622. Tj Memakai Hewan Atau Makhluk Hidup Untuk Kepentingan Ilmu Pengetahuan

622. BBG Al Ilmu – 357

Tanya:
Ana mau tanya tentang dalil membolehkan menggunakan binatang atau mahklik hidup untuk keperluan ilmu pengetahuan ?

Jawab:
Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya hukum memakai hewan untuk keperluan pengembangan obat, dan jawaban beliau rahimahullah:

“Saya tidak melihat sesuatu yang salah dengan hal ini, karena penerapan umum dari firman Allah (yang artinya):
“Dan Dialah yang menciptakan untuk Anda semua yang ada di bumi ‘(al-Baqarah 2:29).

Tapi sangat penting untuk memilih cara eksperimen yang termudah (yaitu apa yang paling tidak menyakitkan untuk hewan). Wallahu a’lam”

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.islam-qa.com/en/4176

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

621. Tj Memakai Fasilitas Bank Untuk Menyimpan Dan Transfer Uang

621. BBG Al Ilmu – 357

Tanya:
Bagaimana degan aktivis, atau lembaga islam, apalagi yang bermanhaj salaf, yang notabene anti riba, tapi masih menggunakan jasa bank, untuk keperluan donasi, dll.?

Jawab:
Riba itu termasuk dosa besar yang paling besar sebagaimana yang Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan dan terdapat ancama keras yang tidak dijumpai pada maksiat selainnya bagi orang yang memakan riba.

Akan tetapi jika seorang muslim terpaksa menyimpan uangnya di bank yang masih mengandung riba, karena belum dijumpai bank yang bersih dari riba atau karena perusahaan tempat dia bekerja mengharuskan semua karyawan memiliki rekening di bank atau sebab-sebab yang lain seperti keperluan transfer dari muslimin di pulau Jawa ke saudara2 mereka di Papua atau Suriah untuk keperluan dakwah/jihad (yang mana akan merepotkan dan tidak praktis jika harus dibawa cash dengan kapal atau pesawat dll), maka hukumnya insyaAllah tidak mengapa dengan syarat tidak mengambil bunga dari tabungan yang disimpan di bank.

Jika sistem di bank yang bersangkutan mengharuskan nasabah untuk menerima bunga maka nasabah yang mengambil uang bunga tersebut memiliki kewajiban untuk membebaskan diri dari uang yang haram dengan cara menyalurkan uang tersebut pada berbagai kegiatan sosial.

Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan:
“Menyimpan uang di bank karena keadaan yang mengharuskan demikian disebabkan tidak dijumpai tempat aman untuk menyimpan uang selain di bank yang masih memakai sistem riba atau karena sebab yang lain tanpa mengambil bunganya atau memiliki rekening di bank ribawi karena keperluan transfer hukumnya tidak mengapa,
insyaAllah tidak berdosa.”
(Fatawa Syekh Ibnu Baz, 7:290).

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://pengusahamuslim.com/hukum-punya-rekening-di-bank#.UlBOGBBjOT4

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

620. Tj Hukum Memakan Daging Biawak

620. BBG Al Ilmu – 423

Tanya:
Apakah daging biawak halal atau haram ? soalnya kata saudara saya bisa
tapi setau saya yang hidup di 2 tempat kan haram.

Jawab:
Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Biawak insya Allah halal. Yang dihidangkan ke Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bukanlah daging biawak, namun daging dhab, yaitu hewan sejenis dengan kadal namun hanya hidup di gurun pasir dan pemakan rumput.

Tambahan:
Mengenai hewan yang hidup di dua alam, ada perbedaan pendapat diantara para ulama, namun yang tepat adalah tidak adanya dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang shahih dan tegas yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat) KECUALI UNTUK KATAK. Dengan demikian binatang yang hidup di dua alam dasar hukumnya kembali ke kaedah: ”
Hukum asal segala sesuatu itu halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya”.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2062/slash/0/makanan-haram/

http://www.konsultasisyariah.com/buka-usaha-pet-shop-menjual-aksesoris-untuk-anjing/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

619. Tj Bacaan Doa Dhuha

619. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Apakah doa shalat dhuha “Allahuma dhuha a dhuha uka,………dst. Itu doa yang
dituntunkan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam ?

