704. BBG Al Ilmu
Tanya:
Dalam tulisan Ust. Badrusalam “Marah Rahmat#, kenapa nabi صلى الله عليه وسلم pernah mencaci Mu’awiyah bin Abi Sufyan?
Jawab:
Dalam suatu hadits dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, katanya: “Saya bermain bersama anak-anak lalu datang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan saya bersembunyi di belakang pintu. Beliau datang dan mengeluarkan saya dan berkata: pergilah dan panggilah Muawiyah kepada saya. Maka saya mendatanginya, dan berkata: “Dia sedang makan.” Kemudian Nabi memintaku lagi: “Pergilah dan panggil Muawiyah kepadaku.” Saya katakan; “Dia masih makan.” Maka Nabi bersabda: “Semoga Allah tidak mengenyangkan perutnya.”
(HR. Muslim No. 2604).
Imam Nawawi rahimahullah dalam syarah Muslim (2/325 cet. India) menekankan: “Adapun do’a jelek beliau kepada Mu’awiyah memiliki dua kemungkinan:
1. Itu hanya kebiasaan lisan arab tanpa ada tujuan (jelek).
2. Sebagai hukuman atas keterlambatan Mu’awiyah.
Dalam memahami hadits ini Imam Muslim rahimahullah berpendapat bahwa pada hakekatnya perkataan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam itu merupakan do’a kebaikan baginya. Imam Muslim rahimahullah memasukkan hadits Mu’awiyah di atas dalam Bab Man La’anahu An Nabi Aw Sabbahu Aw Da’a ‘Alaihi Wa Laisa Huwa Ahlan Lidzalika Kaana Lahu Zakatan Wa Ajran Wa rahmatan (Bab siapa saja yang pernah dilaknat, dicela ataupun di do’akan jelek oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang dia tidak berhak mendapatkannya maka itu sebagai pembersih, pahala dan rahmat baginya) karena banyak hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan bahwa caci makian beliau itu adalah tazkiyah (pensucian), pahala, kaffarat (tebusan) dan rahmat bagi orang yang menerimanya.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
Hadits: “Semoga Alloh tidak akan mengenyangkan perutnya.” Yakni Perut Muawwiyah
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