memberikan taufiq kepada kita semua.

* Syarah Muslim 1/378
** Misykatul Mashabih 7/125-126

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Bersedekah Dengan Seluruh Gaji-Penghasilan Tiap Bulan

Permasalahannya hanya tinggal menghadirkan niat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَلَسْتَ تُنْفِقُ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إِلاَّ أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى اللُّقْمَةِ تَجْعَلُهَا فِي فِي امْرَأَتِكَ

“Tidaklah engkau mengeluarkan biaya dengan mengharapkan wajah Allah kecuali engkau akan diberi ganjaran, bahkan sesuap makanan yang kau suapkan ke mulut istrimu”
(HR Al-Bukhari no 56 dan Muslim no 1628)

Jika seseorang menghadirkan niat..
– tatkala mengatur pengeluarannya..
– tatkala membelikan keperluan keluarga, keperluan sekolah anak-anak…
bahkan menghadirkan niat tatkala membayar tagihan listrik atau membelikan pulsa buat istri…maka semuanya akan bernilai sedekah di sisi Allah.

Yang penting JANGAN LUPA NIAT…
perkaranya sepele akan tetapi sering terlalaikan…

Ditulis oleh,
Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah