All posts by BBG Al Ilmu

1197. Bagaimana Memperlakukan Anggota Tubuh Yang Dipotong Hasil Operasi ?

1197. BBG Al Ilmu – 425

Tanya:
Ada seseorang yang selesai menjalani operasi, entah itu amputasi atau usus buntu, sedangkan sisa bagian tubuh yang diamputasi diberikan kepada si pemiliknya, sie pemilik bingung bagaimana memperlakukan sisa bagian yang amputasi tersebut…ada yang bilang tidak boleh dikubur duluan, ada juga disuruh diawetkan, bagaimana islam mengajarkan kita tentang hal itu menurut manhaj shalaf ?

Jawab:
Ustadz Muhammad Wasitho, حفظه الله تعالى

Cara menyikapi bagian anggota badan yang terpisah dari tubuh seseorang karena sebab operasi atau amputasi, atau gigi rontok satu persatu adalah dengan cara dipendam saja tanpa harus menunggu si empunya meninggal dunia. Dan ketika memendam anggota tubuh yang terpisah dari badan tersebut tidak ada bacaan atau ritual-ritual tertentu.

Dan boleh juga menyikapinya dengan cara membuangnya di sungai atau laut. Tapi cara yang paling aman dan utama menurut kami adalah dengan cara dipendam.

Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1196. Takut Kepada Pelaku Kejahatan, Apakah Ini Syirik Kepada Allah ?

1196. BBG Al Ilmu – 425

Tanya:
Tadi saya dikepung banyak preman, dan saya takut pas dikepung mereka. Apa perasaan takut seperti ini termasuk dosa syirik ?

Jawab:
Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

Bismillah.
Takut kepada kejahatan preman atau perampok adalah takut yang bersifat naluri atau tabi’at manusia, BUKAN termasuk SYIRIK kepada Allah.

Diantara perasaan takut yang seperti ini juga adalah takut terhadap binatang buas, takut terhadap kejahatan penguasa yang Zholim dan kafir, sebagaimana dahulu Nabi Musa ‘alaihissalam bersembunyi dan menyelamatkan diri karena takut terhadap kezholiman raja Fir’aun.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1195. Belum Wajib Zakat

1195. BBG Al Ilmu

Tanya:
Mengenai zakat maal, saya punya properti yang untuk diperdagangkan senilai 282 juta (tapi belum laku), zakatnya property ini khan sekitar 7 juta (2.5%), dan ada juga harta emas yang nilai zakatnya setelah saya hitung ada 950 ribu, jadi total zakat adalah 7.9 juta tapi saat ini saya ada pinjam dari orang sebesar 800 juta dan sudah habis kepakai semua uangnya.

Sedangkan uang kas yang saya miliki hanya 15 juta rupiah. Apakah harta saya sudah mencapai nishob nya ? Apakah saya masih wajib zakat ustadz ?

Jawab:
Ustadz Abdussalam Busyro, Lc, حفظه الله تعالى

Karena masih ada tanggungan hutang dari perniagaan maka tidak wajib zakat, tapi sebaiknya infaq atau sedekah saja, karena kita khawatir ada di dalam harta yang kita miliki, ada hak fakir miskin.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Jangan Pernah Berharap Selamat Dari Ocehan Manusia

Ibnu Duraid Al-Azdi -rahimahullah- (wafat 321 H) berkata :

وَما أَحَدٌ مِن أَلسُنِ الناسِ سَالِمًا ….. وَلَو أَنَّهُ ذاكَ النَبِيُّ المُطَهَّرُ

“Tidak seorangpun yang selamat dari ocehan manusia.. bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tersucikan pun tak selamat..

فَإِن كانَ مِقدَاماً يَقولونَ أَهوَجُ …. وَإِن كانَ مِفْضَالاً يَقولونَ مُبذِرُ

Jika ia seorang yang selalu maju paling depan… maka mereka berkata, “Dasar tukang nekat tanpa perhitungan..”

Jika ia seorang yang sering bersedekah, maka mereka berkata, “Dasar tukang mubadzzir..”

وَإِن كانَ سِكّيتاً يَقولونَ أَبكَم …. وَإِن كانَ مِنطيقاً يَقولونَ مِهْذَرُ

Kalau ia seorang yang pendiam maka mereka berkata : “Si Bisu..”

Jika ia seorang yang sering berbicara maka mereka berkata, “Tukang ngigau..”

وَإِن كانَ صَوّاماً وَبِاللَيلِ قائِماً ….. يَقولونَ زَرّافٌ يُرائِي وَيَمكُرُ

Jika ia seorang yang suka berpuasa di siang hari, dan di malam hari suka sholat malam, maka mereka berkata “Si penipu, hanya riyaa’/pamer dan hanya membuat makar..”

فَلا تَحتَفِل بِالناَّسِ في الذَمِّ وَالثَنَا ….. وَلا تَخشَ غَيرَ اللَهِ فَاللَهُ أَكبَرُ

Maka janganlah engkau perdulikan celaan dan pujian manusia
Dan janganlah engkau takut kecuali kepada Allah, Dialah Allah Yang Maha Besar..

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Nasehat Menjelang Penetapan Hasil Pemilu Presiden 2014

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Kekuasaan hanya milik Allah.
Dia yang memilikinya,
Dia memberikan kepada siapa yg dikehendakiNya,
Dia mencabut dari siapa yg dimauiNya.
DitanganNya segala kebaikan

Berarti kepadaNya meminta pemimpin
KepadaNya memohon penguasa yang baik
KepadaNya memohon perlindungan agar dijauhkan dari pemimpin-pemimpin yang zhalim

Dan hendaknya kita banyak berdo’a serta jangan pernah menganggap remeh sebuah do’a.

Berdo’alah seperti do’a Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan ucapan:

ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN IMAARATISHSHIBYAAN WAS SUFAHAA’ .

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak dipimpin oleh orang-orang yang kekanak-kanakkan dan orang-orang yang bodoh”.

Tapi jangan lupa firman Allah ta’ala:

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Demikianlah kami jadikan sebagaian orang zhalim sebagai pemimpin bagi orang zhalim yang lain, disebabkan perbuatan maksiat yang telah mereka lakukan.” ( Al-An’am: 129).

“Sebagaimana kondisi kalian, maka seperti itulah pemimpin yang akan mengatur kalian. Pemimpin kalian itu sesuai dengan amal kalian.”

Maka Jangan mengharapkan buah anggur, bila yang kau tanam adalah onak dan duri. Mengharap pemimpin yang muslim, baik dan jujur, selain berdoa harus dibalut dengan usaha memperbaiki rakyat yang mana merekalah basis utama para pemimpin. Perbaikilah iman, tauhid dan ibadah ummat. Bumi ini milik Allah, Dia mewariskan kepada hamba-hamba yg dikehendakiNya, dan akhir yang baik adalah untuk orang-orang yang bertaqwa. Ingatlah pesan Nabi Musa ‘alaihissalam kepada kaumnya:

“Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini milik Allah, Dia memberikannya kepada siapa saja hamba yang dikehendaki-Nya. Dan akhir yang baik adalah bagi orang-orang yg bertakwa” (QS. Al-A’raf:128)

Tetap optimis dan berusaha memperbaiki dengan berbalut doa yang tulus.

Baarakallahu fiykum

Perangai Penduduk Surga

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

hamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Surga merupakan tempat yang kekal abadi yang penuh kenikmatan, untuk menggapai nya disana terdapat amalan amalan sholeh yang menuntun kedalam surga.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.  Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui “.(QS Ali Imran 133/135).

Diantara perangai ahli surga adalah:

» Bertakwa, yaitu senantiasa menjauhkan diri dari siksa neraka dengan menjalankan ketaatan hanya mengharapkan pahala Allah Ta`ala semata, dan menjauhi larangan di karenakan takut akan siksa Allah Ta`ala.

» Menginfakkan harta dalam keadaan lapang dan sempit, baik zakat wajib, sodakoh, di jalan Allah dan jalan kebaikan, tidak terjerembab kepada cinta harta sehingga ia terjauhkan dari sifat kikir dan bakhil.

» Menahan amarah, sehingga tidak berbuat melampaui batas dan berbuat aniaya terhadap orang lain.

» Memberikan maaf kepada orang lain atas kedzaliman dan perbuatan aniaya, sehingga tidak memiliki dendam, walaupun sesungguhnya ia mampu untuk menuntut balasan.

» Jikalau berbuat keburukan dan aniaya, ia segera ingat Allah dan meminta ampunan kepada Nya.

