Jangan lupa…

Reminder…

Jangan lupa membaca :

Surat Al Mulk (setiap malam) : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu surat dalam Alquran (yang terdiri dari) tiga puluh ayat (pada hari kiamat) akan memberi syafaat (dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala) bagi orang yang selalu membacanya (dengan merenungkan artinya) sehingga Allah mengampuni (dosa-dosa)nya, (yaitu surat Al-Mulk): “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Dalam riwayat lain: “…sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.” (HR. Abu Dawud, Syaikh Al Albani berkata, hadits Hasan)
***************
2 Ayat terakhir surat Al Baqarah (setiap malam):
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, siapa yang membacanya di malam hari maka cuplah baginya.”
(HR. Al Bukhari dan Muslim)
***************
Ayat Kursi (saat hendak tidur) : Haditsnya panjang oleh karena terbatas tempat, kami hanya sertakan faedah haditsnya yaitu Allah akan senantiasa menjaga orang yang membacanya (ayat Kursi) sebelum tidur dan setan tidak akan mendekati orang tersebut hingga pagi hari.
***************
Sayyidul ISTIGHFAR (setiap malam) :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.”
(HR. Al Bukhari)

Jangan Jadikan Kekurangan Materi, Sebagai Alasan Untuk Tidak Menuntut Ilmu Agama…

Lihatlah sepanjang sejarah Islam, mayoritas ulama saat menuntut ilmu; keadaannya miskin dan kekurangan.

Karena biasanya orang yang miskin dan kurang, akan memiliki keprihatinan yang lebih dalam menjalani hidup.. biasanya merekalah yang mau bekerja keras dengan tulus, sehingga wajar bila mereka mendapatkan hasil lebih.

Jika potensi itu disalurkan untuk menuntut ilmu agama, maka hasilnya akan luar biasa.

Karena itulah, Imam Syafii -rohimahulloh- mengatakan:

“Orang yang paling mampu dalam menuntut ilmu (agama) adalah mereka yang fakir.’

[Manaqibusy Syafi’i, karya Al-Aabiri: 82]

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

SUNNAH Yang Terlupakan – Sholat 4 Roka’at Setelah Sholat ‘Isya

‘Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Siapa yang sholat (sunnah) empat roka’at setelah (Sholat) Isya’, maka empat roka’at tersebut seperti keutamaannya EMPAT ROKA’ATNYA malam Laitul Qodar..” (HR Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf no 7273. Sanadnya shahih).

‘Aisyah rodliyallahu ‘anha berkata, “EMPAT roka’at setelah (Sholat) Isya’, sebanding dengan yang semisal EMPAT ROKA’AT TERSEBUT pada malam Lailatul Qodar..” (HR Ibnu Abi Syaibah no 7274. Sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim).

‘Abdullah bin Mas’ud rodliyallahu ‘anhu berkata,“Siapa yang sholat (sunnah) empat roka’at setelah (sholat) Isya’, dia tidak memisah roka’at-roka’at tersebut dengan salam, maka empat roka’at tersebut sebanding dengan yang semisal EMPAT ROKA’AT TERSEBUT pada MALAM LAYLATUL QODAR..” (HR Ibnu Abi Syaibah no 7275. Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim).

Walaupun semuanya mauquf..
Namun dihukumi marfu’..

Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Aku pernah menginap di rumah bibiku maimunah bintu Al Harits istri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam.. Maka Nabi sholat Isya, lalu pulang ke rumahnya dan sholat empat roka’at. Lalu beliaupun tidur..” (HR Al Bukhari no 117 dan 665).

Hadits-hadits di atas kuat sanadnya, dan bisa dijadikan sandaran amalan -wallohu a’lam

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
ARTIKEL TERKAIT

Penjelasan Lebih Lanjut Terkait Shalat Sunnah 4 Raka’at Setelah ‘Isya

Sholat Sunnah Setelah ‘Isya Yang Nilainya Sama Dengan Sholat Sunnah Di Malam Laylatul Qodr…

Ikhlas Dalam Berdakwah…

Ikhlas dalam berdakwah… adalah ketika engkau mengajak kepada yang haq, bukan kepada dirimu.

=======

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

Merupakan sesuatu yang penting, bahwa jangan sampai seseorang senang perkataannya diterima oleh manusia karena itu perkataannya, tapi harusnya dia senang jika manusia menerima perkataannya -jika dia melihat itu yang haq- karena itu yang haq, bukan karena itu perkataannya.

Begitupula sebaliknya, jangan sampai dia sedih jika orang-orang menolak perkataannya karena itu perkataannya, karena jika demikian, dia berarti mengajak orang-orang untuk mengikuti dirinya. Tapi harusnya dia sedih orang-orang menolaknya karena yang ditolak itu yang haq.

Dengan ini, keikhlasan akan terwujud. Makanya ikhlas itu memang sulit sekali, namun apabila seseorang menghadap Allah dengan arah yang benar dan di atas jalan yang lurus, maka Allah akan membantu dan memudahkannya dalam mewujudkannya.”

[Al-Qoulul Mufid 1/123]

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Ketika Kita Tidak Mengetahui Manhaj dan Aqidah Ustadz Pengisi Kajian

Hampir setiap hari kita menerima informasi mengenai kajian-kajian yang disebut sebagai Kajian Sunnah, dan banyak dari kita yang langsung copas dan menyebarkannya kembali meskipun tidak mengenal siapa dan apa manhaj dan aqidah pengisi kajiannya… Mari kita simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله berikut ini :

Menebar Cahaya Sunnah