All posts by BBG Al Ilmu

KITAB FIQIH – Al Istikhlaf…

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Ma’mum Sholat Dibelakang Imam Tapi Ada Penghalang…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan kajian fiqihnya… kemudian beliau membawakan sebuah pembahasan, yaitu…

⚉  AL ISTIKHLAF… artinya : IMAM MEMINTA MA’MUM UNTUK MENGGANTIKAN DIRINYA DITENGAH SHOLAT KETKA TERJADI UDZUR.

Ini diperbolehkan atau disyari’atkan seorang imam untuk menarik ma’mum yang ia pandang berhak untuk menjadi imam lalu menyuruhnya untuk menggantikannya sebagai imam.

Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhori tentang kisah ‘Umar bin Khattab yang ditusuk saat beliau menjadi imam lalu beliau memegang tangan Abdurrahman bin ‘Auf dan menyuruhnya untuk menggantikan beliau menjadi imam.

Kemudian… apabila imam, misalnya diroka’at pertama, ia baru ingat bahwa ia belum mandi junub maka boleh ia beri isyarat kepada ma’mum agar dia (imam) pergi untuk mandi junub lalu kemudian ia melanjutkan kembali sebagai imam.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Bakhrah rodhiallahu ‘anhu, bahwa “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam masuk didalam sholat shubuh kemudian beliau mengisyaratkan dengan tangannya supaya diam ditempat kemudian beliau datang dalam keadaan rambutnya basah lalu beliau kembali mengimami mereka.”
(HR Abu Daud)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam telah mulai bertakbir kemudian setelah selesai sholat Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

إنما أنا بشر وإني كنت جنبًا [سنن أبي داود : 234

“Aku ini manusia biasa yang bisa lupa dan tadi aku baru ingat dalam sholat kalau aku junub.”

Dalam riwayat yang lain Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam ingatnya sebelum bertakbir.

Dan dari Abu Hurairah bahwasanya, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam keluar sementara sholat telah di-iqomatkan, lalu beliau merapihkan shoff sehingga apabila beliau telah berdiri ditempat sholatnya dan para ma’mum menunggu takbirnya beliau, maka beliaupun kemudian menghadap kepada ma’mum dan berkata, “diamlah ditempat kalian”, kamipun diam ditempat kami sampai kemudian beliaupun keluar dalam keadaan rambutnya basah telah mandi.” (HR Imam Bukhori dan Muslim)

Adapun kalau imam batalnya ditengah sholat maka hendaknya imam menarik ma’mum yang ada dibelakangnya.

Dan apabila imam setelah selesai sholat baru ingat kalau ia belum mandi junub, maka ia wajib untuk mengulang sholatnya, adapun ma’mum maka tidak perlu untuk mengulang sholatnya sebagaimana diriwayatkan dari ‘Umar bahwa beliau pernah mengimami sholat shubuh kemudian beliaupun setelah selesai sholat pergi ke Juruf dan ternyata beliau mendapatkan beliau sedang junub maka beliaupun mengulangilah sholatnya dan orang orang tidak mengulanginya.

Dan diriwayatkan seperti ini juga dari Utsman dan Ali.

⚉  TEMPAT IMAM DAN MA’MUM

Dimana ma’mum berdiri dari imam kalau ma’mumnya sendiri ?

Yaitu ia berdiri disebelah kanan imam sebagaimana dalam hadits Ibnu ‘Abbas ia sholat malam bersama Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam . [HR Imam Bukhori dan Muslim]
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…

Dzikir Masuk Pasar…

MESKIPUN TUJUAN ANDA KE PASAR BISA BERBEDA-BEDA – UNTUK BELANJA atau SEKEDAR CEK HARGA atau MENGHADIRI PENGAJIAN DI MASJID YANG ADA DI DALAM KOMPLEK PASAR, dll – JANGAN LUPA BACA DZIKIR MASUK PASAR SEBAGAI BERIKUT :
.
▪️LAA ILAAHA ILLALLAH
▪️WAHDAHU LAA SYARIKA LAH,
▪️LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU,
▪️YUHYII WA YUMIIT,
▪️WA HUWA HAYYUN LAA YAMUUT,
▪️BI YADIHIL KHOIR,
▪️WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR
.
Artinya :
▪️Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya,
▪️Milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian,
▪️Dialah yang menghidupkan dan mematikan,
▪️Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati,
▪️Ditangan-Nyalah segala kebaikan,
▪️Dan Dia maha mampu atas segala sesuatu
.
Yang dimaksud dengan pasar adalah semua tempat berkumpulnya para pedagang, yang didatangkan dan diperjual-belikan padanya berbagai macam barang dagangan, dan ini mencakup pasar tradisional, pasar modern, mall, dan lain-lain. Wallahu a’lam
.

Bagaimana dengan MINI MARKET ? apakah juga bisa dianggap pasar ? baca jawabannya berikut ini : Apakah Mini Market Juga Dianggap Pasar Yang Mana Kita Dianjurkan Baca Dzikir ?
.
Dzikir ini sangat ringan, namun memberikan nilai pahala sangat besar. Mengapa bisa demikian? Jawabannya karena dzikir ini dibaca di pasar. Di baca di tempat umumnya manusia lupa Allah, jauh dari ibadah.
.
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
.
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar.” (HR. Muslim 671).
.
Kata an-Nawawi rohimahullah,
.
“Karena pasar, umumnya dalah tempatnya orang curang, menipu, transaksi riba, sumpah palsu, menyalahi janji, tidak ingat Allah, dan aktivitas lainnya yang semakna. Masjid adalah tempat turunnya rahmat. Sementara pasar kebalikannya.” (Syarh Shahih Muslim, 5/171).
.
Di saat manusia dalam kondisi lupa Allah, ada diantara hamba-Nya yang justru berdzikir dan mengingat Sang Pencipta. Di saat semua manusia sibuk dengan dunia dan perdagangannya, dia justru menjadi orang yang ingat Allah. Banyak berdzikir ketika di masjid, atau ketika di tengah majlis dzikir, adalah perbuatan yang lumrah. Namun berdzikir di tempat umumnya orang lupa Allah, adalah amalan yang istimewa.
.
Wallahu a’lam
.
Silahkan bagi yang hendak save, share, posting ulang… Semoga bermanfa’at, baarokallahu fiik
.
.
#pasar
#dzikir
#dosa
#kebaikan
#rumah
#surga
.
.

Menutup Tempat Makan dan Minum…

وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهِ بِعُودٍ

“Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walaupun hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya.” (HR. Ahmad 14597)

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata :

“Perintah Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam untuk menutup bejana ini bertujuan untuk memperoleh keselamatan dari gangguan setan. Allah Ta’ala menjadikan hal itu sebagai sebab terhindarnya seorang hamba dari gangguannya, karena setan tidak bisa membuka bejana, jika sebab yang disebutkan tadi (dengan menyebut nama Allah) dilakukan.”              [ Syarah Shahih Muslim, 13/185 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Jangan Biasakan Diri Untuk Mengeluhkan Ulah Jahat Teman Anda…

Saudaraku !

Seberapa sering anda berdo’a kepada Allah Ta’ala untuk dihapuskan rasa kedengkian kepada sesama muslim ?

Jangan biasakan diri untuk mengeluhkan ulah jahat teman anda, namun keluhkanlah betapa beratnya hati anda untuk memaafkan dan betapa beratnya lisan anda untuk melantunkan doak teruntuk saudaramu, apalagi yang pernah meyakiti anda.

Semoga mencerahkan.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

Program Ifthar dan I’tikaf…

PROGRAM IFTHAR DAN I’TIKAF (BUKA PUASA DAN SAHUR)
.
Silahkan yang hendak berpartisipasi dalam program ini.
.
Program ini dilakukan bekerja sama dengan beberapa pihak seperti yayasan As Sunnah Lombok Timur, Pdk Tahfizh Marantale, dll
.
Nabi shollallahu ’alaihi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin
.
#puasa
#ramadhan
#bukber
#sahur
.
.

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Tercelanya Bid’ah # 3…

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Tercelanya Bid’ah # 2…) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Tercelanya Bid’ah # 3 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan kitab Haqiiqotul Bid’ah (Hakikat Bid’ah)

Kemudian beliau setelah membawakan dalil-dalil dari Alqur’an dan Hadits tentang tercelanya bid’ah,

Beliau membawakan…

⚉  atsar-atsar dari para sahabat dan para tabi’in dan para Ulama Salaf terdahulu tentang tercelanya bid’ah.

Diantaranya yaitu yang dikeluarkan Abu Dawud dengan sanadnya kepada Mu’adz bin Jabal, bahwa beliau berkata:

‎إن من ورائكم فتناً يكثر فيها المال ويفتح فيها القرآن

‘Sesungguhnya dibelakang kalian nanti akan banyak fitnah, dizaman itu harta akan melimpah, Al Qur’an akan dipelajari oleh mukmin maupun munafik, laki-laki maupun wanita, anak kecil maupun orang tua, hamba sahaya maupun merdeka.’

‎فيو شك أن يقول قائل : ما للناس لا يتبعوني؟

‘Hampir-hampir akan ada orang berkata begini: “Mengapa orang-orang tidak mau mengikutiku, sementara aku sudah hafal Qur’an, mereka tidak akan mengikutiku sampai aku membuat bid’ah..?”‘

Maka kata Mu’adz, ‘hati-hatilah kalian apa yang ia ada-adakan berupa bid’ah tersebut’

‎فإن ما ابتد ع ضلالة واحذروا زيفة الحكيم

‘Karena yang ia buat-buat berupa bid’ah itu adalah kesesatan, dan hati-hati juga terhadap kesalahan orang yang bijak karena setan terkadang mengucapkan kata-kata yang sesat melalui lisan orang yang bijak dan terkadang orang munafik mengucapkan kata-kata kebenaran’ [dikeluarkan Darimiy dan Ibnu Waddlhoh]

Disini beliau (Mu’adz bin Jabal) mengabarkan bahwa kelak nanti akan banyak fitnah diantaranya juga akan orang semua akan mempelajari Al Qur’an, betul-betul menghafal Alqur’an bahkan mempelajari tajwidnya dengan sungguh-sungguh. Sampai-sampai orang munafik dan orang berimanpun semuanya mempelajarinya. Namun ternyata ada orang yang mempelajarinya karena ingin mendapat pengikut, ternyata ia tidak mendapatkan pengikut, lalu ia berbuat bid’ah agar diikuti oleh orang.

Maka Beliau mengingatkan agar menjauhi orang seperti ini. Beliau juga mengingatkan, terkadang orang yang bijaksana atau orang alim mengucapkan kata-kata yang ternyata tidak sesuai kebenaran. Maka hati-hati juga jangan sampai menipu kita. Terkadang juga orang munafik mengucapkan kata-kata kebenaran, maka jangan juga kita, gara-gara satu kebenaran yang ia ucapkan, menyebabkan kita tertipu oleh kemunafikannya.

Ucapan beliau ini sangat mengena untuk di zaman sekarang terutama.

⚉  Kemudian Beliau membawakan Atsar Hudzaifah Ibnul Yaman, bahwa beliau berkata:

‎يا معشر القراء استقيموا فقد سبقتم سبقا بعيداً، ولئن أخذ تم يميناً أو شمالاً لقد ضللتم ضلالاً بعيداً

‘Wahai para qori, wahai ma’syarol Qura’ (maksudnya disini orang-orang yang senantiasa mempelajari Al Qur’an, senantiasa berusaha untuk mempelajari ilmu)

Kata beliau : ‘istiqomahlah… kalian telah mendahului manusia dengan pahala, dengan mendahului yang jauh sekali.
Kalau kalian tidak istiqomah dan mengambil jalan kanan atau kiri kalian akan sesat sesesat-sesatnya’ artinya kalau kalian tidak mengikuti sunnah Rosul, tidak mengikuti jalan mustaqiim yang lurus yang dipegang oleh Rosul dan para sahabatnya, kalian akan tersesat.

