All posts by BBG Al Ilmu

SELESAI : PENYALURAN ZAKAT FITRAH + ZAKAT MAAL + SEDEKAH BERAS

AHAD SIANG – 29 RAMADHAN 1443 / 01 MEI 2022

Alhamdulillah alladzii bini’matihi tatimmush shoolihaat, dengan ini kami SUDAHI program penyaluran sedekah beras dan zakat fitrah 1443 H. Jazaakumullahu khoron atas partisipasinya

===================================
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui .” (QS. Al Baqarah: 261)
.
Dalam hadits lainnya, Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda (yang artinya): “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia.” Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

Ini menunjukkan bahwa kelak dipadang Mahsyar, disaat matahari didekatkan 1 mil, maka orang yang bersedekah, dengan izin Allah, sedekahnya itu akan menjadi naungan yang akan menaunginya dari teriknya matahari.
.
================
.
Sebagaimana tahun lalu (klik : ZAKAT – RAMADHAN 1442), dengan memohon izin Allah, terbuka kembali kesempatan untuk berpartisipasi dalam program ZAKAT – RAMADHAN 1443 :

1️⃣ PENYALURAN ZAKAT FITRAH + SEDEKAH BERAS

Yang lebih utama adalah mengeluarkan zakat fitrah di tempat di mana anda merayakan hari raya Idul Fitri. Namun bilamana di tempat anda ber hari raya kebutuhan akan beras zakat fitrah bagi kaum dhuafa telah terpenuhi, dan sementara itu wilayah lain yang lebih membutuhkan dan maslahatnya lebih besar, maka tidak mengapa zakat fitrah di tempat lain tsb.

di wilayah Lombok Timur, NTB. Harga per 1 Kg beras dengan kualitas cukup bagus adalah : Rp. 9.000.- dengan catatan sbb :

● Bila anda meniatkan sebagai pembayaran ZAKAT FITRAH, maka untuk lebih berhati-hati, besarnya adalah 3 Kg per satu orang, sehingga nilai ZAKAT FITRAH = Rp. 27,000/orang (Rp. 9,000 x 3 Kg) Untuk pembahasan mengenai ukuran besarnya ZAKAT FITRAH, silahkan klik : ZAKAT FITRAH # 2

● Bila anda meniatkan sebagai sedekah sunnah, baik untuk diri sendiri ataupun atas nama kedua orangtua yang sudah wafat, maka silahkan, berapapun nilai sedekah anda akan sangat membantu mereka yang membutuhkan.

➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli
➡️ Program ini akan ditutup pada Ahad tanggal 29 Ramadhan pukul 06.00 pagi WIB insyaa Allah

Daftar s/d AHAD SIANG pkl. 13.00

BERAS – 01 Mei – 1

BANK SYARIAH INDONESIA (kode bank 451)
no. rekening : 748 000 5559
an. AL ILMU DANA SOSIAL
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
.
================================
.
2️⃣ PENYALURAN ZAKAT MAAL
.
Zakat maal insyaa Allah dibagikan kepada para mustahiqiin di pulau Lombok, NTB, di 10 hari terakhir Ramadhan 1443.

➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli
➡️ Untuk penyaluran sebelum Iedul Fitri, penerimaan zakat maal akan ditutup pada Ahad tanggal 29 Ramadhan pukul 06.00 pagi WIB insyaa Allah. Dana zakat maal yang masuk setelahnya akan disalurkan setelah Iedul Fitri insyaa Allah

Dokumentasi penyaluran zakat maal beberapa hari lalu :

Daftar penitipan ZAKAT MAAL s/d AHAD SIANG pkl. 13.00

ZAKAT MAAL – 01 Mei – 1

BANK SYARIAH INDONESIA (kode bank 451)
no. rekening : 748 000 8884
an. AL ILMU ZAKAT
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

================================
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan kepada jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Syarah Kitab Tauhid : 73 – 74 – 75

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

73.

74.

75.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 76 – 77 – 78
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Ramadhan – 27

Dari  Syaddad bin Aus Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam ,

“Sesungguhnya Istighfar yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan :

ALLAAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA
KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA
WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA
WA WA’DIKA MAS-TATHO’TU

A’UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU
ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU-U BI-DZANBII
FAGH-FIRLII FA INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA

Ya Allah, Engkau adalah Robbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau)..

