All posts by BBG Al Ilmu

1115. Dua Masjid Yang Berdekatan Dipakai Untuk Sholat Jum’at

1115. BBG Al Ilmu – 397

Tanya:
Bagaimana Hukum ada Dua Masjid dipakai Untuk Shalat Jum’at dalam Satu daerah yang jarak mesjidnya kurang lebih 1 km dan berpenduduk 600 KK, haruskah di satu masjid atau boleh di kedua masjid tersebut ?

Jawab:
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Pada asalnya tidak boleh kecuali bila dibutuhkan (contohnya, luas masjid nya tidak cukup menampung jama’ah) atau diizinkan oleh pemerintah.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

 

Bersuka Citalah

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Saat kita membaca Al-Qur’an kita akan mendapati beberapa ayat yang secara khusus memberi kabar suka cita kepada orang-orang yang beriman. Contohnya pada firman Allah yang artinya:

“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:155).

Kabar suka cita itu akan terus dikumandangkan selama Al-Qur’an masih terus dibaca hingga hari kiamat. Semua itu setidaknya menjadi penguat bagi setiap hamba dalam menghadapi pahit getirnya kehidupan.

Dia seperti mengilhamkan keimanan pada jiwa-jiwa yang mulai letih dan berpeluh bahwa Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari sanggup membuatnya bahagia dalam hitungan kurang dari sedetik.

Allah berfirman:

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS: Yasin: 82)

Kita hanya perlu bersabar dalam menjalani takdir terbaik kita.

Bukankah bila malam semakin larut pertanda fajar akan segera tiba ?….

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Jangan Sia-Siakan Pahalamu

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

(Petuah dari Syaikh Ibrahim ar-Ruhaili hafidzohullah)

“Orang-orang begitu berat untuk bersedekah kepada fakir miskin. Karena ia menyadari bahwa harta yang ia miliki didapat dengan susah payah.

Namun amat mengherankan… ada orang yang begitu dermawan dalam masalah pahala. Bukankah pahala itu juga diperoleh dengan susah payah.?!

Kenapa ia tidak berfikir sebagaimana fikirannya terhadap harta..?!!
Bukankah pahala lebih layak untuk dijaga ?!

Sebagian orang mendermakan pahalanya dengan cuma-cuma tanpa ia sadari, dengan mengghibahi fulan, mendzolimi fulan, merampas hak fulan. Di saat sedikit pahala amat berharga di akhirat kelak untuk memberatkan timbangan amal.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ Tahukah kamu siapakah orang yang merugi itu (muflis)? Orang muflish adalah orang yang datang pada hari pembalasan dengan sholat, zakat, puasa dan haji sedangkan dia gegabah menghujat orang lain, menfitnah orang lain, menggunakan harta orang lain tanpa hak dan menumpahkan darah kaum muslimin serta memukulnya, maka kebajikannya akan terhitung sebagai ganjaran (orang yang didhaliminya), dan dosa-dosanya akan ditanggungnya dan dia akan dilempar ke dalam api neraka.” (HR. Muslim (6251)).”

View

Syukron

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Syukron atau terima kasih adalah ungkapan verbal yang ringan dan mudah diucapkan. Hanya saja sedikit yang menyadari urgensi dan nilai-nilai yang ada dibalik ungkapan ini. Arogansi dan keangkuhan seringkali menjadi biang utama keengganan seseorang untuk mengucapkan terima kasih pada orang yang berbuat baik kepadanya.

Memang…, orang-orang yang ikhlas tidak akan pernah gila dengan ucapan terima kasih. Namun kita yang menikmati karunia Allah dan ketulusan orang lain itulah yang memerlukan terima kasih sebagai ungkapan syukur kepada Allah serta pembalasan minimal yang patut bagi mereka yang pernah berjasa dalam kehidupan kita.

Kita harus sadar, bahwa dalam setiap transaksi sosial selalu ada keringat orang lain yang menyertai keberhasilan dan kesuksesan kita. Maka ucapan terima kasih kita pada hakikatnya adalah pendefinisin diri, pengakuan, kesadaran, dan keberanian menepis egoisme serta keangkuhan diri. Bahkan dia menjadi ukuran apakah kita telah memberikan harga yang pantas bagi diri kita sendiri.

Di dalam kitab Al Kabaa’ir Imam Adz Dzahabi –rahimahullah- menuturkan,

“Mengkufuri nikmat/kebaikan (enggan berterimakasih-pent) kepada orang yang berbuat baik (kepada kita) adalah dosa besar.

Allah ta’ala berfirman:

“Hendaknya kalian bersyukur pada-Ku dan pada kedua orang tua” (Luqman:41)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ

“Tidak bersyukur kepada Allah siapa saja yang tidak berterimakasih kepada manusia (yang berbuat baik padamu, pent)”. (HR Abu Daud, dan At Tirmidzi)

Para Ulama Salaf sepakat bahwa kufur nikmat adalah dosa besar. Adapun cara bersyukur (berterimkasih, ed) adalah membalas kebaikan tersebut dengan mendoakan sang pemberi.
Diantara doa yang diajarkan Nabi tercinta dalam rangka membalas kebaikan orang lain adalah ucapan: JAZAKALLAHU KHAIRAN.

Beliau bersabda:

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ ، فَقَالَ لِفَاعِلِهِ : جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا , فَقَدْ أبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ

“Barangsiapa yang diberi suatu kebaikan, kemudian mengatakan kepada pemberi kebaikan tersebut, ‘Jazakallahu khairan (semoga Allah membalas kebaikanmu)’ Sungguh yang demikan itu telah menunjukkan kesungguhannya dalam pujian (terimakasih).” (HR. At Tirmidzi)

Makna doa tersebut adalah,

“semoga Allah membalas kebaikanmu dengan yang lebih baik”.

Nabi shallallahu alaihi wasallam menyebut doa ini sebagai sebaik-baik pujian. Karena yang diminta untuk membalas adalah Allah. Tuhan yang selalu memberi lebih dari apa apa yang dikerjakan hamba-Nya.

Membalas kebaikan juga bisa dengan pemberian yang serupa.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوْفًا فَكَافِئُوْهُ

“Barangsiapa yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah dengan setimpal.” (HR. Ahmad)

Jika tak mampu membalas dengan balasan setimpal, maka doakanlah ia. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَمَنْ أَتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

Dan barangsiapa yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah (kebaikannya) dengan kebaikan yang setimpal. Dan jika kalian tidak mendapati sesuatu untuk membalas kebaikannya maka berdo’alah untuknya sampai kalian merasa telah membalas kebaikannya.” (HR. Ahmad)

Semoga Allah Subhaanahu wa ta”ala memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang bersyukur.

View

Pesan Prof. DR. Abdurrahman As-Sudais, Hafidzahullah, Kepada Penuntut Ilmu

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Disela-sela kunjungannya ke Universitas Islam Madinah Syaikh sempat memberikan ceramah singkat dihadapan Mahasiswa UIM. Berikut petikan ceramah beliau:

“Sudah selayaknya bagi penuntut ilmu untuk berakhlak dengan akhlak yang baik, dan berusaha agar pengaruh ilmu nampak dalam perilaku dan interaksinya dengan semua manusia..

(Allah mensifati nabi-Nya): “Sesungguhnya engakau (Muhammad) berada diatas akhlak yang agung)”.

لا تحسـبنَّ العـلمَ ينفـعُ وحدَه *** مـا لـم يتـوَّج ربُّـه بخــلاقِ
والعلـمُ إِن لم تكتـنفهُ شـمـائلٌ *** تُعْـليهِ كان مطيـةَ الإِخـفـاقِ

Jangan mengira kalau ilmu itu bermanfaat dengan sendirinya.

Jika pemiliknya tidak menghiasinya dengan akhlak yang baik.

Apabila ilmu tidak dibarengi dengan perangai baik yang membuatnya tinggi, maka (ilmu) itu hanya akan mengantarkan (pemiliknya) pada kerusakan.

Bagi orang yang berilmu, semakin bertambah ilmunya tetang Allah, Rasul-Nya dan agama-Nya, maka keberadaannya semakin membawa banyak manfaat bagi hamba2 Allah. Akhlaknya pun semakin baik terhadap sesama kaum muslimin bahkan terhadap non muslim sekalipun. Karena itu wajib bagi kita untuk menyebarkan agama ini dengan mengacu pada petunjuk Rasulullah, Allah berfirman tentang (perangainya),

“Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan ajaklah mereka bermusyawarah dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah bertekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS: 3: 159)

Wajib bagi para penuntut ilmu menjadi gambaran serta contoh yang baik dalam mentaati rambu-rambu agama, ia harus menjadi suri tauladan yang baik, ia juga harus merealisasikan ittiba’ terhadap sang guru pertama (Rasulullah), (dalam riwayat disebutkan): “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling baik akhlaqnya” (al-hadits).

Maka sudah seharusnya bagi para penuntut ilmu untuk memperbaiki akhlak mereka agar kemuslimannya semakin membawa manfaat bagi sekitar juga memberi performa luhur terhadap agama.

Penuntut ilmu juga dituntut untuk selalu bersikap pertengahan. (Allah berfirman):

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat) yang adil (pertengahan dan pilihan)”.
Maka berhati-hatilah wahai penuntut ilmu dari sikap ghuluw (berlebih-lebihan (ekstrim)) dan jafaa’ (sikap terlalu longgar)”.

Hendaknya mereka selalu menjaga hati-hati mereka agar tetap selamat, terbebas dari hasad dan permusuhan.
Al qur’an adalah penyatu kita, Sunnah merupakan panduan kita, metode salaf adalah manhaj kita sebagai ahlussunnah wal jamaah. Jalan kita adalah sebaik-baik jalan dimana generasi awal pernah melangkah diatasnya, jalan para sahabat Ridhwaanullahi alaihim, dan tidak akan baik akhir dari umat ini kecualai dengan apa yg menjadikan baik generasi awalnya.

Ikhwah sekalian..
Apa gerangan yang terjadi pada penuntut ilmu hari ini..?
Mengapa mereka saling bertikai..? Saling berselisih..?
Bahkan sampai pada taraf saling melabeli orang dngan tuduhan kafir, sesat, saling membid’ahkan, memfasikkan dalam masalah ijtihaadiyah dimana Abu Bakar dan Umar pernah berselisih karenanya begitu juga para imam setelahnya, Abu Hanifah, Malik Imam darul hijrah, As-Syafi’ie, Ahmad dan imam lainnya setelah mereka -rahimahumullah-, namun hati-hati mereka tetap selamat dari saling mencela antara satu dan lainnya. Mereka tetap berlapang dada, kasih sayangpun tetap terjalin diantara mereka”

قالوا يزورك أحمد وتزوره ¤¤¤ قلت الفضائل لا تفارق منزله
إن زارني فبفضله أو زرته ¤¤¤ فلفضله والفضل في الحالين له

Mereka berkata, “Ahmad menziarahimu dan engkaupun menziarahinya.

Kukatakan, kebaikan tak pernah lenyap dari rumahnya.

Apabila dia menziarahiku, itu semata-mata karena kebaikannya,

Atau aku menziarahinya maka itu juga karena keutamaannya. Pada dua kondisi itu kebaikan kebaikan kembali padanya.

Sebagian penuntut ilmu hadaahumullah (semoga Allah memberi hidayah kepada mereka) telah salah dalam melangkah, mereka menyibukkan diri dengan mncari-cari aib sesama. Padahal siapa diantara kita yg tak pernah salah, siapa didunia ini yg hanya memiliki kebaikan saja…?

Sudah saatnya para penuntut ilmu menjauhi sikap keras dan tak terpuji itu, mereka harus memiliki prinsip yang shohih dlm menyikapi khilaf, terutama dalam masalah ijtihaadiyah. Perselisihan apapun hendaknya dikembalikan kpada ahli ilmu.

Allah berfirman, “.. Dan kalau mereka mengembalikannya kepada Rasul dan ulil amri diantara mereka, tentulan orang-orang yang ingin mengetahui kebenaran akan dapat mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil amri), Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu tentulah kamu telah mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja diantaramu” (QS: 04:83)

Namun, kalaupun harus terjadi khilaf terutama dalam masaalah cabang-cabang syariat, masalah ijtihadiyah serta nawaazil mu’aashiroh, maka perselisihan itu jangan sampai merusak ukhuwah islamiyah dan imaniyah. Setiap penuntut ilmu harus memperhatikan sisi ini.

Dan hendaknya kalian wahai penuntut ilmu menghindari sikap tahazzub yang mengundang kebencian dan perpecahan.. Alqur’an dan Sunnah telah menyatukan kita, begitu juga manhaj salaful ummah, sebab kapan ummat terkotak-kotakkan oleh kelompok-kelompok, jamaah-jamaah serta perselihan maka hasilnya adalah perselisihan dan perpecahan. Lihatlah realitas ummat saat ini..

