All posts by BBG Al Ilmu

Aku Ingin Mati

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

‘Aku Ingin Matiiiii…!’, sebuah jeritan dari dalam hati orang-orang yang sedang mendapati kesulitan dan jalan buntu dalam menyelesaikan masalah yang membelitnya. Ungkapan ini sepertinya menjadi sebuah solusi terakhir dari kebuntuan yang ditemuinya.

Di antara mereka yang di PHK bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang banyak hutang bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang brantakan rumah tangganya bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang kendaraan cicilannya hilang bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang susah dapat jodoh bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang hamil di luar nikah bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Itulah di antara contoh masalah yang menjadikan, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’ sebagai ucapan yang mewakili kondisi orang yang mengalaminya. Aneh ya, meski masalah orang berbeda-beda namun kata-kata ini seperti menjadi sebuah kesepakatan di antara mereka.

Saudaraku seislam yang saya muliakan, hidup dengan segala lika-likunya adalah ujian..kelapangan rizki dan kesempitannya adalah ujian..Kemudahan dan kesulitan dalam suatu urusan adalah ujian..Apapun masalah dan keadaan kita pada hakikatnya adalah ujian..Ujian yang menguji kita apakah kita tetap tegar mensikapi semua itu dengan tuntunan wahyu [Al-Qur’an dan As-Sunnah] atau malah memilih mengikuti bisikan nafsu dan syaithon..

Saudaraku seislam yang saya cintai, mari jadikan apa pun yang menimpa kita sebagai kesempatan untuk meraih pahala dan kemuliaan di sisi Alloh. Jangan biarkan kesempatan emas ini hilang begitu saja. Yuuk kita hadapi semua itu dengan sikap baik sangka kepada اللّـﮧ, sabar dan…tetap semangat. 🙂

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Buah Kejujuran Dan Kedustaan

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga اللّـﮧ memberikan kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

Dari Abdulloh bin Mas’ud ~rodhiyallohu ‘anhu~, ia berkata : Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلىَ البِرِّ وَإِنَّ البرَّ يَهْدِيْ إِلىَ الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتىَّ يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِيْقاً, وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهِدِى إِلىَ الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إِلىَ النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيتَحَرَّى الكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذاباً

“Kalian harus berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu akan menunjukkan kepada kebaikan dan sungguh kebaikan itu akan menunjukkan jalan ke Surga. Dan seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha dalam kejujuran hingga ia dicatat di sisi اللّـﮧ sebagai orang-orang yang jujur.

Dan hati-hatilah kalian dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada perbuatan buruk dan sesungguhnya keburukan akan menunjukkan jalan ke Neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta dan berusaha dalam kedustaan hingga ia dicatat di sisi اللّـﮧ sebagai seorang pendusta.” [HSR. Muslim no. 6586]

Demikian dapat disampaikan.

Semoga اللّـﮧ menjadikan penulis dan pembacanya termasuk orang-orang yang gemar berlaku jujur dan tercatat sebagai orang-orang yang jujur di sisi-Nya.. Dan semoga اللّـﮧ menjauhkan kita dari berdusta apalagi tercatat sebagai pendusta di sisi-Nya.

Aamiin Yaa Robbal ‘Alaamiin

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Bagaimana Cara Mengenalkan Ibadah Haji ke Anak ?

Ust. Abdullah Zaen, MA, حفظه الله تعالى

Berhaji adalah salah satu perintah agama Islam bagi pemeluknya yang mampu, diwajibkan sekali dalam seumur hidup.

Jika memang mampu dan memungkinkan, ajaklah anak-anak menunaikan ibadah haji dan umrah. Sebab, pemandangan Ka’bah, Masjidil Haram, Shafa, Marwa dan semua syiar yang ada di tanah suci akan membekas dalam hati mereka. Demikian pula dengan kalimat talbiyah, doa orang yang berthawaf, shalatnya orang-orang yang bertaubat, lantunan dzikir tahlil dan yang lainnya di padang Arafah, serta permintaan orang-orang yang berhajat akan mempengaruhi jiwa anak, dengan izin Allah ta’ala. Lebih dari itu kita juga akan mendapat pahala dari haji mereka.

Dikisahkan bahwa di musim haji ada seorang ibu mengangkat anaknya seraya berkata kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam,

“أَلِهَذَا حَجٌّ؟” قَالَ: “نَعَمْ وَلَكِ أَجْرٌ”.

Apakah anak ini mendapat pahala haji?” Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjawab, ”Ya, dan engkau juga mendapat pahala”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu’anhuma.

Ini bagi mereka yang mampu. Adapun untuk mereka yang kurang mampu, maka bisa mengenalkan anak tentang ibadah haji ini dengan berbagai sarana yang ada. Bisa menggunakan buku bergambar atau video atau yang lainnya.

Tanamkan dalam jiwa anak kecintaan terhadap ibadah haji dan tanah suci Mekah. Bisa diawali dengan cara mengajarkan pada mereka saat shalat, bahwa mereka menghadap ke arah Ka’bah yang ada di Mekah. Jika ada rezeki lebih ajarkan mereka untuk menabung untuk menunaikan ibadah haji, sekalipun nominal uang yang dimilikinya kecil.

Catatan penting:

Haji anak kecil dianggap sah, sebagaimana disebutkan di atas. Hanya saja dia tidak dianggap telah menunaikan haji fardhu. Sehingga bila sudah baligh dan mampu, maka dia wajib menunaikan haji lagi. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama dari mazhab yang empat. Bahkan ada yang mengatakan sudah ijma’.

Hukum tersebut berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam,

“أيُّمَا صَبِيِّ حَجَّ ثُمَّ بَلَغَ فَعَلَيْهِ حَجَّةً أُخْرَى”

Siapa saja anak kecil yang melakukan haji, kemudian dia baligh, maka wajib baginya untuk menunaikan haji lagi”. HR. Ibn Abi Syaibah dari Ibn ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, dan dinilai sahih oleh Ibn Hajar juga al-Albany.

Jadi, umrah dan haji yang dilakukan anak yang belum baligh, dianggap ibadah sunah. Tidak dinilai sebagai haji atau umrah wajib baginya. Wallahu ta’ala a’lam. [1]

************

* Disadur oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Mencetak Generasi Rabbani karya Ummu Ihsan Choiriyah dan Abu Ihsan al-Atsary (hal. 88-89) dengan banyak tambahan.

[1] http://islamqa.info/id/36862

Ref:

http://tunasilmu.com/

View

Tanda Nyata Orang Yang Dikehendaki Allah Hidayah

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanya milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh..Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, marilah kita renungi salah satu ayat اللّـﮧ berikut :

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang dikehendaki اللّـﮧ akan mendapatkan hidayah niscaya Dia melapangkan dadanya untuk  menerima Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki اللّـﮧ kesesatannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah اللّـﮧ menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. [QS. Al An’aam ; 6 : 125]

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa menerima Islam dan apa pun yang benar-benar bersumber darinya adalah tanda orang yang dikehendaki اللّـﮧ mendapatkan kebaikan dan petunjuk. Sedangkan orang yang sempit hatinya dalam menerima Islam dan apa pun yang bersumber darinya termasuk orang yang dikehendaki اللّـﮧ kesesatan baginya.

Nah sekarang perhatikan apa yg kita rasakan..apakah hati begitu lapang, gembira dan bahagia dengan apa yang diajarkan Islam, atau malah sebaliknya, sempit sumpek bahkan benci dengan ajaran Islam?

Semoga اللّـﮧ meneguhkan kita dalam Islam..Islam yang bersih dari campuran syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya..Islam yang diajarkan Nabi kita dan diamalkan generasi sahabat, bukan Islam dalam nama namun hakikatnya bukan termasuk ajarannya.

