Panas Matahari

@sahabatilmu

Apakah hari-hari ini kita merasakan terik Matahari menyinari bumi…?

Ketahuilah…

Sengatan panas tersebut tidaklah seberapa dibanding kelak di padang Mahsyar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan terhadap manusia hingga jaraknya tinggal seukuran satu mil.

Sulaim bin ‘Amir (perawi hadits) berkata,

فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ، أَمَسَافَةَ الْأَرْضِ أَمِ الْمِيلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ

“Demi Allah, Aku tidak mengetahui maksud satu mil tersebut, apakah mil ukuran perjalanan di dunia ataukah mil yang digunakan sebagai alat celak mata?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya,

فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا

“Sehingga manusia terbenam dalam keringatnya sesuai kadar amalnya.

Di antara mereka ada yang terbenam sampai kedua mata kaki.

Ada yang hingga kedua betis.

Ada pula yang mencapai pinggang.

Ada juga yang keringatnya benar-benar menyiksa baginya…”

وَأَشَارَ رَسُولُ اللهِ بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi isyarat dengan tangannya ke mulut beliau…” (HR. Muslim: 2864)

Demikian dahsyat keadaan di padang mahsyar, yang setiap kita pasti akan singgah di sana.

Maka bersabarlah kita menahan diri dari berbuat dosa dan maksiat, melebihi sabarnya kita hari ini dari panasnya matahari.

View

Doa Di Saat Sedih Dan Galau

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Dari Ibnu Abbas ~rodhiyallohu ‘anhuma~ bahwasanya  Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ berdoa ketika beliau merasakan kesedihan yang  mendalam :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ‪‬‪‬‪‬ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ‪‬‪‬‪‬ اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ، وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ‪‬‪‬‪‬ الْكَرِيم‪‬

Laa ilaaha illalloohu ‘azhiimul haliim, Laa ilaaha illalloohu robbul ‘arsyil ‘azhiim, Laa ilaaha illalloohu robbus samawaati wa robbul ardhi, wa robbul ‘arsyil kariim..

“Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali اللّـﮧ, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali اللّـﮧ , Robb ( Pemilik ) ‘Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali اللّـﮧ , Robb langit dan bumi, serta Robb Pemilik ‘Arsy yang mulia.”

[HSR. Al Bukhori dalam Shohiehnya no. 6346 dan Muslim dalam Shohiehnya no. 7097]
بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُمْ
Semoga bermanfaat

“..Hari ini kesedihan didapatkan,
mungkin esok kebahagiaan dalam genggaman..”

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

View

Intermezzo: Ora Sido Jumatan

Intermezzo…

(Dalam bahasa Jawa, yang kurang paham tanya yang paham yaa…)

“Gak Jumatan, Nak?”

“Mboten Buk!”

“Kenopo ga Jumatan?”

“Anu Buk soale kulo beto HP.”

“Lho! Kenopo yen gowo HP kok ora Jumatan?”

“Niku takmir mejid wau sanjang pas bade sholat ‘sing gowo HP dipateni wae.’
Ketimbang kulo dipateni jamaah sak mejid, luwih becik kulo wangsul mawon…”

Dari FB Ust. Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Apa Yang Kamu Tinggalkan Untuk Anak-Anakmu ?

Ust. Abu Shaleh Fauzan, حفظه الله تعالى
Pada saat hari pembaiatan khalifah Al Mansur Rahimahullah, masuklah “Muqatil bin Sulaiman” rahimahullah.

Kemudian sang khalifah pun berkata kepadanya: “Berilah saya nasehat wahai Muqatil..”

Beliaupun menjawab: “Saya beri nasehat dengan yang pernah saya lihat ataukah yang saya dengar..!!

Khalifah: “dengan yang engkau lihat..”

Muqatil: “Wahai amirul mukminin..!! Umar bin Abdil aziz (khalifah yg terdahulu) memiliki 11 orang anak. Beliau meninggalkan warisan hanya 18 dinar, 5 dinar untuk membeli kafan dan 4 dinar utk membeli pekuburan beliau, sisanya 9 dinar dibagikan kepada 11 anaknya. Dan Hisyam bin abdul malik (khalifah setelahnya) punya 11 orang anak juga, dan jatah warisan tiap anaknya 1 juta dinar.

Demi Allah wahai amirul mukminin..

Sungguh saya telah menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri disuatu hari salah seorang anak umar bin Abdul Azis bersedekah 100 kuda perang untuk jihad fii sabilillah, dan salah seorang anak hisyam bin abdul malik, sedang mengemis didalam pasar..

Beliau melanjutkan nasehatnya,

“Orang-orang pernah bertanya kepada umar bin abdul azis (sebelum wafatnya) “apa yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?!” (Karena umar terkenal dengan sedekahnya yang luar biasa)

Maka beliau (umar bin abdul azis) pun menjawab: “Saya meninggalkan untuk mereka ketakwaan kepada Allah, Jika mereka adalah orang-orang yang sholeh, maka sesungguhnya Allah adalah wali (pelindung) bagi orang-orang yang sholeh. Jika mereka bukan orang yang sholeh, maka tidak akan saya tinggalkan sedikitpun yang membantu mereka bermaksiat kepada Allah..”

