Oleh Ust. M Wasitho, حفظه الله تعالى
•» TANYA «•
Apakah sama antara khuf dengan kaos kaki ?
– Lantas apakah kita bisa mengusap kaos kaki pada saat kita berwudhu, dikarenakan tempat wudhu (untuk umum) sehingga tidak memungkinkan bagi kita untuk membuka kaos kaki ?
•» JAWAB «•
Bismillah.
Berkaitan dengan hukum mengusap kaos kaki ketika berwudhu, maka terdapat 2 (dua) pendapat di kalangan para ulama sunnah. Ada yang melarang, dan ada pula yang membolehkannya.
Akan tetapi, pendapat yang Rojih (kuat dan benar) adalah pendapat para ulama yang membolehkannya, karena mengusap kaos kaki hukumnya sama dengan mengusap khuff (terompa/kaos kaki yang terbuat dari kulit). Dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama sunnah, diantaranya:
– Hasan Al-Basri,
– Sa’id bin Al-Musayyib,
– Imam Ahmad bin Hanbal,
– Ibnu Hazm,
– Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,
– Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah,
– Syaikh Ibnu ‘Utsaimin,
– Syaikh Muhammad Asy-Syinqithi rahimahumullah.
– Dan selainnya.
(*) Dalil-dalil syar’i yang menguatkan dan membenarkan pendapat ini (yakni BOLEHNYA mengusap kaos kaki ketika berwudhu) adalah sebagai berikut:
1. Hadits yang diriwayatkan dari Syu’bah bin Al-Mughiroh radhiyallahu anhu, ia berkata:
“Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah berwudhu dan beliau mengusap di atas kedua kaos kaki dan sandal beliau.”
(Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ahmad. Dan di-SHOHIH-kan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Irwa’ul GholiiL no.101).
2. Dari Al-Azroq bin Qois rahimahullah, ia berkata:
“Aku pernah melihat Anas bin Malik radhiyallahu anhu berhadats (yakni batal wudhunya), lalu beliau (berwudhu dengan) membasuh wajah dan kedua tangan beliau, dan beliau mengusap di atas kedua kaos kaki beliau yang terbuat dari Shuuf (sejenis kain wol).”
Maka aku bertanya kepada beliau, ‘Apakah engkau mengusap di atas kedua kaos kaki (ketika berwudhu) ?’ Beliau Jawab: “Sesungguhnya kaos kaki itu adalah khuff, akan tetapi ia terbuat dari kain wol.”
(Dikeluarkan oleh Ad-Duulaabi di dalam Al-Kunaa I/181, dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Ahmad Syakir rahimahullah).
3. Ada 11 (sebelas) orang dari para Sahabat Nabi yang berpendapat BOLEHNYA mengusap kaos kaki ketika berwudhu. Diantaranya; Umar bin Khoththob, Abdullah bin Umar bin Khoththob, Ali bin Abi Tholib, Abdullah bin Mas’ud, Anas bin Malik radhiyallahu anhum. Dan tidak ada seorang sahabat pun yang menyelisihi pendapat mereka. Maka pendapat ini menjadi IJMA’ (konsesus) di kalangan para sahabat radhiyallahu anhum.
(*) CATATAN:
» Waktu Bolehnya mengusap kaos kaki ketika berwudhu adalah sehari semalam bagi orang mukim. Dan tiga hari tiga malam bagi orang musafir. Hal ini berdasarkan Hadits SHOHIH yang diriwayatkan oleh imam Muslim dan An-Nasa’i dari jalan Ali bin Abu Tholib radhiyallahu anhu.
» Syarat bolehnya mengusap kaos kaki ketika berwudhu, hendaknya sebelum memakai kaos kaki sudah dalam keadaan bersuci dari hadats kecil dan besar.
Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga mudah dipahami dan menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat.
Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.
– – – – – •(*)•- – – – –