Category Archives: Abu Riyadl Nurcholis

Zodiak…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Membaca Zodiak jangan dianggap sepele.. karena dengan hal tersebut akan memengaruhi keyakinan tanpa anda sadari..

Sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya, maka itu tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama 40 hari.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230). 

Ini akibat dari cuma sekedar membaca.

Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.” (Syarh Muslim, 14: 227)

Jika Terbangun Dimalam Hari (Nglilir Ing Tengah Wengi)…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Dari Ubadah bin Shamit Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa bangun di waktu malam, lalu mengucapkan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ, الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.

“Tidak ada Tuhan yang haq selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan da pujian, dan Dia mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, mahasuci Allah, tidak ada ilah yang haq selain Allah, Allah mahabesar, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”

Kemudian mengucapkan:
ALLAHUMMAGHFIR-LII… ‘Ya Allah, ampunilah aku,’ atau ia berdo’a, niscaya DIKABULKAN. Jika ia berwudhu’ dan shalat, maka shalatnya diterima.” Shahih. Diriwayatkan Al-Bukhari (1154).

Mari dihafalkan doanya dan diamalkan.

Memohonlah kepada Allah apa saja. Untuk akhirat dan dunia.

Jangan Berkata!! Hari Ini Sial…

Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Jangan berkata!! Hari ini sial.. Dan Allah mendzolimiku… Dan semisalnya..

Sikap berburuk sangka merupakan sikap orang-orang jahiliyah, yang merupakan bentuk kekufuran yang dapat menghilangkan atau mengurangi tauhid seseorang.

Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, “Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Alloh seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: ‘Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Alloh.’ Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: ‘Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.’ Katakanlah: ‘Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.’ Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.”(Ali-Imran: 154)

Perlu untuk kita ketahui bersama, berprasangka buruk kepada Alloh dapat terjadi pada tiga hal, yaitu:

Berprasangka bahwa Alloh akan melestarikan kebatilan dan menumbangkan al haq (kebenaran). Hal ini sebagaimana persangkaan orang-orang musyrik dan orang-orang munafik. Alloh berfirman yang artinya, “Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya (terbunuh dalam peperangan, pen) dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.” (Al-Fath: 12)

Perbuatan seperti ini tidak pantas ditujukan pada Alloh karena tidak sesuai dengan hikmah Alloh janji-Nya yang benar. Inilah prasangka orang-orang kafir dan Neraka Wail-lah tempat mereka kembali.

Mengingkari Qadha’ dan Qadar Alloh yaitu menyatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi di alam ini yang di luar kehendak Alloh dan taqdir Alloh. Seperti pendapat Sekte Qodariyah.Mengingkari adanya hikmah yang sempurna dalam taqdir Alloh. Sebagaimana pendapat Sekte Jahmiyah dan Sekte Asy’ariyah.

Iman dan tauhid seorang hamba tidak akan sempurna sehingga ia membenarkan semua yang dikabarkan oleh Alloh, baik berupa nama dan sifat-sifat-Nya, kesempurnaan-Nya serta meyakini dan membenarkan janji-Nya.. Dan berlapang dada atas taqdirNya

Semoga ber faedah

Renungan Untuk Para Suami…

Abu Riyadl Nurcholis,  حفظه الله تعالى

Istrimu adalah orang yang mengandung keturunanmu dengan susah payah selama 9 bulan.

Ia adalah orang yang paling telaten (rajin) merawat anak anakmu sampai usia dewasa..

Ia pula yang melayani biologismu dengan halal thoyyiba..

Ia pula yang merawat isi rumahmu dan menjaganya..

Masakan yang nikmat adalah masakan istrimu..

Ia mendampingimu dikala suka maupun duka..

Ia merawatmu dengan tulus dikala sakitmu maupun kritismu..

Ia pun tetap mendampingimu walau engkau sudah tua..dan sakit sakitan..

Ia adalah orang yang paling taat pada kebijakannmu, bahkan mungkin keta’atan istrimu kepadamu lebih besar dari pada ta’atnya anak-anakmu kepadamu..

Ini semua dilakukan oleh istrimu tanpa upah dan gaji, namun mereka hanya mengharap pahala dari Allah semata..

Wahai suami yang sholeh..
Jangan sampai engkau tidak penuhi hak dia sebagai istri..
Jangan engkau sia-siakan dia..

Jika Ada waktu senggang yang sebenarnya dapat digunakan untuk ikut membantu pekerjaan rumah tangga atau membantu merawat anak, atau bersenda gurau dengan istri maka sempatkanlah tuk meluangkannya..

Jangan kita malah menggunakannya untuk bbm ria, ngenet, atau malah keluyuran malam gak jelas kemana tujuan….

Ingat ! jangan kau dzolimi dia..

