SELESAI : Bukber Puasa Senin-Kamis – Agustus 2023

KAMIS SORE  –  31 AGUSTUS 2023 / 14 SHOFAR 1445

Jadwal buk-ber berikutnya di bulan SEPTEMBER 2023 dapat dilihat di link berikut ini:

UPDATE : Bukber Puasa Senin-Kamis – Agustus 2023

BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
info : 0838 0662 4622

===============

BACKGROUND :
Program rutin, insyaa Allah, menghidangkan ratusan porsi ifthor (makanan dan minuman) untuk kegiatan buka-bersama (bukber) ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an dan penuntut ilmu yang rutin berpuasa dan buka bersama di setiap hari senin-kamis di beberapa ma’had di lombok timur dan  RPQ di kota bima (sumbawa timur).

SATU porsinya senilai Rp. 20.000. Namun silahkan berapapun partisipasinya, semoga menjadi bekal amal kebaikan yang melimpah, aamiin.. Dalam program ini, kami bekerjasama dengan Assunnah Peduli, Lombok Timur.

DOKUMENTASI
SENIN : 07 Agustus 2023 : 120 Santri
KAMIS : 10 Agustus 2023 : 365 Santri
SENIN : 14 Agustus 2023 : 308 Santri
KAMIS : 17 Agustus 2023 : 155 Santri
SENIN : 21 Agustus 2023 : 228 Santri
KAMIS : 24 Agustus 2023 : 333 Santri
SENIN : 28 Agustus 2023 : 164 Santri
KAMIS : 31 Agustus 2023 : 381 Santri

================

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga.” [HR. Ahmad 5/192 – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

Dalam hadits lainnya, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia.”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]
.
FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus karena Allah menyisihkan sebagian hartanya untuk menghidangkan ifthor bagi ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an yang melaksanakan ibadah puasa sunnah secara rutin in-syaa Allah di setiap senin-kamis, semoga Allah menerimanya…
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alayhi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Rahasiakan Sholat Sunnahmu

Sholat merupakan satu ibadah yang sangat agung, salah satu rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat.

Sholat merupakan tiang agama, dan kita diwajibkan melaksanakannya dalam sehari semalam lima kali.

Selain sholat lima waktu, kita dianjurkan untuk memperbanyak sholat sunnah.

Tidak seperti sholat wajib lima waktu yang bagi laki-laki diwajibkan mengerjakannya di masjid, sholat sunnah lebih ditekankan untuk mengerjakannya di rumah. Dan ini bukan berarti kita tidak boleh sholat sunnah di masjid, namun sholat sunnah di rumah itu lebih utama.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

“Sungguh, sebaik-baik sholat, (ialah) sholat seseorang di rumahnya kecuali sholat wajib..” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk sembunyi-sembunyi dalam mengerjakan sholat sunnah, karena pahalanya lebih besar dari pada sholat sunnah dilihat orang lain.

Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

صَلَاةُ الرَّجُلِ تَطَوُّعًا حَيْثُ لَا يَرَاهُ النَّاسُ تَعْدِلُ صَلاَتَهُ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ

“Sholat sunnah seseorang tanpa dilihat oleh manusia, (pahalanya) menyamai sholatnya di tengah-tengah manusia sebanyak 25 derajat..” (HR. Abu Ya’la , dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih al-Jami: 3821).

Selain itu bisa lebih menjaga keikhlasan, karena kita sembunyi-sembunyi dalam melaksanakannya, dan tidak ada yang melihat serta memperhatikan kecuali Allah Ta’ala.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala selalu menjaga keikhlasan kita semua, dan kita selalu semangat dalam menjaga sholat, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Ditulis oleh,
Ustadz Fuad Hamzah Baraba Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Menghilangkan Kegundahan Dan Kesedihan

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rohimahullah menjelaskan,

Salah satu sebab untuk menepis rasa gundah dan sedih adalah :
– fokus pada amalan hari ini,
– tidak terlalu khawatir dengan apa yang akan datang, dan
– tidak sedih berlebih dengan masa lalu.

Karena itu, Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam berlindung kepada Allah Ta’ala dari ‘hamm’ dan ‘hazn’.

HAMM adalah kekhawatiran terhadap masa depan.

HAZN adalah penyesalan berlebihan terhadap masa lalu yang tidak mungkin kembali dan diperbaiki.

Seorang hamba hendaknya fokus pada hari ini. Hendaknya ia kerahkan kemampuan dan usahanya untuk memperbagus amalan hari ini dan waktu yang dihadapi. Ketika seseorang konsentrasi untuk itu, ia akan terlupakan dari khawatir dan sedihnya.

(Al-Wasailul Mufidah li Nailil Hayaatis Sa’idah, hlm. 16)

jangan lupa salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum (Yang Maha Hidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk-Nya)

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

#doa

Pembatal Pahala Sedekah

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

إن المن والأذى يبطل الصدقة، وعليه فيكون لقبول الصدقة شروط سابقة ومبطلات لاحقة، أما الشروط السابقة :
١– فالإخلاص لله.
٢– والمتابعة.
وأما المبطلات اللاحقة:
١–فالمن.
٢– والأذى.

“Sesungguhnya:
– mengungkit-ungkit, dan
– menyakiti orang yang menerima
menggugurkan pahala sedekah.

Atas dasar ini, diterimanya sedekah memiliki syarat-syarat yang mendahului dan pembatal-pembatal yang muncul belakangan.

Adapun syarat-syarat yang mendahului:
1. Ikhlas karena Allah.
2. Mengikuti petunjuk Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.

Sedangkan pembatal-pembatal yang muncul belakangan adalah:
1. Mengungkit-ungkitnya.
2. Menyakiti orang yang menerimanya..”

(Tafsir Surat al-Baqoroh, jilid 3 hlm. 314)

Semua Ada Konsekuensinya

Silahkan kamu berbuat semaumu..
Silahkan kamu hidup sesukamu..
Silahkan kamu cintai siapa yang kamu suka..
Namun semua itu ada konsekuensinya..

Malaikat Jibril berkata kepada Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam,

يا محمد، عش ما شئت فإنك ميت، وأحبب من شئت فإنك مفارقه، واعمل ما شئت فإنك مجزي به، واعلم أن شرف المؤمن قيامه بالليل، وعزه استغناؤه عن الناس

“Wahai Muhammad,
– silahkan kamu hidup sesukamu, sesungguhnya kamu pasti akan meninggal
– silahkan cintai orang yang kamu suka, sesungguhnya kamu pasti akan berpisah dengannya
– silakan kamu berbuat semaumu, namun kamu pasti akan diberi balasannya.

Ketahuilah.. sesungguhnya kemuliaan mukmin itu ada pada sholat malam, dan keperkasaannya adalah saat ia tidak membutuhkan bantuan manusia..”

(HR Al Hakim dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kedudukanmu Di Sisi Allah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

جاء عنْ بعْضِ السَّلفِ أَنَّهُ قال: إذا أَحبَّ أَحدُكمْ أنْ يَعْلَم كيف مَنْزِلَتُهُ عِنْدَ اللَّهِ؟ فَلْيَنْظُرْ كَيْفَ مَنْزلَةُ اللَّهِ منْ قَلْبِهِ؟ فإِنَّ اللَّهَ يُنْزِلُ العَبدَ مِنْ نَفْسِهِ حَيْثُ أَنْزَلَهُ العَبْدُ منْ قَلْبِهِ

“Sebagian salaf berkata, “Bila kamu ingin mengetahui bagaimana kedudukanmu di sisi Allah, maka lihatlah bagaimana kedudukan Allah di hatimu. Karena Allah Mendudukkan hamba-Nya sesuai dengan kedudukan Allah di hati hamba..”

(Majmu Fatawa 2/384)

Semakin Allah agung di hati seorang hamba..
Semakin agung si hamba di mata Allah ‘Azza wajalla..
Semakin ia banyak mengingat Allah semakin banyak pula Allah mengingat dia..

Tanda orang yang mengagungkan Allah adalah..
Mengagungkan perintah dan larangan-Nya..
Maka bila seorang hamba meremehkan syari’at-Nya..
Maka ia pun remeh di mata Allah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Getirnya Ujian Sebelum Datangnya Kenikmatan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

Diantara ihsan Allah yang sempurna kepada hamba-hambaNya adalah memberikan getirnya ujian sebelum diberi kenikmatan.

Ketika Allah hendak menyempurnakan kenikmatan surga kepada Adam, Allah berikan kepadanya pedihnya dikeluarkan dari surga dan merasakan derita kehidupan dunia yang kesenangannya diwarnai oleh kepayahan.

– Tidaklah Allah menguji hamba-Nya kecuali karena Dia ingin memberinya kenikmatan.

– Tidaklah Allah menimpakan bala kepadanya kecuali karena Dia ingin memberinya keselamatan.

– Tidaklah Allah mematikannya kecuali karena Dia ingin menghidupkannya kembali.

– Tidaklah Dia menjadikan dunia penuh kepayahan kecuali agar si hamba berharap kehidupan akherat, dan

– Tidaklah Allah mengujinya dengan sikap manusia yang tidak baik kepadanya, kecuali karena agar si hamba kembali kepada-Nya.

( Mukhtashor Showa’iq Mursalah hal. 844 )

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bagaikan Emas Sepuhan

Al Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata,

إِذَا ظَهَرَتِ الْغِيبَةُ، ارْتَفَعَتِ الْأُخُوَّةُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، إِنَّمَا مَثَلُكُمْ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ مَثَلُ شَيْءٍ مَطْلِيٍّ بِالذَّهَبِ، أَوْ بِالْفِضَّةِ دَاخِلُهُ خَشَبٌ وَخَارِجُهُ حَسَنٌ

“Apabila telah tampak ghibah maka akan terangkatlah pertemanan karena Allah ‘Azza wajalla.

Dan perumpamaan kalian di zaman tersebut bagaikan sesuatu yang disepuh dengan emas atau perak padahal ia adalah kayu agar terlihat bagus.”

(Attaubikh Wattanbih – karya Abu Syaikh Al Ashbahani no 183)

Seperti halnya di zaman ini..
Sebagian orang terlihat anggun dengan kesolehannya..

Namun saat bersendirian dengan media sosial..
Ia suka meng-ghibah, mengadu domba dan mejelek jelekkan..
Bahkan dibumbui dengan kedustaan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ridho Dengan Ketentuan Allah

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

إنّ الرِّضا من جُمْلةِ ثمراتِ المَعْرِفة، فإذا
‏عَرَفْتَهُ رضِيتَ بِقَضائِه.

“Sesungguhnya ridho adalah termasuk buah dari pengetahuan. Bila kamu mengenal Allah, kamu pasti ridho dengan ketentuan-Nya..”

(Shoidul Khothir 1/109)

Karena Allah tak pernah menzholimi hamba hamba-Nya..
Ketentuan-Nya dipenuhi hikmah dan keadilan..
Ilmu dan kasih sayang-Nya meluasi segala sesuatu..

Dia memberi ujian bukan untuk menzholimi..
Tapi untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat..

Namun…
Semua itu membutuhkan keyakinan..
Lemahnya keyakinan seringkali menimbulkan su-uzhon kepada-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah