All posts by BBG Al Ilmu

Akibat Bergaul Dengan Teman Buruk

Bergaul dengan orang-orang buruk..
seringkali membuat kita berburuk sangka kepada orang-orang sholeh..

Karena teman yang buruk mengotori hati..
Membuat kita berpaling dari kebaikan..
Membuat kita cinta dunia..
Sehingga kita menjadi tidak suka kepada orang-orang yang sholeh..

Saat di neraka ia menyesal menjadikan teman buruk itu sebagai teman dekatnya..

Allah berfirman dalam surat al furqon:

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28)

“Aduh andaikan aku dahulu tidak menjadikannya sebagai teman dekatku

لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولًا (29)

Sungguh ia telah menyesatkanku dari peringatan (al quran) setelah ia datang kepadaku. Dan setan itu berusaha menghinakan manusia..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Agar Allah Menghilangkan Kesusahan Kita Kelak Di Akherat

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا ، نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة ،
‏ومن يسّر على معسر ، يسّر الله عليه في الدنيا والآخرة ،
‏ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة ،
‏والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه

● Siapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia seorang mukmin maka Allah akan hilangkan satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di akherat.

● Siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang sulit membayar hutang karena miskin maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akherat.

● Siapa yang menutupi aib muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akherat.

Allah senantiasa membantu hamba-Nya selama hamba itu senantiasa membantu saudaranya.

(HR Muslim)

Kesusahan di akherat jauh lebih dahsyat dari kesusahan dunia..

Maka tidakkah kita ingin dihilangkan kesusahan kita di akherat kelak dengan membantu saudara kita yang sedang kesusahan..??!

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Tanda Kebinasaan

Berkata Imam Muhammad bin Fadhl Al Balkhi rohimahullah,

: ” علامة الشقاوة ثلاثة أشياء: يرزق العلم ويحرم العمل، ويرزق العمل ويحرم الإخلاص، ويرزق صحبة الصالحين ولا يحترم لهم1]“.

Tanda-tanda kebinasaan itu ada 3 :

– diberikan rizki ilmu tapi terhalang untuk beramal

– diberikan rizki untuk beramal tapi terhalang dari ikhlas, dan

– diberikan rizki berteman dengan orang sholeh tapi tidak bisa memuliakan mereka.

(Mawa’idz Sholihin hal 386)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bagi Wanita Muslimah Yang Berhalangan Di 10 Awal Dzulhijjah

bagi wanita muslimah yang sedang berhalangan namun semangat beribadah di hari-hari istimewa di bulan harom Dzulhijjah, berikut adalah beberapa amalan yang anda bisa lakukan :
.
1. bertakbir (mutlak) dari tanggal 1 s/d 13 Dzulhijjah. simak videonya : https://bbg-alilmu.com/archives/71349

2. memperbanyak Do’a berikut di hari Arofah – 9 Dzulhijjah – dan juga do’a do’a lainnya : https://bbg-alilmu.com/archives/54250

3. menyiapkan buka puasa bagi yang berpuasa di hari hari awal dzulhijjah, terutama buka puasa arofah

4. membaca al qur’an tanpa menyentuh lembaran mushaf, seperti mengulang-ulang hafalan al qur’an, dan membaca 100 ayat di setiap malamnya ( baca : https://bbg-alilmu.com/archives/21334 )

5. boleh menyentuh ponsel yang ada konten al qur’an. oleh karena benda semacam ini tidak dihukumi sebagai al qur’an, maka wanita muslimah yang sedang haidh dan ingin menjaga rutinitas membaca al qur’an, sementara ia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan alat bantu seperti ponsel, komputer atau semacamnya.

6. berdzikir dan berdo’a, baik yang terkait waktu tertentu, contoh :
– do’a hari Arofah
– dzikir pagi dan dzikir sore
– dzikir sebelum tidur/bangun tidur,
– do’a hendak masuk wc,
– dzikir setelah makan/berpakaian,
– dzikir keluar rumah dan naik kendaraan,
– dan dzikir-dzikir lainnya.

7. membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak tasbih (subhaanallah), tahmid (alhamdulillah), takbir (allahu akbar), tahlil (laa ilaaha illallah), dan dzikir lainnya.

8. memperbanyak bacaan sholawat kepada rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam, terutama di malam dan hari jum’at.

9. belajar ilmu agama, seperti membaca buku-buku islam. meskipun di dalamnya ada kutipan ayat al qur’an, para ulama sepakat bahwa itu tidak dihukumi sebagaimana al qur’an sehingga boleh disentuh.

10. mendengarkan ceramah, bacaan al qur’an dan semacamnya.

11. bersedekah, infaq.

Wallaahu ta’ala a’lam

ayo semangat..!

referensi :
https://konsultasisyariah.com/

Tentang Puasa Di 9 Hari Awal Dzulhijjah

➡️ Apakah boleh puasa terus dari tanggal 1 s/d 9..?

Boleh..

➡️ Apakah boleh berpuasa hanya di sebagian harinya saja..?

Boleh asalkan jangan tinggalkan puasa Arofah di tanggal 9 nya (maksudnya 9 Dzulhijjah)..

➡️ Mengapa demikian..?

Karena ada 2 hadits terkait puasa dan tidaknya Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam di 9 hari pertama Dzulhijjah..

Terkait hal tsb, Imam Ahmad bin Hambal rohimahullah menjelaskan bahwa,

“..maksud riwayat ‘Aisyah adalah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam tidak berpuasa penuh selama sepuluh hari Dzulhijah.. Sedangkan maksud riwayat Hafshoh adalah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam berpuasa di mayoritas hari yang ada..

Jadi, hendaklah berpuasa di sebagian hari dan berbuka di sebagian hari lainnya..”

[ Latho-if Al Ma’arif, hal. 459-460 ]

ref : https://muslim.or.id/1625-amalan-sholih-di-awal-dzulhijah-dan-puasa-arofah.html

Membayar Hutang Puasa Ramadhan Di 10 Hari Awal Dzulhijjah

Imam Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

قال ابن رجب رحمه الله في لطائف المعارف: وقد اختلف عمر وعلي رضي الله عنهما في قضاء رمضان في عشر ذي الحجة فكان عمر يحتسبه أفضل أيامه فيكون قضاء رمضان فيه أفضل من غيره، وهذا يدل على مضاعفة الفرض فيه على النفل. .

“Umar bin Khottob dan Ali bin Abi Tholib telah berselisih pendapat tentang mengqodho’ puasa Ramadhan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah..

Umar Bin Khottob berpendapat bahwasanya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebagai hari-hari yang paling utama dan menjadikan puasa qodho’ di bulan tersebut lebih utama dibandingkan dengan bulan lainnya..

Hal ini menunjukkan bahwasanya dua kali lipat pahala puasa qodho’ di bulan tersebut dari puasa sunnah biasa..”

(Lathooif Al Ma’arif)

Jangan Dengki

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحبه لنفسه من الخير

“Tidak beriman seseorang dari kamu sampai ia menyukai untuk saudaranya apa yang ia sukai dari kebaikan..”

Orang yang dengki..
Hatinya selalu panas saat melihat kenikmatan orang lain..
Ia tidak rela dengan ketentuan Allah kepadanya..
Hatinya sempit dan tidak lapang..

Berbeda dengan orang yang beriman..
Ia merasa gembira saat melihat saudaranya diberi kenikmatan..
Dan merasa sedih saat saudaranya ditimpa kesusahan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Melihat Dengan Jeli

Ibnu Hazm rohimahullah berkata,

فمن حقق النظر..كان اغتباطه بذمِّ الناس إياه أشدَّ من اغتباطه بمدحهم إياه لأن مدحهم إياه إن كان بحقٍّ, وبلغه مدحُهُم له, أسرى ذلك فيه العُجب, فأفسد بذلك فضائله وإن كان بباطلٍ فبلغه فسُرَّ فقد صار مسروراً بالكذب, وهذا نقص شديد. وأما ذمُّ الناس إياه, فإن كان بحق فبلغه, فربما كان ذلك سبباً إلى تجنُّبه ما يُعاب عليه, وهذا حظ عظيم, لا يزهدُ فيه إلا ناقص, وإن كان بباطلٍ فصبر, اكتسب فضلاً زائداً بالحلم والصبر, وكان مع ذلك غانماً لأنه يأخذ حسنات من ذمَّه بالباطل

“Barangsiapa yang melihat dengan jeli, maka ia lebih senang dengan celaan manusia kepadanya melebihi rasa senang dengan pujian mereka..

Karena pujian mereka, jika benar, sering menyeret kepada rasa ujub sehingga dapat merusak keutamaannya..

Dan jika tidak benar, lalu ia bergembira dengannya maka ia bergembira dengan kedustaan..
Tentu ini kekurangan yang berat..

Adapun celaan manusia..
Jika benar maka barangkali itu membuatnya memperbaiki diri..
Tentu ini adalah keuntungan yang besar dimana orang yang tidak menginginkan ini biasanya kurang akalnya..

Jika celaan itu tidak benar lalu ia bersabar, maka ia mendapatkan keutamaan yang lebih dengan menahan emosi dan sabar..
Ditambah lagi ia mendapat keuntungan dengan mengambil pahala orang yang mencelanya secara tidak benar..”

(Mudawatun-Nufus – Ibnu Hazm)

Subhanallah..
Tapi seringnya kita lebih suka pujian..
Dan marah saat dicela manusia..
Lalu ingin membalas dendam dengan yang lebih parah..
Sehingga hilanglah banyak pahala dan kebaikan..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tidak Akan Salah Alamat

Rejeki itu tak akan salah alamat kawan, andalah yang sering kali salah alamat ketika mencari rejeki.

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻟﻮ ﺃﻥ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﻫﺮﺏ ﻣﻦ ﺭﺯﻗﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﻬﺮﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻷﺩﺭﻛﻪ ﺭﺯﻗﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﺪﺭﻛﻪ ﺍﻟﻤﻮﺕ

“Jika seandainya anak adam lari dari rizqinya sebagaimana dia lari dari kematian, pasti dia akan menjumpai rizqinya tersebut sebagaimana kematian akan menjemputnya..”

( HR. Abu Nu’aim dll )

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى