1235. Kapankah Wanita Sholat Zhuhur Di Hari Jum’at ?

1235. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ada dua pertanyaan:

1. Ada seorang teman wanita dia selalu sholat juma’tan dirumah hanya 2 rakaat. Apakah diperbolehkan ?

2. Kapankan wanita sholat zhuhur di hari Jum’at ? Apakah menunggu hingga pria selesai sholat Jum’at ?

Jawab:
Komisi Fatwa Al Lajnah Ad Daimah di Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya,
“Apa hukum menunaikan shalat jumat bagi wanita? Apakah ia melaksanakannya sebelum atau sesudah shalat para pria atau ia shalat bersama mereka (kaum pria)?”

Jawaban yang disampaikan oleh para ulama komisi fatwa Al Lajnah Ad Daimah,
“Wanita tidak wajib melaksanakan shalat Jum’at. Namun jika wanita melaksanakan shalat Jumat bersama imam shalat Jumat, shalatnya tetap dinilai sah. Jika ia shalat di rumahnya, maka ia kerjakan shalat Zhuhur empat rakaat. Ia boleh mulai mengerjakan shalat Zhuhur tadi setelah masuk waktu Zhuhur, yaitu setelah matahari tergelincir ke barat (waktu zawal). Dan sekali lagi dia tidak boleh laksanakan shalat jumat (di rumah) sebagaimana maksud keterangan sebelumnya.
Wa billahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

** [Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 8/212, no. 4147]
 
Kesimpulannya, seorang wanita boleh melaksanakan shalat Zhuhur saat hari Jumat di rumah mulai sejak masuk waktu Zhuhur, tidak mesti menunggu sampai para jamaah pria selesai menunaikan shalat Jumat.

Hal yang sama berlaku bagi orang yang udzur tidak bisa melaksanakan shalat Jumat seperti orang yang sakit.

والله أعلم بالصواب
Ref:

Kapan Wanita Mulai Shalat Zhuhur di Hari Jumat ?

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Nikmat Adalah Bentuk Ujian

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhii Ukhtii 

Masih ingatkah dengan kisa Nabi Sulaiman?

Seorang Nabi dan Raja yan gsangat hebat dan menakjubkan

Allah memberinya kerajaan yang tidak diberikan kepada siapapun sesudahnya

Ia memahami bahasa binatang

Bangsa jin tunduk bahkan menjadi bala tentaranya

Angin juga Allah tundukkan buatnya

Dan berbagai nikmat yang lainnya yang tak dapat dihitung lagi

Ketika ia mendengar ratu semut berbicara kepada rakyatnya, sebagaimana Allah ceritakan di dalam surah An Naml ayat 18, beliau tersenyum mendengarkan ucapannya dan langsung ingat kepada Allah sang Pencipta Yang Maha Kuasa, Yang telah memberinya nikmat tersebut seraya berdoa yang artinya

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Nikmat Allah begitu Besar dan tanpa pertolonganNya tidak mungkin ia dapat mensyukurinya.

Nabi sulaimana tidak lupa daratan dengan kehebatannya, Ia sama sekali tidak congkak dan sombong, bahkan ia merendahkan dirinya depan Allah.

Dan ketika ia meminta agar singgasana ratu balqis dihadirkan ke istananya, sebelum matanya berkedip, singgasana itu telah hadir

Dari jarak yang sangat jauh, Ribuan kilometer antara Yaman Yerusallem

Dia sadar, bahwa yang terjadi adalah karunia Allah

Dan nikmat itu adalah bentuk ujian dariNya

Tidak seperti sebagian yang memandang ujian hanya yang bentuknya musibah

Maka Nabi Sulaiman langsung berkata

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ]

“Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya) (An Naml 40).

Maka bila kau memperoleh nikmat, kesuksesan atau apa saja, sehingga kau merasa hebat

Ketahuilah bahwa dirimu sedang dalam ujian

Berapa banyak yang tidak lulus ketika diuji dengan kenikmatan dunia

Karena dunia membuatmu jauh dan lupa dari sang Pemberi

Semoga engkau bukan salah satunya

Beginilah Cara Menasehati Diri Kita Sendiri

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

قال الفضيل بن عياض –رحمه الله- يعاتب نفسه : يا مسكين! أنت مسيء، وترى أنك محسن، وأنت جاهل، وترى أنك عالم، وتبخل، وترى أنك كريم، وأحمق، وترى أنك عاقل، أجلك قصير، وأملك طويل. (سير أعلام النبلاء (8/ 440)

» Al-Fudhail bin ‘Iyadh (seorang ulama sunnah dari generasi atba’ut-tabi’in)  rahimahullah  pernah mencela dirinya sendiri (sebagai bentuk nasehat dan peringatan) seraya berkata: “Wahai orang yang malang,
* Engkau berbuat buruk sementara engkau memandang dirimu sebagai orang yang berbuat kebaikan.
* Engkau adalah orang yang bodoh sementara engkau justru menilai dirimu sebagai orang berilmu.
* Engkau kikir sementara itu engkau mengira dirimu orang yang pemurah.
* Engkau dungu sementara itu engkau melihat dirimu cerdas.

Ajalmu sangatlah pendek, sedangkan angan-anganmu sangatlah panjang.” (Lihat Siyaru A’laami An-Nubalaa’ karya imam Adz Dzahabi  VIII/440, dan Aina Nahnu min Akhlaaqi as-Salaf, karya syaikh Ahmad Farid, hal. 15).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari Ahad ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Adab Makan Yang Terabaikan

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

Salah satu adab makan adalah dilarang bernafas di dalam wadah dan juga dilarang meniup-niup saat minum.

Adab ini kadang tidak diperhatikan oleh kita karena ingin buru-buru segera menikmati minuman yang sedang panas. Padahal menunggu sebentar atau tanpa meniup-niup, itu lebih selamat bahkan lebih sehat. Karena perlu diketahui bahwa saat meniup-niup seperti itu, sejatinya yang keluar adalah udara yang tidak bersih.

Dengan alasan inilah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya.
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata (yang artinya),

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum. Seseorang berkata, “Bagaimana jika ada kotoran yang aku lihat di dalam wadah air itu?” Beliau bersabda, “Tumpahkan saja.” Ia berkata, “Aku tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari mulutmu.” (HR. Tirmidzi no. 1887)

Di atas disebutkan saat minum dilarang mengambil nafas dalam wadah. Yang dibolehkan adalah bernafas di luar wadah. Sedangkan meniup-niup saat minum -sebagaimana kata Ibnu Hajar- itu lebih parah dari sekedar bernafas di dalam wadah. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari berkata, (yang artinya) :
“Meniup-niup minuman dalam kondisi ini lebih parah dari sekedar bernafas di dalam wadah.”

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin mengatakan bahwa ketika seseorang meniup-niup, maka yang keluar adalah udara yang kotor. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang melakukan seperti itu.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengatakan bahwa jika ada yang tidak dapat minum dengan satu tarikan nafas, maka ia bisa minum lalu bernafas setelah itu di luar wadah, lalu minum kembali.

Semoga kita bisa mempraktekkan adab sederhana ini saat makan agar penuh berkah.

Ref:
http://rumaysho.com/amalan/meniup-niup-minuman-yang-panas-6930

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Di Do’akan Malaikat

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc, حفظه الله تعالى

Saudaraku yang budiman,
Adalah amalan khusus yang bisa dilakukan seorang hamba sehingga Malaikat mendoakannya,
Adakah saudara kita hari ini terbaring sakit, maka kunjungi dan jenguklah saudara kita, senangkan dan hibur hatinya serta doakan kesembuhan untuknya, maka ini adalah amalan mulia Dan bisa menjadi sebab Malaikat mendoakan kita.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib rodhiAlloohu anhu, Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)
 
Ustadz Kholid Syamhudi Lc

Sebarkan
Semoga bermanfaat
Jazaakumullah khairan

http://klikuk.com/siapa-saja-yang-didoakan-oleh-malaikat/

Ngelus Dada Melihatnya

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sobat! Mungkin anda pernah berkata: ngelus dada, melihatnya! Ucapan ini anda ucapkan ketika melihat orang lain yang sedang menderita dan penderitaannya begitu besar untuk anda bayangkan. Bukankah demikian?

Suatu saat saya mendengarkan seseorang bercerita tentang seorang ahli ibadah, namun hidup dalam kemiskinan yang sangat. Orang yang bercerita seakan tidak kuasa untuk sekedar untuk menceritakan kisah orang tersebut secara terperinci. Dan akhirnya ia berkata: setiap mengingat kondisi orang tersebut, saya hanya bisa mengelus dada! Ibadahnya tekun, ngajinya pinter, namun hidupnya sangat miskin.

Cerita yang terdengar pilu dan bahkan seakan menyayat hati setiap insan yang mendengarnya. Namun demikian, suatu saat saya termenung memikirkan kisah tersebut. Mengapa kita begitu tersentuh dan iba sehingga mengelus dada, karena menyaksikan orang sholeh namun miskin?

Akan tetapi, di saat lain, sikap tersebut benar benar sirna. Kita terkagum kagum melihat orang yang tampan atau cantik rupawan, dan kaya raya, namun bergelimang dalam kekufuran atau kemaksiatan?

Bukankah, derita yang menanti pelaku dosa dan kekufuran lebih besar dibanding derita yang dipikul oleh orang miskin?

Seberat apapun derita orang sholeh, maka itu hanya sesaat! Tidak lama lagi akan berganti dengan kenikmatan yang tiada tara dan tiada kira. Seberat apapun deritanya di dunia, maka sekejap terlupakan sejak ia menginjakkan kakinya di pintu surga .

Namun sebahagia apapun orang kaya, cantik jelita dan tampan rupawan, namun fasik atau bahkan kafir maka itu hanya sesaat dan segera berganti dengan siksa neraka. Semua kenikmatan yang pernah mereka dapatkan di dunia pasti terlupakan sejak pertama kali merasakan sengatan siksa di neraka. Demikianlah dikisahkan dalam hadits riwayat Imam Muslim.

Mungkinkah sikap kita ini mencerminkan betapa lemahnya kadar iman kita yang masih silau dengan gemerlap kemewahan dunia dan minder atau malu dengan kebahagiaan jiwa orang beriman di dunia hingga di akhirat?

1234. Bila Haji Ke Madinah Dahulu, Di Mana Miqot-nya ?

1234. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ada teman akan naik haji tahun ini, di kloter awal, infonya pesawat turun jeddah, kemudian naik bis ke madinah, yang jadi pertanyaan, untuk ihram umrohnya bagaimana, apakah saat di pesawat di Ya’ lamlam, atau nanti saat dari madinah akan ke mekkah di Bir Ali ?

Jawab:
Ustadz Irfan Helmi, Lc, حفظه الله تعالى

Saat dari Madinah (Bir Ali). Karena ihrom diwajibkan ketika niat ihrom ke Baitullah, Mekkah.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Komentar Ibnu Katsir Rahimahullah Tentang Khowarij

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Komentar Ibnu Katsir -rohimahulloh- tentang KHOWARIJ, seakan sedang mengomentari kekejaman ISIS di zaman ini.

========

“Karena jika mereka (Kaum Khowarij) menjadi kuat, tentu mereka akan merusak bumi seluruhnya, baik Bumi Irak maupun Bumi Syam.

Mereka tidak akan menyisakan anak laki-laki maupun anak perempuan, mereka tidak akan menyisakan seorang pria maupun wanita.

Karena menurut mereka, SEMUA orang telah rusak sangat parah, hingga tidak ada yang bisa memperbaiki keadaan mereka kecuali penumpasan secara total.”

[Kitab: Al-Bidayah wan Nihayah 10/584-585].

————

Semoga Allah menyelamatkan kita dan kaum muslimin semuanya dari cobaan ini, amin.

Nasehat Yang Keluar Dari Hati, Akan Lebih Mudah Masuk Ke Dalam Hati

Ustadz Armen Halim Naro, Lc, Rahimahullahu Ta’ala

Bagaimana berbakti kepada orang tua yang jauh dari kita ? Bagaimana sikap kita kepada orang tua yang mengajarkan kebid’ahan kepada anak-anak kita ?

Mana yang lebih utama bagi seorang istri, berbakti kepada ibu kandung atau kepada ibu mertua ?
Bagaimana trik supaya disayang suami dan disayang mertua ?

Bagaimana berbakti kepada ibu mertua ? Bagaimana sikap terbaik tatkala melihat mertua berbuat kemaksiatan ?

Simak nasehat dan jawaban ust ARMEN HALIM NARO seputar bakti anak kepada orang tua yang begitu menggetarkan hati !

Klik :
http://m.salamdakwah.com/videos/60.html#/videos-detail/kutitip-surat-ini-untukmu—soal-jawab.html

Bawalah Hartamu Hingga Ke Akheratmu

Ustadz Abu Zubair Als Hawary, Lc, حفظه الله تعالى

Betapa banyak manusia yang terperdaya. Setiap waktu ia bergelut dengan dunia. Menumpuknya dan sedikit beramal kebaikan dengannya. Ia hanya berbangga dengan banyaknya harta. Ia lupa, bahwa kehidupan dunia hanya sementara.

Tiba-tiba ajal menjemputnya.
* Tumpukan batang emasnya,
* Kemegahan bangunan rumahnya,
* Kemewahan mobil pribadinya,
* Luasnya hamparan sawah ladangnya,
* Kecantikan paras istrinya, satupun tak ada yang berguna baginya. Hanya kain kafan yang membalut tubuhnya, itulah yang ia bawa.

Saudaraku ..

Miliki harta dengan sebenarnya. Bawa ia hingga akherat Anda. Jadikan ia tetap bermanfaat dan berguna bagi Anda meski Anda telah meninggal dunia.

Bagaimana caranya ?

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha,
“Bahwasanya para sahabat menyembelih seekor domba lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Adakah sisa darinya?’

Aisyah berkata, ‘Tidaklah tersisa kecuali hanya pundaknya saja,’ beliau bersabda, ‘Tersisa semuanya kecuali pundaknya’.”
(HR. Muslim).

“…Lihatlah bagaimana Rosulullah shollallahu alaihi wasallam menanamkan kepada keluarganya, menjelaskan bahwasanya dari dunia ini yang benar-benar MILIK KITA yaitu adalah yang sudah kita KORBANKAN, kita SERAHKAN, kita NIATKAN UNTUK ALLAH azza wa jalla.

Yang lainnya akan Anda tinggalkan ketika Anda mati, Anda diantar ke kuburan.

Kalaupun ada mobil mengantar anda ke kuburan, sampai di tepi kuburan saja. Setelah itu Anda ditanam, kemudian mereka pulang. ISTRI Anda menikah dengan yang lain, HARTA Anda dibagi-bagi, TEMPAT TIDUR Anda sudah ditempati oleh LAKI-LAKI LAIN. Sudah. Habis…” Ust Abu Zubair Al Hawary, Lc menjelaskan.

Klik
http://salamdakwah.com/videos-detail/menanti-ajal.html

Menebar Cahaya Sunnah