All posts by BBG Al Ilmu

Dunia Adalah Tempat Puasanya Orang Yang Bertakwa

Ibnu Rojab al-Hanbali rohimahullah berkata,

قال بعض السّلف:
“صم الدُّنْيا، واجعل فطرك المَوْت”

الدُّنيا كُلّها شهر صيام المُتقين، يصومون فيها
عن الشهوات المُحرمات،

فإذا جاءهُمُ المَوت، فقد انقضى شهر صيامهم،
واستهلوا عيد فطرهم.

Sebagian salaf berkata,

“Berpuasalah di dunia dan jadikanlah kematian sebagai waktu berbuka..”

Seluruh waktu di dunia adalah bulan puasa bagi orang yang bertakwa. Mereka berpuasa di dunia dari syahwat yang diharamkan..

Jika kematian telah datang, selesailah puasa mereka, lalu tiba waktunya mereka berhari raya (dengan mendapatkan kenikmatan di akhirat)..”

[ Latho’iful Ma’arif – 183 ]

Merendahkan Orang Lain

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إذا قال الرجل هلك الناس فهو أهلكهم

“Apabila seseorang berkata, ‘orang-orang telah rusak/binasa’ maka dia yang paling rusak..” (HR Muslim no 2623)

Imam An Nawawi rohimahullah berkata:

“Para ulama bersepakat bahwa maksud hadits ini adalah untuk orang yang mengatakan demikian karena meremehkan manusia dan menganggap dirinya lebih.

Adapun jika ia mengucapkan demikian karena sedih terhadap apa yang menimpa dirinya dan manusia berupa kekurangan dalam menjalankan agama, maka itu tidak mengapa..”

Al Khothobi berkata, “artinya senantiasa seseorang mencela manusia dan menyebutkan keburukan mereka dan menganggap bahwa manusia sudah rusak atau sejenisnya. Apabila ia melakukan itu maka ia yang paling rusak keadaannya akibat dosa dari memburuk-burukkan mereka. Bahkan bisa jadi ia merasa bangga dengan dirinya dan memandang bahwa dirinya lebih baik dari mereka..”

(Syarah Shahih Muslim 16/175)

Demikianlah..
Orang yang selalu memandang orang lain jelek..
Seakan tidak ada kebaikan pada mereka..
Ia tidak sadar bahwa sebetulnya dia yang paling jelek diantara mereka..

Kewajiban kita adalah untuk senantiasa mendoakan kebaikan dan hidayah..
Dan memandang sedikit amalan kita..

Mungkin mereka diberi taubat oleh Allah..
Mungkin mereka lebih takut kepada Allah..
Mungkin mereka lebih menyembunyikan amalan sholehnya..
Sementara kita, hanya sibuk memuji diri dan ingin diakui..

Allahul Musta’an..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Indahnya Taghoful

TAGHOFUL artinya : melupakan kesalahan saudara kita dan tidak mengingat ingatnya.

Ia adalah akhlak yang mulia..

Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata, “Taghoful adalah akhlak orang-orang yang mulia..”

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata:

ﻣﺎ ﻳﺰﺍﻝ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻣﻦ ﺃﺭﻗﻰ ﺷﻴﻢ ﺍﻟﻜﺮﺍﻡ
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺠﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻻﻥ ﻭﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﻓﺈﻥ ﺍﻫﺘﻢ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺑﻜﻞ ﺯﻟﺔ ﻭﺧﻄﻴﺌﺔ ﺗﻌﺐ ﻭﺃﺗﻌﺐ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺍﻟﺬﻛﻲ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺪﻗﻖ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻭﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻊ ﺃﻫﻠﻪ
ﻭﺃﺣﺒﺎﺑﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺟﺮﺍﻧﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﺗﺴﻌﺔ
ﺃﻋﺸﺎﺭ ﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ.

