All posts by BBG Al Ilmu

1252. Hadits Palsu Seputar Aqiqah

1252. BBG Al Ilmu – 275

Tanya:
Barusan saya baca suatu hadits yang menjelaskan , kalau kita pas masih bayi tidak di aqiqah, suatu saat nanti kita tidak bisa kasih syafaat kepada orangtua? Apakah benar demikian ?

Jawab:
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Tidak benar itu.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1251. Kesempurnaan Allah

1251. BBG Al Ilmu – 317

Tanya:
Saya sudah beberapa kali mendengar dari bos saya bahwa Tuhan saya itu juga tidak sempurna, dia katakan begitu karena penciptaannya juga ada yang tidak sempurna, seperti ada yang di lahirkan yang tidak punya tangan dll. Tapi saya berkeyakinan itu perkataan yang salah, karena Allah maha sempurna. Mohon penjelasannya.

Jawab:
Ustadz Ali Hasan Bawazer, Lc, حفظه الله تعالى

Kesempurnaan Allah adalah hal yang sudah diyakini secara masif oleh setiap umat manusia. Bahkan kaum musyrikin sekalipun, jika kita sifati Tuhan-Tuhan mereka (yang mereka sembah selain Allah) dengan sifat-sifat yang kurang dan tidak sempurna, maka hal itu akan menimbulkan kemarahan di antara mereka. Adapun makhluk-makhluk yang cacat dan jika ini dinilai sebagai ketidak sempurnaan Allah, maka ini menunjukkan lemahnya akal dan iman orang yang beranggapan seperti itu.

Sebab, dari mana kita mengetahui sesuatu itu sempurna jika tidak ada yang tidak sempurna?

Bagaimana kita mengetahui yang kaya dari yang miskin jika semua kaya?!

Bagaimana kita mengetahui nikmatnya sehat jika tidak ada sakit?!

Segala sesuatu dari ciptaan Allah adalah bukti kesempurnaan Allah -subhanahu wa ta’ala-.

Silahkan buka ayat-ayat berikut: QS. Asy-syura: 49-50; QS. An-Noor: 45; QS. Ar Ruum: 54; QS. Ali imran: 6, & masih banyak lagi.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1250. Waris : Wafat Sebelum Menikah, Siapa Saja Ahli Warisnya ?

1250. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apabila seorang wanita yang belum pernah menikah wafat dan ayah, ibu, saudara laki-laki, kakek dan neneknya sudah wafat terlebih dahulu. Saat ini yang ada adalah 1 orang saudara perempuan, 2 orang anak laki-laki dari saudara laki-lakinya dan 1 orang anak perempuan dari saudara laki-lakinya. Siapakah ahli waris wanita tersebut ?

Jawab:
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Harta buat saudara perempuan dan dua anak laki-laki dari saudara laki-lakinya.

Pembagiannya adalah :
* Saudari perempuan mendapat setengah dari harta waris dan sisanya untuk dua anak laki-laki dari saudara laki.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1249. Waris : Hibah Atau Harta Waris ?

1249. BBG Al Ilmu

Tanya:
Mengenai warisan, ada seorang ibu (masih hidup) mempunyai 1.000 m2 tanah, dan ia ingin menghibahkan ke 5 anaknya sekarang (3 laki + 2 perempuan). Tanah dibagi 5 sama rata dan diatas namakan masing-masing anaknya, satu anak dapat 200 m2. Namun semua sertifikat dipegang si ibu karena ia tidak ingin anak-anaknya menjual tanah tersebut selagi si ibu masih hidup. Sertifikat baru akan dibagikan ke masing2 anak bila si ibu telah wafat. Bagaimana status hibah ini ustadz ? Bila si ibu wafat apakah status tanah tersebut tetap hibah atau masuk ke waris ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jika niat ibu untuk hibah, maka hendaknya diberikan segala nya tatkala masih hidup dan sehat, dan anak berhak menggunakan sesuai kehendak nya. Jika diberikan disaat wafat, maka secara otomatis masuk ke dalam harta warisan, yang di berikan sesuai petunjuk warisan dalam islam, tidak boleh sebagai mana di hibah.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Jalan-Jalan Menuju Surga

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc, حفظه الله تعالى

Allah berfirman,

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133)

Bersegeralah menuju syurga dengan menempuh jalan utamanya dan menjauhi jurang sepanjang perjalanannya. Sewaktu-waktu Anda terjatuh kedalam jurang, sia-sialah usaha Anda.

Jalan utama menuju syurga adalah TAUHID. Dan jurangnya adalah SYIRIK.

Allah berfirman,

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

“…Apabila ada seseorang yang memiliki 1000 ibadah, ada satu ibadah yang ditujukan kepada selain Allah subhanahu wa taala maka itu merupakan kesyirikan, dan 1000 ibadah itu akan gugur dan hancur…” Ust Abu Ya’la Kurnaedi, Lc menjelaskan.

Untuk pembahasan lengkapnya, silahkan :
Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/ikhlaskah-orang-yang-mengharap-syurga-.html

Hari Akhir

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Iman kepada hari akhir merupakan pondasi iman yang telah di serukan oleh para nabi dan rasul, mereka menyampaikan kepada umat nya akan kejadian-kejadian hari kiamat, kabar gembira tentang surga dan ancaman dari neraka.

Dan Allah Ta`ala firmankan di awal surat Al Qur`an tentang sifat orang yang bertakwa, “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib.” (QS Al Baqarah 2~3).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengans sebenar-benarnya.” (QS. Nuh 17~18).

Kehidupan dunia merupakan kehidupan yang sementara lagi fana, dan setiap yang bernyawa akan mati dan binasa.

Allah Ta`ala berfirman, “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.’ (QS Al Qosos 88).

Setelah kematian maka manusia akan dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di padang mahsyar serta akan menghadap dihadapan Allah Ta`ala kemudian di hisab amalan nya, dan setelah itu hanyalah ada dua pilihan, antara surga dan neraka.

Setiap nabi dan rasul telah memberikan peringatan kepada umatnya tentang keberadaan hari kiamat.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman. Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.” (QS Maryam 39~40).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat…

1248. Ruqyah Masal

1248. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ada program TV yang mengajak pemirsa untuk ruqyah masal, ruqyah dari rumah dll. Apakah ada tuntunannya ?

Jawab:
Ustadz Abu Qotadah, Lc, حفظه الله تعالى

Ruqyah adalah “jampe atau bacaan” atau do’a dari Al-Qur’an atau As-sunnah atau bahasa arab yang tidak mengandung syirik tujuannya adalah untuk membentengi diri dari ‘ain atau sihir dan guna-guna sebelum menimpa atau dibacakan setelah menimpa.

1. Meruqyah yang dilakukan oleh diri sendiri itu lebih afdhol dan boleh dengan yang lain dengan syarat bahwa kita yakin yang menyembuhkan adalah Allah

2. Bacaannya tidak mengandung syirik.

3. Tidak bergantung kepada ruqyahnya tetapi kepada Allah.

Menjadikan diri tukang ruqyah membuka pintu-pintu penyimpangan :

1. Kesyirikan
2. Maksiat (zina) setidaknya pembuka zina.
3. Bid’ah
4. Jadikan maisyah dan itu terlarang.
5. Kultus bahwa sie fulan punya kekhususan dan itu bisa syirik.
6. Menyeret seseorang untuk berhubungan khusus dengan jin. Terkadang dia buat cerita yang bohong untuk meyakinkan pasen.

Semestinya membekali kaum muslimin dengan tauhid diajari zdikir yang syar’i untuk bentengi diri, adapun ruqyah senter adalah bid’ah.

Meruqyah cukup ketika ada yang membutuhkan seperti kondisinya para ulama dulu.
Perlu diwaspadai bahwa dalam ruqyah-ruqyah senter kadang syetan bikin tipu daya seseorang yang sebelumnya tidak terganggu jin bisa ada saat acara dan itu bisa dengan dua sebab:
1. Karena jin masuk saat untuk menyeret manusia pada syirik, atau

2. Justru rekayasa peruqyah. dia memanggil jin agar yang datang terpedaya dan percaya sama dia
maka dengan itu meruqyahlah sendiri atau minta diruqyah dengan orang yang sholeh dan lurus aqidahnya dan meruqyah ketika diminta saja.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Biasakanlah Menyebutkan DALIL Saat Mendidik Anak

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Sebaiknya anak-anak diberikan pengetahuan tentang hukum-hukum sesuatu beserta dalil-dalilnya… misalnya: ketika kamu mengatakan kepada anakmu: “Bacalah basmalah saat akan makan, dan bacalah hamdalah saat kamu selesai makan..!”, jika kamu mengatakan itu; maka maksud perintahnya sudah tercapai.

