All posts by BBG Al Ilmu

Kesombongan, Kok Didakwahkan !

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Sobat! Orang bersikap sombong pasti tercela dan berdosa. Bahkan, Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر

“Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan.”
(Muslim)

Dan tentu kesombongan itu lebih buruk lagi bila dijadikan sebagai ajaran yang diajarkan dan disosialisasikan kepada masyarakat umum.

Diantara bentuk kesombongan ialah dengan berkata: andai, atau semoga saja atau saya rindu, atau tangan saya gatal untuk ketemu musuh. Andai ketemu musuh niscaya saya akan habisi dan ini dan itu ….

Ucapan dan sikap mencari-cari atau paling kurang berangan-angan apalagi bercita-cita untuk bertemu musuh adalah bentuk kesombongan.

Betapa banyak orang yang berkata demikian, namun pada gilirannya ketemu musuh beneran, mereka segera lari tunggang langgang.

Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تتمنوا لقاء العدو وأسالوا الله العافية ولكن إذا لقيتموهم فاصبروا واعلموا أن الجنة تحت ظلال السيوف

“Janganlah kalian berangan angan untuk bertemu dengan musuh dan mohonlah keselamatan/kebebasan dari cobaan. Namun bila benar benar berjumpa dengan musuh maka sabarlah (hadapi dengan gagah berani) dan ketahuilah bahwa surga berada dibawah kilauan pedang senjatamu.”
(Muslim)

Hadis di atas tentu menyelisihi ucapan sebagian pemuda yang berkata : “kenapa sih, pada takut syiah berkuasa di negri ini ?”

“Biarkan saja mereka masuk pemerintahan, nanti kalau mereka berulah kita hadapi dan kobarkan jihad melawan mereka. Saya tidak takut mati, kan mati syahid dan masuk surga.”

Ucapan ini nampaknya baik, namun sejatinya ucapan itu adalah kesombongan dan kecerobohan dalam bertutur kata.

Oleh Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

7 Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir

Ust. Abu Qotadah, Lc حفظه الله تعال

Saudaraku yang baik hatinya, inginkah kita memiliki amalan yang kita lakukan didunia ini sedangkan ganjaran kebaikannya akan tetap tercurah walau kita sudah Allah wafatkan kelak ?

Ada 7 amalan yang pahalanya akan tetap sampai kepada kita walaupun kita masih/berada di alam kubur.

Dari Annas bin Malik رضي الله عنه
7 amalan yang pahalanya akan mengalir:

1) Orang yang mengajarkan ilmu
2) Orang yang mengalirkan sungai (membuat irigasi)
3) Menggali sumur
4) Menanam kurma
5) Membangun masjid
6) Orang yang mewariskan mushaf (Al-Qur’an)
7) Meninggalkan anak yang shaleh yang memintakan ampunan untuk kita setelah mati.
(HR. Imam Muslim)

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Bertawasul Dengan Keikhlasan Kepada Allah Di Dalam Amalan-Amalan Sholih Diwaktu Tertimpa Kesulitan

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Dalam risalah ini tidak terlupakan, akan saya bawakan faidah dan manfaat dari berbuat ikhlas tatkala di dunia sebelum di akhirat, dikarenakan memungkinkan bagimu untuk bertawasul kepada Allah Ta’ala dengan amal-amal yang kalian ikhlas di dalamnya, agar kalian selamat dari setiap petaka dan cobaan.

Diriwayatkan dari Abu Abdurrohman  ibnu Umar ibnu Khothob, radhiyallahu’anhuma, berkata, “Aku mendengar Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Dahulu ada tiga orang dari umat sebelum kalian melakukan perjalanan hingga mereka bermalam di dalam suatu goa, maka tiba-tiba goa tersebut tertutup oleh batu yang sangat besar hingga mereka tidak mampu keluar, maka berkatalah salah satu dari mereka, “Tidaklah kita selamat dari batu ini kecuali kalian berdoa kepada Allah melalui perantara amal sholih yang pernah kalian lakukan”.

Maka berkata salah seorang dari mereka, “Ya Allah Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku memikili kedua orangtua yang sangat tua renta yang aku tidak pernah mengakhirkankan keduanya dalam segala urusan harta maupun keluarga, hingga pada suatu hari aku mencari kayu dan terlambat pulang dan aku menjumpai  keduanya sudah tidur dan aku memerah susu untuk persediaan minum keduanya, dan aku enggan untuk membangunkan mereka, dan aku tidak memberi minum susu itu kepada keluarga maupun kepada budak sebelum saya memberi minum kepada orang tua ku, hingga aku menunggu sampai terbit fajar sedangkan anak-anakku menangis karena lapar dan haus, mereka mengelilingi kakiku, setelah itu kedua orang tua ku bangun, dan kuberikan minuman susu kepada ayah dan ibuku. Ya Allah, jika aku melakukan tindakanku karena mengharapkan wajah-Mu, maka gerakkanlah batu yang menutup gua ini“. Maka bergeserlah batu itu akan tetapi ia belum bisa keluar dari goa itu .

Berkata orang yang kedua, ”Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya aku mempunyai saudara sepupu yaitu anak pamanku yang sangat aku cintai, -dalam riwayat lain dikatakan, aku mencintainya sebagaimana lazimnya seorang lelaki suka terhadap wanita-, hingga aku berkehendak akan kemolekannya, akan tetapi ia menolaknya, hingga pada tahun paceklik, ia mendatangiku dan aku berikan kepadanya 120 dinar dengan syarat ia rela berkholwat denganku, ia pun menyetujuinya, hingga aku disaat hampir melakukannya, -dalam riwayat dikatakan : tatkala aku berada diantara kakinya, – maka ia berkata : ‘Bertakwalah kamu kepada Allah dan jangan engkau merenggut kegadisan kecuali dengan cara yang hak’, maka aku tinggalkan dirinya, walaupun sesungguhnya aku sangat mencintainya, dan lempengan uang emas sengaja aku tinggalkan untuknya. Ya Allah Ya Tuhanku, jika aku melakukan itu karena mencari wajah-Mu, maka entaskanlah kami dari kesusahan ini”, maka bergeserlah batu tersebut, akan tetapi masih saja mereka belum bisa keluar dari goa tersebut.

Berkata orang yang ketiga, “Ya Allah, sesungguhnya aku mempekerjakan beberapa orang sebagai karyawan, dan aku telah berikan imbalan upah bagi mereka semua kecuali seseorang yang ia membiarkan upahnya tersimpan padaku dan pergi dengan tanpa kabar,  maka upahnya aku rawat dan aku ternak hingga berkembang biak menjadi sangat banyak, setelah beberapa lama ia datang dan berkata, “Wahai hamba Allah,  berikan upahku yang dulu”, maka aku katakan: “Ambil semua yang engkau lihat dari onta, sapi, kambing, para budak yang ada dihadapanmu“. Maka ia berkata: “Jangan engkau mengejekku”, maka aku katakan: “Aku tidak sedang mengejekmu, maka iapun bersegera menggiring seluruh hewan dan budak penjaga ternak tersebut tanpa menyisakan sedikitpun“. Wahai Allah, jika aku melakukan itu dalam rangka mencari wajah-Mu, maka tolonglah keberadaan kami ini“.  Maka bergeserlah batu itu, hingga mereka semua dapat keluar. (HR Bukhary dan Muslim).

Wahai saudaraku, lihatlah bagaimana Allah memberikan pertolongan dengan menggerakkan batu kepada mereka lantaran doa yang dipanjatkan dengan menyertakan amal shalih dan keikhlasan mereka kepada Allah Ta’ala.

Betapa banyak sebab yang mendatangkan kehinaan dan kerendahan bagi hamba lantaran tidak berbuat ikhlas kepada Allah Ta’ala.  Wahai saudaraku, apakah kalian memiliki amal shalih yang dilandasi keikhlasan yang dapat engkau sertakan dalam doa yang kalian panjatkan untuk menolongmu dari kesusahan dan kesulitan….!!!

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

View

Salah Satu Ciri Suami Yang Sholeh

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji bagi Alloh, sholawat & salam untuk Rosululloh..wa ba’du!

