Kelalaian Membuat Hati Kering…

Ibnu al-Qayyim رحمه الله mengatakan :

“Kemarau yang melanda hati adalah kelalaian. Kelalaian itulah hakikat kekeringan dan kemarau yang menimpanya. Selama seorang hamba tetap mengingat Allah dan mengabdikan diri kepada-Nya niscaya hujan rahmat akan turun kepadanya sebagaimana layaknya air hujan yang terus menerus turun.

Namun, apabila ia lalai maka ia akan mengalami masa kering yang berbanding lurus dengan sedikit banyaknya kelalaian yang terjadi padanya. Dan apabila ternyata kelalaian telah berhasil menjajah dan menguasai dirinya maka jadilah ‘buminya’ itu hancur dan binasa.”

(Asrar as-Shalah, hal. 4).

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Allah Maha Penerima Taubat…

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba’du; 

Allah Ta’ala menciptakan manusia agar beribadah dan berbuat taat kepada Subhanahu wa Ta’ala. 

Dan Allah Ta’ala juga membuka pintu-pintu taubat dan inabah agar para hamba dapat menghapus segala kesalahan dan ketergelinciran serta menutup celah dan kekurangan ataupun memperbaiki diri menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Bahkan taubat dan istigfar merupakan kewajiban bagi para hamba dan menjadi perintah Allah Ta’ala, sebagaimana firman Nya : 

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah: 222)

Allah Ta’ala berfirman : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.” (Q.S. At-Tahrim : 8)

Allah Ta’ala berfirman : 

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-oran beriman sekalian agar kalian beruntung.” (Q.S. An-Nuur: 31)

Allah ta’ala berfirman :

وَاللّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُواْ مَيْلاً عَظِيماً

“Allah menginginkan untuk menerima taubat kalian, sedangkan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya ingin agar kalian menyimpang dengan sejauh-jauhnya.” (Q.S. An-Nisaa’: 27)

Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ

“Sesungguhnya Tuhanmu sangat luas ampunannya.” (Q.S. An-Najm: 32)

Allah ta’ala berfirman :

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

“Rahmat-Ku amat luas meliputi segala sesuatu.” (Q.S. Al-A’raaf: 156)

Allah ta’ala berfirman : 

فَإِنَّهُ كَانَ لِلأَوَّابِينَ غَفُوراً

baca lanjutannya :
http://rochmadsupriyadi.blogspot.co.id/2016/03/allah-ta-maha-penerima-taubat.html?m=1

Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Diantara Adab Menuntut Ilmu…

Abdullah bin Mas’ud radliyallahu anhu berkata:
Manusia senantiasa dalam kebaikan..
selama ilmu itu datangnya dari para shahabat Nabi dan dari kibar mereka..
Apabila ilmu itu datangnya dari ashoghir, maka akan binasa…
(Diriwayatkan oleh Abdurrozaq Asho ‘aniy dalam mushonnafnya 11/249)

Atsar ini menunjukkan agar kita berusaha mendahulukan menuntut ilmu kepada kibar ulama..

Ibnu Qutaibah menafsirkan makna kibar adalah para ulama yang telah tua umurnya, karena biasanya mereka lebih mengedepankan ilmu dari pada semangat..

ini lebih menyelamatkan kita dalam memahami agama ini, karena ketika semangat dan perasaan lebih mendominasi, maka akan banyak muncul fitnah dan kerusakan dengan alasan amar makruf nahi mungkar dan sebagainya..

Namun, tentunya bukan berarti kita wajib fanatik kepada kibar, seakan ucapan kibar sama dengan dalil. sebagaimana yang kita lihat di zaman ini.
bahwa sebagian mereka memberi wala dan baro di atasnya. siapa yang tak mau ikut ijtihad kibar maka ia musuhi. Allahul musta’an.

Ini dia ibnu Abbas, menyelisihi Abu Bakar dan Umar dalam masalah haji tamattu’. padahal Abu Bakar dan Umar jauh lebih kibar dari ibnu Abbas..

Tentunya fanatik kita hanya kepada Allah dan rasulNya.

Badru Salam, حفظه الله

Adilkah Timbangan Kita…?

– Sebagian kita suka mencela polisi yang suka
minta duit di jalan, tapi ketika ditilang minta
damai dengan memberikan uang…
– Sebagian kita tidak suka pejabat korupsi, tapi
suka ngurangi timbangan dalam jualan…
– Sebagian kita tidak suka diejek tapi suka
mengejek…
– Sebagian kita tidak suka orang cemberut tapi
tidak suka senyum…

dst…terkadang kita hanya pintar bicara dan
menilai orang lain, marilah kita perbaiki diri kita
untuk menggapai rahmat dan ridha Allah ta’ala.

Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

image

Jenggot

Ada banyak hadits yang menerangkan anjuran untuk memendekkan dan mencukur habis kumis, dan perintah membiarkan jenggot, memanjangkannya, dan memuliakannya. Karena dalam terpeliharanya jenggot, ada nilai ketampanan dan tanda kelelakian.

Sayang banyak orang yang membalik keadaan ini. Mereka memanjangkan kumisnya dan menggundul jenggotnya atau memendekkannya, atau menyisakannya di bagian yang sempit dari wajahnya, dan itu sangat bertentangan dengan petunjuk Nabi, ikut-ikutan para musuh Allah dan Rosul-Nya, serta merendahkan diri dari martabat pria nan wibawa turun ke gaya wanita dan orang-orang rendahan, sehingga tepatlah bagi mereka ucapan seorang penyair:

“Seseorang akhirnya kalah di hari datangnya ujian kepadanya, sehingga dia melihat baik apa yang sebenarnya tidak baik.”

Pas juga perkataan penyair lainnya: “Tidak aneh bila ada banyak wanita bergaya pria. Tapi yang aneh adalah pria yang bergaya wanita. [Kitab Mulakhkhosh Fiqhi 1/29]

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله

Jangan Enggan Menyebarkan Status (Pesan) Kebaikan Kepada Orang Lain

Menyebarkan status sendiri, atau copas dari orang lain, sama-sama dapat pahala menunjukkan kebaikan. Karena sebenarnya, mereka semua sama-sama mengambil ilmu dari yang lain.

Yang satu mengambil ilmu dari ulama lain, sedangkan yang ngopas mengambil ilmu dari pembuat status. Dan dua-duanya masuk dalam sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Siapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya..” [HR. Muslim: 1893].

Ingat pula bila Anda tidak mampu menyaingi orang lain dalam membuat sendiri ‘pesan kebaikan’, maka paling tidak Anda tidak kalah dalam menyebarkannya kepada orang lain.

Mari berlomba-lomba dalam menyebarkan kebaikan. Semoga itu semua menjadi ‘tabungan kebaikan’ bagi kita semua.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Cara Membuat Hati Lapang…

Di antara sebab yang bisa membuat hati lapang dan menghilangkan kesempitannya adalah berbuat baik kepada sesama muslim.

Karena berbuat baik kepada manusia, akan dibalas dengan cepat. Kalau hatimu sedang sempit, cobalah !

(Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, حفظه الله تعالى )

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

HADITS PALSU TENTANG 10 WASIAT RASULULLAH shallallahu alaihi wasallam KEPADA PUTRINYA, FATHIMAH AZ-ZAHRA Radhiyallahu ‘Anha…

Tanya:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz ada pertanyaan via japri : apakah hadits ini shoheh?

Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri solehah.

1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

» JAWAB:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah. Hadits tentang 10 Wasiat Rasulullah kepada Fathimah az-Zahra putri beliau adalah HADITS PALSU yang didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam. Hal ini dikarenakan hadist tersebut tidak ada di dalam kitab kitab hadits Ahlus Sunnah, dan juga tidak memiliki sumber yang jelas dan terpercaya.

Oleh karena itu, DILARANG KERAS mempercayainya dan menyebarluaskannya kecuali dengan tujuan menjelaskan dan memperingatkan kaum muslimin akan kedustaan dan kepalsuannya. Sebab, jika seseorang telah mengetahui kedustaan dan kepalsuan suatu hadits lalu ia menyebarluaskannya kepada orang lain tanpa menerangkan kepalsuan dan kedustaannya, maka ia akan menjadi musuh bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada hari Kiamat, dan ia pun terkena ancaman keras dari Nabi shallallahu alaihi wasallam sebagaimana disebutkan di dalam hadits-hadits shohih berikut ini:

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار ”

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di dalam api Neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” لا تكذبوا علي فإنه من كذب علي فليلج النار ” .

“Janganlah kalian berdusta atas namaku. Karena sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka hendaknya dia masuk ke dalam api Neraka.” (HR. Al-Bukhari).

3. Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” إن كذبا علي ليس ككذب على أحد من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار ”

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sebagaimana berdusta atas nama orang lain. Maka barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia menyiapkan tempat duduknya di dalam api Neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Na’udzu billahi min dzaalik.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah melindungi kita semua dari bahaya hadits DHO’IF dan PALSU, dan dari segala keburukan di dunia n akhirat. آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Menebar Cahaya Sunnah