Category Archives: Abu Riyadl Nurcholis

Qodho’lah Puasa Romadhon Yang Lalu Walau Sudah Sya’ban

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasaa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (Qs. al-Baqarah: 185)

Orang yang terpaksa berbuka karena udzur syar’i harus meng-qadha’-nya sebagai aplikasi dari perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan dia harus meng-qadha’-nya pada tahun itu. Tidak diperkenankan baginya untuk mengakhirkan peng-qadha’-annya hingga bulan Ramadhan berikutnya. Karena Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Saya mempunyai tanggungan meng-qadha’ puasa bulan Ramadhan, tetapi saya tidak bisa meng-qadha’-nya, kecuali pada bulan Syaban.” (HR. Muslim)

Perkataan Aisyah, “Saya tidak bisa meng-qadha’-nya, kecuali pada bulan Syaban” menjadi bukti bahwa hutang puasa Ramadhan harus di-qadha’ sebelum masuk bulan Ramadhan berikutnya.

Tetapi, jika seseorang terlanjur mengakhirkannya setelah Ramadhan berikutnya, maka dia harus beristighfar kepada Allah, bertobat kepada-Nya, dan menyesali apa yang dikerjakannya, serta meng-qadha’-nya hari ini, karena walaupun diakhirkan berarti kewajiban meng-qadha’ tidak hilang. Maka, hari ini juga dia harus meng-qadha’-nya walaupun setelah Ramadhan berikutnya. Wallahu al-Muwaffiq.

Sumber: Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul Islam), Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Falah, 2007

Diambil dari konsultasisyariah

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Kedua Orangtua Penghafal Al Qur’an Mendapat Kemuliaan

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat.

Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia.

Keduanya bertanya :
“Mengapa kami dipakaikan jubah ini..?”

Dijawab :
“Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an”.
[HR. Al-Hakim]

Mari kita ajari anak-anak kita dalam menghafal dan mempelajari Kitabullah…

Siapa sangka besok bangun dari kubur kita bisa memakai jubah..

Semoga bermanfaat.. !

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Renungan Ahad Pagi: Sahabatku Para Suami Dan Yang Kuhormati Para Istri

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Ini adalah kisah nyata yang pernah disampaikan oleh al-Ustadz Abu Haidar as-Sundawy hafizhahullahu pada suatu Daurah…

Ada pasangan suami istri yang baru menikah beberapa minggu, ketika si suami harus pergi ke luar kota karena suatu urusan pekerjaan, tiba-tiba ia diberi kabar bahwa mertuanya, ayah dari istrinya meninggal dunia. Sontak si suami menjadi bingung seketika, bagaimana caranya untuk menyampaikan kabar tersebut kepada istrinya agar dia nantinya tidak terlalu bersedih, karena istrinya itu dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ayahnya. Ini pula alasan kenapa si suami yang diberi kabar duluan. Lalu si suami pun berpikir sampai ia menemukan suatu ide.. dan ia pun bergegas segera pulang.

Sesampainya di rumah, bertemu lah dia dengan istrinya, dan dia pun berkata kalau ingin menyampaikan suatu kabar penting kepada istrinya, dan kabar tersebut adalah, bahwa ia akan menikah lagi dengan wanita lain (berpoligami).

Saat itu juga istrinya langsung menangis sejadi-jadinya, terus bertanya ini dan itu, dan mencoba mengintrospeksi diri dan lain sebagainya hingga larut malam sambil terus saja menangis dan tidak bisa tidur..

Keesokan harinya selesai sholat subuh si suami berkata kepada istrinya kalau ia tidak jadi poligami, dan menyampaikan kabar yang sebenarnya bahwa, “ayahnya telah meninggal dunia”.

Spontan istrinya menjadi sumringah (sangat bahagia) dan berkata alhamdulillaah.. sambil terus tersenyum lebar.. dan yang paling hebatnya ia bisa melupakan kesedihan atas kepergian ayah yang sangat ia cintai,

MasyaAllah…. !

Dari kisah diatas kita dapat mengambil ibrah (pelajaran), bahwa sesungguhnya orang yang paling dekat dengan istri adalah suaminya. Seorang istri yang shalehah akan berusaha menjadikan rumahnya sebagai surga dunia untuk suaminya, memberikan semua apa yang diinginkan suaminya, melakukan semua hal yang terbaik untuk suaminya, dan akan sangat-sangat-sangat mencintai suaminya. Dan memang pada kenyataannya banyak istri yang menganggap musibah terbesar adalah berpalingnya suami dari dirinya dibanding dengan kepergian orang yang sangat dicintai selain suaminya. Begitu dahsyat rupanya cinta para istri kepada suaminya..

Oleh karena itu mari jangan kita sia-siakan mereka, apalagi sampai kita dzolimi dengan perlakuan kita yang kurang baik.. Didiklah mereka dalam keta’atan kepada Allah dan Rasul-Nya.. Jadilah suami yang paling baik dan terbaik..

View

Menjaga Rahasia

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Untuk merahasiakan suatu perbuatan baik terkadang lebih sulit dari pada membeberkan perbuatan buruk diri ini kepada manusia..

Walaupun dua hal tersebut diatas adalah perbuatan yang tidak terpuji..

Namun efek yang pertama lebih merugikan, karena akan menghilangkan keikhlasan, dan membuat amal kita menjadi debu yang beterbangan..
Maka wahai saudaraku, “rahasiakan kebaikanmu sebagaimana engkau rahasiakan aibmu.. ini sulit.. tapi cobalah engkau usahakan.. semua hal yang rahasia seharusnya engkau tutup rapat..

