All posts by BBG Al Ilmu

Bagaimana Mengamalkan Dzikir Ini..?

 

Al-Imam an-Nawawi rohimahullahu Ta’ala berkata,

قلت: قال العلماء من أصحابنا وغيرهم: ينبغي أن يقول هذا الذكر سرا بحيث يسمع نفسه ولا يسمعه المبتلى لئلا يتألم قلبه بذلك، إلا أن تكون بليته معصية فلا بأس أن يسمعه ذلك إن لم يخف من ذلك مفسدة، والله أعلم

Aku katakan, ‘berkata para ulama dari madzhab kami (Syafi’i) dan yang lainnya’,

‘Semestinya dzikir ini dibaca dengan pelan, yakni hanya didengar oleh dirinya dan tidak didengar oleh yang tertimpa musibah agar hatinya tidak merasa sakit dengan sebab itu.

Kecuali orang tersebut ditimpa musibah berupa kemaksiatan (yang dilakukannya), maka tidak mengapa diperdengarkan kepadanya hal itu, jika tidak dikawatirkan akan muncul kerusakan dari perbuatan ini..’

(Al-Adzkaar no.779)

Tiga Perkara Yang Mengherankan Dan Tiga Perkara Yang Membuat Sedih

Sahabat Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

ثلاث أعجبتني حتى أضحكتني, مؤمل دنيا والموت يطلبه. وغافل وليس بمغفول عنه. وضاحك ملء فيه لا يدري أساخط رب العالمين عليه، أم راض عنه.

وثلاث أحزنني حتى أبكيتني، فراق محمد وحزبه، وهول المطلع (الموت)، والوقوف بين يدي ربي ﷻ، ولا أدري إلى جنة أم إلى نار.

Ada tiga hal yang membuatku terheran-heran sehingga diriku tertawa,

1. Seorang yang sangat panjang angan-angannya hidup di dunia, padahal kematian terus mengintainya.

2. Seorang yang lalai (dari ketaatan), padahal semua perbuatannya tercatat.

3. Orang yang banyak tertawa (merasa aman dari siksa), sedangkan dia tidak tahu apakah Allah murka padanya ataukah meridhoinya.

Dan ada 3 perkara yang membuatku sedih sehingga aku pun menangis,

1. Ketika berpisah dengan Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau.

2. Ketika menghadapi sakitnya sakratul maut.

3. Ketika berdiri dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla sementara aku tidak mengetahui apakah akan masuk surga atau neraka.

(Shifah Ash-Shofwah – I/259)

Bersabarlah

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rohimahullahu Ta’ala berkata,

وما هي إلا ساعة ثم تنقضي هذه المكاره اصبر عليها ،اصبر على كبح نفسك عن شهواتها ، اصبر على الواجبات التي أمرك الله بها ،اصبر على البلايا التي تصيبك من نفسك ، أو من الله عز وجل ، أو من الناس ، اصبر حتى تنال دار الراحة ،نسأل الله أن يكتب لنا ولكم هذه الدار الصبر والثبات

Tidaklah kehidupan ini melainkan hanya beberapa saat saja, kemudian akan lenyaplah hal-hal yang tidak disukai, maka dari itu bersabarlah dalam menghadapinya.

– bersabarlah atas terkekangnya jiwamu dari berbagai syahwat yang ada.

– bersabarlah terhadap berbagai kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu.

– bersabarlah terhadap berbagai musibah yang menimpamu, apakah musibah itu karena perbuatan dirimu sendiri, atau musibah itu datangnya dari Allah, atau dari manusia yang lain.

– bersabarlah sampai engkau mendapatkan negeri yang penuh dengan ketenangan (surga).

Kita memohon kepada Allah agar menganugerahkan kesabaran dan keteguhan kepada kita dalam kehidupan ini.

(Syarh al-Kafiyah as-Syafiyah 4/46)

Jangan Suka Menuduh Seseorang Tidak Ikhlas

Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam mendengar Kholid bin Al Walid rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Berapa banyak orang yang sholat tapi berkata dengan lisannya apa yang tidak sesuai dengan hatinya..”

Maka Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda:

إنِّي لَمْ أُومَرْ أنْ أنْقُبَ عن قُلُوبِ النَّاسِ

“Aku tidak diperintahkan untuk membedah hati manusia..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Terkadang kita suka menuduh orang lain tidak ikhlas..
dari mana kita tahu bahwa ia tidak ikhlas..

Kita hanya menghukumi seseorang sesuai dengan yang ia perlihatkan kepada kita…
Adapun yang tidak tampak maka serahkan kepada sang Pencipta..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Diantara Tanda Tanda Kebahagiaan Dan Keberuntungan

Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala berkata,

Termasuk tanda tanda kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba :

– tatkala bertambah ilmu maka bertambah pula tawadhu’ (rendah hati) dan kasih sayangnya

– tatkala bertambah amalannya, bertambah pula rasa takut dan kewaspadaannya

– semakin bertambah umurnya, maka semakin berkurang ambisinya

– tatkala bertambah pada hartanya, maka semakin bertambah pula kedermawanan dan pemberiannya

– semakin bertambah kedudukannya dan kekuasaannya, semakin bertambah pula kedekatannya dengan manusia dan menunaikan kebutuhan mereka dan tawadhu’ (rendah hati) terhadap mereka.

(Al Fawaid, hlm. 148-149)

Tiga Perkara Yang Menghapus Dosa, Mengangkat Derajat, Menyelamatkan Dan Membinasakan

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Ada tiga perkara yang menghapus dosa, tiga perkara yang mengangkat derajat, tiga perkara yang menyelamatkan, dan tiga perkara yang membinasakan

TIGA PERKARA YANG MENGHAPUS DOSA
● menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin/sulit
● menunggu (di masjid) dari satu sholat (berjama’ah) hingga sholat (berjama’ah) berikutnya
● berjalan menuju sholat berjama’ah.

TIGA PERKARA YANG MENGANGKAT DERAJAT
● memberi makan
● menyebarkan salam
● sholat di waktu malam, ketika manusia sedang tidur.

TIGA PERKARA YANG MENYELAMATKAN
● berbuat adil ketika marah maupun senang
● sederhana ketika miskin maupun kaya
● takut kepada Allah ketika bersendirian maupun di keramaian.

TIGA PERKARA YANG MEMBINASAKAN
● kekikiran yang kelewatan/dituruti
● hawa nafsu yang dituruti
● kekaguman seseorang terhadap dirinya

(HR. Ath-Thobroni – Shohiihul Jaami’ no. 3045)

Nasehat Untuk Para Suami

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,

ﺛﻢ ﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻣﻌﺎﻣﻠﺘﻚ ﻟﺰﻭﺟﺘﻚ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﺗﻘﺪﺭ ﻛﺄﻥ ﺭﺟﻼً ﺯﻭﺟﺎً ﻻﺑﻨﺘﻚ، ﻛﻴﻒ ﻳﻌﺎﻣﻠﻬﺎ؟ ﻓﻬﻞ ﺗﺮﺿﻰ ﺃﻥ ﻳﻌﺎﻣﻠﻬﺎ ﺑﺎﻟﺠﻔﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺴﻮﺓ؟ ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ: ﻻ، ﺇﺫﺍً ﻻ ﺗﺮﺿﻰ ﺃﻥ ﺗﻌﺎﻣﻞ ﺑﻨﺖ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﻤﺎ ﻻ ﺗﺮﺿﻰ ﺃﻥ ﺗﻌَﺎﻣَﻞ ﺑﻪ ﺍﺑﻨﺘﻚ، ﻭﻫﺬﻩ ﻗﺎﻋﺪﺓ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻌﺮﻓﻬﺎ ﻛﻞ ﺇﻧﺴﺎﻥ.

Ketahuilah bahwa hubunganmu dengan istrimu wajib engkau ukur seperti seorang pria yang menjadi suami bagi putrimu, bagaimana seharusnya dia memperlakukan putrimu.

Apakah engkau ridho dia memperlakukan putrimu dengan keras dan kasar..?! Jawabannya pasti tidak.

Jikalau demikian, janganlah engkau sesuka hati memperlakukan anak orang lain dengan sesuatu yang tidak engkau sukai bila hal itu dilakukan kepada anakmu sendiri..!!

Dan ini merupakan kaidah yang sepantasnya diketahui oleh semua orang.

(Syarhul Mumti’ – 12/381)

Tetap Semangat

‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha bercerita,

Ketika Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam semakin berat sakitnya beliau meminta izin kepada istri-istrinya untuk dirawat di rumahku. Mereka pun mengizinkan.

Maka beliau keluar dibopong dua orang yaitu Abbas dan Ali bin Abi Tholib.

‘Aisyah berkata, ‘ketika telah berada di rumahku, beliau bersabda kepadaku, ‘guyurkan kepadaku dari tujuh ember yang mulutnya belum dibuka ikatannya supaya aku bisa keluar kepada manusia..’

Beliau didudukan di atas bejana milik Hafsah. Lalu ‘Aisyah mengguyur beliau dari tujuh ember hingga beliau berisyarat telah cukup. Kemudian beliaupun keluar kepada manusia.

(HR. Al Bukhari)

Ya Robb..
Sementara kita terkadang tak pergi ke masjid hanya karena sakit yang tak berat..

Bahkan sebagian kita merasa berat kakinya untuk berjalan menuju masjid..
Padahal badannya sehat dan kuat..

Demikianlah iman bila telah menghunjam di dada..
Ia akan semangat kepada ketaatan..
Walaupun berat terasa..

Ya Allah bantulah kami..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Diantara Tanda-Tanda Orang Berakal

Abu Hatim rohimahullahu Ta’ala berkata,

والعاقل لا يبتدئ الكلام إلا أن يسأل، ولا يكثر التمادي إلا عند القبول، ولا يسرع الجواب إلا عند التثبت.

Orang yang berakal :

– tidak akan memulai pembicaraan kecuali setelah ditanya,

– tidak sering melanjutkan pembicaraan kecuali apabila ucapannya diterima, dan

– tidak tergesa-gesa menjawab kecuali apabila sudah memastikan (jawabannya).

(Roudhotul ‘Uqola wa Nuzhatul Fudhola hlm. 17)