All posts by BBG Al Ilmu

Lima Perkara

Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu,

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما أنّ النبيَّ صلى الله عليه وسلم قال :

Bahwasanya Nabi shollaallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

*«أُعْطِيتُ خمسا، لم يُعْطَهُنَّ أحد قبلي: نُصِرْتُ بالرعب مسيرة شهر، وجُعِلَت لي الأرض مسجدا وطَهُورا، فأَيَّمَا رجل من أمتي أدركته الصلاة فَلْيُصَلِّ، وأُحِلَّت لي المغانم، ولم تحلَّ لأحد قبلي، وأُعْطِيتُ الشفاعة، وكان النبي يُبْعَثُ إلى قومه خاصة، وبُعِثتُ إلى الناس عامَة».*

“Aku diberikan oleh Allah lima yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari Nabi sebelumku,

– Yang pertama, aku ditolong oleh Allah dengan rasa takut (di hati musuh) sebulan perjalanan jauhnya.

– Yang ke 2, dijadikan bumi itu sebagai tempat sholat dan sebagai tempat bersuci. Maka siapapun dari ummatku yang mendapatkan waktu sholat hendaklah ia sholat dimanapun.

– Yang ke 3, dihalalkan kepadaku ghonimah dan tidak dihalalkan untuk seorangpun sebelumku.

– Yang ke 4, aku diberikan oleh Allah syafa’at.

– Yang ke 5, Nabi sebelumku diutus hanya kepada kaumnya saja. Sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia..”

[HR. Al Bukhori dan Muslim]

=======
Hadits Ini menunjukkan :

1️⃣ Disyari’atkannya menceritakan nikmat-nikmat Allah subhanaahu wata’ala, bukan untuk berbangga-bangga tapi untuk memperlihatkan nikmat Allah subhanaahu wata’ala sebagai rasa syukur.

Sebagaimana Allah ber-firman juga dalam Qs. Dhuha ayat 11,

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Adapun dengan nikmat Robb-Mu maka ceritakanlah..”

2️⃣ Keutamaan Nabi Muhammad shollallaahu ‘alayhi wasallam dan ummatnya dimana diberikan kepada mereka keistimewaan yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelum Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam.

3️⃣ Bahwa diantara wasilah kemenangan yaitu dijadikannya musuh-musuh itu ketakutan di hati mereka sejauh sebulan perjalanan.

4️⃣ Dalil yang menunjukkan bolehnya tayammum dengan tanah apapun yang suci, maka dimana saja kita berada kita boleh tayammum disitu kalau jika tidak mendapatkan air dan kita boleh sholat, kecualikan tentunya tempat yang dilarang padanya untuk sholat. Seperti kuburan, demikian pula kamar mandi, demikian pula kandang unta.

5️⃣ Wajibnya melaksanakan sholat apabila telah masuk waktunya.

6️⃣ Dihalalkannya ghonimah untuk ummat Islam.

7️⃣ Bahwa nabi Muhammad shollallaahu ‘alayhi wasallam diistimewakan dengan syafa’at yang terbesar nanti pada hari kiamat.

8️⃣ Bahwa risalah Nabi Muhammad shollallaahu ‘alayhi wasallam itu umum, untuk seluruh manusia sedangkan para nabi sebelum Rosulullah shollaallahu ‘alayhi wasallam hanya untuk ummatnya saja.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Derajat Hati Yang Paling Tinggi

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

فإن أرفع درجات القلوب فرحها التام بما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم وابتهاجها وسرورها كما قال تعالى: (والذين آتيناهم الكتاب يفرحون بما أنزل إليك) وقال تعالى: (قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا) ففضل الله ورحمته القرآن والإيمان من فرح به فقد فرح بأعظم مفروح به”.

“Sesungguhnya derajat hati yang paling tinggi adalah kebanggaan yang sempurna dengan apa yang dibawa oleh Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam. Merasa bahagia dan gembira dengannya sebagaimana firman Allah, ‘Dan orang orang yang Kami berikan al kitab, mereka bergembira dengan apa yang diturunkan kepadamu..’ (Ar Ro’du: 36)

Dan firman Allah, ‘Katakan, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah mereka bergembira..’ (Yunus: 58)

Karunia Allah dan rahmat-Nya adalah Alqur’an dan keimanan. Siapa yang bergembira dengannya maka ia telah bergembira dengan sesuatu yang amat agung..”

(Majmu Fatawa 16/49)

Bergembira dengan pangkat dan kedudukan..
Bergembira dengan harta dan kenikmatan dunia..
Adalah kegembiraan yang tidak dipuji oleh Allah..

Namun gembira dengan Alqur’an dan hadits…
Gembira dengan keimanan dan ketaatan…
Adalah seindah indah kegembiraan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ref :

Orang Yang Paling Bermanfaat Dan Orang Yang Paling Membahayakan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

أنفع الناس لك رجل مكنك من نفسه حتى تزرع فيه خيرا أو تصنع إليه معروفا، فإنه نعم العون لك على منفعتك وكمالك، فانتفاعك به في الحقيقة مثل انتفاعه بك أو أكثر

“Orang yang paling bermanfaat bagimu adalah orang yang memberimu keleluasaan terhadap dirinya sehingga engkau bisa menanamkan kebaikan pada dirinya atau engkau memberikan kebaikan kepadanya. Dia merupakan sebaik-baik pembantumu yang memberikan manfaat bagi dirimu dan kesempurnaanmu.

Jadi, manfaat yang engkau dapatkan darinya hakikatnya setara atau lebih banyak daripada manfaat yang dia dapatkan darimu.

وأضر الناس عليك من مكن نفسه منك حتى تعصي الله فيه، فإنه عون لك على مضرتك ونقصك.

Adapun orang yang paling berbahaya bagi dirimu adalah orang yang menguasai dirimu hingga dia membuatmu durhaka kepada Allah. Dia pembantumu yang menimpakan keburukan kepadamu dan merugikan dirimu..”

(Al-Fawaid, hlm. 192)

Dengan Sabar Dan Sholat

Sedang ada masalah atau menghadapi sebuah kendala..?

Mintalah pertolongan kepada ALLAH..!

Caranya..?

Simak ayat berikut ini:

‏﴿٤٥﴾ وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ

“Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat..” (QS. Al Baqoroh: 45)

Benar, Saudaraku,
caranya dengan selalu bersama kesabaran; menahan diri, emosi serta nafsu agar tidak terjatuh dalam dosa dan melanggar ketentuan ALLAH.

Dan jagalah selalu sholat wajib kita, lalu perbanyak sholat-sholat sunnah, bermunajatlah kepada ALLAH, sujudlah pada-Nya.

Mungkin ada menyeletuk: “Kalau hanya sabar dan sholat, itu sih mudah..!”

Saudaraku,
Bersabar dan menjaga sholat tidak semudah yang kita bayangkan, hanya orang-orang istimewa saja yang mampu meraihnya.

Mari kita simak kelanjutan ayat di atas:

‏وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخٰشِعِينَ

“Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’..” (QS. Al Baqoroh: 45)

Hanya orang yang khusyu,
Hanya mereka yang rendah hati,
Hanya mereka yang tunduk serta bersimpuh di hadapan ALLAH,
Hanya mereka yang percaya dengan janji dan ancaman ALLAH

Ya, hanya merekalah yang sanggup melakukannya, dan menikmati manisnya pertolongan ALLAH.

Adapun orang meninggikan diri, mengedepankan akal, harta, dan tahta di atas kekuatan dan ilmu serta taufiq ALLAH, rasanya ia akan kesulitan untuk bersabar dan menjaga sholat dan pada akhirnya pertolongan ALLAH pun tak kunjung datang.

(Tafsir Orang-Orang Yang Khusyu’ Dalam QS. Al Baqoroh: 45, Tafsir Ibnu Katsir).

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Orang Yang Paling Buruk Di Sisi Allah

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۖ وَالْاَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالسَّمٰوٰتُ مَطْوِيّٰتٌۢ بِيَمِيْنِهٖۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ (٦٧)

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan..”

(Q.S. Az-Zumar ayat 67)

Langit dan bumi adalah milik Allah..
Mereka semua makhluk yang membutuhkan karunia-Nya..

Maka orang yang mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya..
Adalah orang paling buruk di sisi Allah..
Walaupun ia baik kepada sesama manusia..

Oleh karena itu Allah tidak akan pernah mengampuni orang yang mati di atas kesyirikan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Memaafkan Yang Dicintai Oleh Allah

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

العفو الذي يحبه الله هو الذي فيه إصلاح لأن الله اشترط ذلك في العفو فقال(فمن عفا وأصلح فأجره على الله)أي كان عفوه مشتملاً على الإصلاح.

“Memaafkan yang dicintai oleh Allah adalah memaafkan yang disertai dengan ishlah (memperbaiki hubungan). Karena Allah mensyaratkan hal itu dalam firman-Nya yang artinya: “Siapa yang memaafkan dan ishlah (memperbaiki hubungan) maka pahalanya dari Allah..” Artinya memaafkannya disertai ishlah..”

(Syarah Kitab Tauhid 2/278)

Sebagian orang ada yang memaafkan namun tidak memperbaiki hubungan..
Padahal memperbaiki hubungan dengan sesama muslim jauh lebih penting dari sekedar memaafkan..
Kecuali jika menimbulkan mudharat yang lebih besar..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Tawassul Kepada Allah

=======

● Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahullah berkata,

هذه التوسلات من أفضل الأسباب في إجابة الدعاء. و هو التوسل إلى الله بصفاته العظيمة و أسمائه الحسنى و وحدانيته جل و علا. فذلك من أعظم الأسباب في إجابة الدعاء.

“Tawassul ini merupakan salah satu sebab terbesar dikabulkannya do’a. Yakni, tawassul kepada Allah dengan menyebut sifat Allah yang agung dan nama-Nya yang indah dan diiringi dengan tauhid, mengesakan Allah jalla wa ‘ala. Hal ini merupakan salah satu sebab dikabulkannya do’a.

فينبغي للمؤمن أن يتوسل إلى الله بأسمائه و صفاته و توحيده الذي بعث به رسله و أنزل به كتبه

Maka dari itu, sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk bertawassul kepada Allah dengan nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, dan dengan ikrar tauhid (yakni meng-esakan Allah dalam ibadah) yang merupakan tujuan Allah mengutus para rosul dan menurunkan kitab suci..”

(Syarh Kitabul Jami’ min Bulughil Maram hlm. 237)

MUTIARA SALAF : Mandi Junub Di Hari Jum’at Karena Hendak Menghadiri Sholat Jum’at

=======

MANDI JUNUB DI HARI JUM’AT KARENA HENDAK MENGHADIRI SHOLAT JUM’AT

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan,

“Hukum ini hanya khusus bagi lelaki karena ialah yang menghadiri (sholat) Jum’at, dan ialah yang diminta untuk berhias ketika keluar. Sedangkan wanita tidak diminta untuk itu. Tetapi setiap orang jika pada tubuhnya terdapat kotoran sudah sewajarnya untuk membersihkannya. Karena hal itu termasuk perkara terpuji yang tidak layak untuk ditinggalkan.

Adapun melakukan mandi Jum’at sehari atau dua hari sebelumnya maka hal ini tidak berfaedah, karena hadits yang menerangkan hal ini menyebutkan bahwa mandi Jum’at khusus dikerjakan pada hari Jum’at mulai terbit fajar sampai menjelang sholat jum’at. Inilah waktu mandi Jum’at, sedangkan melakukannya sehari atau dua hari sebelumnya, maka hal itu tidak berpahala sebagai mandi Jum’at. Dan Allah lah yang memberi taufiq..”

(Majmu Fatawa Arkanil Islam)

Takut Kepada Allah Di Setiap Waktu

Ibnu Rojab rohimahullah menyebutkan perkataan sebagian salaf,

ﻟﻴﺲ اﻟﺨﺎﺋﻒ ﻣﻦ ﺑﻜﻰ ﻭﻋﺼﺮ ﻋﻴﻨﻴﻪ، ﺇﻧﻤﺎ اﻟﺨﺎﺋﻒ ﻣﻦ ﺗﺮﻙ ﻣﺎ اﺷﺘﻬﻰ ﻣﻦ اﻟﺤﺮاﻡ ﺇﺫا ﻗﺪﺭ ﻋﻠﻴﻪ

“Orang yang takut (kepada Allah) bukanlah orang yang menangis dan bercucuran air mata. Akan tetapi, orang yang takut (kepada Allah) adalah orang yang meninggalkan hawa nafsunya dari hal-hal yang haram dalam keadaan sebenarnya dia mampu untuk melakukannya.

ﻭﻣﻦ ﻫﻨﺎ ﻋﻈﻢ ﺛﻮاﺏ ﻣﻦ ﺃﻃﺎﻉ اﻟﻠﻪ ﺳﺮا ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻨﻪ

Di sinilah letak agungnya pahala orang yang mentaati Allah ketika sendirian, saat hanya antara dia dan Allah saja yang mengetahui.

ﻭﻣﻦ ﺗﺮﻙ اﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ اﻟﺘﻲ ﻳﻘﺪﺭ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺳﺮا

Demikian pula, betapa besarnya pahala orang yang meninggalkan perkara yang haram dalam keadaan sebenarnya dia mampu untuk melakukannya tanpa ada orang lain yang mengetahuinya..”

(Majmu’ Rosail Ibnu Rojab 1/163)

MUTIARA SALAF : Jangan Menyia-nyiakan Waktu

Syaikh Muhammad Sholih al-Utsaimin rohimahullah berkata,

Allah Ta’ala berfirman,

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ ٩٩ لَعَلِّيٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكۡتُۚ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Robbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal sholeh yang telah aku tinggalkan..” (QS. Al-Mu’minun: 99-100)

Maksudnya, agar dia tidak menyia-nyiakan waktu.

Dia tidak mengatakan, “Agar aku
– menikmati harta,
– menikmati istri,
– menikmati kendaraan, atau
– menikmati istana..”
Akan tetapi, dia mengatakan, “Agar aku berbuat amal yang sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan..”

Waktu telah berlalu, tetapi engkau tidak mendapatkan manfaat darinya. Jadi, waktu adalah sesuatu yang paling berharga.

Namun, sekarang ini menurut kita, waktu merupakan sesuatu yang paling tidak berharga. Kita membiarkan banyak waktu kita berlalu begitu saja tanpa faedah. Bahkan, kita membiarkan banyak waktu kita dengan melakukan hal-hal yang merugikan.

Saya tidak berbicara tentang keadaan satu orang, tetapi saya berbicara tentang keadaan kaum muslimin secara umum. Hari ini -sangat disayangkan- mereka tenggelam dalam lupa, hal yang sia-sia, dan kelalaian. Mereka tidak serius dalam urusan agama mereka.

Mayoritas mereka dalam kelalaian dan kemewahan. Mereka hanya sibuk memperhatikan kemewahan untuk badan mereka walaupun berkonsekuensi merusak agama mereka..”

(Syarh Riyadhus Sholihin, 1/345)