“Melupakan kesalahan orang lain adalah sifat orang-orang mulia. Karena manusia tak ada yang lepas dari kesalahan dan dosa.

Apabila seseorang selalu memperhatikan tiap kesalahan orang lain, ia akan lelah dan membuat orang lain lelah.

Orang yang berakal dan cerdas adalah orang yang tidak menghitung-hitung kesalahan saudaranya, tetangganya, temannya dan keluarganya.

Oleh karena itu Imam Ahmad berkata, “Sembilan per-sepuluh akhlak yang baik ada pada taghoful..”

(Tahdzibul Kamal 19/230).

Bila kita cinta mungkin amat mudah kita melupakan kesalahannya..

Tetapi ketika kita benci..
Kesalahan kecil padanya tampak jelas di mata kita..

Allahul Musta’an..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Orang Yang Haram Baginya Tersentuh Api Neraka

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:⁣

“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka..?”⁣

Para Sahabat berkata, “Mau, wahai Rosulullah..!”

Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “(yang Haram tersentuh api Neraka adalah) orang yang HAYYIN, LAYYIN, QORIIB, SAHL..”⁣

(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban, di shohihkan oleh al-Albani)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟, قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ: ” كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ قَرِيبٍ سَهْلٍ”⁣

انظر صَحِيح الْجَامِع: 3135 , صَحِيح التَّرْغِيبِ وَالتَّرْهِيب: ⁣

HAYYIN⁣
Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya.⁣

LAYYIN⁣
Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri. Tidak galak, tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat dengannya. Tidak suka melakukan pemaksaan pendapat. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia.⁣

QORIIB⁣
Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara. Wajah yang berseri-seri dan murah senyum jika bertemu serta selalu menebar Salam.⁣

SAHL⁣
Orang yang tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan tidak membuat orang lain lari serta menghindar..

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

ref : https://t.me/SRB_Official

Hakikat Kasih Sayang

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يَضَعُ اللَّهُ رَحْمَتَهُ إِلَّا عَلَى رَحِيمٍ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كُلُّنَا يَرْحَمُ، قَالَ: لَيْسَ بِرَحْمَةِ أَحَدِكُمْ صَاحِبَهُ، يُرْحَمُ النَّاسَ كَافَّةً

“Demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya, Allah tidak akan meletakkan kasih sayang-Nya kecuali kepada orang yang berjiwa penyayang..”

Mereka berkata, “Semua kita ada sifat kasih sayang..”

Beliau bersabda, “Bukan menyayangi temannya saja, akan tetapi menyayangi seluruh manusia..”

(HR Abu Ya’la dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam silsilah shohihah no 167)

Sayang itu hakikatnya adalah usaha untuk memberi manfaat dan menolak mudhorot kepada yang disayangi..

Sayang itu hendaknya dengan ilmu bukan dengan semata perasaan..

Allah sayang kepada hamba-Nya terkadang dengan cara menyusahkannya..
Agar ia terhindar dari berbagai macam fitnah dunia..

Kita sayang kepada anak bukan dengan cara memanjakannya..
Namun mendidiknya agar ia disiplin dan bersungguh sungguh..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc حفظه الله تعالى

Mukmin Yang Paling Utama

Syaikh Muhammad Nashirudin al-Albani rohimahullah berkata,

الحق ثقيل.. فلا تثقلوه أكثر بسوء أخلاقكم، كنت أعتقد أن المشكلة في الأمة مشكلة عقيدة وتبين لي أنها عقيدة وأخلاق.

“Kebenaran itu berat.. maka jangan kamu lebih beratkan lagi dengan akhlak yang buruk.. Tadinya aku meyakini bahwa problematika ummat ini hanya pada akidahnya saja. Tapi ternyata problematika akidah dan akhlak..”

(Silsilah Huda wan Nuur no 900)

Mudah mencibir dan membully..
Berkomentar dengan kata-kata yang pedas dan tak baik..
Senang berdebat dan menertawakan lawan..
Dan akhlak buruk lainnya..