(Prof. DR. Abdurrahman As-Sudais -hafidzahullah-. Imam dan Khotib Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah. Faidah ini disampaikan pada kultum ba’da shalat dzhuhur di Maskam Bin Baz UIM KSA. Senin 22-01-1435 H)

View

1114. Sakit Dan Tidak Sholat

1114. BBG Al Ilmu – 397

Tanya:
Bagaimana bila ada seseorang yang sebelumnya sholat fardhu 5 waktu, kemudian mengalami sakit sehingga kondisinya banyak di tempat tidur (bedrest). Sejak itu dia tidak sholat lagi, karena sakitnya. Bagaimana jika nanti dia meninggal dunia ? Bagaimana juga tanggung jawab suaminya?

Jawab:
Ust. Ali Bawazier, حفظه الله تعالى

Mengenai orang yang sakit, selama dia masih dalam kondisi sadar, maka dia wajib sholat.

Jika tidak mampu berdiri, maka dikerjakan sambil duduk. Jika tidak mampu sambil duduk, maka dikerjakan sambil berbaring. Yang ruku’ dan sujudnya dengan isyarat.

Wudhu’nya, dikerjakan semampunya. Demikian pula kondisi kesucian tubuh, pakaian dan tempat. Itupun semampunya.

Dan, meninggalkan sholat, selama dia mampu melaksanakannya, itu adalah dosa besar. Dikawatirkan, jika meninggal dalam kondisi ini bisa menyebabkan wafat dalam keadaan su’ul khatimah! Na’udzubillah!!

Maka, suami wajib membimbing istrinya yang sakit ini untuk sholat. Jika mendiamkannya, dia juga turut serta menanggung dosa besar tersebut. Karena tanggung jawab suami untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

Banyak istighfar dan segera laksanakan sholat. Itu sebagai bentuk taubatnya.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1113. Sholat Anak Kecil Di Shaf Terdepan

1113. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apakah anak kecil (umur antara 7-10 tahun) dibolehkan shalat di shaf terdepan dalam sholat berjama’ah ? Kebanyakan mereka tidak bisa diam, lihat kiri kanan. Apakah hal tersebut memutuskan shaf ?

Jawab:
Tidak mengapa mereka ikut shalat dan boleh menempatkan mereka di shaf-shaf karena anak-anak yang sudah berusia 7 tahun itu memang diperintahkan untuk shalat. Dan shalat mereka sah, juga keberadaan mereka dalam shaf juga sah (tidak memutus shaf, red).

Adapun kekurangan-kekurangan yang mereka lakukan dalam perkara-perkara wajib dalam shalat, hendaknya mereka diperingatkan, dibimbing dan diajari.

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/anak-kecil-ikut-shalat-jamaah-di-masjid-apakah-memutus-shaf.html

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1112. Menyumbangkan Harta Riba

1112. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bolehkah jika bunga deposito kita sumbangkan ke mesjid atau yayasan anak yatim ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Para ulama memberikan fatwa bahwa harta riba diperuntukkan untuk yang bersifat umum yang bukan untuk kemuliaan. Seperti membikin jalan, jembatan pagar selokan taman.

Adapun untuk di salurkan untuk masjid dan yatim hendaknya dari sumber yang halal dan toyib. Karena Allah maha Baik tidak menerima sesuatu kecuali yang baik.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1111. Istri Bekerja

1111. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apakah boleh seorang istri bekerja untuk membantu kedua orang tuanya, sementara si suami melarang si istri bekerja.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jika istri tersebut bekerja yang tidak mengandung ikhtilat/campur laki-perempuan, tidak banyak keluar rumah, dan mendapat ijin suami, serta aman dari fitnah maka dibolehkn, selagi tidak mengganggu kewajiban untuk mengasuh anak. Seperti usaha konfeksi, bordir, makanan dan semisal nya.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Sungguh Mengherankan…!!!

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Sebagian kaum muslimin begitu bersemangat menyatakan kebencian dan permusuhan kepada kaum kafir, bahkan semangat menyerukan penerapan syariat islam, akan tetapi ternyata mereka :

– Juga sangat bersemangat mengikuti acara-acara kaum kafir.

– Bahkan memberi selamat ikut bergembira dengan perayaan-perayaan keagamaan mereka…

– Juga sangat bersemangat mengikuti gaya berpakaian dan mode orang-orang kafir..

– juga bangga berbahasa fasih dengan bahasa mereka…. sementara tidak mengerti bahasa Al-Qur’an.

– Banyak menghafalkan lantunan lagu-lagu orang kafir…bahkan sangat cinta dengan para penyanyi tersebut…sementara firman-firman Allah serta sabda-sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mereka hafalkan.

Sungguh mengherankan…!!!!

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View