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Katanya pecinta Nabi…
Beragama koq suka-suka sendiri…
Yang diterima hanya yang cocok di hati…
Yang sesuai dalil malah dibenci…

Apa sih yang sebenarnya kamu cari…
Kebenaran itu terang laksana mentari…
Meski dua mata tak ada yang menutupi…
Apa gunanya jika buta di hati…

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Seorang Istri Ditanya…

Ust. Naharudin Syuuhada LC, حفظه الله تعالى

*** Apa yang membuat suami mencintaimu ? Seolah pandangan nya hanya untukmu.. Padahal diluar sana banyak wanita yang lebih cantik darimu..

“Iyaa, bisa jadi aku bukanlah wanita tercantik, bukan juga wanita terindah..
Hanya saja aku selalu maafkan bila ia lukaiku..
Selalu dengarkan setiap kali datang dengan masalah..
Selalu memujinya bila memberiku nafkah berlebih..
Dan merasa terpenuhi dengan nafkah yang sedikit..

Begitu lah Robb-ku mengajarkan ku..

Cintaku tak terputus..
Dan.. Taatku tak tercegah..

Sekalipun aku memanen duri, aku akan terus menanam mawar..”

By Ust. Naharudin Syuuhada LC

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Mau Masuk Surga ?

Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillaah..wa ba’du!

Saudaraku seislam yang saya cintai, kalau kita ditanya, ‘Mau masuk Surga?’. Ga pake mikir lagi, kita pasti menjawabnya ‘Mauuuuuuu!’.

Nah betul, kan?!

Akan tetapi, meskipun banyak orang yang bilang ‘mau’ saat ditanya demikian, pada kenyataannya kebanyakan mereka malah menunjukkan ‘tidak mau’ untuk masuk Surga.

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 كُلُّ أُمَّتِى يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، إِلاَّ مَنْ أَبَى. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ  مَنْ أَطَاعَنِى دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِى فَقَدْ أَبَى

“Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.” Para sahabat berkata ; “Ya Rosululloh, siapakah yang enggan masuk surga itu?” Beliau bersabda : “Barangsiapa yang mentaatiku, dia masuk surga. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku/tidak mentaatiku maka itulah orang yang enggan masuk surga.”[ HSR. Al Bukhori no. 7280]

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk bertauhid dan melarang mereka dari syirik, kenyataannya betapa banyak di kalangan mereka -kecuali yang dirahmati Alloh- malah menyekutukan Alloh (berbuat syirik) dan meninggalkan Tauhid..

Beliau memerintahkan umatnya untuk menyibukkan diri dengan agama dan sunnahnya, kenyataannya kebanyakan mereka -kecuali yang dirahmati Alloh- malah sibuk dengan apa-apa yang diada-adakan orang dalam urusan agamanya itu, atau malah berbahagia dengan keyakinan & adat jahiliyyah yang diajarkan nenek moyang mereka..

Beliau memerintahkan muslimah untuk menutup aurotnya dengan busana syar’ie, kenyataannya kebanyakan muslimah -kecuali yang dirahmati Alloh-malah mengumbar aurotnya atau busana yang dipakainya masih mengundang laknat Alloh..

Dan masih banyak contoh dalam realitas kehidupan yang menunjukkan keengganan seseorang untuk masuk Surga meski lisannya mengatakan ‘mau’

Semoga bermanfaat..

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Merasa Cukup

@sahabatilmu

Memiliki banyak harta namun tetap merasa sengsara..

Punya tabungan dan simpanan tetapi terus kekurangan…

Hati yang bicara, merasa puas atau nestapa.

A. Sungguh Beruntung.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh beruntung seseorang yang masuk Islam, dan memperoleh rizki yang cukup serta Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup) atas rizki yang Allah berikan…” (HR Muslim: 1054)

Qana’ah (merasa cukup) merupakan harta berharga yang tak terhingga bagi seorang muslim.