Berbuatlah baik kepada mereka sebagaiman junjungan kita Rosulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي (رواه ابن حبان)

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarga.” (HR. Ibnu Hibban)

Semoga kita bisa berbuat baik kepada kaum istri kita.. Dengan cara ini in-syaa Allah akan mudah bagi kita mengarahkan mereka kepada kebaikan dan jalan yang benar…

 

Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Mendidik Anak…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Wahai ortu Hindari Mendidik dengan hinaan, kekerasan dan berbagai pukulan.

Sebagian para ortu terkadang melampaui batas dalam mendidik anak-anaknya. dia memukul dengan pukulan yang sadis, bersikap keras, mencela dan menghina, juga berlebih-lebihan dalam memberikan hukuman.

Para ortu tersebut lupa bahwa kelembutan adalah akhlak yang mulia, sikap halus dan lembut adalah suatu keharusan dalam pendidikan islam.

Di dalam hadits shahih dari Anas berkata; “Aku tidak melihat seseorang yang sangat menyayangi keluarganya dari pada Rasulillah”. Diriwayatkan oleh Muslim: 2316.

قال رسول الله: إنما يرحم الله من عباده الرحماء
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang”.

Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 2381.

Penghinaan dan pukulan bisa menghilangkan kasih sayang dan kecintaan dari hati para anak terhadap ortu mereka, Berapa banyak anak lelaki atau perempuan yang terjatuh dalam tempat kerusakan karena mencari ketenangan hati.

Renungilah kisah al-Aqra’ bin kHabis ketika melihat Nabi mencium Hasan, Ia berkata “Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, dan aku tidak pernah mencium seorangpun”. Maka Rasulullah bersabda: “Apa yang akan aku miliki jika Allah mencabut dari kalian rasa kasih sayangitu ?”. Diriwayatkan oleh Muslim: 2317.

Kelembutan, kasih sayang, dan empati adalah pendidikan yang baik dan bisa menyebabkan kedua orang tua mendapatkan bakti dari anak anaknya.

Perhatikan..! Barangsiapa yang tumbuh di atas kekerasan dan kebencian serta hapa dari kasih sayang, niscaya dia akan menjadi orang keras, temprament dan bengis..

Wahai para ortu.., kasih sayang adalah salah satu kebutuhan sebagaimana makanan dan minuman. Apakah engkau telah
mengenyangkan anak-anakmu dengan kasih sayangmu?

tetapi bukanlah tegas dalam pendidikan berarti keras..
Adakalanya ortu tegas pada prinsip yang benar agar lurus dalam mendidik anak anaknya..

http://www.abu-riyadl.blogspot.com/p/blog-page_15.html?m=1

Nasehat Untuk Yang Dilanda Mabuk Cinta…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى.

CINTA YANG HARAM SEPERTI AIR ASIN, BERAPAPUN BANYAK ENGKAU MEMINUMNYA, TIADA DAPAT MELEPASKAN DAHAGAMU, BAHKAN IA MENAMBAHMU RASA HAUS/KERING SEMAKIN MENJADI

Obat kasmaran adalah menikahinya. Bila tak mampu maka berpuasa..

Bila ia tidak mungkin engkau raih dalam waktu dekat sekali maka tinggalkanlah..

Karena berlarut larut didalamnya akan merusak hatimu seperti air garam yang engkau minum tak dapat mengobati tenggorokanmu yang kering.

Engkau akan dilanda sakit dan sakit yang mengerogoti akhiratmu..

Disaat sholatmu engkau ingat dia..

Diwaktu tidurmu engkau ingat dia..

Diwaktu dzikirmu engkau ingat dia..

Di waktu belajarmu engkau ingat dia..

Bagi para pelajar akan berkurang prestasimu..karena engkau selalu kehausan yang tak bertepi dilautan asmara haram..

Ia asmara yang belum saatnya..

Renungkanlah..

Semoga hatimu suci dari kecintaan yang haram kepada makhluq karena ia akan menggeser kecintaan kepada Allah ta’ala

 

Hasil Akhir Pemakan RIBA…

Dari Samurah bin Jundab radhiallahu ‘anhu, dalam hadits yang panjang tentang mimpi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam, diantaranya dikisahkan dikisahkan sebagai berikut:

“Aku melihat pada malam itu dua orang laki-laki mendatangiku. Lalu keduanya mengeluarkan aku menuju ke ardul muqodasah (baitul maqdis). Kemudian kami berangkat hingga kami mendatangi sebuah sungai darah.

Di dalamnya ada seorang lelaki yang sedang berdiri, sementara di atas bagian tengah sungai tersebut ada seorang lelaki yang di hadapannya terdapat bebatuan. Lalu menghadaplah lelaki yang berada di dalam sungai. Setiap kali lelaki itu hendak keluar dari dalam sungai, lelaki yang berada di bagian atas dari tengah sungai tersebut melemparnya dengan batu pada bagian mulutnya. Maka si lelaki itu pun tertolak ke tempatnya semula. Setiap kali ia hendak keluar, ia dilempari dengan batu pada mulutnya hingga ia kembali pada posisi semula (tidak dapat keluar dari tempatnya berada).

Aku (Rasulullah) pun bertanya: ‘Siapa orang itu (kenapa dengannya)? ’ Dijawab: ‘Orang yang engkau lihat di dalam sungai darah tersebut adalah pemakan RIBA’.” (HR. Al-Bukhari, no. 2085)

Semoga hati kita benar benar takut akan ini sehingga diri kita menjauhi makan riba.

Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Lc, حفظه الله تعالى.

============

ARTIKEL TERKAIT – (Klik Link Dibawah Ini)

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

Renungan Sebelum Tidur

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Ketika nak beranjak ke ranjang tuk istirahat… sungguh sebagian kita selalu sibuk menghitung hitung harta..keuntungan dan laba..kenaikan pangkat dan jabatan..memprediksikan keberhasilan suatu program pendapatan…memikirkan bisnisnya agar lebih maju dan berkembang…mengandai andai dan meraba raba kesuksesan dunia yang akan dia mau dapatkan esok hari…

Ia tak tau bahwa itu sirna jika tidak bisa bernafas di hari esok..

Lihat bagimana para sahabat nabi jika mau beranjak keperaduan atau sedang diperaduan… mereka berpikir dan berhitung..
dosa apakah yang telah dilakukan selama ini.. dosa apakah yang telah diperbuat tadi hari…

Seorang sepupu nabi bernama Ali rodhiallahu ‘anhu terkejut dan bangun dimalam gulita karena ia mengingat ada perbutan dosa kecil yang dilakukannya yaitu meludah di lantai masjid yang masih terbuat dari tanah.. ia takut jika ludahnya yang telah mengering itu menjadi dosa.. ia bangkit kemasjid dengan membawa lentera kecil untuk mencari ludahnya siang hari tadi untuk ia bersihkan… itu hanya dosa kecil… namun beliau anggap seperti gunung yang akan meruntuhi dirinya…

Lihat bagaimana kita dihadapan berbagai dosa… ternyata masa bodoh dan sibuk berfikir akan duitnya … yang duit itu tidak akan masuk kuburan…

Sugeng ndalu sugeng istirahat..

Tak Ada Salahnya…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

13 atau 14 tahun yang lalu ada akhwat yang insyaAllah baik. Tiba tiba bicara kepada kawan saya (lewat surat):

Bismillah.. Akhy afwan jika pertanyaan ana membuat akhy marah..
Ana hanya mau menyampaikan ke akhy bahwa ana suka kepada akhy. Apakah akhy berkenan?
Hemm
Jika iya, silahkan akhy temui keluarga ana. Jazakallahu khoiron…

Akhirnya mereka cepat berkeluarga..

Disaat persaingan jumlah akhwat yang berlebih…
Dan jumlah lelaki yang benar benar sholeh itu sedikit…
Saya kira ini juga bagus…
Daripada rasa itu dipendam terus…

Apalagi ikhwan yang sholeh seringnya gak paham paham…

Kita Berjalan Menuju Ajal…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Wahai manusia, injakkan kakimu ke tanah. Sesungguhnya sebentar lagi ia akan menjadi kuburmu.

Wahai manusia, sesungguhnya hidupmu hanya beberapa hari, tiap kali waktu berlalu, berarti sebagian hidupmu telah pergi.

Wahai manusia, engkau sekarang ini selalu menghabiskan umurmu sejak lahir dari rahim ibumu.

”Seorang penyair mengatakan:

نَسِيْرُ إِلَى اْلآجَالِ مِنْ كُلِّ لَحْظَةٍ وَأَيَّامُنَا تُطْوَى وَهُنَّ مَرَاحِلُ

وَلَمْ أَرَ مِثْلَ الْمَوْتِ حَقًّا كَأَنَّهُ إِذَامَا تَخَطَّتْهُ اْلأَمَانِيَّ بَاطِلُ

وَمَا أَقْبَحَ التَّفْرِيْطَ فِيْ زَمَنِ الصِّبَا فَكَيْفَ بِهِ وَالشَّيْبُ لِلرَّأْسِ شَاعِلُ

تَرَحَّلْ مِنَ الدُّنْيَا بِزَادٍ مِنَ التُّقَى فَعُمْرُكَ أَيَّامٌ وَهُنَّ قَلاَ ئِلُ

Kita berjalan menuju ajal dalam setiap detiknya

Hari-hari kita selalu berlalu, dan memiliki tahapan-tahapan
Aku belum pernah melihat ada sesuatu yang lebih meyakinkan daripada kematian…setiap apa yang kau bayangkan tanpa diakhiri kematian itu hal mustahil…
Alangkah buruknya perbuatan kita disaat muda belia tak mau menengok agamanya… Lantas, bagaimana nasib seseorang yang tetap meninggalkan agama, padahal ubannya telah menyala
Berjalanlah kamu di dunia ini dengan bekal takwa

Karena, umurmu hanyalah hitungan hari yang kian purna…

Semoga bisa menjadi renungan wahai sobat.