All posts by BBG Al Ilmu

Walau Tidak I’tikaf, Bisa Dapat Lailatul Qadar …

Ust. M Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

Jangan Pesimis …

Ada yang berkecil hati karena tidak bisa melakukan i’tikaf di masjid, lantas ia menilai bahwa ia tidak bisa mendapatkan keutamaan lailatul qadar. Apakah benar sangsi demikian?

Perlu dipahami, para ulama salaf berpendapat bahwa keutamaan lailatul qadar itu akan diperoleh oleh setiap muslim yang diterimanya amalnya di malam tersebut.

Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathoif Al Ma’arif (hal. 341) membawakan hadits dalam musnad Imam Ahma, sunan An Nasai, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Di dalam bulan Ramadhan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak mendapati malam tersebut, maka ia akan diharamkan mendapatkan kebaikan.” (HR. An Nasai no. 2106, shahih)

Bahkan sampai musafir dan wanita haidh pun bisa mendapatkan malam lailatul qadar.

Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh Dhohak, “Bagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya tidak lalai dalam dzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh Dhohak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut.” (Lathoif Al Ma’arif, hal. 341)

Hadits Batil Berkaitan Dengan Laylatul Qadr

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

@dr_almuqbil:

انتشر حديث: (ﺃﺭﺑﻌﻪ ﻻ‌ ﻳﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪر: ﻣﺪﻣﻦ ﺧﻤﺮ، ﻭﻋﺎﻕ ﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻪ، ﻭﻗﺎﻃﻊ ﺍﻟﺮﺣﻢ، ﻭﻣﺸﺎﺣﻦ).

وهو حديث باطل لا يجوز نشره. ومن ابتلي بهن فليتب.

@dr_almuqbil:

Telah menyebar hadits:
“Ada empat orang yang tidak akan diampuni dosanya pada malam lailatul qodar: pecandu khomer, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang memutus silaturahim, dan orang yang bermusuhan karena dengki atau hasad.”

Hadits ini BATIL, tidak boleh disebarluaskan.

Barang siapa yang tertimpa musibah dengan perbuatan dosa-dosa tersebut…. maka hendaknya segera bertaubat.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Detik-Detik Penentuan

Ustadz Djazuli, حفظه الله تعالى

Saudaraku!

Tahukah anda, bahwa yang membuat hatimu dijaga oleh Allah untuk tetap teguh diatas kebenaran sepanjang setahun… adalah sikapmu dan kesungguhanmu dalam beribadah di sepuluh malam terakhir ini..

Sepuluh malam ini adalah puncak kemuliaan dan penghambaan hamba kepada Rabbnya..

Ingat! Malam lebih baik daripada 1000 bulan hanya ada di detik-detik terakhir ini..

Yang menyia-nyiakannya akan kehilangan seluruh kebaikan dunia akhirat..

Yang berjuang untuk mengisinya dengan tadarru’, munajat dan merendahkan hati kepada Allah, maka Allah pasti bahagiakan dunia akhirat..

Berkata Syaikh Utsaimin rahimahullah,
“Apakah anda ingin mengetahui kekuatan istiqomahmu selama setahun?

Apakah anda ingin mendapat bocoran nasib akhir hayatmu?

Apakah anda ingin mendapat syurga dunia & akhirat?

Jika kalian penasaran, silahkan lihat dan perhatikan dirimu, bagaimanakah sikapmu dan kesungguhanmu untuk bercengkrama dan bertemu dengan Rabbmu di sepuluh malam terakhir ini..!
(Majalis Ramadhan)

Ya Allah berilah kami taufik di detik-detik terakhir ini dan bangkitkan semangat kami untuk meraih kemuliaannya!

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Kufur Nikmat

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

“Semakin engkau meninggalkan keledzatan perkara-perkara yang haram, maka Allah akan menjadikanmu semakin menikmati perkara-perkara yang halal. Dan semakin engkau menikmati perkara-perkara yang haram maka semakin engkau akan kehilangan nikmat yang halal” (Ust Maududi Abdullah, Lc)

Semakin engkau mengumbar pandanganmu maka semakin pudarlah kecantikan dan keelokan istrimu di matamu, dan semakin engkau menjaga pandanganmu maka semakin cantik paras istrimu di matamu…

Diantara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اللّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Yaa Allah cukupkanlah diriku dengan perkara-perkara yang halal dari (membutuhkan) perkara-perkara yang haram, dan cukupkanlah diriku dengan karuniaMu dari selainMu.”

Sungguh merupakan bentuk kufur nikmat tatkala Allah telah memberikan kenikmatan yang halal baginya lantas ia mencari-cari kenikmatan yang diharamkan oleh Allah.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1194. Transaksi Yang Diperbolehkan

1194. BBG Al Ilmu – 473

Tanya:. Ana punya toko online, dimana ana sebagai seller hanya memasang iklan barang yang ana jual, tapi barang-barang tersebut belom ada pada ana, nanti kalau sudah ada yang transfer ke pihak ke 3 (rekening bersama) baru ana carikan barangnya, jadi buyernya transfernya ke pihak ke 3 (istilahnya Rekening bersama) dahulu, nanti kalau barangnya sudah ditangan, baru si pihak ke 3 ini transfer ke rekening ana, Apa jual beli seperti ini di perbolehkan ustadz ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Boleh. Karena itu adalah sama dengan model jual beli sistem pesanan. Selagi sifat barang sesuai akad yang di sepakati bersama hingga tidak timbul sengketa baik barang maupun pembayaran maka boleh.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1193. Transaksi Kelapa Sawit Yang Dilarang