Berkata Umar ibn Khottob :
“Siapa yang menyembunyikan rahasianya, maka kebaikan akan selalu berada di tangannya.”

Semoga bibir kita tidak menjadi ember bocor.. aminn

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

View

Web Yang Memojokkan Dakwah Salaf

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Dakwah salaf sholeh bukan mengajak kepada kultus individu, atau mengajak berkelompok..

Dakwah salaf adalah dakwah yang mengedepankan Al-Qur’an dan Hadits dengan mencontoh pemahaman para sahabat, tabi’in dan tabiu’ tabi’in serta para ulama yang mengajarkan ilmu dengan ittiba’ kepada nabi dan it’tiba’ kepada 3 generasi Awwal tersebut.

Dakwah salaf bukan lah suatu dakwah kelompok. Sehingga antum tidak akan dapati siapa pimpinannya dan siapa ajudannya..Anda tidak dapati kartu anggota dll..

Seperti yang diberitakan oleh VOA-Islam adalah berita yang ingin memojokkan dakwah salaf..
Mereka anggap dakwah ini pada suatu kelompok dan lainnya.. dan tidak menggunakan ilmu dalam hal menyikapi situasi..

Justru itu menunjukkan tentang dangkalnya pemahaman ilmu pada Web tersebut.. yang isinya koar-koar semangat ini dan itu tanpa tuntunan ulama’ yang diakui kelilmuannya oleh dunia.

Saran saya jauhi Web Web yang demikian.. karena yang anda dapati berisikan fitnah dan pelbagai hoax tanpa ilmu.. yang tanpa anda sadari bahwa anda telah Mubadzir buang paket data untuk maksiat kepada Allah dengan membaca berbagai hoax didalamnya.

Mubadzir adalah menggunakan sarana mubah untuk hal yang tidak manfaat..

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Membaca Zodiak

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Jangan dianggap sepele.. karena dengan hal tersebut akan memengaruhi keyakinan tanpa anda sadari..

Sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya, maka itu tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama 40 hari.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230). Ini akibat dari cuma sekedar membaca.

Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.” (Syarh Muslim, 14: 227)

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

View

Jangan Berputus Asa Dalam Mendidik Anak

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Terkadang seorang orangtua sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik anak.. namun qodarullah sang anak tidak sesuai harapan..

Solusinya adalah.. banyak berdoa.. dan jangan putus asa mendidiknya..

Mendidik bukanlah dengan kekerasan.. tapi juga bukan setiap permintaannya dituruti.. dan berilah dia rasa tanggung jawab apa yang telah diberikan oleh orangtua kepadanya.. dengan cara memperlihatkan begitu berat seorang ayah dalam mencari nafkah..

Jangan mendidiknya dengan cara sim salabim abrah gedabrah segala yang diingini menjadi kun fayakun terwujud.

Berikan pengertian tentang rasa tanggung jawab dan amanah..
Semoga tulisan ini membantu orangtua yang sedang galau..

Salam istirahat dari Abine riyadl..
Monggo saling mendoakan untuk kebaikan anak kita..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Hukum Wakaf Dengan Niatan Untuk Orangtua Yang Telah Meninggal

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Bagi seorang anak yang berbakti kepada orangtuanya ia selalu membahagiakan keduanya.. bahkan hingga orangtua telah wafat, ia tetap berusaha untuk berbakti kepada keduanya. Rohimahumallah.. semoga Allah merahmati kedua orang tua..

Kadang dengan mendoakan saja ia tidak cukup disitu..

Bahkan si anak mengirimkan suatu amalan pahala wakaf untuk keduanya.. yang mana pahala wakaf akan selalu mengalir kepada kedua orang tua selama apa yang diwakafkan tersebut digunakan untuk kepentingan ISLAM..

Taukah anda, apa dalil dibolehkannya hal ini?

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهُوَ غَائِبٌ عَنْهَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِيَ الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

Sesungguhnya Sa’ad bin Ubadah, tatkala ibunya meninggal dunia, dia tidak berada di sisinya. Lalu dia bertanya : “wahai Rasulullah : sesungguhnya Ibuku meninggal dunia, sedangkan saat itu aku sedang tidak ada, apakah bermanfaat baginya bila aku yang bersodaqoh dengan niatan untuknya ? Beliau menjawab: Ya.
Dia berkata lagi : Wahai Nabi ! saksikanlah bahwa kebun yang berbuah banyak ini aku wakafkan untuknya.” [HR Bukhari, no. 2551]

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

View

Jika Tak Punya Ilmu, Minimal Punya Malu

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:

“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)

“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”

Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.
Apa yang merusak mereka hingga tak punya malu..

Seperti bangga jika mata lelaki menatapnya penuh takjub dan nafsu..

Setiap ruas badannya ingin dipertontonkan…..

Terkadang dijalan susah bagi kita untuk membedakan mana wanita muslimah dan wanita non muslim..

Wahai wanita … jikalau kau tak punya ilmu.. minimal engkau masih punya malu..

Bekasi. sumarecon 19 april. 2014

– – – – – •(*)•- – – – –

Kenali Kawanmu

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Wahai saudaraku..

Pilihlah dengan benar siapa yang kau jadikan kawan..

Kerena engkau akan seperti akhlaq temanmu..

Bedakan kawan akrab dan kawan jauh.. pilihlah dengan benar kawan akrab yang biasa engkau bergaul dengannya..

Bisa jadi engkau akan bangkit dari alam kubur dekat dengannya..

Jika ia keneraka maka engkau terseret kesana..

Jika ia kesurga minimal engkau akan mendapat syafaat bisa dekat bersamanya..

Sekali lagi..
Kenali kawanmu..

Www.abu-Riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