Proyek Gagal ???

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Penyair berkata:

قد يقطع الثوب غيرُ لابسه*ويلبس الثوب غيرُ من قطعه

Bisa jadi yang menjahit baju bukanlah orang yang akan memakainya…
Dan yang memakai baju bukanlah orang yang menjahitnya.

ويجمع المال غير آكله*ويأكل المال غير من جمعه

Dan bisa jadi yang mengumpulkan harta bukanlah orang yang memakannya…
Dan yang memakan harta bukanlah orang yang mengumpulkannya.

ويرفع البيت غير ساكنه*ويسكن البيت غير من رفعه

Dan bisa jadi yang membangun rumah bukanlah orang yang akan menempatinya…
Dan rumah ditempati oleh bukan pembangunnya.

Faidah….:
Kematian datang tidak terduga…, terlalu banyak pemilik proyek yang meninggal sebelum proyeknya selesai…

Dan banyak juga yang proyeknya sudah selesai atau pembangunan rumahnya sudah selesai akan tetapi pemilik proyek atau pemilik rumah sudah keburu meninggal dan belum sempat menikmati hasil kerjaannya, yang menikmati adalah orang lain…

Karenanya jika sedang bekerja atau membangun atau membuka proyek maka niatkanlah karena Allah, karena belum tentu engkau bisa menikmati hasil kerjaanmu, tapi engkau jelas bisa menikmati hasil pahalanya di akhirat…

Oleh Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Kambing, Walaupun Telah Terbang

Oleh Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Ucapan di atas, adalah terjemahan harfiah dari satu pepatah arab yang berbunyi:

عنزة وإن طارت

Konon: dikisahkan ada dua orang sahabat yang sedang berjalan bersama. DI tengah perjalanan, salah saorang dari mereka tiba tiba melihat satu bendak hitam, lalu ia berkata: “apakah engkau meilhat burung gagak yang berada nun jauh di sana itu ?”

Sahabatnya menjawab: “ya, saya melihat, namun itu bukan burung gagak, akan tetapi itu adalah kambing.”

Tak ayal lagi mereka berdua segera hanyut dalam perdebatan tentang benda berwarna hitam tersebut. Di tengah-tengah perbedebatan berlangsung sengit, benda berwarna hitam itu terbang, sehingga terbuktilah bahwa benda itu lebih tepat disebut buruk gagak.

Walau demikian, betapa mengejutkan orang yang berpendapat bahwa benda itu adalah seekor kambir menyeletuk berkata:

عنزة وإن طارت

“Aku tetap pada pendapatku semula bahwa benda itu adalah kambing walaupun telah terbang.”

Pepatah ini menggambarkan betapa “orang ngeyel” walaupun anda telah menegakkan dalil atau mendatangkan bukti yang tidak terbantahkan lagi maka ia tidak akan bergeming. Ia tetap saja bersikukuh mempertahankan pendapatnya yang telah terbukti salah.

Berdiskusi dengan orang semacam ini, jelas saja tiada gunanya, menyia-nyiakan waktu dan bahkan bentuk dari kebodohan.

Wajar saja bila dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam berpesan kepada kita semua agar menjauhi diskusi dengan orang-orang semacam ini:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا

“Aku memberikan jaminan untuk mendapatkan rumah di tepi surga kepada siapa saja yang dapat menjauhi debat kusir walaupun ia berada pada pihak yang benar.” (Abu Dawud dan lainnya).

– – – – – •(*)•- – – –

View

Mandi Junub Bagi Wanita

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:

كُنَّاإِذَأَصَابَتْ إِحْدَانَاجَنَابَةٌأَخَذَتْ بِيَدَيْهَاثَلَاثًافَوْقَ رَأْسَهَا ثُمَََّ تَأْخُذُ بِيَدِهَا عَلَى شِقِّهَاالْأيَْمَنِ وَبِيَدِهَااْلأُخْرَى عََََلَى شِقِّهَااْلأ يْسَرِ

“Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” 
(Hadits Shahih riwayat Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)

Seorang wanita tidak wajib menguraikan (melepaskan) jalinan rambutnya ketika mandi karena junub, berdasarkan hadits berikut:
Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata:

قُاْتُ ياَرَسُولَ اللهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَرَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ؟ قَالَ:لاَإِنَّمَايَكْفِيْكِ أَنْ تَحْثِيْنَ عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍثُمََّ تُفِيْضِيْنَ عَلَى سَائِرِ جَسَادِكِ الماَءَ فَتَطْهُرِيْن

Aku (Ummu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakah aku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliau bersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.”
(Hadits Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud: 251, an-Nasaai: 1/131, Tirmidzi:1/176, hadits: 105 dan dia berkata: “Hadits Hasan shahih,” Ibnu Majah: 603).

http://klikuk.com/tata-cara-mandi-junub-bagi-wanita/

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1065. Adakah Doa Ketika Melihat Orang Lain Mengalami Cobaan ?

1065. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apakah ada doa yang diajarkan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam ketika kita melihat cobaan yang dialami orang lain, baik itu masalah duniawi maupun agama ?

Jawab:
Ada, cobaan duniawi contohnya seperti cacat, buta, tuli dan yang semisal. Sedangkan cobaan agama contohnya: tenggelam dalam kemaksiatan, bid’ah dan yang semisal.

Dalilnya: hadits Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ: “الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا”؛ لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ”.

“Barang siapa melihat orang yang mendapatkan cobaan lalu ia mengucapkan,
“Alhamdulillaahil-ladzi ‘aafaani
mimmab-talaaka bihi,
wa faddholani ‘alaa katsiirin
mimman kholaqo tafdhiilaa
(Segala puji bagi Allah yang telah menghindarkanku dari cobaan yang menimpamu, serta  memuliakanku dibanding banyak makhluk-Nya)”; niscaya ia tidak akan diuji dengan cobaan tersebut”.
(HR. Tirmidzy dan dinyatakan hasan oleh beliau dan Syaikh al-Albany).

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://tunasilmu.com/kapan-mengucapkan-kalimat-tahmid-bag-5-terakhir/

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Mengajarkan Anak Tentang Zakat

Oleh Ust. Abdullah Zaen, M.A, حفظه الله تعالى

Zakat adalah satu satu kewajiban dalam agama Islam yang berdimensi sosial. Bila kewajiban ini diterapkan dengan baik, niscaya akan membawa kebaikan untuk masyarakat, sekaligus mengkikis banyak tindak kejahatan dan kriminalitas.

Oleh karena itu, sejak dini rangsanglah empati anak untuk merasakan kesusahan orang lain! Latih dan dorong anak untuk bersedekah dan membantu orang tua mengantarkan zakat kepada yang berhak. Ini salah satu cara untuk melatih kepekaan anak terhadap sesama. Sifat dermawan atau sebaliknya sifat bakhil tidak muncul dengan serta merta. Tapi dipahat sedikit demi sedikit. Biasakanlah anak untuk menyerahkan sendiri sedekahnya. Pujilah ketika ia mau melakukannya secara sukarela.

Jelaskan padanya keutamaan infak di jalan Allah, sebagaimana firman-Nya (yang artinya), Orang-orang yang mendermakan hartanya di jalan Allah adalah laksana orang yang menanam sebuah biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan pahala-Nya kepada siapa yang dikehendaki. Allah Mahaluas rahmat-Nya dan Maha Mengetahui”. QS. Al-Baqarah (2): 261.

Ajarkan padanya untuk berbagi walaupun dengan sesuatu yang tak seberapa. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihiwasallam,

“اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ “.

Lindungilah diri kalian dari neraka, walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma”. HR. Bukhari dan Muslim.

Beritahukan kepadanya bahwa setiap hari ada malaikat yang mendoakan orang yang bersedekah. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا”.

Setiap hari selalu turun dua malaikat. Salah satunya berkata, “Ya Allah berilah ganti bagi orang yang berinfak”. Dan yang lain berkata, “Ya Allah musnahkanlah harta orang yang enggan (berinfak)”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

Selain itu beritahukan pula pada anak resiko di akhirat bagi orang yang tidak membayar zakat. Antara lain yang Allah sebutkan dalam al-Qur’an: Orang-orang yang menyimpan emas dan perak lalu tidak menginfaqkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapatkan) siksa yang amat pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannan, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. QS. At-Taubah (9): 34-35

www.tunasilmu.com

View

1064. Larangan Menikah

1064. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Bagaimana larangan menikah beda keyakinan/agama ?