⚉  Kemudian beliau menyebutkan juga Atsar Abul ‘Aliyah yang dikeluarkan oleh Imam Al Ajurri.

Abul ‘Aliyah seorang tabi’in berkata : ‘Pelajarilah Islam, apabila kalian telah mempelajarinya jangan kalian setelah itu malah membencinya.’ Artinya jangan berubah setelah belajar Islam, akibat mengikuti hawa nafsu dan yang lainnya.

Lalu beliau berkata lagi

‎وعليكم بالصراط المستقيم

‘Hendaklah kalian berpegang kepada jalan yang lurus.
Karena jalan yang lurus itu ada pada Islam, jangan bengkok dari jalan yang lurus itu kekanan atau kekiri’

‎وعليكم بسنة نبيكم
‎والذي عليه أصحابه

‘Dan hendaklah kalian berpegang kepada sunnah Nabi kalian
dan yang di pegang oleh para sahabatnya’

‎فإ نا قد قر أنا القرآن من قبل أن يفعلوا الذي فعلوه خمس عشرة سنة

‘Karena kita sudah membaca Al Qur’an sebelum mereka melakukan yang mereka lakukan, lima belas tahun lamanya. Dan jauhi oleh kalian hawa nafsu-hawa nafsu ini yang bisa menyebabkan permusuhan antara manusia dan menyebabkan kebencian.’

Disini beliau memberikan nasehat agar kita berpegang kepada sunnah Nabi dan apa yang dipegang oleh para sahabat.

⚉  Ibnu ‘Abbas berkata:

‎عليكم بالاستقامة والأثر وإياكم والتبدع

‘Hendaklah kalian istiqomah, berpegang kepada Atsar para sahabat, jauhi oleh kalian perbuatan bid’ah’ [dikeluarkan oleh Ibnu Waddlhoh]
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

3 Ciri Orang Memiliki Sifat Ikhlas…

Dzun Nuun Al-Misri yang menyebutkan tiga ciri tanda seorang manusia memiliki sifat ikhlas :

1. Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain, 
2. Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat
3. Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).

[ At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, An Nawawi, hal. 50-51, Maktabah Ibnu ‘Abbas, cetakan pertama, tahun 1426 H ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

KITAB FIQIH – Ma’mum Sholat Dibelakang Imam Tapi Ada Penghalang…

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Apabila Tempatnya Imam Lebih Tinggi Daripada Tempat Makmum…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya…

⚉  MA’MUM SHOLAT DIBELAKANG IMAM TAPI ADA PENGHALANG KARENA ADANYA UDZUR.

Berkata Imam Al Bukhari dalam kitab Al Adzan, bab apabila antara imam dan ma’mum ada penghalang berupa tembok dan lainnya.

⚉  Berkata Al Hasan Al Basri,
“tidak mengapa kamu sholat sementara antara kamu dan imam itu ada sungai.”

⚉  Abu Mijlas berkata, “boleh berma’mum kepada imam walaupun antara keduanya ada jalan atau tembok selama ia masih mendengar takbirnya imam.”

⚉  Lalu penulis buku ini Syaikh Hussain ia berkata,
“…dan ini dibawa kepada apabila keadaannya itu dibutuhkan, seperti misalnya karena shof sudah penuh sehingga kita sholat ditempat yang berbeda bangunan seperti yang ada di Mekah misalnya, ketika sudah penuh kita sholat dimasjid yang ada dihotel, maka itu diperbolehkan.”

⚉  HUKUM BERMA’MUM KEPADA IMAM YANG MENINGGALKAN SYARAT ATAU RUKUN SHOLAT

Apabila imam meninggalkan syarat atau rukun secara sengaja, batallah sholat dia dan ma’mum, adapun apabila ma’mum tidak mengetahui maka sholat mereka sah dan dosanya ditanggung oleh imam.