» Tidak terus menerus dalam kubangan dosa, yaitu tidak mengulang ulang perbuatan dosa, ia sadar dan tau bahwa perbuatan yang ia lakukan adalah keburukan, sehingga timbul rasa penyesalan dan berniat untuk tidak melakukan kembali.

Didalam ayat yang lain Allah Ta`ala mensifati perangai ahli surga yaitu dalam firman Nya, ” Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan  orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi.  (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.  (QS Al Mukminun 1/11).

Didalam ayat mulia ini Allah terangkan para penghuni surga, mereka adalah :

° Orang yang beriman, yaitu iman kepada Allah, malaikat, kitab, Rosul, hari akhir dan iman kepada takdir.

° Orang yang khusyu dalam mengerjakan sholat, tenang dan memahami isi bacaan sholat dan menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan Allah Ta`ala.

° Orang yang berpaling dari perbuatan sia sia, yaitu segala perbuatan yang tidak memiliki manfaat dan kebaikan.

° Orang yang senantiasa menunaikan zakat hingga mensucikan hati dan hartanya.

° Orang yang senantiasa menjaga kemaluan dari perbuatan zina dan liwath, termasuk di dalamnya larangan melakukan onani.

° Orang yang senantiasa menjaga amanah, baik amat berbentuk ucapan, perbuatan, dan barang yang di amanatkan kepada nya.

° Orang yang senantiasa menjaga sholat, mengerjakan dengan baik dan tepat waktu dan memenuhi syarat wajib, rukun, dan sunnah sunnah nya.

Dan didalam hadits banyak dijumpai amalan dan perangai ahli surga, diantaranya:

* Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Barangsiapa yang berjalan menyusuri jalan jalan ilmu, niscaya Allah akan mudah kan jalan menuju surga “.(HR Muslim).

* Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Barangsiapa yang membangun satu rumah Allah (masjid) maka niscaya Allah bangun kan rumah di surga “.(HR Bukhari dan Muslim).

* Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Tidaklah seorang muslim menjalankan sholat tathowu` bukan sholat wajib, setiap hari dua belas rakaat untuk Allah, niscaya Allah bangun kan untuk nya rumah di surga “.(HR Muslim).

* Suatu hari Nabi sallallahu alaihi wa sallam ditanya tentang perbuatan yang paling banyak menghantarkan kedalaman surga, maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Takwa kepada Allah dan akhlak mulia “.(HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Semoga Allah memberikan taufik dan kemudahan dalam beramal sholeh, dan kita dikaruniai ikhlas dan mutabaah, dan semoga kita di berikan ampunan atas segala dosa dan di golongkan sebagai penduduk surga.

Surga Dan Sifatnya

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

lhamdulillah, was sholatu was salamu `ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala berfirman, “Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS Ar Ra`d: 35).

Allah Ta`ala berfirman, “(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka”. (QS Muhammad: 15).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (QS Al Baqarah: 25).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra. Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca.
(yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.
Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)”. (QS Al Insan: 12-22).

Allah Ta`ala berfirman, “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan”. (QS Az Zukhruf: 68-73).

Dari Abu Hurairah radiyallahu‘anhu ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang pertama kali masuk Surga laksana bulan di malam pertama. Orang yang masuk setelah mereka laksana bintang yang sangat terang di langit yang cerah. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak beringus, dan tidak meludah. Sisir mereka terbuat dari emas. Keringat mereka adalah minyak kesturi. Tempat BUKHUR (PEWANGI RUANGAN DAN TUBUH) mereka adalah batang kayu gaharu. Isteri-isteri merreka semuanya adalah bidadari,bentuk tubuh mereka semuanya sama yaitu seperti bentuk tubuh bapak mereka Adam: tingginya enam puluh hasta di langit”. (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Berangkat pagi-pagi atau siang hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Sungguh tempat satu hasta kalian di Surga lebih baik daripada dunia dan seisinya. Kalaulah seorang wanita penduduk Surga menampakkan dirinya kepada penduduk dunia, niscaya dia akan menerangi antara keduanya dan bumi akan penuh dengan wewangian. Sungguh, penutup kepalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya”. (HR Bukhari).

Dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi bersabda: “Aku masuk ke Surga, ternyata di sana ada sungai yang di pinggirnya ada kemah-kemah yang terbuat dari mutiara. Maka aku memukulkan tanganku ke air yang mengalir itu, ternyata airnya adalah minyak kesturi yang sangat harum, lalu akau bertanya: “Apa ini, Wahai Jibril?” Jibril menjawab: “Ini adalh kautsar yang diberikan Allah kepadamu.” (Shahiihul Jaami’ no.3260).

Dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Di Surga ada sebuah pasar yang diadakan hanya pada hari Jum’at. Maka ketika itu angin berhembus dari utara kemudian menerpa wajah-wajah mereka hingga menjadikannya semakin indah, merekapun kembali kepada isteri-isteri mereka dalam keadaan yang semakin bagus dan tampan, maka isteri-isteri mereka berkata: ‘Demi Allah, kalian semakin bagus dan tampan setelah meninggalkan kami.’Mereka juga berkata: ‘Kalian juga semakin bagus dan cantik setekah kami tinggalkan”. (HR Muslim).

Dari Shuhaib bin Sinan ia berkata, bahawa Rasulullah bersabda : “Bila penduduk Surga telah masuk Surga dan penduduk Neraka telah masuk Neraka, maka ada yang berseru: “Wahai penduduk Surga, sesungguhnya kalian memiliki janji di sisi Allah yang ingin Dia tunaikan kepada kalian”, maka mereka bertanya: “Apakah itu?”.bukankah Allah telah memberatkan timbangan amal kebaikan kami, memasukkan kami ke Surga dan menyelamatkan kami dari Neraka?’ Maka disingkaplah tirai, merekapun melihat kepada Allah. Demi Allah, Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang paling mereka cintai dan yang paling menyejukkan pandangan mereka dai pada melihat-Nya.” (Shahiihul Jaami’ no.535).

Dari al-Mughirah bin Syu’bah ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda: “Musa bertanya kepada Rabbnya: ‘Siapa penduduk Surga yang paling rendah tingkatannya?’ Allah menjawab: ‘Seseorang yang datang setelah seluruh penduduk Surga masuk ke Surga.’ Maka dikatakan kepadanya : ‘Masuklah ke dalam Surga.’ Orang itu berkata : ‘Bagaimana caranya,Wahai Rabbku? semuanya telah menempati tempatnya dan mengambil bagiannya’ maka dikatakan kepadanya : ‘Apakah kamu rela bila memiliki kerajaan seperti milik seorang raja di dunia?’ Orang itu menjawab : ‘Tentu..aku rela wahai Rabbku.’ Allah berkata kepadanya : ‘Inilah bagianmu dan yang semisalnya, semisalnya dan semisalnya lagi. Pada yang kelima kalinya dia berkata :‘Tentu..aku rela wahai Rabbku.’ Selanjutnya Allah berkata : ‘Ini adalh bagianmu dan sepuluh kali lipatnya. Bagimu pula segala apa yang diingini oleh jiwamu dan yang menyenangkan pandanganmu.’ Maka dia berkata : ‘Aku rela wahai Rabbku, siapa yang paling tinggi derajatnya?’ Mereka orang-orang yang aku pilih. Aku menanam kemuliaan mereka dengan tangan-Ku sendiri dan Aku tutup dengannya. Kenikmatan itu tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.” (HR. Muslim).

Semoga Allah Ta`ala menjadi kan kita tergolong kelompok yang dibebaskan dari api neraka serta di masukkan kedalam surga-Nya yang kekal abadi.

Lailatul Qadr

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu `ala Rosulillah, wa ba`du;

Di akhir bulan ramadhan ini Allah Ta`ala memulihkan dengan malam yang penuh berkah yaitu malam Lailatul Qadar, yang dikhususkan untuk umat ini.

Allah Ta`ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul. sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS Ad Dukhon: 3-6).

Allah Ta`ala telah memberikan sifat pada malam Lailatul Qadar dengan malam yang penuh berkah dikarenakan banyaknya kebaikan dan keutamaan, dan diantara keberkahan malam itu adalah diturunkannya Al Qur`an, dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu merinci dari Lauhil Mahfudz, perkara-perkara yang Allah tetapkan pada setahun dari segala rizki, umur, kebaikan, keburukan, dan segala urusan yang telah di putuskan Allah Ta`ala.

Allah Ta`ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS Al Qadr: 1-5).

Arti dari Al Qodr adalah kemuliaan, keagungan, dan bermakna takdir dan keputusan, dikarenakan malam itu adalah malam yang penuh berkah dan kemuliaan yang Allah putuskan perkara-perkara setahun.

Malam Lailatul Qadar merupakan malam kesejahteraan bagi orang yang beriman dikarenakan banyaknya yang dibebaskan dari ancaman siksa neraka hingga selamat darinya.

Dan Lailatul Qadar berakhir dengan terbitnya fajar sebagai mana itu merupakan tanda bergantinya malam dengan siang hari.

Martabat Seorang Lelaki Tergantung Perlakuannya Terhadap Istri

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Mungkin, kita adalah sesosok pria yang berwibawa dimata anak buah, baik dihadapan teman sekantor, sopan dihadapan boss, santun didepan mertua atau murah hati ditengah-tengah para tetangga.

Namun itu semua belum menjamin kita berpredikat BAIK menurut Rosulullah shollallahu ‘alahi wasallam.

Bagaimana lelaki yang BAIK menurut Rosulullah shollallaahu alaihi wasallam ?

Rosulullah bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluargaku” (HR Tirmidzi).

Wanita adalah manusia lemah. Penuh dengan kekurangan dan ketidakmampuan. Posisi di rumah tangga pun sebagai makmum bukan imam. Maka seorang lelaki yang menjadi suami, akan bebas menampakkan sifat aslinya terhadap istrinya.

Suami bisa berbuat dan bersikap apa saja, tanpa sungkan dan tanpa penghalang. Maka, Suami yang mampu menahan dirinya dari kesewanang-wenangan, bahkan bisa berbuat baik dan memuliakan istrinya, ia akan lebih mampu lagi untuk berbuat baik terhadap orang yang tidak selemah istrinya.

Jadi, ukuran baik dan buruknya perangai Anda diukur dari baik dan buruknya sikap Anda terhadap keluarga.

Apakah kita adalah lelaki yang baik ?

TANYAKAN KE ISTRI kita. Karena jawabannya ada di pengakuan jujurnya istri anda.

Simak penjelasan lengkap Ust Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Klik:
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/suami-sejati.html

Ramadhan Bulan Al Qur’an

Ustadz Zainal Abidin Lc, حفظه الله تعالى

Al Qur’an, seandainya diturunkan kepada gunung niscaya akan HANCUR LEBUR.

Namun, mengapa hati Anda tetap saja KERAS dan tak mempan dihadapan Al Qur’an?

Kerasnya hati dikarenakan DOSA dan maksiat. Juga dikarenakan LALAINYA HATI karena dunia. Maka murnikanlah tauhid Anda, bersihkan hati dan jangan terlalu sibuk dengan AMBISI dunia.

Barangsiapa yang selalu mendekat kepada Allah, maka dia akan mudah mengambil pelajaran dari al qur’an. Sejauh mana kita berinteraksi dengan al Qur’an, sejauh itu pula kita TERLINDUNGI dari kemaksiatan.

Diantara kebiasaan para ulama salaf apabila datang bulan Ramadhan, mereka menghentikan seluruh rutinitas untuk menyibukkan diri dengan ibadah, terutama al qur’an dan sholat.

Utsman bin Affan pernah berkata,” Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, seandainya hati kalian bersih tentu kalian tidak akan pernah merasa kenyang dari membaca kalam Rabb kalian.”

Rosulullah dan para sahabatnya sangat khusyu di hadapan al Qur’an. Manakala sholat, Mereka mudah menangis tatkala membaca al qur’an. Sebagian mereka ada yang membaca satu ayat dan mengulang-ulangnya hingga mereka tersenggal-senggal dalam tangisan.

Diantara mereka ada yang sangat khusyu’ dan tenggelam dalam kenikmatan al qur’an, hingga mereka tidak mengetahui apa yang terjadi disekelilingnya.

Tatkala sampai pada ayat surga, mereka berhenti dan berdoa untuk memintanya. Tatkala sampai pada ayat neraka, mereka berhenti dan berdoa berlindung agar diselamatkan darinya.

Semoga Allah jadikan kita Ahlul Qur’an yang berhak mendapat syafaat al qur’an pada hari kiamat kelak.  Aamiin.

Simak penjelasan Syaikh DR Majid bin Abdullah Al Askar yang diterjemahkan oleh Ust Zainal Abidin, Lc.

Klik:
http://salamdakwah.com/videos-detail/mukjizat-al-quran.html