Jawab:
Do’a ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin, namun do’a ini tidak dikatakan sebagai hadits. Kami pun tidak menemukan dalam berbagai kitab yang menyandarkan do’a ini sebagai hadits Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Wallahu a’lam.
(Fatwa Mufti Markaz Al Fatawa – Asy Syabkah Al Islamiyah, Dr ‘Abdullah Al Faqih, Fatwa no. 53488, 1 Sya’ban 1425)

Kesimpulannya: Do’a di atas bukanlah do’a yang asalnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Intinya, tidak ada do’a khusus yang dibaca ketika itu.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3036-adakah-doa-khusus-ketika-shalat-dhuha.html
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

618. Tj Menghadiri Resepsi Perkawinan Non-Muslim

618. BBG Al Ilmu – 265

Tanya:
Apa hukumnya menghadiri undangan resepsi perkawinan tentangga atau kerabat satu kerjaan yang non muslim ? Acara dilaksanakan di sebuah gedung.

Jawab:
Menghadiri undangan pernikahan non-Muslim hukumnya boleh, apabila dalam acara tersebut tidak ada unsur kemaksiatan atau perbuatan yang dilarang oleh syari’at seperti syiar-syiar agama mereka, jika ada, maka hukum menghadirinya haram.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan : Apabila ada tetanggamu yang kafir mengadakan resepsi pernikahan dan dia mengundangmu, maka kamu boleh memenuhi undangan itu tapi bukan sebuah kewajiban. Kecuali apabila dalam acara itu ada acara-acara keagamaan atau syiar-syiar agama mereka, maka hukum memenuhi undangan itu menjadi haram. Karena mengadiri undangan yang ada syiar-syiar kekufurannya sama dengan ridah terhadap syiar-syiar tersebut, sementara ridah terhadap kekufuran adalah suatu yang sangat berbahaya (bagi akidah seseorang).

Dengan demikian memberikan ucapan selamat dalam acara pernikahan atau kelahiran, para Ulama membolehkan dengan syarat ada maslahat (kebaikan) yang diharapkan atau dalam rangka membalas perbuatan baik mereka kepada kita” (Syahrul Mumti’. 12/322 Bab Walimatil Ursy).

Namun berkaitan dengan mengkonsumsi hidangan, maka jika hidangan itu berupa daging sembelihan selain ahli kitab, maka hukumnya haram.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2150/slash/0/bagaimana-memanfaatkan-apa-yang-dimiliki-orang-kafir-menghadiri-resepsi-pernikahan-non-muslim/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

617. Tj Bekerja Sebagai Agen Asuransi

617. BBG Al Ilmu – 371

Tanya:
Apakah hukumnya asuransi bagi seorang muslim ? Dan apakah boleh menjadi agen asuransi ?

Jawab:
Asuransi konvensional baik asuransi jiwa, atau asuransi lainnya adalah diharamkan karena mengandung hal-hal seperti gharar (unsur ketidak jelasan), qimar (unsur judi) dan riba.

Gharar waktu:
Tidak jelas kapan waktu nasabah akan menerima klaim. Tidak setiap orang bisa mendapatkan klaim. Hanya ketika ada accident, baru bisa minta klaim. Padahal accident di sini bersifat tak tentu, tidak ada yang bisa mengetahuinya. Boleh jadi seseorang dapat accident setiap tahunnya, atau selama bertahun-tahun ia tidak mendapatkan accident.

Gharar klaim:
Tidak diketahui pula besaran klaim tersebut, karena pihak asuransi akan melakukan penilaian kerugian.

Qimar (unsur judi):
Premi yang dibayar seperti judi taruhan. Ketika tidak ada accident, pihak asuransi bisa untung karena tidak mengeluarkan ganti rugi apa-apa, atau bisa rugi besar jika banyak klaim accident. Dari sisi nasabah, ia tidak dapat klaim bila tidak pernah ada accident, atau bisa juga mendapatkan klaim secara utuh padahal baru beberapa kali bayar premi. Inilah judi yang mengandung spekulasi tinggi.

