609. Tj Gambar Mario Bros Di Lemari

609. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Lemari Baju ana, modelnya kan Puzzle (Lemari Plastik), nah disitunya Melekat Gambar Mario Bros yang udah jadi Motif si Lemari, apa gambar si Mario berpengaruh dengan memajang gambar? Sedangkan Gambar mario itu banyak, dan memang motifnya si Lemari.

Jawab:
Gambar kartun Mario Broz jelas menyerupai makhluk hidup manusia lengkap dengan panca inderanya dan ini dapat menyebabkan
menghindarnya malaikat dari rumah yang ada gambar tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut: Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 5545)
Bagaimana cara menghapusnya ?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya masalah ini dan berkata:
“Gambar yang mesti dihapus adalah setiap gambar manusia atau hewan. Yang wajib dihapus adalah wajahnya saja. Jadi cukup menghapus wajahnya walaupun badannya masih tersisa. Sedangkan gambar pohon, batu, gunung, matahari, bulan dan bintang, maka ini gambar yang tidak mengapa dan tidak wajib dihapus. Adapun untuk gambar mata saja atau wajah saja (tanpa ada panca indera), maka ini tidaklah mengapa, karena seperti itu bukanlah gambar dan hanya bagian dari gambar, bukan gambar secara hakiki.”
(Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 35).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/3370-hukum-memajang-foto-makhluk-bernyawa.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

609. Tj Gambar Mario Bros Di Lemari

609. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Lemari Baju ana, modelnya kan Puzzle (Lemari Plastik), nah disitunya Melekat Gambar Mario Bros yang udah jadi Motif si Lemari, apa gambar si Mario berpengaruh dengan memajang gambar? Sedangkan Gambar mario itu banyak, dan memang motifnya si Lemari.

Jawab:
Gambar kartun Mario Broz jelas menyerupai makhluk hidup manusia lengkap dengan panca inderanya dan ini dapat menyebabkan
menghindarnya malaikat dari rumah yang ada gambar tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut: Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 5545)
Bagaimana cara menghapusnya ?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya masalah ini dan berkata:
“Gambar yang mesti dihapus adalah setiap gambar manusia atau hewan. Yang wajib dihapus adalah wajahnya saja. Jadi cukup menghapus wajahnya walaupun badannya masih tersisa. Sedangkan gambar pohon, batu, gunung, matahari, bulan dan bintang, maka ini gambar yang tidak mengapa dan tidak wajib dihapus. Adapun untuk gambar mata saja atau wajah saja (tanpa ada panca indera), maka ini tidaklah mengapa, karena seperti itu bukanlah gambar dan hanya bagian dari gambar, bukan gambar secara hakiki.”
(Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 35).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/3370-hukum-memajang-foto-makhluk-bernyawa.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

608. Tj Adab Ketika Buang Air Kecil Atau Besar

608. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Bagaimana adab buang air kecil

Jawab:
Berikut adalah adab buang hajat kecil dan besar.

1. Menutup diri dan menjauh dari manusia ketika buang hajat.

2. Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah.

3. Membaca basmalah dan meminta perlindungan pada Allah (membawa ta’awudz) sebelum masuk tempat buang hajat. Dan kemudian berdoa: “Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).

4. Masuk ke tempat buang hajat terlebih dahulu dengan kaki kiri dan keluar dari tempat tersebut dengan kaki kanan.

5. Tidak menghadap kiblat atau pun membelakanginya. Hal ini berlaku di dalam dan di luar bangunan.

6. Terlarang berbicara secara mutlak kecuali jika darurat.

7. Tidak buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.

8. Tidak buang hajat di air yang tergenang.

9. Tidak kencing di lubang karena itu rumahnya Jin.

10. Tidak beristinja’ dan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan. Beristinja’dengan menggunakan air, jika tidak ada dengan minimal tiga batu (istijmar).

11. Memerciki kemaluan dan celana dengan air setelah kencing untuk menghilangkan was-was.

12. Hati2 dengan air kencing yang terpercik ke pakaian/tubuh karena jika tidak dibersihkan menjadi faktor utama dan dominan siksa kubur.

13. Mengucapkan do’a “ghufronaka” setelah keluar kamar mandi dengan mendahulukan kaki kanan.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/10-adab-ketika-buang-hajat.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

607. Tj Qurban Untuk Yang Sudah Meninggal

607. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Kalau orang yang sudah meninggal terus mau di qurban kan boleh tidak?

Jawab:
Terkait kurban atas nama orang yang sudah meninggal, dapat dirinci sebagai berikut:

Pertama, orang yang meninggal bukan sebagai sasaran kurban utama, namun statusnya mengikuti kurban keluarganya yang masih hidup.

Misalnya, seseorang berkurban untuk dirinya dan keluarganya, sementara ada di antara keluarganya yang telah meninggal. Berkurban jenis ini dibolehkan dan pahala kurbannya meliputi dirinya dan keluarganya, termasuk yang sudah meninggal.

Kedua, Berkurban khusus untuk orang yang meninggal karena mayit pernah mewasiatkan agar keluarganya berkurban untuk dirinya setelah dia meninggal.

Berkurban untuk mayit untuk kasus ini diperbolehkan jika dalam rangka menunaikan wasiat si mayit, dan nilai biaya untuk kurban, kurang dari sepertiga total harta mayit.

Ketiga, Menyembelih kurban bagi orang yang sudah meninggal sebagai shadaqah terpisah dari yang hidup (bukan wasiat dan tidak ikut yang hidup) maka inipun dibolehkan.

Para ulama Hambaliyah (yang mengikuti madzhab Imam Ahmad) menegaskan bahwa pahalanya sampai ke mayit dan bermanfaat baginya dengan menganalogikannya kepada shadaqah. Ibnu Taimiyyah berkata : “Diperbolehkan menyembelih kurban bagi orang yang sudah meninggal sebagaimana diperolehkan haji dan shadaqah untuk orang yang sudah meninggal. Menyembelihnya di rumah dan tidak disembelih kurban dan yang lainnya di kuburan”.
(majmu Al Fatawa 26/306).

Namun demikian yang nomer tiga ini janganlah dianggap sunnah karena tidak pernah dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam padahal banyak anggota kerabat dan keluarga yang meninggal terlebih dahulu.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://
www.konsultasisyariah.com/bolehkah-kurban-setiap-tahun/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

606. Tj Ucapan Selamat Atas Kelahiran

606. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Adakah ucapan selamat yang shoheh untuk kelahiran seorang anak ?

Jawab:
Tidak ada satu haditspun dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah mengucapkan selamat bagi keluarga yang kelahiran. Yang ada hanyalah atsar yang diriwayatkan dari tabi’in, sebagai berikut: Dari Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah. Ada seseorang bertanya kepadanya tentang ucapan selamat tersebut ; “Bagaimana cara aku mengucapkannya ?” Kata Al-Hasan Ucapkanlah:

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ“

Ja’alallahu mubaarokan ‘alaika wa ‘ala ummati Muhammadin” *

“Semoga Allah menjadikannya barakah atas kalian dan atas ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam” (Hadits hasan. Dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam Kitab Ad-Du’a (2/1243) dengan sanad yang rijalnya (rawi-rawinya) tsiqah (orang kepercayaan).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/pusat-informasi/my-family/3109-hadir-lagi-buah-hati-tercinta-adik-rumaysho.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Keutamaan Hari Arofah

Ust. Fuad Baraba’, حفظه الله

Mungkin sebagian kita sudah tau akan keutamaan hari Arofah, hari Чαπƍ jatuh pada tanggal 9 dzulhijjah ini merupakan hari Чαπƍ begitu masyhur dengan banyaknya pahala, dan pengampunan dosa-dosa.

Hari Чαπƍ terbaik untuk memanjatkan doa, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

أفضل الدعاء دعاء يوم عرفة

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arofah”. (HR. at-Tirmidzi).

Pada hadits Чαπƍ lain:

و أفضل ما قلت أنا و النبيون قبلي: لا إله إلا الله وحده لا شريك له

“Dan sebaik-baik Чαπƍ aku ucapkan, dan para Nabi sebelumku adalah: Laa Ilaaha Illallahu wahdahu laa syarika lahu”. (HR. at-Tirmidzi).

