All posts by BBG Al Ilmu

Waspadalah..!

A gentle reminder…
.
Alhamdulillah… Sekarang kita berada di hari ke 2 bulan ROJAB 1439 Hijriyah
.
Bertepatan dengan 19 Maret 2018 Masehi…
.
.
Ibnu ’Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa mengatakan,

“Allah mengkhususkan EMPAT BULAN tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, MELAKUKAN MAKSIAT PADA BULAN TERSEBUT DOSANYA AKAN LEBIH BESAR, dan AMALAN SHALIH YANG DILAKUKAN AKAN MENUAI PAHALA YANG LEBIH BANYAK.”
.
(Latho-if Al Ma’arif, hal. 207)

Sudahkah Mendapatkan Surga Dunia..?

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَر أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِن فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاة طَيِّبَة وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa beramal shalih baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka sungguh akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan Kami berikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl [16]: 97)

Kehidupan yang baik itu dengan “KEBAHAGIAAN“, yaitu bagi seorang mukmin yang akan meraih Surga dunia sebelum Surga di akhirat…

Bukankah Allah telah berfirman :

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ , فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua Surga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS. Ar-Rahman [55]: 46-47)

Salah seorang ulama salaf berkata :

Sungguh kasihan orang-orang yang mencintai dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini“, maka ada yang bertanya : “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini ?

Ulama ini menjawab : “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berdzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya

(Ighootsatul Lahfaan 1/72 oleh Ibnul Qoyyim).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لم يدخل جنة الآخـــرة

Sungguh di dunia terdapat Surga, barangsiapa belum masuk ke dalam Surga di dunia, maka dia tidak akan masuk Surga di akhirat nanti

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Maha suci (Allah) yang telah memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya (yang shalih) Surga-Nya (di dunia) sebelum mereka bertemu dengan-Nya (di akhirat) dan Dia membukakan untuk mereka pintu-pintu Surga-Nya di negeri (tempat) beramal (dunia), sehingga mereka bisa merasakan kesejukan dan keharumannya, yang itu (semua) menjadikan mereka (termotivasi untuk) mencurahkan kemampuan mereka untuk meraihnya dan berlomba-lomba untuk mendapatkannya” (Al-Waabilus Shayyib hal 70).

Maka “orang miskin” di dunia ini yang sebenarnya adalah orang yang belum pernah merasakan cinta kepada Allah dan nikmatnya beribadah kepada-Nya…

Seorang mukmin yang mendapatkan Surga di dunia adalah seseorang yang mencintai Allah dengan benar, sehingga Allah pun mencintainya…

…وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي…

“…Dan Aku telah melimpahkan kepadamu cinta (kasih sayang) yang datang dari-Ku… (QS. Thaha [20]: 39)

Saudaraku, sudahkah kita termasuk dari orang yang mendapatkan ucapan Allah Ta’ala seperti itu…?
Maka cintailah Allah, yang telah menganugerahkan nikmat-Nya kepadamu yang lahir dan batin…

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ…

Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar rasa cintanya kepada Allah…” (QS. Al-Baqarah [2]: 165)

Ketahuilah…

Hidup bukan untuk mati…
tetapi mati itulah untuk hidup…
Hidup bukan untuk hidup…
tetapi untuk yang Maha Hidup…

Kematian adalah bukti kecintaan yang tulus…
Kematian adalah pintu berjumpa dengan-Nya…
Perjumpaan terindah kekasih dengan Kekasih…

اللهمَّ ما طابت الدّنيا إلاّ بحبك، ولا الآخرة إلاّ بعفوك

Ya Allah, sungguh dunia tidak menyenangkan kecuali dengan mencintai-Mu, begitu pula akhirat tidak menyenangkan kecuali dengan ampunan-Mu…

اللهمَّ إنّي أسألك حُبَّكَ ، وحُبَّ من يُحبك ، وحُبَّ كل عملٍ يقربني إلى حُبِّكَ

Ya Allah, aku mohon cinta-Mu, mencintai siapa saja yang mencintai-Mu, serta mencintai setiap amalan yang dapat mendekatkan diriku kepada-Mu…

اللهمًَ ارزقني جنتك في الدنيا حتى تدخلني في جنتك في لآخرة

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku Surga-Mu di dunia ini, sehingga Engkau pun memasukkanku ke dalam Surga-Mu di akhirat kelak…

Aamiin…

Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى.

Tentang Sholat Jamak Tanpa Qoshor Atau Sebaliknya

PERTANYAAN:

Boleh tidak akh, sholat dijamak (*) tanpa qoshor (*) atau sebaliknya qoshor tanpa jamak, atau dijamak dan di qoshor ?

JAWABAN:

Antara jamak dan qoshor bisa berkumpul dan bisa berpisah tergantung keadaan orangnya.

1. Bila dia mukim biasa, maka dia tidak boleh qoshor tidak boleh jamak.

2. Bila dia mukim, tapi ada kegiatan yang sangat mendesak, sehingga perlu menjamak shalat, seperti dia menjalani operasi yang cukup lama.. maka dia boleh menjamak, tidak boleh meng-qoshor.

3. Bila dia musafir, dan masih dalam perjalanan.. afdhalnya meng-qoshor dan menjamak.

4. Bila dia musafir tapi sudah menetap untuk sementara waktu saat safarnya.. maka afdhalnya dia meng-qoshor tanpa menjamak.. dengan catatan tidak ada adzan di masjid dengan dia menetap.. karena kalau ada masjid, dan ada adzan, dia wajib mendatangi panggilan adzan tersebut selama mampu dan harus mengikuti imamnya.

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

====
NB (admin):
(*) JAMAK: Menggabungkan 2 sholat Fardhu di satu waktu, seperti:

● Menggabungkan Sholat fardhu Zhuhur dengan ‘Ashar (masing-masing 4 roka’at) di waktu Zhuhur (Jamak Taqdiim) atau di gabungkan “berurutan” di waktu ‘Ashar (Jamak Takhir).

● Menggabungkan Sholat fardhu Maghrib (3 roka’at) dan ‘Isya (4 roka’at) di waktu Maghrib (Jamak Taqdiim) atau di digabungkan “berurutan” di waktu ‘Isya (Jamak Takhir).

● Sedangkan untuk Sholat fardhu Shubuh, maka TIDAK ADA dan TIDAK BOLEH di Jamak.
===============
(*) QOSHOR: Mengurangi jumlah bilangan roka’at, seperti:
.
● Sholat fardhu Zhuhur, ‘Ashar dan ‘Isya dari 4 roka’at menjadi 2 roka’at.
.
● Sedangkan untuk Sholat Shubuh yang 2 roka’at dan Maghrib yang 3 roka’at, maka TIDAK ADA dan TIDAK BOLEH di qoshor.

.
ARTIKEL TERKAIT
PERTANYAAN :
.
bila sudah jamak zhuhur dan ‘ashar di waktu zhuhur (jamak taqdim), lalu kita tiba di rumah atau tempat tujuan dan teryata masih panjang waktu ‘ashar… perlukah mengulang sholat ‘ashar..?
.
JAWABAN : klik LINK berikut..
Perbedaan Sholat Yang Di Jamak Dan Di Qoshor

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah KE-22

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-21) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 22 🌼

Bahwa mereka menganjurkan umat Islam untuk memahami Alqur’an dan Hadits.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman [QS An-Nisaa : 82]

‎أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ

Apakah mereka tidak mentadaburi Alqur’an

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Siapa yang Allah inginkan kebaikan untuk dia, Allah akan faqihkan dalam agama.”

Karena diantara sebab yang paling agung kebangkitan-kebangkitan umat Islam adalah :

● Mengenal apa yang di inginkan Allah dan RasulNya.

● Dari lafadz Alqur’an dan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan cara mengenal bahasa Alqur’an yaitu Bahasa Arab.

● Demikian pula yaitu pemahaman para sahabat, para tabi’in dan para ulama yang lainnya dalam memahami lafadz-lafadz Alqur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak bicara umat Islam ini dengan Alqur’an dan Sunnah.
Dan beliau sudah memperkenalkan kepada kita apa yang di inginkan oleh lafadz dalam Alqur’an dan Hadits tersebut.

👉🏼 Maka tentu para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang langsung mendengar penjelasan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan langsung melihat praktek dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

👉🏼 Maka mereka yang paling sempurna dalam memahami Alqur’an.

👉🏼 Dan para sahabat pun juga telah menyampaikan makna-makna tersebut kepada para tabi’in dengan penyampaian yang sempurna.

Karena makna-makna yang umum, yang di butuhkan oleh keumuman kaum muslimin seperti makna Tauhid, makna AL-AHAD dan AL-WAHID (YANG MAHA ESA), makna Islam, makna Iman, maka seluruh sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebuah “urgensi”, bahkan sesuatu yang sangat penting dalam memahami Alqur’an dan Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Imam Malik dan Annas berkata:
Sesungguhnya ada beberapa kaum yang mereka bersungguh-sungguh ibadah, tapi mereka menyia-nyiakan ilmu sehingga merekapun kemudian malah keluar kepada ummat Muhammad dengan pedang-pedang mereka untuk membunuhi Islam, maksudnya orang-orang khawarij itu.
Kalaulah mereka fokus menuntut ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala , selain ibadah tentu merka tidak akan berbuat seperti itu“.

Beliau juga berkata:
Dan Abu Musa al-Asy’ari menulis kepada Umar bin Khattab, bahwa ada beberapa orang yang membaca Alqur’an disini, begini dan begitu, maka Umar pun menulis kepada Abu Musa, “Hendaklah mereka di berikan harta dari baitul maal“.

Ketika tahun yang ke 2, Umar menulis kepadanya, “Bahwa sesungguhnya siapapun yang menghafal Alqur’an bahwasanya Abu Musa menulis kepada Umar bahwa ada jumlah banyak yang telah menghafal Alqur’an disini“.

Maka Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu menulis kepada Abu Musa, kata Umar: “Kalau begitu hapus mereka dari daftar orang-orang yang di beri baitul maal, karena aku khawatir, orang-orang tergesa-gesa menghapal Alqur’an, namun mereka tidak ber-tafaqquh (memahami) dalam beragama, akhirnya mereka mentakwil Alqur’an (menafsirkan Alqur’an tidak sesuai dengan pemahaman yang benar)”.
Disebutkan dalam Kitab Miftah Daaris Sa’adah jilid 1 halaman 119.

‎سُبْحَانَ اللّهِ …

Lihatlah Umar bin Khattab betapa faqihnya (berilmu).
👉🏼 Beliau khawatir kepada orang-orang yang mereka hanya menghafal Alqur’an saja.
Namun mereka lupa untuk bertafaquh dalam beragama dan memahami makna-makna yang benar, akhirnya berakibat menafsirkan dengan penafsiran yang tidak benar.

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN