SELESAI : Bukber Puasa Senin-Kamis : Januari & Februari 2024

SENIN SIANG –  12 FEBRUARI 2024 / 02 SYA’BAN 1445

Program bukber selanjutnya adalah bukber di bulan Ramadhan 1445, insyaa Allah, silahkan baca artikel berikut  :

UPDATE : Tebar Ifthor Ramadhan – 1445 / 2024 & Bukber Puasa Senin-Kamis

===============

BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
info : 0838 0662 4622

===============

BACKGROUND :
Program rutin, insyaa Allah, menghidangkan ratusan porsi ifthor (makanan dan minuman) untuk kegiatan buka-bersama (bukber) ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an dan penuntut ilmu yang rutin berpuasa dan buka bersama di setiap hari senin-kamis di beberapa ma’had di lombok timur dan  RPQ di kota bima (sumbawa timur).

SATU porsinya senilai antara Rp. 15.000 s/d Rp. 20.000. Silahkan berapapun partisipasinya, semoga menjadi bekal amal kebaikan yang melimpah, aamiin.. Dalam program ini, kami bekerjasama dengan Assunnah Peduli, Lombok Timur.

Kamis 04 Jan 24 : 95 santri
Senin 08 Jan 24 : 88 santri
Kamis 11 Jan 24 : 235 santri
Senin 15 Jan 24 : 140 santri
Kamis 18 Jan 24 : 275 santri
Senin 22 Jan 24 : 70 santri
Kamis 25 Jan 24 : 280 santri
Senin 29 Jan 24 : 97 santri
Kamis 01 Feb 24 : 181 santri
Senin 05 Feb 24 : 95 santri
Kamis 08 Feb 24 : 249 santri
Senin 12 Feb 24 : 100 santri

————————————–

Tanda-Tanda Wali Allah

Ramalannya benar, berarti dia wali..?

========

Wali adalah kekasih Allah, maka untuk mengetahui apakah seseorang itu wali Allah ataukah tidak, kita harus mengembalikannya kepada standar kewalian menurut Allah ta’ala.

Dalam kitab-Nya Allah telah berfirman:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ [يونس: 62، 63]

Artinya: Ingatlah, bahwa para “wali Allah” tidak ada ketakutan sedikit pun atas mereka, dan mereka tidak akan bersedih, yaitu: mereka yang beriman dan bertakwa. [QS. Yunus: 62-63]

إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ [الأنفال: 34]

Artinya: Para wali Allah tidak lain adalah mereka yang bertakwa [QS. Al-Anfal: 34].

Selaras dengan ini, perkataan Abu Yazid al-Busthami -rohimahullah-:

لله خلق كثير يمشون على الماء، لا قيمة لهم عند الله، ولو نظرتم إلى من أعطي من الكرامات حتى يطير، فلا تغتروا به حتى تروا كيف هو عند الأمر والنهي، وحفظ الحدود والشرع

Artinya: “Allah punya banyak makhluk yang bisa berjalan di atas air, tapi ia tidak ada harganya di sisi Allah.

Jika kalian melihat ada orang yang diberi karomah sampai bisa terbang pun, maka jangan teperdaya dengannya, sampai kalian melihat bagaimana sikap dia terhadap perintah dan larangan agama, bagaimana dia menjaga batasan-batasan Allah dan syariat-Nya..” [Siyarul A’lamin Nubala’13/88].

—–

Jadi, standar wali itu bukan ramalan yang benar, atau bisa terbang di udara, atau bisa berjalan di air, atau bisa menghilang, atau bisa tampak gila, atau keanehan-keanehan lainnya.

Tapi standar wali adalah iman dan taqwa, dan itu bisa dilihat dari keadaan diri dan prilakunya, apakah sesuai dengan syariat Allah ataukah tidak.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Hati Yang Hidup Dan Sehat

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Hati yang hidup dan sehat jika ditampakkan padanya keburukan-keburukan maka dia akan menjauhinya dengan sendirinya, membencinya dan tidak akan menoleh kepadanya.

Berbeda dengan hati yang telah mati, hati ini tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, sebagaimana ucapan (Sahabat yang mulia) ‘Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, “Binasalah orang yang tidak mempunyai hati untuk mengenal kebaikan dan mengingkari keburukan..”

(Ighootsatul Lahfaan, 1/20)

Tak Seorangpun Mengetahui Apa Yang Akan Ia Lakukan Esok Hari

Selama engkau masih hidup ..

Jangan merasa aman dari fitnah
Jangan pula mencela orang karena maksiat.

Jangan heran dengan dosa yang orang lain lakukan.
Jangan pula merasa telah banyak melakukan amal kebaikan.

Karena Allah ta’ala telah berfirman yang artinya:

“Seseorang tidak tahu apa yang akan dia lakukan esok hari, dan seseorang tidak tahu di bumi mana dia akan mati..” [QS. Luqman: 34]

Mintalah kepada Allah ketetapan hati, ketepatan langkah, dan tauhid, sampai mati.
Serta ampunan dan masuk surga dari semua pintunya..

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Menjaga Lisan

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

‏فمَن حفظَ لسانهُ لأجلِ الله تعالىٰ في الدنيا ، أطلقَ اللهُ لسانهُ بالشهادة عندَ الموتِ ولقاءِ الله تعالىٰ .

‏ومَن سَرَّح لسانهُ في أعراضِ المسلمين ، واتبعَ عَوراتهم ، أمسكَ اللهُ لسانهُ عن الشهادةِ عند الموت .

Barangsiapa menjaga lisannya karena Allah di dunia, Allah akan memudahkan lisannya mengucapkan syahadat ketika dia meninggal dan bertemu dengan-Nya.

Sebaliknya, barangsiapa tidak bisa menjaga lisannya dari membicarakan kehormatan kaum muslimin dan mencari-cari aib mereka, Allah akan membuatnya sulit mengucapkan syahadat ketika meninggal dunia.

(Bahrud Dumu’, hlm. 124)

Yang Penting Berkahnya

Banyak orang mengatakan kepada anaknya, ‘aku ingin engkau jadi dokter, atau arsitek, atau pengusaha, atau ..’

Tapi siapa yang mengatakan kepada anaknya, ‘aku ingin engkau menjadi berkah dimanapun engkau berada..’

Sungguh ini sangat penting untuk direnungkan..!

Keberkahan adalah sesuatu yang sangat besar pengaruh baiknya pada sesuatu.

– bila berkah ada pada harta, ia akan memperbanyaknya,
– bila ada pada anak, ia akan men-sholih-kannya,
– bila ada pada badan, ia akan menguatkannya,
– bila ada pada waktu, ia akan memakmurkannya,
– bila ada pada hati, ia akan membahagiakannya.

Maka, banyaklah meminta keberkahan untuk harta, anak, waktu, dan nikmat Allah lainnya .. karena yang menjadi penentu bukanlah “banyaknya”, tapi “keberkahannya”.

Ya Allah .. jadikanlah kami orang-orang yang Engkau berkahi, amin

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Meskipun Banyak Dosa

Al-Imam An-Nawawi rohimahullah berkata,

لو تكرر الذنب مائة مرة أو ألف مرة أو أكثر , وتاب في كل مرة : قبلت توبته , وسقطت ذنوبه , ولو تاب عن الجميع توبة واحدة بعد جميعها : صحت توبته

“Seandainya dosa itu berulang seratus kali atau seribu kali, bahkan lebih, lantas pelakunya selalu bertaubat setiap kali melakukan dosa, niscaya akan diterima taubatnya. Akan gugur dosa-dosanya.

Seandainya ia bertaubat dari semua dosanya dengan satu kali taubat saja setelah semua dosanya; tetap sah taubatnya..”

(Syarh Shahih Muslim, 17/75)

Tanda Beningnya Iman

Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: جَاءَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَسَأَلُوهُ: إِنَّا نَجِدُ فِي أَنْفُسِنَا مَا يَتَعَاظَمُ أَحَدُنَا أَنْ يَتَكَلَّمَ بِهِ. قَالَ: “وَقَدْ وَجَدْتُمُوهُ؟” قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: “ذَاكَ صَرِيحُ الإِيمَانِ

Ada beberapa orang datang kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam dan bertanya, ‘kami mendapati pada diri kami sesuatu yang terasa besar untuk diucapkan (berupa keburukan)..’

Beliau bersabda, ‘kalian merasakan itu..?’
Mereka menjawab, ‘iya..’
Beliau bersabda, ‘itu (tanda) kebeningan iman..’

(HR Muslim)

Imam Nawawi rohimahullah menjelaskan hadits diatas, beliau berkata,

“Maksudnya perasaan kalian yang membesarkan dan menganggap berat untuk mengucapkan (pikiran yang buruk itu) adalah kebeningan iman. Karena menganggapnya besar dan merasa takut dari mengucapkannya apalagi meyakininya adalah hanya terjadi pada orang yang telah sempurna keimanannya dan hilang keraguan dari hatinya.”

(Syarah Shohih Muslim)

Setan selalu membisikan pikiran buruk di hati insan..
Agar ia ragu kepada Allah, kepada Alqur’an, Rosul-Nya dan sebagainya..

Namun ketika hati menolaknya dan menganggapnya besar..
Itu adalah tanda kebeningan iman..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Selembut Hati Mukmin

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يدخل الجنة أقوام أفئدتُهم مثل أفئدة الطير

“Akan masuk surga beberapa kaum yang hatinya bagaikan hati burung..” (HR Muslim)

Burung selalu bertawakal kepada Allah..
Lihatlah, di pagi hari ia pergi dalam keadaan perutnya kosong..
Di sore hari ia pulang dalam keadaan perutnya penuh makanan..
Padahal ia tak memiliki ijazah atau pun pernah sekolah..
Ia hanya berusaha terbang ke sana kemari dan tak pernah malas..

Burung itu hatinya penuh rasa waspada..
Ia akan segera terbang bila ada yang mencurigakan..
Demikian pula hati mukmin selalu waspada..
Ia segera lari dari fitnah dan menjauhi kemaksiatan..

Hati burung itu lembut, selembut hati mukmin..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah