Diinginkan Keburukan Oleh Allah

Abdullah bin Mughoffal rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Ada seorang lelaki bertemu dengan seorang wanita yang pernah menjadi pelacur di masa jahiliyah.

Lalu lelaki itu mencandainya dan menjulurkan tangannya kepada wanita itu..

Wanita itu berkata, “Jangan begitu, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kesyirikan dan mendatangkan Islam..”

lelaki itu pergi meninggalkannya, dan menengok kepada wanita itu hingga wajahnya terbentur tembok..

Lalu ia mengabarkan hal itu kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam..

Beliau bersabda, “Kamu seorang hamba yang Allah inginkan kebaikan untukmu..”

Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya apabila Allah menginginkan keburukan kepada seorang hamba..
Allah biarkan ia dengan dosanya..
Sampai diberikan balasannya pada hari kiamat..”

(HR Ath Thabrani, Al Hakim dan Al Baihaqi)

Di zaman ini..
Berapa banyak mata kita melihat maksiat..
Namun dibiarkan oleh Allah tidak diberikan sanksi..
Astaghfirullah..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

930. Derajat Hadits “Baca Qul Huwallahu Ahad… 10x”

930. BBG Al Ilmu – 441

Tanya:
Saya dapat bc dari kawan, yang ingin saya tanyakan bagaimana derajat hadis tersebut. Mohon penjelasannya.

“…Di antara keutamaan surah ini adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Mu’adz bin Anas Radiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa yang membaca, QUL HUWALLAHU AHAD, hingga dia menyelesaikannya sepuluh kali, maka ALLAH akan membuatkan istana baginya di syurga.”

(HR:ahmad 3/ 437. Ath- Thabarani20/ 183-184)

Jawab:
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Hadits ini LEMAH.

– – – – – •(*)•- – – – –

929. Mengkafirkan Muslim

929. BBG Al Ilmu – 271

Tanya:
Bagaimana kalau ada seseorang muslim di kafirkan oleh kelompok tertentu yang mengatas namakan dien/islam, karna tidak mengikuti atau berusaha keluar dan menjauh dari kelompok tersebut ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Kafir-mengkafirkan adalah hak Allah سبحانه وتعالى. Tidak boleh seorang pun mengkafirkan kecuali apa yang telah di kafirkan Allah. Karena hukum ini adalah hukum akhirat(surga/neraka) yang tidak mengetahui kecuali Allah saja, yang
berpengaruh terhadap hukum di dunia seperti mati tidak di mandikan, disholati, tidak di kubur di kuburan orang islam, tidak ada waris-mewarisi dan seterusnya. Maka tidak boleh sembarangan/serampangan dalam urusan satu ini. Yang memiliki ilmu ini adalah para ulama besar yang mendalam keilmuan nya.
والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

928. Arti Kata “Istidraj”

928. BBG Al Ilmu – 49

Tanya:
Apa makna Istidroj ?

Jawab:
Makna istidraj:
Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
(HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414).

Istidraj secara bahasa diambil dari kata da-ra-ja (Arab: درج ) yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai ‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung. Allah biarkan orang ini dan tidak disegerakan adzabnya. Allah berfirman,

“Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Qalam: 44)
(Al-Mu’jam Al-Lughah Al-Arabiyah, kata: da-ra-ja).

Semua tindakan maksiat yang Allah balas dengan nikmat, dan Allah membuat dia lupa untuk beristighfar, sehingga dia semakin dekat dengan adzab sedikit demi sedikit, selanjutnya Allah berikan semua hukumannya, itulah istidraj.
والله أعلم بالصواب
Rujukan:
http://www.konsultasisyariah.com/makna-istidraj/

– – – – – •(*)•- – – – –

927. Gerakan Makmum Mendahului Imam

927. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ana shalat di mesjid sebuah pesantren, saat shalat subuh pimpinan pesanten shalatnya di samping kami dimana takbir di lakukan dengan suara keras terdengar 3X kemudian shalat dengan bacaan yang juga agak keras mendahului imam dari berdiri rakaat pertama sampai salam dan selesai lebih dahulu, padahal itu shalat jamaah di mesjid, bagmna hukum shalat seperti itu ustadz ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Mengeraskan suara dalam sholat jamaah dilarang, kecuali untuk menyampaikan suara bagi makmum yang ada di belakangnya.

Itupun dilarang mendahului. Baik takbir nya/bacaan nya. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan diangkat nya imam, yaitu agar diikuti para makmumnya.
والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

926. Acara Khataman Di Sekolah

926. BBG Al Ilmu

Tanya:
Jika sekolah menyelenggarakan acara khatam Al-Quran bagi anak2 kelas 6 SD, apa boleh diikuti ? Sebab kalau tidak salah ana pernah dengar acara seperti itu tidak dianjurkan.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jika acara khataman al Qur’an
dijadikan untuk ritual ibadah maka hal ini tidak ada dalilnya.

Akan tetapi jika hanya sekedar penyemangat dan bukan dalam rangka ibadah, maka dibolehkan selagi tidak berlebihan.
والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Ilmu Sesungguhnya

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Semakin banyak nambah ilmu seharusnya semakin tertanam rasa takut kpd Allah ta’ala..
Itulah ilmu sesungguhnya..!

Seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).
Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28)

Jika Ilmu yang didapat malah menjadi cara untuk bisa berkelit dari perintah dan Larangan Allah dan RosulNya.. maka ketahuilah.. ilmunya akan menjadi bumerang atasnya.. dia tidak ada bedanya dg orang bodoh..

Rasa takut kpada Allah lantaran dari Ilmu yang bermanfa’at.. bukan dari kebodohan. Maka jika rasa takut tidak tumbuh, ketahuilah.. dia adalah orang bodoh.. naudzubillah.

Www.abu-Riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Makna Ilmu Yang Bermanfaat (Ilmu Nafi’)

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

‘Ubadah bin ash-Shamit pernah ditanya mengenai makna hadits tersebut ia berkata:
“Sesungguhnya aku akan memberitahukanmu mengenai ilmu yang pertamakali akan lenyap dari diri manusia: yaitu kekhusyu’an(rasa takut kpd Allah).”

Al-Hasan [al-Bashri]:

“Ilmu itu ada dua macam: Ilmu yang ada pada lisan dan ilmu yang ada pada hati. Ilmu yang merasuk ke dalam hati adalah ilmu yang bermanfaat, sedangkan ilmu yang hanya sebatas pada lisan kelak anak Adam tersebut akan di mintai pertanggung jawabannya,

sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:
‘Al-Qur-an itu akan menjadi pembela bagi dirimu atau justru akan menuntutmu’.”
(HR. Muslim dari hadits Abu Malik al-Harits al-Asy’ari (3/99).

Ya Allah berilah kami ilmu yang bermanfaat untuk kami dan jangan engkau beri kami apa yang tidak manfaat untuk kami…

Www.abu-Riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Tambah Ilmu Seharusnya Semakin Tertanam Rasa Takut Kepada Allah

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Semakin banyak nambah ilmu seharusnya semakin tertanam rasa takut kpd Allah ta’ala..
Itulah ilmu sesungguhnya..!

Seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28)

Jika Ilmu yang didapat malah menjadi cara untuk bisa berkelit dari perintah dan Larangan Allah dan RosulNya.. maka ketahuilah.. ilmunya akan menjadi bumerang atasnya.. dia tidak ada bedanya dg orang bodoh..

Rasa takut kpada Allah lantaran dari Ilmu yang bermanfa’at.. bukan dari kebodohan. Maka jika rasa takut tidak tumbuh, ketahuilah.. dia adalah orang bodoh.. naudzubillah.

Www.abu-Riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Keutamaan Zikir Dengan Memuji, Mengagungkan Dan Men-sucikan Nama Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
 
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم : « كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ » متفق عليه.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah 
shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,
“Ada dua kalimat (zikir) yang ringan diucapkan di lidah, (tapi) berat (besar pahalanya) pada timbangan amal (kebaikan) dan sangat dicintai oleh ar-Rahman (Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Mahaluas Rahmat-Nya), (yaitu): Subhaanallahi wabihamdihi, subhaanallahil ‘azhiim (Mahasuci Allah dengan memuji-Nya, dan Mahasuci Allah yang Maha Agung).”

Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan mengucapkan dua kalimat zikir ini dan menghayati kandungan maknanya, karena amal shaleh ini dicintai oleh Allah 
‘Azza wa Jalla  dan menjadikan berat timbangan amal kebaikan seorang hamba pada hari kiamat.
Oleh karena itu, makna dua kalimat zikir ini disebutkan dalam al-Qur’an sebagai doa dan zikir penghuni surga, yaitu dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
{دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}

Doa mereka (penghuni surga) di dalam surga adalah: “Subhanakallahumma”
(Mahasuci Engkau ya Allah), dan salam penghormatan mereka ialah: “Salaam” (kesejahteraan bagimu), serta penutup doa mereka ialah: “Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamin” (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam).” (QS. Yunus: 10).

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
– Arti “Mahasuci Allah” adalah menyucikan Allah 
Subhanahu wa Ta’ala dari segala sifat yg menunjukkan kekurangan, celaan dan tidak pantas bagi-Nya,serta menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi-Nya.

AL-Fawaid BBG AL-ILMu

– – – – – – (*)(*)(*)- – – – – –

Menebar Cahaya Sunnah