Riba:
Ada unsur Riba fadhel (riba perniagaan karena adanya sesuatu yang berlebih) dan riba nasi’ah (riba karena penundaan) secara bersamaan. Bila perusahaan asuransi membayar ke nasabah/ahli warisnya uang klaim yang disepakati, dalam jumlah lebih besar dari nominal premi yang ia terima, maka itu adalah riba fadhel. Adapun bila yang dibayar adalah klaim sebesar premi yang ia terima namun ada penundaan, maka itu adalah riba nasi’ah (penundaan). Dalam hal ini nasabah seolah-olah memberi pinjaman pada pihak asuransi. Kedua riba tersebut haram.

Dengan demikian hukum bekerja sebagai agen asuransi di perusahaan yang mengandung unsur2 diatas adalah terlarang.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-asuransi.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

616. Tj Harta Waris

616. BBG Al Ilmu – 385

Tanya:
Bila seorang bapak sudah meninggal, kemudian setelah beberapa tahun ada orang yang memberikan uang kepada istrinya (dikatakan sebagai pembayaran utang)..apakah harta ini termasuk waris ?

Jawab:
Ust. Fuad H Baraba’, حفظه الله

Betul itu termasuk harta peninggalan (waris) si bapak dan harus dibagi sesuai hukum waris Islam kepada ahli warisnya.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

615. Tj Qurban Atas Nama Istri Karena Niat Berqurban Tapi Dari Uang Suami, Siapakah Yang Terkena Larangan Tidak Potong Rambut dan Kuku..?

615. BBG Al Ilmu – 399

Tanya:
.
Jika qurban atas nama istri, tapi uangnya dari saya/suaminya, siapakah yang menjalankan sunnah tidak cukur/potong rambut/kuku..? Istri atau saya yang punya uang..?

Jawab:

Yang dilarang menggunting kuku dan mencukur rambut sejak tanggal 1 Dzul Hijjah hingga disembelihnya hewan Qurban adalah istri. Karena dia yang berniat untuk ber-qurban.

والله أعلم بالصواب

Dijawab oleh,
Ustadz Abu Fawaz Muhammad Wasitho MA, حفظه الله تعالى

614. Tj Hukum Jual Beli Kucing

614. BBG Al Ilmu – 319

Tanya:
Apa hukum jual/beli kucing ?

Jawab:
Terdapat beberapa hadits shahih berkaitan dengan jual/beli kucing dan anjing, diantaranya sebagai berikut:

1) Dari Abu Az Zubair, beliau berkata bahwa beliau pernah menanyakan pada Jabir mengenai hasil penjualan anjing dan kucing? Lalu Jabir mengatakan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras hal ini.” (HR. Muslim)

2) Dari Jabir, beliau berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari hasil penjualan anjing dan kucing.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah) (Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hadits-hadits di atas jelas sekali menunjukkan terlarangnya jual beli anjing dan kucing,  sehingga hasil penjualannya menjadi tidak halal. Anjing dan kucing bisa diperoleh dengan jalan lain semacam melalui pemberian secara cuma-cuma, tanpa melalui proses jual beli.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2033-jual-beli-anjing-kucing-dan-darah.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

613. Tj Hadits-Hadits Yang Berkaitan Dengan Riba

613. BBG Al Ilmu – 23

Tanya:
Tolong kirim hadist2 tentang riba.

Jawab:
Beberapa hadits yang berkaitan dengan riba.

1. “Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “[1] Menyekutukan Allah, [2] Sihir, [3] Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, [4] Memakan harta anak yatim, [5] memakan riba, [6] melarikan diri dari medan peperangan, [7] menuduh wanita yang menjaga kehormatannya lagi (bahwa ia dituduh berzina).” (HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89).

2. Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan shahih).

4. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam
Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan shahih dilihat dari jalur lainnya).

5. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan hasan lighoirihi).

Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/memakan-satu-dirham-dari-hasil-riba.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Menebar Cahaya Sunnah