(Beliau bersabda) “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga..”

[ HR. Bukhari no.  6306, 6323 ]

Melihat Malam Laylatul Qodar

Pertanyaan berikut diajukan kepada Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rohimahullah

هل ترى ليلة القدر عيانًا أي أنها ترى بالعين البشرية المجردة حيث إن بعض الناس يقولون: إن الإنسان إذا استطاع رؤية ليلة القدر يرى نورًا في السماء ونحو هذا؟وكيف رآها رسول الله ﷺ والصحابة رضوان الله عليهم أجمعين؟ وكيف يعرف المرء أنه قد رأى ليلة القدر؟ وهل ينال الإنسان ثوابها وأجرها وإن كانت في تلك الليلة التي لم يستطع أن يراها فيها؟ نرجو توضيح ذلك مع ذكر الدليل

Apakah Laylatul Qodar itu bisa dilihat dengan mata, yakni bisa dilihat dengan mata manusia saja..? Yang mana sebagian manusia mengatakan: Sesungguhnya manusia jika berhasil melihat Laylatul Qodar, dia akan melihat cahaya di langit dan semisal ini.
Bagaimana dulu Rosulullah shallallahu ‘alihi wa sallam dan para sahabatnya melihatnya..?

Dan bagaimana seorang itu tahu kalau dirinya telah melihat Laylatul Qodar..? Apakah seorang tetap mendapatkan pahala dan keutamaannya sekalipun terjadi Laylatul Qodar di malam yang ia tidak bisa melihatnya..?
Kami harap penjelasan akan hal itu dengan dalilnya.

Jawaban:

Terkadang Laylatul Qodar itu bisa terlihat dengan mata oleh orang yang Allah Ta’ala beri taufiq untuk itu dengan melihat tanda-tandanya. Dan dahulu para sahabat rodhiallahu ‘anhum mencirikan Laylatul Qodar dengan tanda-tandanya.

Akan tetapi tidak terlihatnya (Laylatul Qodar) itu tidak menghalangi seorang untuk meraih keutamaannya bagi orang yang menghidupkan sholat malamnya karena iman dan mengharap pahala. Maka sebaiknya seorang muslim itu tetap bersungguh-sungguh dalam mencarinya di sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan, dalam rangka mencari pahala dan ganjaran.

Maka jika sholat malamnya karena dorongan iman dan mengharap pahala itu bertepatan dengan malam tersebut, maka ia akan meraih pahala nya, sekalipun ia tidak mengetahuinya.

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barang siapa yang sholat malam di Laylatul Qodar karena Iman dan mengharap pahala, dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu..” (H.R Al-Bukhari)

Dalam riwayat lainnya:

من قامها ابتغاءها ثم وقعت له غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر

“Barangsiapa yang sholat malam mengharapkan Laylatul Qodar kemudian dia mendapatinya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang..” (H.R Ahmad)

Dan telah tetap dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, hadits yang menunjukkan bahwasanya di antara tanda-tanda (Laylatul Qodar) adalah terbitnya matahari di pagi harinya itu tidak menyilaukan.

Dahulu Ubai bin Ka’ab rodhiallahu ‘anhu bersumpah kalau itu adalah malam yang ke duapuluh tujuh dengan berdalilkan tanda-tanda ini.

Dan yang rojih hal itu berpindah-pindah di malam-malam kesepuluh semuanya, dan malam ganjil itu yang lebih pantas. Dan malam kedua-puluh tujuh itu malam ganjil yang paling diharapkan dalam hal itu.

Dan barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam sepuluh malam terakhir semuanya, dengan sholat malam, membaca Al-Qur’an dan berdo’a dan selainnya dari amalan-amalan baik, niscaya ia akan mendapatkan Laylatul Qodar tanpa ragu lagi. Dan dia beruntung dengan apa yang Allah janjikan bagi orang yang beribadah di Laylatul Qodar jika melakukannya karena iman dan mengharap pahala.

Dan Allah lah tempat meminta Taufiq. Semoga Sholawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beliau dan sahabat beliau..”

📚 Sumber || http://www.binbaz.org.sa/fatawa/372