Islam Anti Politik, Benarkah ? (Klarifikasi)

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Akhir-akhir ini dengan sengaja saya sering mengangkat masalah-masalah yang berbau politik, dan black campaign (kampanye hitam) terhadap salah seorang capres di halaman facebook saya.

Beragam komentar dan sikap yang bermunculan melihat dan membaca status status saya. Ada yang berhusnuzzan, ada yang menerima dan ada pula yang bersuuzzon dan bahkan memaki. Banyak pengunjung halaman saya yang mendesak agar saya membuat klarifikasi, ada pula yang melontarkan sanggahan, dan ada pula yang beranggapan bahwa halaman saya telah dihack oleh dedemit maya.

Berbagai sikap dan tanggapan itu saya anggap wajar, karena itu adalah bagian dari dinamika kehidupan dunia, pro dan kontra. Dahulu sebagian orang bijak berpetuah:
رضا الناس غاية لا تدرك

“Kepuasan semua orang adalah satu cita-cita yang mustahil dapat anda gapai.”

Sengaja saya memilih untuk diam, dan menunggu waktu yang tepat untuk memberi klarifikasi dan penjelasan masalah ini, dengan mempertimbangkan beberapa alasan berikut:

1. Kebanyakan orang terbiasa untuk menolak atau mengkritisi atau paling kurang mewaspadai hal-hal baru, walau pada akhirnya terbukti bahwa hal tersebut benar dan baik. Dengan menunda, saya bertujuan meminimalisasi debat kusir dengan orang-orang yang kurang berkompeten, atau orang-orang yang asal berkomentar tanpa pikir panjang. Saya juga bertujuan agar sebagian dari saudara saya yang pro atau kontra kembali mempelajari masalah ini lebih mendalam, dengan demikian semakin banyak dari saudara kita yang memahami masalah ini secara komprehensif.

وكم من عائب قولا صحيحا …….. وآفاته الفهم السقيم

“Betapa banyak orang yang mencela satu ucapan yang benar dan terbukti latar belakangnya adalah kesalah pahamannya sendiri.”

2. Memberi ruang kepada berbagai pihak yang pro dan kontra untuk saling berdiskusi, sehingga nuansa keilmuan menggeliat.

3. Adanya satu kondisi beragama yang kurang sehat yang menyelimuti sebagian kita. Secara perlahan namun pasti, kondisi ini telah melahirkan sikap kultus kepada sebagian figur. Sehingga sebagian kita terbelenggu dengan beberapa ungkapan ceroboh sebagian figur, tanpa ada kesiapan untuk mengkaji ulang apalagi menerima perbedaan.

Dengan menunda klarifikasi, saya ingin memberi ruang kepada saudara saudara kita yang terlanjur terbelenggu dengan kultus untuk sedikit berpikir dan menerima kenyataan bahwa setiap manusia, sampaipun seorang ustadz senior juga dapat salah atau paling kurang salah paham demikian juga halnya dengan selain mereka .

Terlebih kita semua telah mengetahui bahwa dalam masalah ini para ulama’ telah berfatwa, dan pada kenyataannya terjadi perbedaan pendapat. Masing-masing ulama’ dalam fatwanya mengutarakan dalil dan alasannya. Dan sudah barang tentu setiap ulama’ berusaha menyuguhkan fatwanya semaksimal mungkin agar nampak sisi kekuatan fatwanya.

Namun demikian, di tengah-tengah kita bermunculan sikap-sikap yang beraneka ragam dalam menyikapi perbedaan ini, seakan masalah ini adalah masalah yang disepakati.
Dahulu Qatadah As Sadusi berkata:

مَن لم يعرف الاختلاف لم يشم رائحة الفقه بأنفه

“Orang yang belum kuasa memahami perselisihan pendapat, maka itu indikasi bahwa ia belum mampu mencium aroma ilmu fiqih.”