Tapi bila kamu mengatakan:

“Bacalah basmalah saat akan makan, dan bacalah hamdalah saat kamu selesai makan, KARENA Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- menyuruh (kita) agar membaca basmalah sebelum makan,” beliau (shollallohu ‘alaihi wasallam) juga mengatakan: ‘Sungguh Allah meridhoi seorang hamba yang memakan sesuap makanan dan dia membaca hamdalah karenanya, dan (seorang hamba) yang meminum seteguk minuman dan dia membaca hamdalah karenanya..!”

Jika kamu melakukan hal ini, kamu akan mendapatkan 2 manfaat:

PERTAMA: Kamu membiasakan anakmu untuk mengikuti dalil.

KEDUA: Kamu mendidik anakmu untuk mencintai Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam-, dan bahwa Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam- adalah seorang imam/pemimpin panutan yang wajib diikuti arahan-arahannya.

Dan hakekat ini banyak dilalaikan, kebanyakan orang mengarahkan anaknya kepada hukum-hukumnya saja, namun dia tidak mengaitkan arahan itu dengan sumbernya, yaitu: Alkitab dan Assunnah..”

[Kitab: Al-Qoulul Mufid ala Kitabit Tauhid: 2/423].

———-

Ada MANFAAT KETIGA yang bisa ditambahkan di sini: bahwa ORANG TUA juga akan belajar mengetahui dalil-dalil tersebut, dan menyampaikannya kepada anaknya, sehingga akan berkumpul banyak dalil padanya dan dia dapat menghapalnya dengan mudah karena dibarengi dengan praktek, wallohu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Note Ilmu Dari Syaikh Sholeh Al-Ushoimi حفظه الله تعالى

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, حفظه الله تعالى

 

HIJRAH dalam syariat berarti: “Meninggalkan sesuatu yang dibenci dan ditentang Allah, menuju sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah”.

Hijrah ini ada 3 macam:

1. Hijrah (meninggalkan) amalan yang buruk: yaitu dengan meninggalkan kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Begitu pula kemusyrikan dan kebid’ahan.

2. Hijrah (meninggalkan) negeri yang buruk: seperti berhijrah dari negeri kafir menunju ke negeri islam.

3. Hijrah (meninggalkan) teman yang buruk: yaitu dengan meninggalkan orang yang diperintahkan oleh syariat untuk meninggalkannya, seperti: orang kafir, orang musyrik, ahli bid’ah, dan ahli maksiat.

======

Pembahasan HIJRAH ini di luar pembahasan DAKWAH… yakni pada asalnya kita diperintahkan untuk berhijrah (meninggalkan) mereka yang kafir (misalnya), tapi jika tujuannya untuk BERDAKWAH, maka kita boleh mendatangi mereka untuk menyampaikan kebenaran dan rahmatnya Islam agar mereka mau menerimanya, wallohu a’lam.

2 Penangkal Bencana Dan Adzab Allah

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

Diantara bukti betapa besarnya rahmat dan kecintaan Allah ta’ala kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ialah bahwa apabila murka, Dia tidak akan menimpakan bencana dan azab yang membinasakan mereka secara merata sebagaimana yang terjadi pada umat-umat terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, kaum Madyan, dan selainnya.

Hal ini dikarenakan Allah ta’ala telah menurunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 2 benteng kokoh yang dapat menangkal datangnya bencana dan azab secara merata kepada umatnya. 2 penangkal itu disebutkan Allah di dalam firman-Nya:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu
(hai Muhammad, pent) berada diantara mereka, dan Allah tidak akan
mengazab mereka sedang (mereka) senantiasa beristighfar (minta ampun
kepada Allah).” (QS. Al-Anfaal: 33).

Selengkapnya dapat dibaca di Link berikut ini.

KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com/2014/02/15/2-penangkal-bencana-dan-azab-allah/