Do’a-Do’a Memohon Kesabaran Ketegaran dan Istiqomah Di Atas Islam Dan Takwa…

Bismillah. Berikut ini kami akan sebutkan beberapa doa dari Al-Quran dan hadits-hadits shohih yang semestinya dibaca oleh setiap muslim dan muslimah agar ia senantiasa sabar, tegar dan istiqomah di atas agama Islam dan dalam melaksanakan amalan-amalan ketaatan kepada Allah Ta’ala.

(*) DOA PERTAMA:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

‘Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Min-Ladunka Rohmatan, innaka Antal-Wahhaab’

Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8).

(*) DOA KEDUA:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

‘Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin’.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 250).

(*) DOA KETIGA:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).

» Do’a ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(*) DOA KEEMPAT:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

‘Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa ‘Alaa Tho’atika’

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim).

Demikianlah beberapa doa dari Al-Quran dan Hadits Shohih yang sepantasnya dipanjatkan oleh kita semua agar Allah ta’ala memberikan kepada kita taufiq dan pertolongan-Nya serta kemudahan untuk senantiasa sabar dan tegar serta istiqomah dalam memegang teguh agama Islam dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya hingga akhir hayat. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan kita dapat mengamalkannya.

آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Muhammad Wasitho, حفظه الله تعالى

#GRUP MAJLIS HADITS
WA/LINE: +6282225243444

Ingin Dakwah Diterima ? Penuhilah Satu Syarat Ini…

Jika kita menginginkan dakwah kita diterima, tumbuhkanlah rasa takut kepada Allah dan Hari Akhir dalam hati manusia. Inilah diantara rahasia mengapa ayat-ayat yang turun di masa awal dakwah Nabi shollallohu alaihi wasallam (ketika di Makkah) banyak membicarakan tentang Neraka dan adzab Allah di hari kiamat. Ini juga yang diisyaratkan Allah dalam banyak perintahNya kepada hambaNya yang paling mulia, Muhammad shallallahu alaihi wasallam, diantaranya:

فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ

“Maka, berilah peringatan dengan Al Quran ini orang yang takut dengan ancaman-Ku.” [QS. Qof:45]

إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا

“Kamu hanyalah seorang pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepada hari kiamat.” [QS. An Nazi’at:45]

فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَىٰ * سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ * وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى * الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ * ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ

“Berilah peringatan (kepada kaummu), karena peringatan itu pasti bermanfaat.  Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran. Sedang orang-orang yang celaka akan menjauhinya, yaitu orang yang akan memasuki api (neraka) yang paling besar. Kemudian dia “mati tidak, hidup pun tidak” di dalamnya.” [QS. Al A’la:9-13]

Dan masih banyak ayat lain yang senada dengannya. Oleh karena itu, berikanlah perhatian khusus pada hal ini dalam berdakwah, dan yang paling membantu untuk menumbuhkan rasa takut ini adalah materi akidah dan tauhid, wallohua’lam.

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Kegembiraan Pada Hari Kiamat…

Jika Anda senang ketika gajian datang,
ketahuilah orang-orang miskin kan
senang jika dapat sedikit bagian dari gaji
Anda. Yang sedikit itu, besar pahalanya
di sisi Allah.

Kamu akan lebih gembira pada hari
Kiamat kelak disebabkan karena
sedekahmu itu, melebihi kegembiraanmu
saat menerima gaji di dunia.

Abdul Aziz As Sadhaan, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam
Courtesy of Twit Ulama

image

‎

Hisab Yang Ringan…

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Adapun orang yang diberikan catatan amalnya dengan tangan kanannya maka kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan dan akan kembali kepada keluarganya dengan penuh kegembiraan.” (QS. Al-Insyiqaq: 7-8)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Yang dimaksud hisab yang ringan itu adalah Allah ‘azza wa jalla akan berduaan bersama dengan seorang hamba-Nya yang beriman dan tidak ada orang lain yang ikut menyaksikan dosa-dosanya. Dia mengatakan, ‘Didunia aku telah melakukan demikian dan demikian’, sampai-sampai ketika dia telah merasa bahwa dia pasti akan binasa maka Allah ta’ala berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosa itu untukmu selama di dunia, dan pada hari ini Aku pun mengampuninya untukmu.’…”

(Syarh Aqidah Ahlis Sunnah, hal. 298)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Bagi-Bagi Pahala Tanpa Sadar

Seorang syeikh ditanya,

“Ada seseorang yang rajin sholat malam dan melakukan banyak amal ketaatan, tapi sayangnya ia banyak ghibah (menggunjing) orang..”

Syeikh menjawab: “Mungkin Allah memang menjadikannya beramal untuk diberikan pahalanya kepada orang lain..!”

_______

Sungguh kerugian yang nyata.

Semoga Allah menyelamatkan kita dari ghibah, meski banyak yang melakukannya
dengan polesan agama. Aamiiin…

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

 

Sama dan Mirip…

Tiga perbuatan yang sama-sama mirip dalam hal sebab-akibat:

1. Riba, merusak harta benda.

2. Zina, merusak garis keturunan,

3. Riya’, merusak pahala amalan

Dan ketiga-tiganya menjadi sebab dicabutnya keberkahan dan menjadi sebab turunnya musibah di suatu daerah.

(Syaikh Abdul Aziz As Sadhan, حفظه الله تعالى)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Menebar Cahaya Sunnah