Apakah sekarang masih ada ahlul kitab ? maksud saya bukankah kitab injil sudah tidak asli lagi sehingga tidak akan didapati ahlul kitab seperti jaman Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

1. Hukum menikah beda agama dilarang, kecuali untuk wanita ahlikitab, bisa di lihat QS Al Ma’idah ayat 5.

2. Injil dulu dan sekarang sama, sudah tidak asli dan di ubah. Lihat QS An Nisa’ 44-47.

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1062. Bagaimana Shalat Kita Bila Mu’adzdzin Salah Kumandangkan Adzan ?

1062. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Apakah boleh ikut sholat berjama’ah namun adzan yang dikumandangkan salah (terbalik, salah pengucapannya) ?

Jawab:
Ust. M Wasitho, حفظه الله تعالى

Bismillah. Boleh dan Sah sholat berjama’ah di masjid yang muadzdzinnya keliru atau terbalik dalam mengumandangkan adzan.

Hanya saja, jika seorang muadzdzin merubah bacaan kalimat adzan dengan sengaja, maka ia berdosa. Namun jika terbaliknya adzan karena lupa atau tanpa sengaja, maka ia dimaafkan oleh Allah dan tidak berdosa.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1061. Saling Membangunkan Untuk Ibadah…

1061. BBG Al Ilmu – 431

Tanya:
Bolehkah kita saling membangunkan untuk bangun malam dengan media HP bisa sms atau miscall atau WA untuk shalat tahajud dan yang tidak melakukanya siangnya mengiqob diri dengan sunnah sunnah nabi yang lainya seperti shalat dhuha dzikir pagi sore, sedekah ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Bolih tapi hanya sebatas upaya saling menganjurkan, bukan paksaan dan kewajiban. Karena semua itu hukumnya sunnah. Hingga tidak sejajar dengan perkara wajib dalam syariat.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Seteguk Hawa Nafsu Terasa Manis, Akan Tetapi Mewariskan Kehinaan

Seteguk hawa nafsu terasa manis, akan tetapi mewariskan kehinaan. (Ibnul Qayyim al Jauziyah rahimahullah)

Menuruti hawa nafsu tidak pernah luput dari akibat buruk (yang akan menimpa) berikut ini:

1. Menimbulkan kepedihan dan hukuman (siksaan)-Nya.

2. Menghilangkan kelezatan yang lebih nikmat daripada hawa nafsu itu sendiri.

3. Menyia-nyiakan waktu yang berujung pada penyesalan.

4. Mencederai kehormatan diri; padahal menyempurnakan kehormatan diri lebih bermanfaat daripada mencederainya.

5. Menghabiskan harta, padahal menyimpannya lebih baik daripada menghambur-hamburkannya.

6. Menjatuhkan derajat, padahal meninggikan derajat lebih baik daripada merendahkannya.

7. Menghilangkan nikmat, padahal kenikmatan yang kekal lebih lezat dan lebih baik daripada pemuasan hawa nafsu tersebut (yang hanya sesaat).

8. Memberikan jalan kepada orang yang hina untuk mencemooh, padahal sebelumnya dia tidak menemukan jalan tersebut (untuk mencemooh).

9. Menimbulkan kecemasan, kekhawatiran, kesedihan dan ketakutan yang tidak sebanding dengan kelezatan memperturutkan hawa nafsu.

10. Membuat lupa terhadap sebagian ilmu, padahal mengingatnya (ilmu) lebih lezat daripada kelezatan hawa nafsu itu sendiri.

11. Menjadikan musuh bergembira ketika melihat kita terkena bencana dan membuat sedih orang yang melindungi kita (yang menjaga kita agar tidak memperturutkan hawa nafsu).

12. Memutuskan aliran nikmat yang akan dianugerahkan-Nya.

13. Mendatangkan aib yang melekat sepanjang masa. Karena setiap perbuatan akan mewujudkan sebagian sifat dan watak bagi pelakunya.

(Dikutip dari buku Fawaidul Fawaid, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, tahqiq Syaikh Ali Hasan Al-Halabi hafizhahullah, Pustaka Imam Asy-Syafi’i Jakarta)

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Menebar Cahaya Sunnah