Hari Чαπƍ dimana para jamaah haji melakukan wukuf ‎​δ¡ Arofah, Чαπƍ merupakan rukun paling agung dan menentukan dalam pelaksanaan ibadah haji, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

الحج عرفة

“Inti ibadah Haji adalah wukuf ‎​δ¡ Arofah”. (HR. Ahmad, dan Ahlus sunan).

Maka dari itu hari Arofah disebut dengan hari Haji Akbar.

Hari Arofah merupakan hari Чαπƍ disaksikan, Чαπƍ Allah Ta’ala bersumpah dengannya dalam al-Quran:

Allah Ta’ala berfirman:

Baca selanjutnya di: http://ibnumubarakallaitsi.wordpress.com/2012/10/24/keutamaan-hari-arofah/
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

SABARLAH, WAHAI PENYERU KEBAIKAN…!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang senantiasa berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah….

Pada risalah saya kali ini, kami tujukan kepada seluruh para pejuang amar ma’ruf nahi mungkar atau umumnya kaum muslimin penyelenggara-penyelenggara kegiatan dakwah yg mereka semua mendakwahkan manusia agar kembali kepada ALLAH (mentauhidkan ALLAH) dan menghidupkan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam diatas cahaya alqur’an wa sunnah menurut pemahaman sahabat agar senantiasa menghiasi dirinya dengan sifat sabar….

Harus kita fahami ikhwah sekalian, setiap kali kita berdakwah kepada manusia agar kembali kepada ALLAH, tidak selalu/ tidak langsung mereka mau menerimanya dan banyak justru diantara mereka membantahnya dan tidak sedikit dari mereka justru melontarkan tuduhan-tuduhan keji kepada para penyeru kebaikan.

Oleh sebab ikhwah sekalian tdk sepatutnya bagimu murka, marah baik dengan mencela, mencaci maki, memvonis dengan kalimat yang tidak baik kpd mereka…karena mereka wahai saudaraku pada hakekatnya mereka adalah orang2x Awam akan da’wah yang hak ini, dan kita hidup pada keasingan islam.

Untuk itu saya menasehatkan diri saya, antum dan antunna para pelaku amar ma’ruf nahi munkar agar senatiasa menghiasi dirinya dengan sifat sabar dalam menghadapi gannguan,cacian, tuduhan dari manusia yang dengannya hati mampu menanggung semuanya.

Berikut ini saya bawakan nash alqur’an yg akan memberikan kepada kita ketenangan dan menumbuhkan kesabaran pada diri kita yang mana ALLAH mengabarkan kepada kita bahwa para Rasul dahulu mereka telah didustakan oleh kaumnya bahkan tidak hanya didustkan mereka diganggu (dianiyaya) namun mereka tetap bersabar.

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau (muhammad)pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka….
(Al-An’am :34)

Akhukum Ahmad Ferry N

BENARKAH SEBURUK-BURUK MANUSIA ADALAH ORANG YANG TIDAK MAU MENIKAH SAMPAI MATI?

Benarkah demikian ? Mari kita baca soal Tanya-Jawab yang diasuh oleh Ust. MWasitho, حفظه الله .

Tanya:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz…shahihkah hadist dibawah ini:

“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).

Jawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Hadits tsb dikeluarkan oleh Abdurrozzaq di dalam Al-Mushonnaf dan imam Ahmad di dalam Al-Musnad, dari jalan Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu, dengan lafazh:

شراركم عزابكم, وأراذل موتاكم عزابكم

Artinya: “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah.”

» Derajat hadits tsb DHO’IF (Lemah), sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Syu’aib Al-Arnauth rahimahullah.
Sedangkan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqolani rahimahullah menyatakan bahwa derajat hadits tsb MUNKAR.

» Hal ini dikarenakan adanya dua cacat di dlm sanadnya, yaitu:
1. Seorang perawi yg meriwayatkan hadits dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu statusnya MAJHUUL (tidak jelas kredibilitasnya dan tidak dikenal jati dirinya).

2. Adanya IDHTHIROOB (keguncangan dan ketidak pastian) di dlm sanadnya.

» Berdasarkan keterangan ini, maka penisbatan riwayat tsb kpd imam Al-Bukhari rahimahullah adalah suatu kedustaan besar atas nama beliau.

Hendaknya orang yg membuat/menulis/menshare riwayat tsb segera bertaubat kpd Allah atas perbuatan dustanya sebelum datang kepadanya kematian. Karena perbuatan dusta itu merupakan salah satu dosa besar yg akan menjerumuskan pelakunya ke dalam api neraka.

» Meskipun derajat hadits ini DHO’IF, namun tidak sepantas seorang muslim dan muslimah menghabiskan masa hidupnya dlm keadaan membujang padahal ia mempunyai kesempatan n kemampuan utk menikah.

» Hal ini dikarenakan adanya hadits yg diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang umatnya dari hidup membujang.

Adapun bagi mereka yg sdh berupaya mencari jodoh tapi belum jg menemukannya hingga ajal menjemputnya. Atau bagi mereka yg mengalami sakit atau cacat yg menghalanginya dari menikah, maka mereka semua tidak tercela.

» Di dalam menikah terdapat hikmah dan manfaat yg sangat banyak, diantaranya:
1. Dapat meneladani Nabi shallallahu alaihi wasallam dlm hal nikah. Dan ini sebagai wujud n bukti nyata akan kecintaan n kesetiaan thdp Rasulullah shallallahu alaihi wasallam n sunnah (tuntunan) beliau.

2. Dapat menjaga pandangan n kemaluan dr perbuatan haram, dengan menyalurkan hasratnya di tempat yg Halal n berpahala.

3. Dapat mendatangkan anak keturunan yg banyak. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam akan merasa berbangga di hadapan para Nabi yg lain dengan banyaknya umat beliau.

4. Dapat mengajarkan ilmu yg bermanfaat kpd anak2 n istrinya. Sehingga ia akan senantiasa mendapat kiriman pahala dr mereka smp hari kiamat, bi idznillah.

5. De eL eL. 🙂

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg mudah dipahami n menjadi ilmu yg bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Surabaya, 6 Oktober 2013).

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, room Tanya Jawab.

BERBUAT BAIKLAH KEPADA KEDUA ORANG TUAMU, TERUTAMA TERHADAP IBUMU!…

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Perhatikanlah riwayat berikut ini;

Suatu hari, Ibnu Umar رضي الله عنه melihat seorang yg menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah (setelah dia selesai menyelesaikan thawafnya bersama ibu kandungnya yang ia gendong), Orang tersebut lalu berkata kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yg engkau lakukan.”
(Diambil dari kitab al-Kabair hal:32, karya adz-Dzahabi)

Wahai saudara-saudariku perhatikanlah jawaban dari sahabat ibnu umar terhadap pertanyaan orang tersebut, yang menanyakan kepadanya apakah perbuatan dia menggendong ibunya ketika thawaf sudah bisa dikatakan telah membalas kebaikan ibunya???

Namun ibnu umar menjawab: “Belum, meskipun sekedar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu…”(Artinya: engkau belum bisa membalas kebaikan ibumu)

Yaa subhaanallah…

Apakah ada pada zaman kita saat ini yang mampu melakukan demikian untuk ibunya??
Menggendong ibunya ketika thawaf?

Jangankan untuk menggendong ibunya untk thawaf, menuntun ibunya ke kamar mandi saja mereka enggan!!…

Mereka merasa malu untuk melakukan hal tersebut…
Mereka lebih mempertahankan egonya,jabatannya didunia ini & dia merasa hebat depan ibunya…

Bahkan ada diantara mereka yg tenggelam dgn kegemerlapan duniawai, mereka malah lebih suka ibunya dititipkan ke panti-panti jompo….

Ini jelas, bahwa perbuatan tersebut adalah bentuk kedurhakaan anak kepada ibunya…

Untuk itu, wahai saudara-saudariku beruntunglah bagi mereka yg masih memiliki kedua orang tuanya masih hidup terutama ibunya, jgn engkau sia-siakan mereka…
Berbuat baiklah kepadanya…
Raihlah surga…

Dan jgn engkau merasa hina, dari setiap melaksanakn perintah ibumu…

Ahmad Ferry Nasution

Menebar Cahaya Sunnah