B. Berdoa.

Jangan pernah meninggalkan doa.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa melantunkan do’a:

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

“Ya Allah, aku meminta kepadaMu hidayah, ketakwaan, menjaga kehormatan dan kekayaan…” (HR. Muslim no. 2721)

Adapun kekayaan yang dimaksud adalah kaya hati.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Bukanlah kekayaan (yang sejati) dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang senantiasa merasa cukup..” (HR. Bukhari: 6446, Muslim: 1051)

@sahabatilmu

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Menjaga Lisan – Jalan Surga Dan Jalan Neraka

Ust. Ahmad Daniel LC, حفظه الله تعالى

Saudaraku, lisan itu ibarat pisau. Dia bisa digunakan untuk perkara yang bermanfaat dan juga bisa digunakan untuk kejahatan. Pisau bisa menjadi jalan pahala dan bisa menjadi jalan dosa, tergantung siapa yang memanfaatkannya. Dari Abu Hurairah, dari Nabi, bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَرْفَعُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang Allah ridhai tanpa keseriusan yang kata tersebut menjadi sebab Allah tinggikan kedudukannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang Allah murkai tanpa keseriusan yang kata tersebut menjadi sebab terjerumus ke dalam neraka Jahannam.
(HR Bukhari)

Saudaraku, sungguh sangat berat kita menjaga lisan ini.
Lisan yang terjaga dari caci
maki, ghibah, fitnah, kata-kata kotor, kata-kata kasar, menyepelekan, dan tuduhan dusta terhadap saudara muslim yang lain.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Nabi bersabda:

إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنِ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنِ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا

“Jika anak Adam masuk waktu pagi maka seluruh anggota badan menyatakan ketundukannya terhadap lisan dengan mengatakan, “Bertakwalah kepada Allah terkait dengan kami karena kami hanyalah mengikutimu. Jika kau istiqamah (di atas kebenaran) maka kami juga istiqamah. Jika kau melenceng (dari kebenaran) maka kami juga melenceng.”
(HR. Tirmidzi & dinilai hasan oleh Al-Albani).

Saudaraku, mohonlah pada Allah agar dimudahkan untuk menjaga lisan.

بارك الله فيكم

View

Sibuk Dengan Berita Politik

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Akhi … kenapa hari-harimu cuma ingin mengurus capres A dan capres B, padahal berita politik tidaklah jelas.

Akhi … bukankah engkau tahu bahwa dalam politik itu ingin saling menjatuhkan satu dan lain.

Akhi … bukankah engkau tahu bahwa dalam politik tidak ada kawan sejati dan tidak ada musuh abadi.

Akhi … jangan terlalu memforsir usahamu untuk terus menelusurui berita politik.

Engkau tahu demikian, namun kerjaanmu setiap harinya hanya menelusuri terus berita capres A dan capres B, itu pun engkau tidak bisa menemukan manakah yang benar dari berita-berita yang ada.

Kenapa engkau terlalu sibuk dengan berita yang hanya berlandas “katanya”?

Padahal Allah membenci seperti itu sebagaimana kata hadits,

وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ

“Allah tidak menyukai qiila wa qool (berkata hanya berlandaskan ‘katanya’)” (HR. Muslim no. 1715, dari Abu Hurairah).

Qiila wa qool kata Ibnu Katsir, maksudnya adalah, “Banyak bicara tentang perkataan orang lain namun
(1) tanpa kroscek,
(2) tanpa memastikan,
(3) tanpa mencari kejelesan.”
(Tafsir Surat An Nisaa’ ayat 82).

Andai waktumu habis untuk menelaah buku dan kitab.

Andai waktumu habis untuk mendatangi majelis ilmu.

Andai waktumu habis dengan menelusuri website islam bermanfaat.

Andai waktumu hanya dengan ilmu, ilmu dan ilmu.

Ayo kembali ngaji lagi.

Moga Allah memberi taufik pada kita semua dalam memanfaatkan waktu-waktu kita.

Artikel Muslim.Or.Id

By: Muhammad Abduh Tuasikal

– – – – – •(*)•- – – – –

View