4. Melatih diri sendiri untuk dapat lebih bijak ketika berhadapan dengan umpatan orang yang benci dan hujatan orang yang berbeda sikap atau pendapat. Kesiapan mental untuk menghadapi kondisi semacam ini sangat penting bagi seorang juru dakwah, karena makian dan umpatan pasti akan terjadi, bisa banyak dan juga bisa sedikit. Allah Ta’ala berfirman:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ)

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al Maidah 54)

Saudaraku! Menurut hemat saya, sebenarnya sangat naif bila orang sekelas saya membicarakan masalah ini, terlebih kita semua telah mengetahui bahwa para ulama’ yang berkompeten telah berfatwa sebagaimana yang telah saya unggah pada beberapa waktu lalu.

Namun demikian, saya terpaksa menulis klarifikasi ini agar saudara sekalian memahami alasan dan harapan saya dari status status saya di facebook akhir-akhir ini. Dan untuk memudahkan, maka alasan-alasan tersebut saya rangkumkan pada beberapa poin berikut:

1. Alasan pertama: Setiap kaum biasanya memiliki generasi penerus. (لكل قوم وارث)

Dalam lembaran sejarah bangsa kita, tercatat satu ide gagasan buruk yang atas izin dan karunia Allah menemui kegagalan. Ide itu ialah ide mengawinkan paksa antara Nasionalisme, komunisme dan agama.

Sejatinya antara nasionalisme dan agama sangat mungkin untuk disandingkan tanpa ada masalah berarti yang perlu dikawatirkan. Masalah besar justru datang dari unsur komunisme yang pada dasarnya bersebrangan dengan unsur agama, bak timur dan barat, sehingga mustahil dapat disandingkan apalagi disatukan.

Walaupun ide ini menemui kegagalan, namun tetap saja tidak dapat dihapuskan dari lembaran sejarah. Sangat dimungkinkan pengagum ide ini secara perlahan dan bertahap berusaha untuk mencoba ulang menyuarakan atau menyuguhkannya ke masyarakat, tentunya dengan baju dan kemasan baru.
Dalam pepatah arab dinyatakan :

(لكل قوم وارث)

“Setiap kaum itu pastilah memiliki generasi penerus.”

Kekawatiran ini saya rasa sangat wajar, mengingat paham komunis hingga saat ini masih eksis dan bahkan masih secara resmi menjadi landasan beberapa negara besar. Sudah barang tentu mereka berkepentingan untuk menyebarkan paham mereka ke negara-negara lain.

2- Alasan Kedua: Tidak ingin terperosok dua atau bahkan tiga kali pada satu lubang yang sama.

Masa lalu adalah cermin dan bekal bagi kita untuk menghadapi hari esok. Sengsara dan merugi orang yang mengabaikan masa lalunya dan menutup mata dari segala pelajaran penting dalam sejarah hidupnya. Karena itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Orang yang beriman tidak pantas untuk tersengat sebanyak dua kali di satu lubang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam sejarah perjalanan negri ini, telah berlalu beberapa pemimpin, ada dari kalangan militer dan ada dari kalangan sipil. Namun demikian, sepatutnya kita semua cerdik, sehingga mampu menimbang sisi kebaikan dan keburukan setiap pemimpin yang telah berlalu.

Sebagaimana berbagai pergolakan yang berdampak pada hilangnya stabilitas ekonomi, keamanan, sosial dan lainnya juga pernah menodai lembaran sejarah negri ini. Penjarahan kekayaaan dan sumber daya alam negri ini juga terus berlangsung, hutan digunduli, aset-aset negara dikuras bahkan dijual dengan murah kepada asing, moral bangsa kita dihancurkan melalui berbagai program kemaksiatan, semisal “goyang ngebor” dan lainnya. Politikus-politikus hitam selalu gigih menghadang setiap program yang berbau islam, dan masih banyak lagi.

Akankah, semua sejarah kelam dan pilu di atas belalu begitu saja tanpa ada pelajaran yang dapat kita petik, sehingga tidak terulang kembali di hari esok?

3. Alasan Ketiga: Harimau Ompong Dan Bisu.

Diantara fakta yang sepatutnya kita cermati dari kehidupan negara kita ialah fenomena “harimau ompong dan bisu”. Negara kita dikondisikan agar menjadi negara yang tidak dapat bersuara karena semua media diswastakan dan sahamnya diperjual-belikan dengan bebas sehingga siapapun dapat dapat diatur oleh siapapun yang berduit. Dengan demikian, media –media yang ada bukan lagi menjadi partner pemerintah dalam membangun masyarakat, namun kini hobinya mengkambing hitamkan pemerintah. Sisi sisi positif pemerintah selalu diabaikan sedangkan keburukan bahkan “baru diduga sebagai keburukan” telah menjadi berita yang disuguhkan kepada semua masyarakat. Akibatnya masarakat resah dan selalu resah oleh media-media komersial tersebut.

Sebagaimana, pemerintah kita dijauhkan dari militer, yang merupakan simbol kekuatan suatu pemerintah. Propaganda demi propaganda terus disuarakan bahwa militer adalah satu bagian yang terpisah dari dunia politik, terutama dalam negri.

Sobat, saya tidak ingin berdebat kusir dengan anda masalah ini, namun izinkan saya membuat satu ilustrasi sederhana: bila dalam rumah tangga anda, istri dan anak anda tidak lagi segan kepada anda, karena tidak ada yang ditakuti, mereka punya penghasilan sendiri dan anda dalam kondisi lemah karena sakit-sakitan, akankah anda mampu menguasai mereka? Ataukah anda yang akan dikuasai dan diatur atur oleh mereka?

Di sisi lain, industri strategis kita diupayakan untuk dihancurkan agar negara kita senantiasa bergantung dan bahkan mengemis kepada negara negara kafir barat, sehingga bisa ditekan dan didekte.

Kondisi negri kita benar-benar sedang diupayakan untuk menjadi “harimau ompong dan bisu”, tidak punya taring dan kuku bahkan tidak lagi bisa mengaum, sehingga tidak ada yang perlu ditakuti atau disegani.

Dalam islam, satu pemerintahan yang bagus pastilah pemerintahan yang mampu mengendalikan rakyatnya dan juga disegani oleh rakyatnya. Karena anda pasti menyadari bahwa tidak semua rakyat baik, betapa banyak dari rakyat yang berniat buruk dan bahkan telah menjadi bagian dari mata rantai pengkhianat. Karena itu bila pemerintah tidak disegani karena lemah bak “ngidak tembelek ora penyek” maka kelompok masyarakat yang buruk ini pasti dengan leluasa melancarkan keinginannya, premanisme merajalela, perampokan dan pembunuhan pun menjamur. Dahulu Khalifah Umar bin Al Khatthab menegaskan;
لما يزع الله بالسلطان أعظم مما يزع بالقرآن

“Sungguh orang-orang yang Allah halangi dari berbuat dosa berkat peran pemerintah lebih banyak dibanding yang terhalangi dari berbuat dosa karena sadar setelah membaca Al Qur’an.” (Tarikh Baghdad 4/107)

Fakta membuktikan kebenaran pernyataan khalifah Umar bin Al Khatthab di atas, betapa banyak orang yang takut berbuat buruk karena kawatir ketahuan oleh pemerintah. Sedangkan orang benar-benar sadar dan dilandasi oleh keimanan untuk tidak berbuat buruk sangatlah sedikit. Karena itu terlalu banyak orang yang tidak berbuat maksiat karena faktor belum ada peluang bukan karena takut kepada Allah Azza wa jalla.

Fakta ini menuntut adanya pemimpin yang tegas, kuat dan berwibawa, sehingga dapat membawa kita ke jalan kebaikan dan menjauhkan kita semua dari jalan kehancuran.

4) Alasan keempat. : Sekte-sekte sesat telah merapatkan barisan.

Perkembangan dakwah di negri kita begitu memprihatinkan, berbagai sekte sesat dengan leluasa mengajarkan kesesatannya. Bahkan dalam berbagai kesempatan melakukan tindakan anarkis, semisal yang dilakukan oleh sekte sekte syi’ah di Sampang, Jember, dan lainnya. Dan telah diketahui bersama kemanakah sekte sekte sesat tersebut berlabuh? Mereka mendukung dan masuk ke dalam barisan salah satu kubu yang saat ini akan bertarung memperebutkan kursi pemimpin negri kita tercinta ini.

Kondisi ini tentu memprihatinkan setiap muslim yang sayang kepada agama dan masa depan ummatnya.

Karena itu, menjadi tanggung jaab kita bersama untuk mencegah langkah sekte-sekte sesat tersebut, dengan mendukung calon yang menjadi kompetitor mereka. Walaupun sepenuhnya saya menyadari bahwa memberikan dukungan kepada calon yang lain juga belum tentu jaminan bahwa pemimpin yang terpilih akan berpihak sepenuhnya kepada Islam dan ummat Islam.

Keyakinan saya, walaupun tidak beruntung namun saya juga tidak ingin merugi. Walau belum tentu kegiatan dakwah islam akan didukung oleh calon yang lain, namun paling kurang kita menggagalkan calon pemimpin yang dibelakangnya berdiri musuh-musuh Islam yang selama ini terbukti mengganggu dan menghadang setiap program yang berbau islam. Semboyan saya: walau tidak untung atau tidak menang namun kita tidak merugi atau tidak kalah.

Ini salah satu pelajaran penting yang saya dapatkan dari kegembiraan Nabi shallallahu alaihi wa sallam atas kemenangan bangsa Romawi yang nota bene sebagai penganut agama samawi melawan bangsa Persia yang nota bene penyembah api. Kisah kemenangan bangsa Romawi para penganut agama samawi atas bangsa Persia penyembah api diabadikan dalam surat Ar Rum.

Pada kisah peperangan kedua negara adi daya ini, walaupun Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak secara langsung mendapatkan keuntungan namun beliau mendapatkan satu kebanggaan bahwa ummat beragama samawi dimenangkan atas ummat yang tidak beragama.

Demikian pula saya pada masalah ini, lebih berbahagia bila pemimpin yang lebih dekat dan juga berkoalisi dengan kelompok yang beragama islam memenangkan kompetisi dan menjadi pemimpin negri ini dibanding pemimpin yang jauh dari agama dan bersahabat dan didukung oleh orang-orang yang jauh dari agama.

Walaupun pada kenyataannya, kita menyaksikan bahwa partai partai islam kini merapatkan barisan bersama calon pemimpin yang lain.

Semoga klarifikasi sederhana ini dapat bermanfaat dan dimaklumi adanya, dan pada akhirnya saya mohon maaf atas segala hal yang kurang berkenan di hati saudaraku semua. Semoga Allah memilihkan pemimpin yang terbaik untuk negri kita tercinta. Amiin.

Ref:

https://id-id.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Hukum Wakaf Dengan Niatan Untuk Orangtua Yang Telah Meninggal

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Bagi seorang anak yang berbakti kepada orangtuanya ia selalu membahagiakan keduanya.. bahkan hingga orangtua telah wafat, ia tetap berusaha untuk berbakti kepada keduanya. Rohimahumallah.. semoga Allah merahmati kedua orang tua..

Kadang dengan mendoakan saja ia tidak cukup disitu..

Bahkan si anak mengirimkan suatu amalan pahala wakaf untuk keduanya.. yang mana pahala wakaf akan selalu mengalir kepada kedua orang tua selama apa yang diwakafkan tersebut digunakan untuk kepentingan ISLAM..

Taukah anda, apa dalil dibolehkannya hal ini?

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهُوَ غَائِبٌ عَنْهَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِيَ الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

Sesungguhnya Sa’ad bin Ubadah, tatkala ibunya meninggal dunia, dia tidak berada di sisinya. Lalu dia bertanya : “wahai Rasulullah : sesungguhnya Ibuku meninggal dunia, sedangkan saat itu aku sedang tidak ada, apakah bermanfaat baginya bila aku yang bersodaqoh dengan niatan untuknya ? Beliau menjawab: Ya.
Dia berkata lagi : Wahai Nabi ! saksikanlah bahwa kebun yang berbuah banyak ini aku wakafkan untuknya.” [HR Bukhari, no. 2551]

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

View

Pahala Sedih Dan Sakit

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Sesorang akan merasa bersedih ketika orang yang dicintainya sakit, baik orang tua, (ayah dan ibunya), atau istri dan anak-anaknya, atau saudara dan saudarinya.

Itu merupakan hal yang manusiawi, namun hendaklah ridho dengan apa yang menimpa diri dan keluarganya, dengan mengharap pahala di sisi Allah Ta’ala.

Kesusahan, kesedihan dan rasa sakit yang ia rasakan akan menghapus dosa-dosanya. Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلا حَط اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُط

“Tidaklah seorang muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti Allah akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau صلى الله عليه و سلم juga bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ، حَتى الْهَم يُهِمهُ؛ إِلا يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“Tidaklah sesuatu menimpa seorang mukmin baik keletihan, kesedihan, kesusahan, hingga kegundah-gulanaan melainkan Allah akan menghapuskan dengannya sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Muslim).

Kalau orang tua atau anak sakit, dan menjadikan kita bersedih hati, maka kesedihan kita bisa menjadi penghapus sebagian dosa-dosa kita.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala menghapuskan dosa-dosa kita semua.

 Ditulis oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Penghalang-Penghalang Terkabulnya Doa

Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله تعالى

Saat doa telah memenuhi syarat maka Allah Subhana Wata’ala akan:

** mengabulkan permohonan orang yang berdoa secara langsung atau

** menundanya dengan tujuan agar seorang muslim lebih memperbanyak tangisan dan merendah diri di hadapan-Nya, atau

** Allah Subhana Wata’ala memberi sesuatu yang lebih baik dari yang diminta, Allah Subhana Wata’ala menolak bala’ dengan doa tersebut.

Sungguh Allah Subhana Wata’ala lebih mengetahui kemslahatan hamba-nya. Doa merupakan sarana paling tepat untuk menggapai harapan yang diinginkan dan berlindung dari hal yang di benci.

Ada beberapa faktor penghalang terkabulnya doa diantaranya;

1. Lemahnya doa itu sendiri, karena doa yang dipanjatkan tidak disukai Allah Subhana Wata’ala disebabkan mengandung unsur permusuhan.

2. Lemahnya hati yang berdoa dan tidak menghadap kepada Allah Subhana Wata’ala saat berdoa.

3. Adanya hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa, seperti; memakan barang haram, doa dalam keadaan lalai dan tidak serius, atau adanya dosa yang menumpuk dalam hati.

4.Tergesa-gesa minta dikabulkan doa, kemudian tidak berdoa karena merasa lambat dikabulkan doa.

5. Allah Subhana Wata’ala tidak memberinya di dunia namun akan memberinya dikhirat dengan yang lebih besar.

6. Allah Subhana Wata’ala tidak mengabulkan permintaan doanya namun menghilangkan keburukan yang semisalnya.

7. Tidak terkabulnya doa agar yang berdoa tidak lupa terhadap Allah Subhana Wata’ala.

Al-Qur’an diturunkan sebgai penjelas segala sesuatu, petunjuk dan rahmat serta sebagai obat penyembuh, di dalamnya juga tercantum doa-doa yang dapat dipilih dan digunakan seorang muslim saat berdoa sesuai degan kondisinya.

Maka hendaknya seorang muslim berdoa dengannya dan memilih yang sesuai dengan keadaan, disertai dengan pengambilan sebab-sebab yang disyariatkan.

(Al-Kamil by Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri)

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Lebih Tersembunyi Dari Langkah Semut Yang Merayap

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga اللّـﮧ memberikan kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

Dari Ma’qil bin Yasar ~rodhiyallohu ‘anhu~, ia berkata : “Aku bersama Abu Bakar ash-Shiddieq ~rodhiyallohu ‘anhu~ menemui Nabi ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~. Setelah bertemu beliau berkata, ‘Wahai Abu Bakar! Sungguh perbuatan syirik lebih tersembunyi dari langkah semut yang merayap.’

Abu Bakar berkata, ‘Bukankah syirik itu menjadikan bersama Allah ada sesembahan yang lain?’

Nabi ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : ‘Demi Alloh yang diriku dalam Tangan-Nya, sungguh perbuatan syirik itu lebih tersembunyi dari langkah semut yang merayap. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika engkau ucapkan maka syirik itu baik yang kecil maupun yang besar akan hilang darimu?’

Beliau bersabda : ‘Ucapkanlah :

اللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَ أَنَا أَعْلَمُ وَ أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Alloohumma innii a’uudzu bika an-usyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka limaa laa a’lam

Artinya :

“Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada-Mu sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui’” [HR. Al Bukhori ~rohimahullah~ dalam Adabul Mufrod dishohihkan oleh Syaikh Al Albani ~rohimahullah~ dalam Shohiehu Adabil Mufrod no. 554]

Semoga اللّـﮧ melindungi kita semua dari terjatuh kepada kesyirikan dan semua perkara yang mengundang murka dan siksa-Nya. Dan semoga kita termasuk hamba2-Nya yang selamat di dunia dan di akhirat kelak.