‘Jika imam tidak tahu bahwa ia meninggalkan syarat dan rukun sholat, maka sholatnya imam dan makmum sah— sedangkan dosanya bagi imam ‘dan imam wajib mengulangi sholatnya setelah tahu, dan ma’mum tidak mengulangi.’ (tambahan setelah rekaman).

Berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasalam bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يُصَلُّونَ لَكُمْ ، فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ ، وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ

“Mereka sholat mengimami kami apabila mereka benar (imam itu benar sholatnya) kalian dapat pahala dan apabila mereka salah sholatnya kalian dapat sholat dan dosa atas mereka (atas imam itu).”

⚉  Imam Al Hafidz Ibnu Hajar mengambil faidah dari hadits tersebut berkata, ‘didalam hadits ini terdapat faidah, bolehnya sholat dibelakang imam, baik imam tersebut baik dan sholih ataupun imam yang fajir apabila takut darinya.’

⚉  Dan juga Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata dalam haditsnya terdapat dalil,
“apabila imam sholat dalam keadaan berhadas maka sholat ma’mum itu sah adapun kewajiban imam adalah dia mengulanginya jika dia (misalnya imam tersebut) baru ingat setelah sholat bahwa ia belum mandi junub kemudian dia menjadi imam, maka sholat ma’mum sah.
Setelah itu imam wajib mandi dan mengulangi sholatnya, sebagaimana yang diriwayatkan dari Umar bahwa ia sholat mengimami manusia sa’at sholat shubuh kemudian keluar menuju sebuah tempat yang bernama Juruf dan ternyata beliau ingat beliau belum mandi junub maka beliau segera mengulang sholat dan ma’mum tidak mengulangi.”

Demikian juga Al Atsram meriwayatkan seperti itu demikian pula Utsman dan Ali pernah terjadi pada mereka hal tersebut.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…

Beginilah Kondisi Alam Kubur…

Syaikh Sholih al-Fauzan hafidzahullahu ta’ala berkata :

عذاب القبر على نوعين : النوع الأول : عذاب دائم وهو عذاب الكفار؛ كما قال تعالى : النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا . النوع الثاني :يكون إلى مدة ثم ينقطع، وهو عذاب بعض العصاة من المؤمنين، فيعذب بحسب جرمه ثم يخفف عنه. وقد ينقطع عنه العذاب بسبب دعاء أو صدقة أو استغفار.

ADZAB KUBUR ADA DUA :

1⃣  PERTAMA adalah : Adzab kubur yang sifatnya terus menerus dan ini adalah adzab yang akan menimpa orang kafir sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
“Neraka akan diperlihatkan kepada mereka di pagi dan petang hari.” (Qs. Ghafir 46)

2⃣  KEDUA : Adzab kubur yang sifatnya sementara dan untuk selanjutnya akan sirna dan ini merupakan adzab yang akan menimpa sebagian pelaku maksiat dari kalangan kaum mukminin. Dia akan diadzab sesuai dosanya untuk kemudian diringankan kadar siksaanya dan terkadang dihilangkan darinya adzab kubur karena : Do’a, Sedekah atau Permohonan ampun dari orang orang yang masih hidup.

[ Syarh aqidah wasitiyyah 132 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Larangan Menghina Dengan Nama Binatang…

Sa’id bin Al Musayyab rohimahullah berkata :

لَا تَقُلْ لِصَاحِبِكَ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ. فَيَقُولَ لَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتُرَانِي خُلِقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا؟

“Jangan engkau berkata kepada temanmu ‘wahai keledai‘, ‘wahai anjing‘, ‘wahai babi‘. Sehingga kelak di hari kiamat engkan akan ditanya: ’apakah engkau melihat aku diciptakan sebagai anjing atau keledai atau babi ?’”

[ Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5/282 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/