Tj Dipaksa Memimpin Doa Bersama Di Kantor

591. BBG Al Ilmu – 423

Tanya:
Saya mau tanya mengenai kebiasaan doa pagi di kantor saya, menurut saya itu tidak pernah ada tuntunan dari rasul..tapi kita dipaksa secara bergiliran untuk memimpin doa.. Mohon petunjuk bagaimana sikap kita.. Menolak susah karena itu perintah atasan dan kebiasaan dikantor.

Jawab:
Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

Jangan dituruti dan dijelaskan dengan baik. Jika antum ‘dipaksa’ juga, minta diganti dengan pembacaan hadits atau renungan ayat, jangan doa seperti itu.

Tambahan:
Nanti mungkin bisa dibicarakan dengan atasan antum bahwa selain doa, ada hal2 penting lainnya yang perlu diperhatikan oleh karyawan seperti adab benerja dari hadits atau ayat yang berkaitan seperti kewajiban menjaga amanah, tidak bolehnya memakai fasilitas yang bukan miliknya (punya kantor) untuk kepentingan pribadi tanpa izin, dll. Tinggal tergantung bagaimana antum mendiskusikan hal ini agar menjadi sesuatu bahan pertimbangan yang menarik bagi atasan.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Mandi Wajib Bagi Orang Yang Sakit

590. BBG Al Ilmu – 265

Tanya:
Apabila seseorang berhadats besar di malam hari, dia tidak mampu untuk mandi wajib tapi mampu untuk berwudhu (karena ia menderita sakit, apabila terkena air pada seluruh tubuh sakitnya semangkin menjdi) untuk melaksanakan shalat subuh, pertanyaannya : apakah tayammum sudah mewakili mandi wajib dan wudhunya? Atau tayammum untuk mewakili mandi wajib saja, selanjutnya masih harus berwudhu?

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Tayammum untuk mandi lalu wudlu.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Pembagian Tugas Rumah Tangga Antara Suami Dan Istri

589. BBG Al Ilmu – 311

Tanya:
Ana pernah membaca bahwa salah satu kriteria istri sholehah adalah tidak menyuruh suami melakukan pekerjaan wanita, sperti apakah contoh pekerjaan wanita? Apakah membersihkan kotoran anak termasuk pekerjaan wanita?

Jawab:
Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله

Dalama rumah tangga suami istri saling bekerja sama, Rosul صلى الله عليه وسلم dalam keluarga selalu membantu istri dan tatkala adzan dikumandangkan beliau bergegas untuk sholat. Dalil ini menunjukkan pentingnya menggauli istri dengan baik diantaranya dengan membantu dan meringankan apa yang menjadi tugas istri.

Adapun yang dimaksud dengan kalimat ‘Tidak menyuruh suami melakukan pekerjaan istri’ adalah istri menyuruh / mempekerjakan suami untuk melakukan apa yang menjadi tugas istri / wanita contoh istri bekerja sedangkan suami dirumah melakukan semua tugas dan pekerjaan layaknya seorang istri (masak, nyapu, jemur baju, nyetrika dll). Adapun jika pekerjaan2 tersebut yang sifatnya membantu / meringankan tugas istri maka hal tersebut baik untuk dilakukan, contoh istri mencuci suami bantu menjemur, istri masak suami yang potong2 sayur dll.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Hadits Seputar Keutamaan Awal Dzulhijjah

588. BBG Al Ilmu – 15

Tanya:
Apakah hadits ini shahih?: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR-Tirmidzi,Ibnu Majah,dan Baihaqi).

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Setahu ana tambahan: “…Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam Lailatul Qadar…” Adalah TIDAK SHAHIH.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Apakah Puasa Awal Dzulhijjah Dilakukan Dari Tanggal 1 Hingga 9

587. BBG Al Ilmu – 21

Tanya:
Mau tanya tentang keutamaan 10 hari pertama bulan zulhijah, kan disunahkan untuk berpuasa, maksudnya puasanya mulai tanggal 1-9 berturut-turut atau bagaimana ?

Jawab:
Memang tidak ada hadits khusus yang menunjukkan anjuran untuk berpuasa tanggal 1 sampai 9 zhulhijjah. Akan tetapi anjuran berpuasa pada hari-hari ini sudah tercakup dalam keumuman hadits karena puasa termasuk amal salih.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam al-Liqa’ asy-Syahri (no. 26):

Telah sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau
bersabda:
“Tidaklah ada suatu hari yang beramal salih pada hari-hari itu lebih dicintai Allah daripada beramal pada sepuluh hari ini –yaitu sepuluh hari awal Dzulhijjah-.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah jihad fi sabilillah juga tidak lebih utama darinya?”. Beliau menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seorang lelaki yang berangkat berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu dia kembali dalam keadaan tidak membawa apa-apa dari itu semua (alias mati syahid, pent).” (HR. Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma)

Hadits ini menunjukkan bahwa seyogyanya kita memperbanyak amal salih pada sepuluh hari awal Dzulhijjah… Dan semestinya kita juga mengerjakan puasa pada sembilan hari yang pertama, karena hari yang kesepuluh adalah hari raya (Iedul Adha) sehingga tidak boleh berpuasa pada hari itu.

Anjuran puasa ini semakin diperkuat pada hari Arafah kecuali bagi para jama’ah haji.

Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/keutamaan-berpuasa-pada-9-hari-awal-dzulhijjah/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Haruskah Memakai Kain Ketika Mandi Wajib

586. BBG Al Ilmu – 49

Tanya:
Dalam diskusi remaja mesjid mengenai hadist yang menerangkan wajibnya memakai kain atau tidak boleh telanjang ketika mandi wajib. Apakah benar ada ?

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله dan berbagai sumber lainnya.

Kalimat yang disebutkan pemateri sepertinya diambil dari kutipan berikut:

Imam Ahmad bin Hanbal pernah menceritakan hal ihwal masa lalunya. Saat itu beliau mandi bersama teman-temannya. Tapi yang menjadi kejanggalan bagi Imam Ahmad, mereka mandi tanpa kain penutup aurat.

Karena berpegang teguh pada sunnah Rasul, beliau tidak meniru mereka. Beliau ingat sabda rasul, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah memasuki kamar mandi kecuali dengan kain penutup aurat”. Maka beliau pun tidak mau telanjang.

(Al-Fasyni, Ahmad bin Hijazi. Al-Majâlis al-Saniyyah fî al-Kalâm ‘alâ al-Arba’în al-Nawawiyyah)

Menurut Ust. Badrusalam, itu kalau mandinya di pemandian umum seperti kolam renang. Tapi kalau di kamar mandi sendiri yang tertutup rapi tidak apa-apa (tidak memakai kain). Sebagaimana dalam kisah mandinya beliau shollallahu ‘alaihi wasallam dengan Aisyah radhiallahu ‘anha.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Ibadah Ala “Kapok Sambel”

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri MA

Ada ungkapan kapok sambel, teriak kapok-kapok, eh besok makan lagi dan demikian seterusnya tanpa ada akhirnya.

Sikap semacam ini tentunya mencerminkan kepribadian dan pendirian yang lemah. Betapa tidak, terus menerus mengulang kesalahan, dan nalar yang tumpul sehingga tidak dapat mengambil pelajaran dari pengalaman hidupnya.

Kepribadian lemah semacam ini biasanya akan terus tercermin pada setiap aspek kehidupannya sampaipun dalam hal peribadatannya. Buktinya, betapa banyak orang yang di saat susah begitu getol beribadah dan berdoa kepada Allah. Ia percaya sepenuhnya bahwa hanya Allah yang kuasa menolongnya.

Namun setelah mendapat kemudahan segera kembali ke kondisi semula, lalai, bergantung kepada selain Allah, dan meninggalkan doa. allah berfirman:
فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

Bila mereka naik perahu, ( dan perahunya diterjang ombak) dengan tulus dan sungguh-sungguh mereka berdoa kepada Allah, namun setelah Allah menyelamatkan mereka hingga tiba di daratan kembali, sekejap mereka berbuat kesyirikan kembali. ( ar Rum 65)

Saudaraku! Bagaimana dengan anda ?

BERKATALAH YANG BAIK & TERSENYUMLAH WAHAI SAUDARA-SAUDARIKU!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Tutur kata yang baik (kpd saudaramu) termasuk shodaqoh.” (bukhary:2989)

Dlm riwayat yg lain Nabi bersabda:
“Jangan sekali-sekali engkau meremehkan perkara kebaikan, meskipun engkau hanya berwajah ceria ketika engkau berjumpa saudaramu”
(Muslim 2626) dibab: disukai menampakkan wajah yg ceria ketika berjumpa.

Syaikh utsaimin Rahimahullah didalam kitab “syarh riyadhussholihin :2/380” menjelaskan:
“Sepatutnya bagi seseorang apabila berjumpa dgn saudaranya, ia menunjukkan wajah yang ceria & baiknya tutur kata kepadanya. Yg demikian ini merupakan akhlak Nabi. Yg demikian ini tidaklah mengurangi kedudukan seseorang bahkan dgn akhlak yg demikian angkat mengangkat derajatnya, diberikan ganjaran oleh ALLAH, telah mengikuti sunnah, krn Nabi apabila berjumpa menunjukkan perasaan senang & tersenyum padanya.

Perhatikan wahai saudara-saudariku begitu indahnya & sangat tingginya akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Utk itu TIDAK sepatutnya bagi seorang muslim/muslimah terutama bagi kawan-kawan yg sdh mempelajari/mendalami da’wah yg haq ini, berlaku kasar kpd saudaranya, menampakkan kebencian yg sgt padanya dll. Apalagi saat engkau menegurnya dgn cara yg kasar kpd mereka disaat mereka baru mengenal/ menerima da’wah yg haq ini. Sehingga dgn sebab perbuatan kasarmu kpd mereka, membuat mereka lari & membuat mereka benci terhadap dakwah yg haq ini dgn sebab akhlak antum/antunna yg kurang baik padanya.

Saudara-saudariku yg saya muliakan, harus antum & antunna ketahui: da’wah ini, ya’ni mengembalikan manusia utk mentauhidkan ALLAH & menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, memiliki banyak tantangan yg sgt berat & sgt sulit bagi mereka utk menerimanya & janganlah engkau beratkan lagi mereka dgn akhlakmu yg kasar kepadanya.

Smg ini semua, memberikan pelajaran yang baik utk kita semua & smg ALLAH menyatukan kita diatas islam & sunnah

Ahmad Ferry Nasution

Andai Semua Orang Jadi Ulama, Kaya Raya, Sehat Dan Sukses.

Oleh; Dr. Muh. Arifin Badri MA

Sobat! Sering kali di saat melihat orang lain sukses, sedangkan anda belum atau mungkin juga tidak, anda berkata: mengapa dia sukses sedangkan aku tidak atau belum?

Atau mungkin juga anda berkata: apa salahnya bila Allah menjadikan saya sukses sebagaimana mereka sukses?

Sobat! Sadarilah bahwa sebenarnya pikiran serupa juga berkecamuk di dalam pikiran orang lain. 

Anda bisa bayangkan, andai Allah mengabulkan keinginan semua orang, semua orang jadi kaya raya, tidak ada seorangpun yang miskin, semua pandai tidak ada seorangpun yang bodoh, semua sehat tidak ada seorangpun yang sakit ….dst. Kira-kira apa yang terjadi bila kondisi ini benar benar terjadi?

Sadarilah bahwa kehidupan dunia ini haruslah dinamis, ada kaya dan ada yang miskin, ada yang pandai dan ada pula yang bodoh…..dst. Dengan demikian, semua manusia saling membutuhkan dan menjalankan perannya, sehingga terjalinlah hubungan mutualisme antara semua orang.

Karena itu, sah sah saja anda berusaha mewujudkan impian anda, namun pada akhirnya anda harus mengakui dan mensyukuri kodrat hidup anda.

Namun demikian, Percayalah bahwa dengan kodrat yang anda terima, tetap saja anda bisa menjadi manusia yang berguna dan berbahagia di dunia dan juga di akhirat.

وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللهُ عَلَيْهِم مِّن بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ

Dan demikianlah kami uji sebagian manusia dengan sebagian lainnya, agar mereka berkata: ” mengapa mereka mendapat karunia Allah melebihi kami?” Bukankah Allah Lebih mengetahui siapakah orang-orang yang pandai bersyukur? ( al An’am 53)

Allah menguji orang pandai dengan orang yang bodoh, apakah mereka sudi menuntun saudaranya? Allah juga menguji orang bodoh dengan adanya orang pandai, apakah mereka bisa
menghormati dan menimba ilmu dari orang yang berilmu? Peran ulama’ terasa nyata berkat adanya orang yang bodoh.

Kesuksesan Yang Hakiki

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah….

Sering kali kita mendengar dari saudara-saudara kita dalam menasehati anak-anaknya ketika mereka sdh beranjak dewasa, orang tua tersebut selalu menasehati kpd anak2 dgn kalimat, “Nak, belajarlah yg benar biar kelak kamu menjadi orang…!” Kalimat “biar menjadi orang disini biasanya mereka tujukan atau maksudkan kepada anak-anak agar anak mereka tersebut sukses dalam urusan duniawi mereka kelak…

Wahai saudara-saudariku sungguh Islam sama sekali tidak melarang seseorang sukses dalam kehidupan duniawinya, akan tetapi kesuksesan duniawi bukanlah yg utama bagi seorang mu’min, yg merupakan prioritas utama seorang mu’min ialah bagaimana agar dia sukses dalam kehidupan akhiratnya kelak.

Sebagaimana ALLAH jelaskan bahwa kesuksesan yg benar2x sukses ialah, manakala ALLAH selamatkan manusia dari api neraka dan ALLAH masukkan manusia kedalam surga itulah hakekat kesuksesan yg hakiki.
Sebagaimana yang ALLAH jelaskan dalam surah Ali Imran :185

” ….Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan…”

Syaikh Asy-Sya’di Rahimahullah mengatakan;

Orang yg memperoleh kemenangan adalah mereka yg selamat dari azab yg pedih dan dia bisa menikmati berbagai macam kenikmatan di surga. Yaitu kenikmatan yg belum pernah dilihat oleh mata manusia sebelumnya, belum pernah didengar oleh telinga manusia dan belum pernah terlintas didalam hati manusia, itulah hakekat kesuksesan.
Adapun sebaliknya apabila manusia kedalam neraka dan dijauhkan dari surga berarti dia bukan termasuk orang yg sukses.

(Taisir Kariimirrahman)

Demikianlah yg seharusnya sikap seoarang muslim dalam kehidupannya yaitu menjadikan kebahagiaan akhirat sebagai puncak cita-citanya dan harapan tingginya.

Semoga ALLAH memberikan kemudahan untuk melaksanakan ketaatan kepadaNya, memberikan kesehatan kpd kita semua.

Ahmad Ferry

Menebar Cahaya Sunnah