Renungkanlah..!!
Berapa banyak orang yang sibuk, bekerja keras, bersusah payah didunia ini hanya demi menjamin kehidupan anaknya dimasa depan..

Mereka mengira, dengan uang atau harta yang ada setelah kematiannya adalah jaminan kehidupan bagi anak ketirunannya. Namun mereka lupa akan jaminan yang agung dan hakiki yang telah dijanjikan sang pencipta dalam kitab Nya..

( وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ) …

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan keturunan yang lemah sepeninggal mereka, MAKA bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar..”

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Menjaga Rahasia

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Untuk merahasiakan suatu perbuatan baik terkadang lebih sulit dari pada membeberkan perbuatan buruk diri ini kepada manusia..

Walaupun dua hal tersebut diatas adalah perbuatan yang tidak terpuji..

Namun efek yang pertama lebih merugikan, karena akan menghilangkan keikhlasan, dan membuat amal kita menjadi debu yang beterbangan..
Maka wahai saudaraku, “rahasiakan kebaikanmu sebagaimana engkau rahasiakan aibmu.. ini sulit.. tapi cobalah engkau usahakan.. semua hal yang rahasia seharusnya engkau tutup rapat..

Berkata Umar ibn Khottob :
“Siapa yang menyembunyikan rahasianya, maka kebaikan akan selalu berada di tangannya.”

Semoga bibir kita tidak menjadi ember bocor.. aminn

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

View

Keagungan Rahmat Allah ‘Azza Wa Jalla

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku, mari renungi sejenak sabda Nabi kita yang mulia ini..moga اللّـﮧ memberikan faedahnya untuk kita..

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ  لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ. قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لاَ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَلاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَزْدَادَ خَيْرًا ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ

Dari Abu Huroiroh  ~rodhiyallohu ‘anhu~ beliau berkata : “Aku mendengar Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : ‘Amal seseorang sekali-kali tidak akan memasukannya ke dalam Surga” Para sahabat bertanya : ““Tidak juga dengan dirimu, wahai Rosululloh?” Beliau menjawab : “Demikian pula halnya dengan diriku kecuali اللّـﮧ melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku. Oleh karena itu maka berlaku lurus dan dekatkanlah dirimu kepada kebenaran. Dan janganlah salah seorang di antara kamu benar-benar menginginkan kematian. Jika ia termasuk orang yang baik maka ia bisa menambah kebaikan. Dan jika ia orang yang berdosa maka ia bisa bertaubat darinya ”

[HSR. Bukhori ~rohimahulloh~dalam shohiehnya no. 5673]

Semoga bermanfaat

Ya اللّـﮧ ampunilah kami, rahmatilah kami, maafkan kami dan ridhoilah kami,

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

View

Ibadah Bukan Beban, Justru Kebutuhan Dan Kenikmatan

Ust. Djazuli, حفظه الله تعالى

Saudaraku!

Allah yang kita sembah adalah yang Maha sempurna, Maha Penyayang lagi Maha Lembut..

Lantas, apa efek realita tersebut terhadap ibadah kita?

Efeknya sangat jelas, bahwa sekecil apapun amal ibadah yang kita lakukan adalah bentuk kebutuhan manusia kepada Rabbnya..

Logikanya jelas, Allah itu Maha sempurna, lantas mengapa Ia menyuruh kita beribadah kepada-Nya?

Pesan dan jawabannya jelas, karena kalian semua butuh Aku( Allah) yg akan membahagiakan mu dunia akhirat

Ibadah bukan sekedar seremonial, atau transaksi jual beli (saya beramal, maka Allah memberi pahala) atau wujud ketabahan dalam menjalani ujian..apalagi adanya anggapan bahwa ibadah itu beban (yang mengekang kebebasan sebebas binatang)

Semua pemahaman itu hanya bercokol dihati yang sama sekali tidak mengenal Allah kecuali sekedarnya saja..

Simak statement ibnul Qoyyim berikut, “Jika anda benar-benar mengenal Allah dengan baik dan benar, justru ibadah itu penyejuk mata manusia, puncak kelezatan dan kedamaian hati serta kenikmatan tersendiri yang tiada duanya.”

So, sobat!

Semakin kita merasa butuh kepada ibadah (ikhlas dan mencontoh Rasul), maka semangat ibadah akan mengalir ke seluruh tubuh secara dahsyat dan kedamaian serta kebahagiaan merasul ke bagian hati yang paling dalam secara berangsur namun pasti tanpa harus mengeluarkan biaya mahal dan energi dengan percuma..

Semoga Allah memberi hidayah & taufik kepada kita semua!

View

Gapailah Kemanfaatan

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

Sudah jelas Allah menjadikan kebahagiaan manusia terletak pada semangatnya untuk meraih perkara yang bermanfaat bagi dirinya, baik untuk kehidupan dunia maupun akhiratnya. Untuk mewujudkan semangat tersebut adalah dengan cara mengerahkan segenap kesungguhan dan mencurahkan segenap kemampuannya.

Apabila seseorang yang sangat bersemangat menggeluti perkara yang bermanfaat baginya maka semangatnya itu layak untuk dipuji. Seluruh potensi kesempurnaan diri akan terwujud dengan tergabungnya kedua perkara ini: ia memiliki semangat yang menyala-nyala dan semangatnya itu dicurahkan kepada sesuatu yang bermanfaat baginya…”

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ رواه مسلم.

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan.
Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah.

Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata,
“Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.”

Akan tetapi katakanlah,
“Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.” Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan.”
(HR. Muslim [2664] lihat Syarh Nawawi, jilid 8 hal. 260).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Amal Shalih

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, washolatu wassalamu ala rosulillah, wa ba’du,

** Allah Ta’ala telah menyempurnakan nikmat dan karunia-Nya kepada kita, dan karunia terbesar adalah bimbingan agama islam yang membawa banyak maslahat yang memerintahkan berbagai makarim al-akhlak, serta mencegah aneka mafsadah dan keburukan.

Sesunggungnya manusia bermartabat lantaran akhlak dan agama, sehingga dirasa penting untuk melakukan pembinaan jiwa dan akhlak. Jiwa manusia senantiasa mengajak pada keburukan, maka jiwa yang mulia adalah jiwa yang mampu mengekang nafsunya dari ajakan keburukan, senantiasa melakukan murokobah dan pengawasan, sehingga ia tidak lalai dari bertakwa kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman, “Barang siapa beramal salih maka maka amal tersebut akan kembali pada dirinya, dan barang siapa beramal keji, maka ia akan merasakan balasannya, sesungguhnya Robb-mu tidaklah berbuat aniaya kepada hamba-Nya.” (QS Fushilat 46).

** Berkata Abu Sulaiman Ad-Da’rony, “Barang siapa yang berusaha berbuat baik, maka ia akan diberikan kebaikan, dan barang siapa berusaha berbuat keburukan, maka ia akan ditimpa suatu keburukan, dan barang siapa berbuat kebajikan dimalam harinya maka akan diberikan penjagaan disiang harinya, dan barang siapa berbuat kebajikan disiang harinya maka ia akan diberikan penjagaan dimalam harinya.”

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Sabar

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan berbuat sabar dan mengerjakan sholat, sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar”. QS Al-Baqoroh 153.

Berkata imam Ibnu Katsir rahimahullah, “Tatkala Allah Ta’ala selesai menyebutkan keadaan syukur pada ayat sebelumnya, maka dalam ayat ini disebutkan tentang perbuatan sabar, dan agar meminta pertolongan kepada Allah dengan perbuatan sabar dan mendirikan sholat, karena seorang hamba hanya memiliki dua pilihan, mendapat karunia dan nikmat hingga ia bersyukur, dan mendapat musibah dan petaka maka ia besabar.

Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mengherankan perkara seorang mukmin, tidaklah Allah memberikan putusan takdir kecuali semua baik untuknya, jika ia mendapat nikmat dan bersyukur, maka itu baik untuk dirinya, dan jika ia ditimpa petaka dan bersabar maka itu baik untuknya.”

Didalam ayat ini diterangkan bahwa usaha yang terbaik untuk meminta pertolongan kepada Allah adalah bersabar dan mendirikan sholat. Dan didalam sunnah diterangkan bahwa Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam apabila dirundung suatu permasalahan maka beliau mendirikan sholat.

Sabar ada dua jenis:
1. Sabar dalam meninggalkan perkara haram dan dosa, dan

2. Sabar dalam menjalankan ketaatan, dan yang kedua adalah paling banyak mendatangkan pahala, karena itu yang dimaksud (ibadah).  

Berkata Abdurrahman ibnu zaid ibnu Aslam, “Sabar memiliki dua pintu, yaitu:

** sabar kepada Allah terhadap apa-apa yang Allah cintai, walau itu terasa berat pada jiwa dan badan, dan

** sabar kepada Allah dari sesuatu yang Allah benci, walau itu merupakan keinginan nafsu dan hawa.

Maka barang siapa yang keadaan nya demikian sungguh ia tergolong orang yang sabar yang akan mendapat keselamatan insya Allah.”

Berkata Said ibnu Jubair,” Sabar adalah pengakuan seorang hamba kepada Allah atas apa yang menimpa dirinya, dan ia hanya mencari dan berharap pahala disisi Allah, dan terkadang seseorang menggerutu padahal ia memandang bahwa tiada jalan kecuali dengan sabar”.
Tafsir Al-Qur’anul Adhim 2/127

View

Menebar Cahaya Sunnah