All posts by BBG Al Ilmu

Bagi PRIA, Lebih Utama Sholat Tarawih di Masjid ataukah di Rumahnya..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Keutamaan Sholat Witir Bersama Imam Sholat Tarawih

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Derajat Hadits Bacaan Sholawat Diantara Tiap 2 Roka’at Tarawih

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Tarawih 4 + 4 + 3

Pertanyaan:

Ust mau tanya, di masjid dekat rumah saya sholat taraweh 4 4 3 dengan satu tahiyat dan salam di akhirnya. Mereka berdalil dengan hadits Aisyah bahwa nabi sholat 4 4 3 HR Bukhari dan Muslim. Bagaimana menurut ustadz ?

Jawab:
.
Pendapat yang kuat in sya Allah sholat taraweh seperti itu TIDAK DI SYARI’ATKAN. Karena Aisyah sendiri dalam riwayat Muslim berkata:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي من الليل إحدى عشرة ركعة يسلم من كل اثنتين ويوتر بواحدة

Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sholat malam sebelas rakaat. Beliau mengucapkan salam di setiap dua rakaat dan witir dengan satu raka’at.

Jadi perkataan aisyah 4 4 3 ditafsirkan oleh riwayat tersebut maksudnya empat roka’at dengan dua kali salam.
Ini juga sepadan dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam dari hadits ibnu Umar:

صلاة الليل والنهار مثنى مثنى

Sholat malam dan siang dua raka’at dua raka’at.” (HR Abu Dawud dan lainnya).

Secara kaidah ushul fiqih UCAPAN Nabi shallallahu alaihi wasallam LEBIH DI DAHULUKAN DARI PERBUATANNYA.

Iya, Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah melakukan sholat empat roka’at sebelum ashar empat roka’at dengan satu kali salam tapi dengan dua kali tahiyat.
Yaitu  dari hadits Ali bin Abi Thalib :

و أربعا قبل العصر ، يفصل بين كل ركعتين بالتسليم على
الملائكة المقربين ، و النبيين ، و من تبعهم من المسلمين ، ” يجعل التسليم في اخره

Dan (nabi) melakukan sholat empat roka’at sebelum ashar, beliau pisah setiap dua raka’atnya dengan mengucapkan salam kepada malaikat, para nabi dan yang mengikuti mereka dari kaum muslimin. Dan menjadikan salam di akhirnya.” (HR Ahmad dan lainnya. Dihasankan oleh syaikh Al Albani).

Al Munawi menjelaskan bahwa yang dimaksud mengucapkan salam kepada para malaikat, para nabi dan kaum muslimin adalah tasyahud awal.

Jadi diperbolehkan melakukan sholat sunnah empat roka’at dengan satu kali salam namun dengan dua kali tahiyat.
Akan tetapi yang lebih utama adalah dua roka’at-dua roka’at.

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

==========
Catt: Artikel diatas adalah posting ulang dari artikel yang di ‘publish‘ tanggal 09 Juni 2016 – 2233

Derajat Hadits Tentang Diharamkannya Neraka Bagi Orang Yang Bergembira Dengan Datangnya Ramadhan

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Tentang Kebiasaan Meminta Maaf Sebelum Ramadhan

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Bekal RAMADHAN – Part 3

Simak penjelasan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Bekal RAMADHAN – Part 1
Bekal RAMADHAN – Part 2
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da040616-2018

Bekal RAMADHAN – Part 2

Simak penjelasan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Bekal RAMADHAN – Part 1
Bekal RAMADHAN – Part 3
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da040616-2018

Bekal RAMADHAN – Part 1

Simak penjelasan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Bekal RAMADHAN – Part 2
Bekal RAMADHAN – Part 3
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da040616-2018

Kaidah Dalam Bergaul…

Allah Ta’ala berfirman:

‎خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Ambillah ma’af dan perintahkan kepada yang ma’ruf dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”
(Al A’raaf: 199)

Ayat yang mulia ini memberikan kepada kita kaidah yang indah dalam bermua’amalah dengan manusia.

⚉  Allah menyuruh untuk mengambil ma’af.
Imam Mujahid berkata, “Artinya ambillah sifat pemaaf terhadap akhlak manusia dan perbuatan mereka.”

Dan sifat maaf itu tidak merendahkan derajat pelakunya sama sekali. Justeru semakin menambah kemuliaan sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam.

⚉  Lalu Allah memberikan pesan kedua: dan perintahkanlah kepada al’urf.
Imam Al Bukhari berkata: al’urf artinya perbuatan ma’ruf.
Karena hal ini dapat mencegah dari jatuh kepada mu’amalah yang tidak baik dengan cara menyuruh manusia kepada yang ma’ruf. Bahkan ini adalah benteng yang amat kokoh untuk membentengi masyarakat dari berbagai macam keburukan.
Tentunya timbangan perkara yang ma’ruf itu adalah alqur’an dan hadits sesuai pemahaman para shahabat. Bukan sesuai hawa nafsu manusia.

⚉  Lalu Allah menutup firmanNya dengan: dan berpalinglah dari orang-orang yang jahil.
Perbuatan jahil itu adalah segala perbuatan yang tidak berdasarkan ilmu seperti mencela, memaki, menggibah, dan sebagainya.
Menghadapi orang jahil haruslah dengan cara berpaling. Bukan membalas sikap jahil dengan sikap jahil lagi.
Karena dengan cara berpaling kita akan akan selamat dari kejahilannya dan selamat dari berbuat jahil lagi kepadanya.
Oleh karena itu Allah memuji sifat seperti ini dan menyebutnya sebagai sifat sifat ibadurrohman dalam firmannya:

‎وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً

Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS Al Furqan: 63)

Semoga kita dapat mengamalkan ayat yang agung ini dan menjadikannya sebagai kaidah dan patokan dalam bermu’amalah dengan manusia.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.