∕̴Ɩαмîîη Ƴαα ƦõввαƖ ‘∕̴ƖαƖαмîîη

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Mereka Yang Dinaungi Allah

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, Hari kiamat itu pasti datangnya..Hari itu orang-orang kafir dan munafik tunduk terhina..Orang-orang berdosa pun bingung dan ketakutan..Hari itu hari yang penuh kesusahan dan menakutkan..Kecuali untuk mereka yang dirahmati Allah..Kecuali untuk mereka yang di naungi Allah dengan naungan-Nya..

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda :

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dengan naungan-Nya di hari kiamat kelak yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya ; Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Robb-nya, orang yang hatinya tergantung ke masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah bertemu dan berpisah karena-Nya, seseorang yang di ajak berzina oleh wanita yang memiliki kekayaan dan kecantikan maka ia mengatakan, ‘sesungguhnya aku takut kepada Allah’, seseorang yang bershodaqoh dengan menyembunyikan shodaqohnya hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seseorang yang mengingat Allah di tempat yang sunyi lalu mengalirlah air matanya.” (HSR. Bukhori dan Muslim ~rohimahumalloh)

Semoga Allah menjadikan saya dan pembaca risalah ini menjadi hamba yang mendapatkan naungan-Nya di hari kiamat kelak.

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Hidup Tanpa Hutang itu,.. Nikmaaat..

Ustadz Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Alhamdulillah, wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillaah..Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, sekecil apa pun hutang kita, ia wajib untuk dilunasi. Ia tidak boleh diremehkan pelunasannya apalagi kita malah sengaja untuk tidak mau membayarnya. Sungguh dalam berhutang itu terdapat berbagai perkara yang membahayakan.

عَنْ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُخِيفُوا أَنْفُسَكُمْ بَعْدَ أَمْنِهَا قَالُوا وَمَا ذَاكَ  يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الدَّيْنُ

Dari Uqbah bin Amir ~rodhiyallohu ‘anhu~ berkata, “Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda: “Janganlah kalian membahayakan diri kalian sendiri setelah adanya rasa aman.” Para sahabat bertanya, “Apakah itu wahai Rosululloh?” beliau menjawab: “Yaitu dengan hutang.” HR. Ahmad ~rohimahulloh~ dalam musnadnya no. 16682 dihasankan syaikh al-Albani ~rohimahulloh~ dalam ash-Shohihah no. 2420

Saudaraku seislam yang saya cintai, meskipun berhutang mengandung perkara yang berbahaya, ia tidaklah dilarang jika yang bersangkutan memiliki kesanggupan untuk melunasi hutangnya. Oleh karena itu berusahalah jangan sampai kita berhutang. Dan kalau pun terpaksa harus berhutang,  jangan sampai kita termasuk orang yang meremehkan pelunasan hutang kepada pemiliknya apalagi malah menjadi orang yang tidak mau membayar hutang. Ingatlah hidup tanpa hutang itu,..nikmaaat.

Semoga Alloh mencukupi kita dengan karunia-Nya dan menjadikan kita termasuk orang yang tidak berhutang sampai ajal tiba.

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhamma

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Hubungan Erat Antara Terorisme Dan Pemikiran Takfir

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله تعالى

Para ulama Ahlus SUNNAH wal Jama’ah menjelaskan di dalam kitab-kitab Aqidah Dan Manhaj mereka maupun melalui ceramah-ceramah mereka bahwa tersebarnya pemikiran Dan gerakan TERORISME di negeri-negeri kaum muslimin sepanjang sejarah Islam memiliki sebab-sebab, Dan diantara sebabnya yang paling utama adalah SIKAP EKSTRIM DALAM MASALAH TAKFIR (mengkafirkan seorang Muslim, baik rakyat maupun pemerintah).

Oleh karenanya, hampir-hampir dapat dipastikan bahwa tidaklah seorang Muslim melakukan aksi TERORISME (radikalisme), baik dengan pembunuhan, pengeboman, pemberontakan terhadap pemerintah, perampokan Dan semisalnya melainkan ia memiliki sikap EKSTRIM dalam masalah TAKFIR. Dengan pemahaman TAKFIRNYA tersebut ia menganggap dirinya sedang menegakkan amar ma’ruf Dan nahi mungkar, serta merasa sedang berjihad di jalan Allah yang belasannya adalah masuk Surga.

Ketahuilah wahai saudara dan saudariku seiman, bahwa sikap EKSTRIM dalam masalah TAKFIR ini merupakan pemahaman yang SESAT dan menyimpang dari Aqidah Dan Manhaj Nabi shallallahu alaihi wasallam Dan para sahabat radhiyallahu anhum. Karena seorang yang menganut paham TAKFIR Akan mudah mengkafirkan seorang Muslim yang berbuat dosa-dosa besar (seperti mabuk, mencuri, zina, Judi, riba, berhukum dengan selain hukum Allah) tanpa memperhatikan kaedah-kaedah, Syarat-syarat Dan penghalang TAKFIR sebagaimana yang telah ditetapkan Oleh Allah Dan Rasul-Nya di dalam Al-Quran Dan Hadits-hadits yg SHOHIH.

Maka Dari itu, hendaknya kita menjaga diri kita, anak-anak dan keluarga kita Dari da’i-da’i Dan majlis-majlis taklim yang mengajarkan doktrin TAKFIR. Karena Manhaj (pemahaman) TAKFIRI sangat besar bahayanya bagi individu, masyarakat, Dan negara.

BAHAYA KEKUFURAN DI DUNIA DAN AKHIRAT:

Apabila seorang Muslim telah dihukumi sebagai orang KAFIR, maka konsekuensinya adalah sebagai berikut:

1. Menjadi orang MURTAD, karena Islamnya dianggap batal.

2. Darahnya halal ditumpahkan (dibunuh).

3. Hartanya Halal dirampas/dirampok, Dan piutangnya boleh Tidak dilunasi.

4. Kehormatannya menjadi halal untuk ditikam atau digunjing.

5. Kalau mati, maka jenazahnya Tidak berhak dimandikan, dikafani Dan disholatkan.

6. Akad nikahnya batal.

7. Tidak berhak mendapat jatah warisan.

8. Masuk neraka secara kekal nan abadi.

Demikian tulisan singkat tentang hubungan TERORISME dengan MANHAJ TAKFIRI. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab.

Wabillahi at-Taufiq. (Mekkah, 27 Romadhon 1434 / 5 Agustus 2013).

Untuk MELURUSKAN PEMAHAMAN TAKFIR , silakan KLIK Link berikut:

Bagian 1.

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Wasitho/Meluruskan%20Faham%20Takfir/Meluruskan%20Faham%20Takfir%2001.mp3?l=12

Bagian 2.

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Wasitho/Meluruskan%20Faham%20Takfir/Meluruskan%20Faham%20Takfir%2002.mp3?l=12

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Pernyataan Yang Cukup Mengejutkan

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Imam Taqiyyuddin Al Hishny berkata: Sepatutnya pada pelaksanaan shalat istisqa (meminta hujan) diajak serta kakek-kakek dan nenek-nenek tua yang fisiknya telah lemah, orang-orang yang sedang berduka, demikian juga anak-anak kecil, karena biasanya doa mereka lebih pantas untuk dikabulkan. Dan waspadalah, jangan engkau ajak serta pada shalat istisqa para qadhi (hakim) yang hobi menerima suap, dan juga kaum fakir yang hobinya menghuni sudut-sudut masjid atau sekolahan, yang hidupnya dari pemberian orang-orang zhalim, dan beribadah dengan sarana alat-alat musik.

Alasannya, karena sejatinya mereka itu adalah orang-orang fasik yang meyakini bahwa memainkan seruling-seruling setan (alat-alat musik) adalah bagian dari ibadah. Demikian pula waspadai dari mengajak orang-orang munafik, karena mengajak serta mereka untuk turut berdoa dalam sholat istisqa bisa saja menambah kemurkaan Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kepada penduduk setempat. (Kifayatul Akhyar 251).

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Menebar Cahaya Sunnah