Padahal..
Akhlak menunjukkan kadar keimanan seseorang..
Karena mukmin yang paling utama adalah yang paling baik akhlaknya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menutupi Aib Seorang Muslim

Di akherat..
Ada orang orang yang dibuka aibnya di hadapan seluruh manusia..
Ia dipermalukan oleh Allah akibat perbuatannya..

Maka jika kita ingin aib kita ditutupi oleh Allah di dunia dan di akherat..
Maka tutupilah aib saudaramu..

ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والاخرة

“Siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akherat..” (HR Muslim)

Saat kita berteman..
Pastilah suatu saat kita akan melihat aib dan kekurangannya..
Sebaik-baik teman adalah yang menutupi aib temannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ada Apa Dengan Bulan Dzulqo’dah..?

Allah Subhaana waTa’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya EMPAT BULAN HARAM. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU.” (QS. At Taubah: 36)

Al Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah berkata dalam tafsirnya:

“Allah Ta’ala berfirman, “MAKA JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU,” maksudnya: Dalam bulan-bulan yang terhormat ini. Karena dosanya lebih berat dan lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Sebagaimana dosa maksiat di negeri al harom juga dilipatgandakan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zholim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih..” (QS. Al Hajj: 25)

Maka demikian pula dalam bulan-bulan haram, DOSA-DOSA DI DALAMNYA DI LIPATGANDAKAN.”

Empat bulan tersebut adalah :
1⃣ Dzulqo’dah,
2⃣ Dzulhijjah,
3⃣ Al Muharrom,
4⃣ Rojab.

Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Allah menjadikan dosa di dalam bulan-bulan haram itu lebih besar serta menjadikan amalan saleh dan pahala juga lebih besar..”

(Latho-if Al Ma’arif – 207)

Syaikh ‘Abdurrahman as-Sa’di rohimahullah berkata,

“Bahwa sesungguhnya ini merupakan larangan terhadap mereka dari berbuat kezholiman dalam empat bulan tersebut, apalagi disertai adanya larangan berbuat zholim pada setiap waktu, tujuannya untuk menegaskan bertambahnya tingkat keharamannya dan karena perbuatan zholim di dalamnya lebih parah dibandingkan bila dikerjakan di bulan-bulan lain..”

(Taisîrul Karîmir Rahmân hlm.383)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Tanda Kebeningan Iman

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: جَاءَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَسَأَلُوهُ: إِنَّا نَجِدُ فِي أَنْفُسِنَا مَا يَتَعَاظَمُ أَحَدُنَا أَنْ يَتَكَلَّمَ بِهِ. قَالَ: “وَقَدْ وَجَدْتُمُوهُ؟” قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: “ذَاكَ صَرِيحُ الإِيمَانِ

Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Ada beberapa orang datang kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam dan bertanya: “Kami mendapati pada diri kami sesuatu yang terasa besar (berat) untuk diucapkan (berupa keburukan)..”

Beliau bersabda, “Kalian merasakan itu..?”

“Iya..” jawab mereka.

Beliau bersabda, “itu (tanda) kebeningan iman..”

(HR. Muslim)

Imam Nawawi rohimahullah menjelaskan:

“Maksudnya : perasaan kalian yang membesarkan dan menganggap berat untuk mengucapkan (pikiran yang buruk itu) adalah kebeningan iman..

Karena menganggapnya besar dan merasa takut dari mengucapkannya apalagi meyakininya adalah hanya terjadi pada orang yang telah sempurna keimanannya dan hilang keraguan dari hatinya..”

(Syarah Shohih Muslim)

Setan selalu membisikan pikiran buruk di hati insan..
Agar ia ragu kepada Allah, kepada al qur’an, rosul-Nya dan sebagainya..

Namun ketika hati menolaknya dan menganggapnya besar..
Itu adalah tanda kebeningan iman..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى