Semarakkan Dunia Dengan Pernikahan

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Menikah adalah ibadah yang mulia.  Seorang yang menikah kemudian tersibukkan dengan urusan rumah tangganya dari ibadah sunnah itu LEBIH BAIK daripada seseorang yang TIDAK MENIKAH hanya untuk menyibukkan diri dengan ibadah sholat malam dan puasa sunnah.

Lihatlah sikap Nabi Musa yang rela untuk bekerja selama 10 tahun sebagai penggembala dalam rangka membayar mahar pernikahannya. Apabila pernikahan itu bukan ibadah yang mulia, tentulah tidak pantas seorang manusia mulia seperti nabi musa bersusah payah melakukannya.

Kalau saja kebaikan pernikahan HANYA untuk menghasilkan SEORANG ANAK yang mengucapkan syahadat dan mendirikan sholat, maka itu sudah CUKUP menunjukkan kemuliaan dari pernikahan.

Kalau saja kebaikan pernikahan hanya untuk membuat NABI BAHAGIA diakherat kelak dengan banyaknya umat beliau, maka itu sudah CUKUP untuk menunjukkan keutamaan dari pernikahan.

Kalau saja kebaikan pernikahan hanya untuk membantu seseorang dan pasangannya dalam MENUNDUKKAN pandangan, maka itu sudah cukup untuk menunjukkan keutamaan dari pernikahan.

Lantas bagaimana jika keutamaan dari pernikahan itu sangatlah banyak? Tentu menikah adalah amalan ibadah yg sangat mulia dan utama.

Simak penjelasan Ust Firanda Andirja ,MA

klik
http://salamdakwah.com/videos-detail/taaruf-yang-nyunnah.html

Keutamaan Membaca “Subhanallah Wabihamdih” 100x Sehari

Ustadz M. Wasitho, حفظه الله تعالى

Tanya:
Assalamu’alaikum. Ustadz, Apakah benar barangsiapa membaca Subhaanallaahi wabihamdihi 100 kali setiap hari,maka dosanya di ampuni walaupun sebanyak buih di laut?

Jawab:
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillah. Iya, benar. Keutamaan membaca tasbih 100 kali setiap hari sebagaimana disebutkan dlm pertanyaan diatas. Hal ini berdasarkan hadits-hadits shohih berikut ini:

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang mengucapkan: SUBHANALLAHI WABIHAMDIH (Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) sehari 100 (seratus) kali, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni (Allah) walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Imam Al-Bukhari no. 5926 dan Muslim no. 2691).

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

Artinya: “Barang siapa yang ketika pagi dan sore membaca: SUBHANALLAHI WABIHAMDIH
(Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya)
sebanyak 100 (seratus) kali, maka pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang akan mendatangkan amalan yang lebih utama daripada apa yang dia
datangkan. Kecuali orang yang juga mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.”
(HR. Muslim no. 2692).

(*) CATATAN:
** Yang patut kita ketahui, bahwa keutamaan membaca tasbih tersebut hanya diperoleh bagi setiap muslim dan muslimah yang meninggal dunia dalam
keadaan mentauhidkan Allah. Yakni hanya beribadah kepada Allah dan tidak pernah berbuat syirik dan kufur kepada-Nya sedikit pun semasa hidupnya di dunia.

Dan kalaupun ia pernah berbuat syirik dan kufur kepada Allah, hanya saja ia telah bertaubat darinya dengan taubat nasuha sebelum ia meninggal dunia.

** Para ulama Ahlus Sunnah juga menjelaskan bahwa yang dihapus n diampuni oleh Allah dengan sebab bacaan tasbih maupun amal sholih lainnya hanyalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka tidaklah dihapus n diampuni oleh Allah dengan kecuali dengan taubat nasuha.

Wallahu a’lam bish-showab. wabillahi at-taufiq.

Semakin Rendah Semakin Tinggi

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
Semakin seorang hamba tunduk, hina, dan butuh kepada Allah maka ia semakin dekat kepadaNya dan semakin tinggi kedudukannya di sisiNya.

Maka orang yang paling berbahagia adalah orang yang paling tinggi peribadatannya kepada Allah.

Adapun terhadap makhluk (orang lain) maka sebagaimana yang dikatakan:
** Butuhlah kepada siapa saja yang kau kehendaki maka jadilah engkau tawanannya
** Cukupkanlah dirimu dari siapa saja yang kau kehendaki maka engkau semisal dengannya
** Berbuat baiklah kepada siapa saja yang kau kehendaki maka engkau akan menjadi pemimpinnya.

Maka seorang hamba sangat tinggi kedudukannya dan sangat dihormati oleh msyarakat jika ia sama sekali tidak butuh kepada mereka.

Jika engkau berbuat baik kepada mereka sedangkan engkau tidak butuh kepada mereka maka engkau sangat mulia dan dihormati oleh mereka.

Kapan saja engkau butuh kepada mereka -meskipun hanya seteguk air- maka berkuranglah kedudukanmu seiring dengan kadar kebutuhanmu kepada mereka.

Karenanya tatkala Hatim Al-Ashom ditanya : “Bagaimanakah selamat dari manusia?”, ia berkata, “Engkau memberikan kebaikan kepada mereka, dan engkau tidak mengharap sesuatupun Dari mereka.”
(Majmu al-fataawaa 1/39)

Mengejar Hati Yang Bahagia

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Kegelisahan, kesedihan, sulitnya hati khusyu’, galau, sesaknya dada… Semua itu bisa hilang dengan berbuat baik pada orang lain.

Seseorang pernah mengeluh kepada Nabi tentang kerasnya hatinya, maka Nabi berkata : “Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan kepada si miskin.”

Hati yang prihatin terhadap orang lain maka akan diperhatikan oleh Allah dan dilapangkan. Hati yang turut merasakan kesulitan saudaranya, akan luluh dari kesombongan dan kenikmatan dunia yang menipu..

Janganlah pernah meremehkan sikap berbuat baik kepada orang lain…bahkan sebuah senyuman kepada saudaramu semoga merupakan sebab yang akan membahagiakan hatimu.

Orang yang prihatin terhadap orang lain sesungguhnya telah prihatin terhadap hatinya sendiri… Orang yang berbuat baik pada orang lain sesungguhnya dialah yang lebih dahulu meraih kebaikan itu sendiri.

Nabi bersabda :  “Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”…… “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah rasa senang yang kau masukan ke hati seorang muslim.”

Kunjungilah orang sakit…bantulah faqir miskin… Senangkanlah hati anak yatim…

Ibnu Taimiyyah berkata : Barangsiapa yg ingin sampai derajat al-abroor (sholihin) maka hendaknya setiap hari ia berniat untuk memberi kemanfaatan kepada manusia” (Al-Iman Al-Awshoth).

JIHAD Pun, NIATNYA Harus Benar!!

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

Orang yang perang untuk membela negaranya, apakah dia perang di jalan Allah, atau tidak?

Kita katakan: Jika kamu berperang untuk negaramu, karena dia negara islam, dan kamu ingin melindunginya karena dia negara islam, maka ini perang di jalan Allah, karena kamu berperang agar kalimat Allah tinggi.

Adapun jika kamu berperang untuk negara saja, maka ini bukan perang di jalan Allah.

Beliau juga mengatakan:

Adapun perang mempertahankan (suatu daerah), dengan niat NASIONALISME, atau niat SUKUISME, maka ini bisa terjadi dari orang mukmin dan orang kafir, tidak akan bermanfaat bagi pelakunya pada hari kiamat, dan bila dia terbunuh saat melawan dengan niat ini; dia BUKAN seorang yang mati syahid.

Beliau mengatakan lagi:

Maka hendaklah para PENUNTUT ILMU menjelaskan kepada manusia, bahwa perang untuk Negara bukanlah perang yang benar, tapi harusnya dia perang agar kalimat Allah tinggi, atau aku perang untuk negaraku karena negaraku adalah Negara Islam, maka aku melindunginya dari musuh-musuhnya dan dari musuh-musuh islam, maka dengan niat ini, niatnya menjadi shahih.

[Kitab: Syarah Riyadhus Sholihin 1/34, 312].

 

1151. Menghindarkan Diri Dari Gangguan Jin

1151. BBG Al Ilmu – 461

Tanya:
Mau tanya mengenai kerasukan jin atau di ganggu jin. Bagaimana ciri-ciri orang kerasukan jin ? Dan bagaimana menjaga diri dari gangguan tersebut ?

Jawab:
Ustadz Rochmad Supriyadi, حفظه الله تعالى

Tanda kerasukan jin saya tidak tahu.karena jin tidak terlihat, dan dari sana kita tidak boleh su`udhon / buruk sangka kepada orang lain.

Jika untuk menjaga diri baik untuk kita pribadi dan yg lain maka rutin baca doa pagi dan petang, banyak baca Al Quran, terutama surat Al Baqarah, insya Allah akan di berikan perlindungan dari Allah Ta`ala.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Larangan Menampilkan Foto-Foto Korban Kezaliman Kafir

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

Syaikh Shalih Fauzan memfatwakan larangan menampilkan foto-foto korban kezaliman kafir.

“Perkara ini tidak lazim. Tidak boleh menunjukkan foto-foto korban luka. Akan tetapi seharusnya umat Muslim diberitahu untuk memberi sumbangan pada saudara-saudaranya. Dan mereka diberi informasi bahwa saudara-saudaranya berada dalam keadaan yang buruk. Dan bahwa hal-hal buruk terjadi dari perbuatan Yahudi tanpa harus menunjukkan pada mereka foto dan gambar korban luka. Karena hal ini melibatkan penggunaan pembuatan gambar.

Dan ini juga melibatkan memikul beban yang Allah tidak perintahkan dengannya. Dan ini juga melemahkan kekuatan umat Muslim. Karena saat kau menunjukkan pada orang-orang gambar umat Muslim yang telah dipotong-potong (mutilasi) atau dengan bagian tubuh mereka terpotong. Ini membuat takut Umat Muslim dan membuat mereka takut akan perbuatan musuh-musuh.

Dan yang wajib adalah bagi muslim untuk tidak menunjukkan kelemahan. Dan mereka tidak menunjukkan tragedi/musibah-musibah. Dan mereka tidak menunjukkan hal-hal ini.

Seharusnya mereka menutupi hal-hal ini. Sehingga tidak melemahkan kekuatan umat Muslimun.”
(Syaikh Shalih Al-Fauzan)

From the lecture: “At-Tawheed, the Key to Happiness in This Life and the Hereafter”, by Ash-Shaikh Saalih Al-Fawzaan, as conveyed in the book “Al-Ijaabaaat ul-Muhimmah feel-Mashaakil il-Mulimmah”

Ref:
Showing the Wounds of the Muslims in Palestine and Other Places by Shaykh Saalih al Fawzaan:
http://www.salafitalk.net/st/viewmes…m=6&Topic=5825
————–

Tanda Orang Bodoh

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Abu Darda radliyallahu ‘anhu berkata :

علامة الجاهل ثلاث: العجب، وكثرة المنطق فيما لا يعنيه، وأن ينهى عن شيء ويأتيه.

“Tanda orang bodoh itu tiga:
* bangga diri..
* banyak berbicara yang tidak bermanfaat..
* melarang dari sesuatu tapi ia malah melakukannya..

(mawaidz shohabah)

1161. Medical Check-Up Namun Dokter Lawan Jenis

1161. BBG Al Ilmu

Tanya:
Jika saat medical check up (CPNS/POLRI/TNI) kita di haruskan membuka aurat untuk di ceck, padahal dokternya lain mahram itu hukumnya bagaimana ditambah pelaksanaannya saat bulan Ramadan.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Perkara itu jikalau sangat di butuhkan, dan dirasa darurat maka paling tidak berusaha untuk meminta dokter yang sama sejenis, hingga dosa dapat di minimalisir.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1160. Witir Bersama Imam Di Masjid Atau Sendiri Di Rumah ?

1160. BBG Al Ilmu

Tanya:
Mana yang lebih afdhal jika kita ikut witir berjamaah setelah Taraweh, atau kita laksanakan witir stelah Tahajjud disepertiga malam jelang shubuh baik sendiri di Rumah atau berjamaah di Masjid.

Jawab:
Ustadz Rochmad Supriyadi, حفظه الله تعالى

Paling utama adalah mengerjakan sholat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai witir, sebagai mana sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai maka di tulis kan bagi nya pahala semalam suntuk.”

Maka dengan ini hendaknya ia melakukan jama’ah bersama imam hingga selesai, dan jikalau hendak melakukan sholat malam di sepertiga malam di boleh kan, dengan catatan tidak menggulang witir, karena witir hanya di lakukan dalam satu malam sekali saja.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Menebar Cahaya Sunnah