Saudaraku seislam ~khususnya para suami- yang saya cintai, memuliakan istri merupakan salah satu tanda kesholehan seorang suami. Banyak perkara yang bisa kita lakukan untuk memuliakan istri kita, di antaranya :

Pertama, memanggil istri dengan panggilan mesra yang disukainya.

Sepakatilah dengan istri tentang panggilan mesra yang disukainya, dan janganlah pernah merasa sungkan atau berat memanggil ‘Sayangku’ kepadanya. Bagi yang istrinya lebih dari satu, jangan sampai tertukar panggilan sayangnya itu, hmm.. bisa-bisa kena jewer lho..

Kedua, berikanlah busana yg sesuai syar’ie, dan bantulah agar ia selalu menutup dan menjaga aurotnya sebagaimana yang ditetapkan Alloh & Rosul-Nya.

Ketiga, bimbinglah istrimu menjadi istri yang sholeh, penyejuk mata & hatimu dgn ilmu yang benar, kasih sayang dan ketauladanan, bukan dengan arogansi, kekejian dan kekasaran.

Keempat, jika ada perkara yang tidak disukai, janganlah mencela dan mencaci makinya apalagi sampai memukul atau menyiksanya. Luruskanlah dengan seindah-indah ungkapan dan setepat-tepat tindakan, semoga ia makin menyenangkan & mempesonamu.

Kelima, nafkahilah istrimu itu dengan penghasilan yang halal, dan nafkahilah kebutuhan batinnya dengan penuh cinta berdasar adab-adab yang indah sebagaimana diajarkan agama kita.

Keenam, jangan sungkan mencium mesra, merayunya dan membisikan kata-kata cinta kepadanya. Sungguh ungkapan cinta yang tulus dari sang suami itu lebih menyegarkan batinnya daripada pemberian yang lain.

Ketujuh, doakanlah kebaikan, keberkahan dan ampunan untuk istrimu. Jauhilah melaknat, menyumpah atau mendoa-doakan yang buruk untuknya.

Semoga catatan ringan ini ada manfaatnya untukku dan untuk yang mau mengambil manfaatnya.

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1093. Bagaimana Adab Minum Dengan Sedotan ?

1093. BBG Al Ilmu

Tanya:
Jika kita minum dari gelas pakai sedotan, mana yang benar, tangan kanan pegang gelas-tangan kiri sedotan, atau kebalikannya, yaitu tangan kiri pegang gelas sedangkan tangan kanan yang pegang sedotan ?

Jawab:
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Keduanya (gelas dan sedotan) dengan tangan kanan.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Persiapkanlah Bekal Kalian !

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah..wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillaah, wa ba’du!

Saudaraku seislam yang saya cintai..semoga Alloh ‘Azza wa Jalla memberikan kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

Dari Al-Baro’ bin ‘Azib ~rodhiyallohu ‘anhu~, ia berkata : “Ketika kami bersama Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~, tiba-tiba beliau melihat orang-orang yang sedang berkumpul. Beliau bertanya : ‘Mengapa mereka berkumpul?’ Dikatakan kepada beliau : ‘Untuk menggali sebuah lubang kubur.’ Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~tersentak dan dengan tergesa-gesa segera menuju ke tempat itu mendahului para sahabatnnya. Sesampainya di kuburan tersebut, beliau pun berlutut.
Al-Baro’ berkata : “Aku menuju kehadapan Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ untuk melihat apa yang beliau lakukan. Ternyata, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ sedang menangis hingga air matanya membasahi tanah. Kemudian beliau menghadapkan wajahnya kepada kami seraya bersabda :

أي إخواني! لمثل اليوم فأعدّوا

‘Wahai saudara-saudaraku! Untuk hari seperti ini maka persiapkanlah bekal kalian.'”

[ HR Al-Bukhori dalam kitab at-Taarikh, Ahmad dan Ibnu Majah ~rohimahumulloh~, dihasankan oleh Syaikh al-Albani ~rohimahulloh~ dalam Ash-Shohihah no. 1751]

Semoga risalah sederhana ini menjadi nasihat pelembut hati, pengingat diri dari kelalaian dan penyemangat berbekal untukku dan untuk yang mau mengambil manfaatnya..

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Suamimu..Surga Dan Nerakamu

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Dari Hushoin bin Muh-shon dari bibinya bahwa dia mendatangi Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ untuk suatu keperluan. Setelah selesai, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~bertanya kepadanya, ‘Apakah engkau sudah bersuami?’. Ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bertanya kembali, ‘Bagaimana engkau menunaikan kewajibanmu kepadanya?’
Ia berkata,
ما اَلوه إلّا ما عجزت عنه

‘Aku tidak mengurangi ketaatan kepadanya kecuali apa yang aku tidak mampu melakukannya’

Mendengar hal tersebut, beliau bersabda :

انظري أين أنت منه فإنّه جنّتك و نارك

‘Perhatikanlah posisimu terhadap dirinya karena suamimu adalah Surga-mu dan Neraka-mu.'”

[HR. An-Nasaa-i, Ahmad dan al-Hakim ~rohimahumulloh~, dishohihkan al-Hakim dan disetujui adz-Dzahabi ~rohimahulloh~ dalam at-Talkhish, selengkapnya lihat as-Shohihah no. 2612]

Wahai muslimah yang akan menikah..bertakwalah kepada اللّـﮧ dan mintalah selalu kepada-Nya agar diberikan suami yang sholeh..jauhi pacaran dan maksiat lainnya..semoga اللّـﮧ memuliakan dan menyelamatkanmu..

Wahai para istri.. bertakwalah kepada اللّـﮧ, muliakanlah suamimu, tunaikanlah kewajibanmu kepadanya dan bersabarlah..semoga اللّـﮧ memuliakan dan menyelamatkanmu..

Wahai para suami..bertakwalah kepada اللّـﮧ..berbuat baiklah kepada istri dan keluargamu..mohonkanlah selalu rahmat dan ampunan اللّـﮧ untuk mereka..sayangi dan bimbinglah mereka..semoga اللّـﮧ memuliakan dan menyelamatkanmu..

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Bercanda Itu Boleh, Tapi…

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, sholawat dan salam untuk Rosululloh..

Pernak-pernik kehidupan kadang membuat kejenuhan..kadang menimbulkan kebuntuan..penyegaran hati dan suasana akhirnya menjadi hal yang dibutuhkan..

Banyak hal yang dilakukan orang untuk memformat kondisi diri..di antaranya -dan ini menjadi pilihan banyak orang- adalah berkelakar, bercanda atau bersenda gurau

Nah bagi yang memilih senda gurau, bercanda atau berkelakar sebagai upaya menyegarkan suasana atau kondisi diri, maka perhatikanlah hal-hal berikut :

Pertama, Janganlah ada dusta dalam pembicaraan/bercanda kita. Apalagi sampai berdusta atas nama Alloh dan Rosul-Nya

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ ، وَيْلٌ لَهُ ، ثُمَّ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah orang yang membicarakan sesuatu lalu ia berdusta agar orang-orang tertawa karena ceritanya itu. Celakalah ia, celakalah ia.” HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim dll. Dihasankan oleh Syaikh Su’aib al-Arna’uth rohimahulloh dan Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohihul Jaami’ no. 7136

Kedua, jangan memperolok-olok Alloh, Rosul-Nya, ayat-ayat-Nya dan apa yang diajarkan agama-Nya. [Bacalah Al-Qur’an surat At Taubah ayat 64-66]

Ketiga, jangan menghina dan merendahkan seorang muslim.

Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda”..Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzholiminya, menghinanya, dan merendahkannya..” HSR. Muslim no. 6706

Demikian semoga bermanfaat

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1092. Apa Hukum BPJS Kesehatan ?

1092. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bagaimana hukum BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan ?

Jawab:
Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

BPJS Kesehatan termasuk dalam katagori Asuransi Komersial, jadi hukumnya HARAM.

Tambahan:
Penjelasan mengenai haramnya Asuransi Komersial bisa di baca dalam artikel berikut:

http://pengusahamuslim.com/bagaimanakah-hukum-asuransi-dalam-islam-23/#.U2yjv1cR8z4

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

View