Sebagian Orang Mengatakan : Nanti Malam Saja Sholat Tarawihnya

Sebagian orang menganggap bahwa lailatul qodar itu mulainya setelah pertengahan malam..
Padahal malam itu dimulainya dari semenjak terbenam matahari..

Maka orang yang sholat isya berjama’ah lalu sholat teraweh bersama imam sampai selesai telah mendapatkan bagian dari lailatul qodar.

Imam Malik rohimahullah menyebutkan dalam Muwatho nya dari Said bin Al Musayyib berkata:

من شهد العشاء من ليلة القدر فقد أخذ بحظه منها

“Siapa yang sholat isya di malam lailatul qodar, maka ia telah mendapatkan bagian darinya..”

Ibnu Abdil Barr rohimahullah berkata:

مثل هذا لا يكون رأيا ولا يؤخذ إلا توقيفا، ومراسيل سعيد أصح المراسيل

“Seperti ini tidak mungkin berasal dari pendapat dan tentu diambil dari dalil. Karena mursal Said bin Musayyib adalah mursal yang paling shohih..”

Walaupun tentunya orang yang menghidupkan sepanjang malam lailatul qodar dengan ibadah lebih utama dan sempurna pahalanya.

Wallahu a’lam

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Meraih Banyak Kemuliaan Di Malam Lailatul Qadar

Bukan lagi tentang “siapa yang mendapatkan Lailatul Qadar” .. tapi bagaimana dapat sebanyak mungkin kemuliaan dari malam itu..?

=====

Semua yang mukmin dan beramal salih di malam Lailatul Qadar akan mendapatkan keutamaannya .. Yang berbeda adalah kadar yang dia dapatkan dari kemuliaan malam itu.

Siapa yang lebih banyak amal salihnya di malam itu, maka ia mendapatkan lebih banyak kemuliaan darinya.

Jika sekedar untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar saja .. tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak perlu i’tikaf dan menghidupkan malamnya dengan shalat, membaca Alquran dan ibadah lainnya.

Tidaklah beliau seperti itu kecuali karena beliau ingin mendapatkan kemuliaan semaksimal mungkin darinya.

Logika sederhananya, bila ada sebuah mall mengumumkan ada diskon 70 persen di semua itemnya pada 1 malam tertentu .. maka dengan membeli 1 item saja kita sudah mendapatkan keuntungan .. dan semakin banyak kita memanfaatkan diskon itu untuk membeli kebutuhan kita, maka semakin banyak kadar manfaat yang kita dapatkan darinya.

Begitu pula dengan malam Lailatul Qadar.

Pilihan ada di tangan kita .. silahkan memilih, ingin dapat banyak ataukah hanya ingin dapat sedikit dari kemuliaan malam tersebut.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita, amin.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Kenikmatan Adalah Ujian

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

مَن أنعَمَ الله عليه بقوَّةٍ أو بجمالٍ أو نحو ذلك إذا اتَّـقى الله فيه؛ كان أفضل ممَّن لم يُؤْتَ ما لم يَمْتَحِنَ فيه، فإنَّ النِّعَم مِحَنٌ

“Siapa yang diberikan oleh Allah kekuatan dan keindahan fisik dan sebagainya, apabila ia bertaqwa kepada Allah maka ia lebih utama dari orang yang tidak diberikan ujian tersebut. Karena kenikmatan itu adalah ujian..”

(Al Istiqomah 1/372)

Badan yang kuat tidak ada manfaatnya jika tidak digunakan untuk mentaati Allah..
Paras yang cantik dan ganteng akan menjadi malapetaka jika tidak disertai ketakwaan..
Semua itu adalah ujian..
Maka janganlah tertipu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bekal Yang Sedikit

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima (yaitu) :
● masa mudamu sebelum datang masa tua
● masa sehatmu sebelum datang masa sakit
● masa kayamu sebelum datang masa miskin
● masa luangmu sebelum datang masa sibuk
● masa hidupmu sebelum datang kematian..”

(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya, IV/306; Abu Nu’aim, IV/148; al-Baghawi dalam Syarhussunnah, V/182; Ibnul Mubarak dalam kitab az-Zuhd, no.2; al-‘Ajalûni dalam Kasyful Khafâ, I/167; Ibnu Abi Syaibah, XII/223 dan dicantumkan dalam Shohiihul Jaami’, no.1077)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari (mengingat) Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya..”

(Al Fawaid)

● Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang mengetahui bahwasanya umur adalah perbekalan yang sangat sedikit yang ia gunakan
untuk perjalanan menuju tempat yang kekal dan terus menerus di dalam jannah (surga), niscaya ia tidak akan menyia-nyiakan umurnya..”

(Hifzhul ‘Umr – hlm. 57)

● Sufyan ats-Tsaury rohimahullah berkata,

“Siapa yang bermain-main dengan umurnya maka dia akan menyia-nyiakan hari-hari yang seharusnya dia gunakan untuk menanam.. dan siapa yang menyia-nyiakan hari-hari untuk menanam maka dia akan menyesal pada hari-hari menuai (akherat)..”

(Hifzhul ‘Umr – hlm 65)

Bahayanya Syahwat

Imam Abu Bakr bin Abi Syaibah rohimahullah berkata,

الشهوة أمرها خطير وشرها جسيم،
‏فكم من عابد لله حولته الشهوة إلى فاسق،
‏وكم من عالم حولته إلى جاهل،
‏وكم أخرجت أناسا من الدين كانوا في نظر من يعرفهم أبعد الناس عن الضلال والانحراف .

“Syahwat itu berbahaya, dan keburukannya besar.
– Berapa banyak ahli ibadah yang berubah menjadi fasiq akibat mengikuti syahwat.
– Berapa banyak ulama menjadi jahil akibat syahwat.
– Berapa banyak orang yang kita kenal jauh dari kesesatan menjadi keluar dari agama akibat syahwat..”

(Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 4/46)

Syahwat terhadap harta, wanita, tahta, ketenaran, dan pujian manusia..
Seringkali menutupi akal manusia..
Sehingga akal tak berfungi untuk memikirkan kebaikan..
Akibat hanya memikirkan kesenangan syahwat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah