Siapkah Kita Menghadapi Perjalanan Panjang ?

Ust. Syafiq Basalamah, حفظه الله

Akhi ukhti…
Apakah kau masih mendengarkan detak jantungmu?

Apakah denyut nadimu masih terasa?

Sejatinyanya detak jantung dan denyut nadi menuliskan sebuah pesan singkat untuk semua insan

“Sesungguhnya kehidupan itu tidak lain hanyalah hitungan menit dan detik”

Akan datang suatu detik yang detak jantungmu berhenti…

Dirimu diam seribu bahasa, bungkam tak dapat berbicara

Keluargamu sibuk bersegera membawamu dengan ambulan
Kemudian didorong ke ruang IGD
Perawat memasang infus, selang oksigen dan EKG, alat rekam jantung

Semua mata memandang ke monitor EKG yang menunjukan garis datar, pertanda jantungmu telah berhenti berdetak
Dokter berkata, “Siapkan defibrilator (alat kejut jantung)”

Gel bening dioleskan ke dadamu.

Lalu dokter memberi aba-aba “200 joule, all clear??”

Kaupun dikejutkan…
“360 joule, all clear??”

Kau dikejutkan untuk kedua kalinya

Namun ternyata Monitor EKG masih menunjukan garis datar
Sebagai pertanda jantungmu
sudah berhenti berdetak…

Masa kontrakmu di dunia ini sudah selesai

Harta benda yang kau miliki tidak sempat kau bawa

Semuanya ditinggal

Tangisan perpisahan memecahkan keheningan

Jeritan kesedihan mewarnai ruangan itu

Selamat tinggal

MAKA SEBELUM TERLAMBAT

sebelum jantungmu berhenti berdetak bersegeralah untuk mempersiapkan diri

Belilah tas yang sebesar mungkin
Masukkan barang-barang kebutuhanmu

Air, makanan, selimut, cahaya dan semuanya

SIAPKAN KENDARAAN YANG TANGGUH

Ingat bahwa perjalananmu panjang, 1 hari sama dengan 1000 tahun

Jalannya gelap dan sempit…
bawalah lampu yang terang dan banyak

Jangan tinggalkan apapun yang bisa kau bawa untuk perjalananmu.

CATAT SEMUA YANG AKAN KAU BAWA

Dan jangan menunda-nunda, karena jantungmu akan berhenti berdetak secara otomatis
DAN KAU TIDAK TAHU, KAPAN ITU TERJADi

– – – – – •(*)•- – – – –

INILAH PERLOMBAAN YANG PALING MULIA DAN DICINTAI ALLAH

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

Perlombaan merupakan hal yg disukai oleh kebanyakan manusia. Apakah lomba dlm bidang olah raga, kecerdasan, kecantikan, atau pun selainnya. Apalagi jika di dlm perlombaan itu terdapat hadiah menarik yg sangat mahal n berharga, sudah barang tentu banyak yg mendaftar utk mengikutinya.

Namun, sayangnya kebanyakan lomba yg diminati n diikuti oleh sbgn orang hanyalah perlombaan dlm hal-hal yg bersifat duniawi, dan tanpa memperhatikan antara yg halal n yg haram. Padahal perlombaan yang paling mulia dan dicintai Allah adalah perlombaan dlm urusan agama atau kepentingan akhirat. Inilah perlombaan yg seharusnya diminati dan diikuti oleh setiap muslim dan muslimah agar menjadi pemenang yg mulia n dicintai Allah.

Hal ini berdasarkan perintah Allah ta’ala di dalam Al-Quran Al-Karim:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan” (QS. Al Baqarah: 148).

Dan firman-Nya pula:
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang-orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthoffifin: 26).

Dua ayat Al-Quran yg mulia ini menunjukkan kpd kita bahwa untuk memperoleh berbagai kenikmatan di dlm Surga, seharusnya setiap muslim dan muslimah berlomba-lomba.

» Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Jika engkau melihat orang lain mengunggulimu dalam urusan dunia, maka kalahkanlah ia dalam urusan akhirat (atau urusan agama, pent).”

» Wuhaib bin Al-Ward rahimahullah berkata: “Jika engkau mampu agar tidak ada siapapun yang bisa mengalahkanmu dalam hal akhirat, maka lakukanlah.”

» Sebagian ulama salaf berkata: “Jika engkau mendengar ada orang yang lebih taat pada Allah dari pada dirimu, maka sudah seharusnya engkau merasa bersedih karena telah kalah dalam hal ini.” (Lihat Lathoo-if Al-Ma’aarif, karya Al-Hafizh Ibnu Rojab Al-Hanbali, hal. 428).

» Al-Hafizh Ibnu Rojab Al-Hanbali rahimahullah berkata: “Para sahabat memahami bahwa mereka harus saling berlomba untuk meraih kemuliaan di surga. Mereka berusaha menjadi terdepan untuk menggapai derajat yang mulia tersebut. Oleh karena itu, jika di antara mereka melihat orang lain mendahului mereka dalam beramal, mereka pun bersedih karena telah kalah dalam hal itu. Inilah bukti bahwa mereka (berupaya) untuk menjadi yang terdepan.” (Lihat Lathoo-if Al-Ma’aarif, karya Ibnu Rojab Al-Hanbali, hal. 428).

Demikianlah wasiat Allah Ta’ala dan para ulama as-salafus sholih kpd kita semua agar senantiasa berlomba-lomba dlm urusan agama dan kepentingan akhirat. Smg Allah memberikan bimbingan n taufiq-Nya kpd kita untuk selalu semangat n istiqomah dlm menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya hingga akhir hayat. Amiin. (Klaten, 13 Maret 2014).

» Link Artikel, KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2014/03/13/inilah-perlombaan-yang-paling-mulia-dan-dicintai-allah/

(*) BBG Majlis Hadits, chat room Fadhilah Amal.

(BM 2/2. Selesai. Alhamdulillah) 🙂

Kasih Sayang Allah = Harta ?

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman:
وقالوا نحن أكثر أموالا وأولادا وما نحن بمعذبين
“Mereka berkata, “kami lebih banyak harta dan anak-anak (dari kamu), dan kami tidak akan diazab.” (saba: 35).

Inilah pandangan kaum jahiliyah..
Memandang bahwa tanda kasih sayang Allah adalah harta..
Padahal..

Nabi shallallahu ala ini Wasallam mengabarkan..
Apabila kamu melihat Allah memberi kepada hambaNya..
Apa yang ia inginkan dari dunia..
Sementara ia terus menerus berbuat dosa..
Maka itu adalah istidraj..
HR Ahmad dan Thabrani..

Istidraj adalah penguluran agar ia semakin sesat..

Sebagai tanda Allah menginginkan keburukan untuknya..

Sebagaimana dalam hadits..
Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba..
Allah percepat siksa-Nya di dunia..
Dan bila Allah menginginkan keburukan bagi hamba..
Maka Allah biarkan ia dengan maksiatnya..
Hingga diberikan balasannya di hari kiamat..
HR At Tirmidzi..

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Seorang Muslim Bukanlah Pemalas !

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Jangan disangka hal yang duniawi ini tidak berpahala. jika anda niatkan karena Allah Ta’ala.

Dari Abu Mas’ud, dari Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

« إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ نَفَقَةً يَحْتَسِبُهَا فَهِيَ لَهُ صَدَقَةٌ ».

“Bila seorang lelaki menafkahi keluarganya dengan niat mencari pahala, maka itu shadaqah baginya.”
Shahih, Al-Bukhari (55) & Muslim (1002)

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash, bahwa ia memberitahukan Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ .

“Sesungguhnya tidaklah engkau memberikan satu nafkah yang engkau harapkan dengannya wajah Allah, kecuali engkau diberi pahala atasnya, hingga apa yang engkau masukkan ke mulut istrimu.”
Shahih Al-Bukhari 56

Namun disaat mencari rizqi jangan anda utamakan banyaknya..Tapi perhatikan kehalalannya

Pertimbangkanlah dengan teliti apa yang anda peroleh.. Karena Allah ta’ala tidak menerima dari harta haram.

Jangan anda jadikan jatah rizqi yang anda peroleh dari harta haram..

Karena setiap hamba jatah rizqinya telah ditentukan..

Sungguh malang nasib pemakan harta haram.

Dan hata haram hanya akan menumbuhkan daging yang layak tuk api neraka.

Rasulullah dalam sabda beliau:
إِنَّهُ لاَ يَرْبُوْ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
Sesungguhnya tidak berkembang daging yang tumbuh dari makanan yang haram kecuali Neraka yang lebih pantas baginya.
At tirmidzi no. 614

Saudaraku…pahamilah ilmu agama..Anda akan mengetahui mana yang halal & mana yang haram..

Jangan khawatir bahwa yang didunia ini yang halal itu sedikit..

Justru ia sangat banyaak
namun sangat disayangkan kecenderungan nafsu manusia mengajak kepada yang haram & syaiton menghiasinya..

Sehingga kita dapati hal yang haram itu mudah didapat dan logis..

Sedangkan kata syaithon: “mencari rizqi halal itu sulit & menyulitkan..”

Selamat beraktifitas..

 Oleh Ust. Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله

Menitipkan Uang Di Bank

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Jika seorang dengan sangat terpaksa meletakkan uangnya di bank karena alasan keamanan..dan tiada jalan lain untuk itu..Karena ia tidaklah mungkin meletakkan uangnya dalam jumlah besar dirumah.. dan sangat tidak mungkin jika ditaruh dirumah… maka bertakwalah kepada Allah.. karena ia telah ikut menyuburkan Praktek RIBA..

Hendaknya ia kontrol bunga yang ada pada tabungannya.. ia uang haram.. jangan dimakan.. buanglah uang tsb difasilitas umum, seperti pembuatan jalan, jembatan, jamban umum, dsb..
Ia bukan disebut sedekah.. tapi ibaratnya buang sial….brtakwalah saudaraku..

Mengapa diperbolehkan menitipkan uang dibank.. karena alasan darurat. Darurat menjadikan boleh sesuatu yang terlarang..

Karena hukum asalnya adalah tidak boleh naruh disitu..

Tapi hendaknya diletakkan di bank yang menerapkan wadiah walaupun memang tidak luput dari
Praktek yang tidak dibenarkan dalam penggunaannya..

Kaidah fiqih: “lebih sedikit kerusakannya” walau sama sama ada unsur kerusakan tp.. lebih mending..

Biasanya bank syariah.. membuat program wadiah.. yaitu nitip uang tanpa bagi hasil.

Masih menurut saya.. bagi hasil yang diperbankan syariah perlu ditinjau ulang..

Dalam perbankan syariah..
Ada sistim mudhorobah alias bagi hasil..

Tentu bagi hasil itu dari keuntungan usaha..

Nah pertanyaaan saya:
Usaha itu ada rugi ada kalanya untung.. kalo pass untung sih bisa bagi hasil..

Namun kalo pas rugi.. siapakah yang menanggung kerugian? Apakah para investor atau bukan?
Jika kita sebagai investor tidak menanggung kerugian maka sistim mudhorobah kita perlu ditinjau ulang..

Karena sistim mudhorobah adalah. Jika untung maka bagilah sesuai kesepakatan.. dan bila rugi maka investorlah yang menanggung.

Jika anda ingin ngecek perbankkan apakah sudah sesuai syariah.. cobalah pinjam modal usaha dari mereka.. lalu bagaimana aqad aqad yang terjadi.. sudahkah seperti mudhorobah ataukah antum seperti orang pinjam modal tapi membagi untung ?

Jika seperti peminjam (perhatikan seperti “peminjam modal “) maka antum akan mengembalikan jika terjdi sesuatu pada usaha anda.. padahal yang namanya usaha itu apalagi dagang kadang rugi kadang untung..

Silahkan menilai sendiri..

Setiap pinjam meminjam yang disitu mencari untung maka ia adalah riba.

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
– – – – – •(*)•- – – – –

Salah Satu Tanda Syukur Adalah Dengan Menambah Ibadah

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Diantara tanda orang yang memiliki Rasa syukur adalah ketika ia mewujudkan nya dengan bertambah ibadah..

Jika anda semakin berharta maka lihatlah pada diri anda.. apakah bertambah ibadahnya ataukan semakin lalai.. semakin merasa mampu.. dan berujung semakin tidak butuh kepada pertolongan Allah..

Janganlah hanya ketika kesulitan, engkau mengingatNya.. kalimat Ditas kelihatan mudah diucap.. namun berat dilaksanakan..
Semoga menjadi bahan renungan.. Barakallohu fikum.

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

SAUDARAKU, JANGAN ENGKAU JADIKAN DUNIA SEBAGAI TUJUAN DALAM HIDUPMU

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Perhatikanlah hadits berikut ini yang semoga memberikan manfaat dalam hidup dan kehidupan kita didunia ini agar diantara kita jangan sampai terbuai atau terlena dengan kegemerlapan dunia ini sehingga diantara kita lupa akan akhirat.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka ALLAH akan memberikan kekayaan pada hatinya dan ALLAH akan memudahkan segala urusannya didunia serta dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.
Dan barangsiapa yang menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya, maka ALLAH akan jadikannya kemiskinan/kefakiran terpampang dimatanya, dan ALLAH akan jadikan segala urusannya berantakan, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa-apa yang sudah dituliskan baginya”. (Silsilah shohihah: 949)

Saudaraku..

perhatikanlah dan camkanlah hadits diatas tersebut tentang besarnya keutamaan menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya serta kerugian yang sangat besar bagi seseorang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya.

Saudaraku…

Islam agama yang mulia ini sama sekali tidak melarang seseorang untuk memliki kekayaan yang melimpah didunia ini, tetapi ingat! agama kita yang mulia ini menasehati kepada kita agar jangan sampai tertipu dengan dunia sehingga kita melalaikan akhirat.

Dan hendaklah dari setiap kekayaan yang kita miliki kita gunakan untuk mencari ridha ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Semoga memberikan manfaat untuk kita semua.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

Jangan Tertipu Oleh Para Normal

Ust. Fuad H Baraba’, حفظه الله

Jangan Tergiur Dengan Paranormal, karena, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

من أتى عرّافاََ فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين ليلة

“Barangsiapa mendatangi dukun (paranormal), lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 malam”. (HR. Muslim).

Hanya sekedar pergi mendatangi mereka, lalu bertanya sesuatu kepadanya tanpa membenarkannya, kita tidak mendapatkan pahala shalat kita.

Adapun Чαπƍ mendatangi mereka, lalu membenarkan apa Чαπƍ dikatakannya, maka ia telah mengingkari apa Чαπƍ diturunkan kepada Nabi صلى الله عليه و سلم .
Beliau bersabda:

من أتى عرّافاََ أو كاهناََ فصدّقه بما يقول، فقد كفر بما أُنزل على محمّد

“Barangsiapa Чαπƍ mendatangi dukun atau peramal, lalu membenarkan apa Чαπƍ dikatakannya, maka sungguh dia telah kafir (ingkar) terhadap apa Чαπƍ diturunkan kepada Muhammad صلى الله عليه و سلم “.
(HR. Ahmad).

– – – – – •(*)•- – – – –

918. Teringat Terus Kesalahan Istri

918. BBG Al Ilmu – 301

Tanya:
Bagaimana caranya supaya suami tidak terus-terusan inget kesalahan istri, padahal kesalahan yang di buat nya sudah bertahun-tahun ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Jika kesalahan tersebut tidak fatal, dan sudah bertaubat nasuha tidak mengulang & ia dapat meyakinkan suami tidak pernah akan terulang, serta menjauh dari sebab2 nya, maka hendaknya suami bera-khusnudzon kepada istri, tidak pantas untuk diungkit kembali, karena bisa jadi Allah telah mengampuninya dan mengantinya dengan pahala. Lihat QS Al Furqon ayat 70, yang artinya:

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

917. Apa Yang Harus Dilakukan Bila Menemukan Barang Berharga Atau Kurang Berharga Di Jalan

917. BBG Al Ilmu – 393

Tanya:
Jika kita menemukan barang yang nilainya tidak seberapa di jalan dan tidak diketahui pemiliknya, apa yang harus kita lakukan ? bagaimana bila barang tersebut bernilai tinggi ?

Jawab:
Permasalahan barang temuan dinamakan dalam istilah fikih islam dengan Luqathoh. Ringkasnya hukum barang temuan ini dapat dibagi tiga:

1. Barang yang sepele nilainya, dimana orang yang kehilangan, secara umumnya- tidak mencarinya seperti uang Rp 1000, dan sejenisnya. Maka ini dapat dimiliki tanpa diwajibkan mengiklankannya kekhalayak ramai.

2. Hewan atau barang yang tidak akan dimangsa oleh hewan buas yang kecil, seperti onta, motor, mobil dan sejenisnya maka tidak boleh sama sekali diambil. Hendaknya dibiarkan dan ditemukan pemiliknya atau ia kembali sendiri kepadanya.

3. Yang selainnya seperti harta yang berharga atau dinilai berharga seperti uang Rp 50.000 atau 100.000. tentunya pemiliknya akan berusah mencarinya dahulu. Maka diperbolehkan untuk memiliki atau memanfaatkannya setelah diiklankan selama setahun lamanya.

والله أعلم بالصواب

Rujukan:
http://ustadzkholid.com/barang-temuan/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Menebar Cahaya Sunnah