1193. BBG Al Ilmu – 473

Tanya: Ada petani sawit menjual buah sawitnya ke perusahaan pabrik kelapa sawit (pks), pihak pks membelinya tidak tunai tetapi akan dibayar seminggu kedepan (sesuai mou). Si petani mendapatkan tanda terima berupa selembar kertas (replas) berisi tonase/berat buah sawit yang dikirim ke pks yang mana replas nanti bisa dicairkan seminggu kedepan. Misal pihak pks sudah menetapkan harga per kilo buah sawit Rp. 1500, karena si petani segera butuh uang untuk operasional kebunnya, maka ia menjual replas tadi ke pihak ke 3 dengan harga Rp. 1450 per kilo artinya selisih 50 rupiah dan nanti pihak ke 3 mencairkan replas ke pks tetap dengan harga Rp 1500 per kilo berarti pihak ke 3 untung Rp 50 per kilonya. Nah bagaimana keuntungan yang diperoleh pihak ke 3 ini, halal atau haram ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jual beli yang demikian tidak boleh. Karena antara pihak pertama dan kedua belum selesai. Ketika pihak pertama menjual kembali ke pihak ketiga maka ini haram.

Jikalau di sana terdapat peminjaman tanpa riba maka itu bisa di jadikan sebagai solusi. Atau mencari pks yang bisa tunai pembayarannya, paling tidak ada sebagai uang tunai yang dapat dibawa pulang secara langsung. Apakah pks seperti ini ada? Jika ada maka ia menjadi solusi.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1192. Mendapatkan Malam Laylatul Qadr Melalui Mimpi

1192. BBG Al Ilmu – 473

Tanya: Semalam teman ana mimpi malam lailatul qadr, seperti yang dicirikan Rasul semua situasi dalam keadaan hening. Sedangkan teman ana tidak pernah iitikaf sebelumnya, yang jadi pertanyaan apakah mimpi malam lailatul qadr termasuk bagian dari mendapatkan malam tersebut ? Dan malam ganjil apa saja malam lailatul qadr datang ?

Jawab:
Ustadz Muhammad Wasitho, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Yang mendapatkan kemuliaan dan keutamaan malam Lailatul Qodar adalah orang-orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah-ibadah yang wajib maupun sunnah, dan niatnya ikhlas karena Allah serta tata caranya mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, baik ia menghidupkannya semalam suntuk atau sebagian malam.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
(Man Qooma Lailatal Qodri imaanan wahtisaaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbihi)

Artinya: “Barangsiapa yang berdiri (yakni beribadah) pada malam lailatul qodar karena keimanan dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni oleh Allah.”

Jadi kemuliaan Lailatul Qodar itu Tidak diperoleh dengan cara mimpi mendapatkan lailatul qodar, karena orang mimpi adalah orang yang sedang tidur. Dan perbuatan-perbuatan apapun yang dilakukan ketika tidur tidak sah dan tidak diterima oleh Allah, karena tidak didasari dengan niat.

Adapun malam-malam ganjil yang diprediksi terjadinya Lailatul Qodar ialah malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29. Dan sebagian ulama lebih menguatkan lagi terjadinya pada malam ke-27.

NB:
(Tadi malam adalah malam ke-22, dan nanti malam (20 Juli/malam Senin) adalah malam ganjil, yaitu malam ke-23)
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1191. Bacaan Takbiran

1191. BBG Al Ilmu – 293

Tanya:
‎​‎​Mengenai bacaan takbiran (takbir menjelang shalat id) yang sering terdengar di masjid-masjid, apakah seperti itu ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Ya seperti itu, hanya bacaan takbir yang terdapat riwayat yang kuat 3 kali. Walaupun ada yang 2 kali.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1190. Belum Sempat Sholat Ketika Datang Bulan

1190. BBG Al Ilmu – 17

Tanya:
1. Apakah boleh wanita, mandi bersih setelah adzan subuh ? Bagaimana hukum puasanya ?

2. Wanita sedang dalam perjalanan, niat akan menjamak sholat magrib dan isya. Pas isya, ternyata sudah datang masa haid. Bagaimana hukum sholat magribnya?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

1. Puasa sah walaupun mengerjakan mandi setelah fajar, hal seperti ini pernah di lakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Demikian pula A`isyah radhiyallahu`anha, jikalau masuk waktu maghrib ia belum mengerjakan sholat, maka nanti ketika setelah suci ia mengganti sholat magrib dan isya` sekaligus. Karena waktu isya`mengikuti waktu maghrib.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1189. Apakah Benar Orang Yang Meminta Untuk Diruqyah Tidak Akan Mencium Bau Surga ?

1189. BBG Al Ilmu – 473

Tanya:
Katanya orang yang minta di ruqyah itu tidak akan mencium bau syurga ? itu kenapa ? Bila dilarang kenapa ada baca-bacaan ruqyah ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Doa ruqyah di syariat kan dalam islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga membaca dan melakukan untuk sendiri tatkala sakit.

Yang kurang afdhol adalah meminta ruqyah kepada orang lain, bukan dilarang ataupun tidak mencium aroma surga, akan tetapi ia tidak mendapatkan keutamaan masuk ke surga dengan tanpa di hisab dan tanpa tersentuh adzab. Ia bisa masuk surga tapi tanpa jaminan dengan tanpa hisab, karena untuk menjadi penghuni surga tanpa hisab adalah suatu yang sangat luar biasa, ini keutamaan yang khusus dan derajat yang sangat luar biasa.

Keutamaan ini tidak di dapat oleh orang yang meminta ruqyah, karena meminta ada di dalam nya unsur merendahkan diri. Dengan ini tawakkal sepenuhnya, dan jikalau ia berusaha maka berusaha merukyah sendiri dengan tanpa meminta-minta. Ini kesempurnaan iman.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