Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Kedudukanmu Di Sisi Allah

إذا أردت أن تعرف قدرك عند الله
فانظر أين أقامك

“Jika kau ingin tahu derajatmu di sisi Allah maka lihatlah di mana Dia mendudukkanmu..

وإذا شغلك بالقرآن
فاعلم أنه يريد أن يحدثك

Jika Dia menyibukkanmu dengan Al Qur’an berarti Dia ingin berbicara denganmu..

وإذا شغلك بالطاعات
فاعلم أنه قربك

Jika Dia menyibukkanmu dengan ketaatan berarti Dia ingin mendekatkanmu..

وإذا شغلك بالدنيا
فاعلم أنه أبعدك

Jika Dia menyibukkanmu dengan dunia berarti Dia menjauhkanmu..

وإذا شغلك بالناس
فاعلم أنه أهانك

Jika Dia menyibukkanmu dengan manusia berarti Dia menghinakanmu..

وإذا شغلك بالدعاء
فاعلم أنه يريد أن يعطيك

Jika Dia menyibukkanmu berdo’a berarti Dia hendak memberimu..

فانظر لحالك بم أنت مشغول

Lihatlah keadaanmu dengan (melihat) di mana kamu disibukkan..!

فمقامك حيث أقامك

Maka kedudukanmu sesuai dengan di mana Dia mendudukkanmu..

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك
وحسن عبادتك

Ya Allah, tolonglah kami untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah dengan baik kepadaMu..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kawatir Jatuh Kepada Kesyirikan

Syaikh Muhammad Attamimi rohimahullah berkata,

الشرك قد يقع ممن هو أعلم الناس
‏وأصلحهم وهو لا يدري،
‏كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
‏”الشرك أخفى من دبيب النمل”

“Kesyirikan bisa terjadi kepada orang yang paling berilmu dalam keadaan ia tida tahu. Sebagaimana sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, “Syirik itu lebih tersembunyi dari langkah semut..”

(Al Jawahir Al Mudhiah, 23)

Para nabi khawatir dirinya jatuh kepada kesyirikan…
Mereka berlindung kepada Allah darinya..
Karena hati itu mudah berubah ubah..

Maka janganlah kita merasa aman dari syirik..
Walaupun kita telah mempelajari tauhid bertahun tahun lamanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Termasuk Keanehan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ومن العجب أنّ الإنسان يهون عليه التحفظ والاحتراز من أكل الحرام والظلم والزنا والسرقة وشرب الخمر ومن النظر المحرّم وغير ذلك، ويصعب عليه التحفظ من حركة لسانه، حتى ترى الرجلَ يشار إليه بالدين والزهد والعبادة، وهو يتكلّم بالكلمات من سخط الله، لا يُلقي لها بالا يزِلّ بالكلمة الواحدة منها أبعد مما بين المشرق والمغرب!

“Termasuk keanehan adalah seorang insan mudah baginya untuk tidak memakan yang haram, tidak berbuat zholim, zina, mencuri, minum arak, dan dari melihat yang haram, namun sulit baginya untuk menahan lisan..

Hingga kamu lihat orang yang memiliki agama, zuhud dan ibadah berbicara dengan kata-kata yang dimurkai oleh Allah sementara ia tak peduli dengannya.

Padahal ucapan buruk tersebut membuat ia terpeleset dalam api neraka sejauh timur dan barat..”

‏الداء والدواء (366-367)

Lidah itu tak bertulang..
Tapi dosanya rata-rata besar..
Ghibah, dusta, menyakiti hati orang, mencaci maki, membully dsb..

Di zaman ini lisan diwakili oleh jempol dan jari jemari yang mengetik ucapan di media sosial..

Kita memohon kepada Allah keselamatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Berharap “LIKE”

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لكلِّ عملٍ شِرَّةٌ ، و لكلَّ شِرَّةٍ فترةٌ ، فإنْ كان صاحبِها سَدَّدَ أو قارَبَ فارْجُوه ، و إن أُشيِرَ إليه بالأصابعِ فلا تَعُدُّوهُ

“Setiap amal itu ada masa semangat, dan setiap masa semangat ada masa futur (lemah). Jika pelakunya bersikap lurus (tidak berlebihan) dan dekat kepada perbuatan yang sempurna, maka berharaplah ia istiqomah. Tapi jika ia diacungkan jempol kepadanya, maka jangan menganggapnya..” (HR Attirmidzi no 2453)

Al Mubarokfuri rohimahullah berkata menafsirkan makna, ‘jika ia diacungkan jempol kepadanya’

اجتهد وبالغ في العمل ليصير مشهوراً بالعبادة والزهد وسار مشهوراً مشارا إليه

“Artinya ia bersungguh-sungguh dalam beramal agar ia masyhur dengan ibadah dan zuhud sehingga diacungkan jempol kepadanya..”

(Tuhfatul Ahwadzi 7/126)

Saat kita hijrah..
Namun masih ingin tampil dan terlihat..
Agar diacungkan jempol kepadanya..
Maka waspadalah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Gak Ngaruh

Yunus bin Ubaid rohimahullah pernah terkena musibah. Lalu ada yang berkata kepadanya, “Ibnu Auf tidak datang menjengukmu..”

Yunus bin Ubaid berkata:

إنَّا إذا وثِقنا بِمَودَّةِ أخينا لَم يَضُرُّهُ أن لا يأتينا*

“Kami jika telah percaya saudara kami mencintai kami, maka tidak datangnya ia tidak merusak (persahabatan)nya..”

(Raudhotul Uqola hal. 89)

Berhusnuzhon kepada sahabat saleh yang mencintai kita..
Adalah tonggak persahabatan..

Sedangkan berburuk sangka adalah benih benih retaknya persahabatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Orang Yang Sombong

Orang yang sombong itu suka menolak kebenaran dan meremehkan orang lain..

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الكبر: بطر الحقِّ وغمط النَّاس

“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain..” (HR Muslim)

Bahkan bukan hanya menolak kebenaran..
Ia malah mencari cari kesalahan orang yang menyampaikannya..

Na’uudzu billah min dzalik..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kebenaran Itu Berat

Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani rohimahullah berkata,

الحق ثقيل.. فلا تثقلوه أكثر بسوء أخلاقكم، كنت أعتقد أن المشكلة في الأمة مشكلة عقيدة وتبين لي أنها عقيدة وأخلاق.

“Kebenaran itu berat.. maka jangan kamu lebih beratkan lagi dengan akhlak yang buruk..

Tadinya aku meyakini bahwa problematika ummat ini pada akidahnya saja, tapi ternyata problematika akidah dan akhlak..”

(Silsilah Huda wan-Nuur no 900)

– mudah mencibir dan membully
– berkomentar dengan kata-kata yang pedas dan tak baik
– senang berdebat dan mentertawakan lawan
– dan akhlak buruk lainnya..

Padahal..
Akhlak menunjukkan kadar keimanan seseorang..
Karena mukmin yang paling utama adalah yang paling baik akhlaknya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Ucapan Yang Indah

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Sesungguhnya manusia telah memperindah ucapan..

siapa yang perkataannya sesuai dengan kelakuannya..
ia telah mendapatkan keberuntungannya..

dan siapa yang perkataannya tidak sesuai dengan kelakuannya..
ia akan merendahkan dirinya..

(Jami’ Bayanil ‘Ilmi 2/9)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Renungan Senja

Musibah itu ketika mengetahui aib dan kekurangan diri, tapi kita tidak peduli dan tidak berusaha memperbaiki diri.

Abdullah Ibnul Mubarok rohimahullah berkata,

ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ اﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﺗﻘﺼﻴﺮاً ﺛﻢ ﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ ﻭﻻ ﻳﺤﺰﻥ ﻋﻠﻴﻪ

“Diantara musibah yang paling besar adalah seseorang menyadari akan kekurangannya pada dirinya namun ia tidak peduli dan tidak bersedih karenanya..”

(Syu’abul Iman, 867)

Karena mukmin seharusnya belomba-lomba dalam kebaikan..

Dengan memperbaiki diri dan beramal sholih..
Ia selalu muhasabah adakah kekurangan pada diri dan amalnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Hanya Meminta Dunia

Allah Ta’ala berfirman:

فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Diantara manusia ada yang berkata, ‘Wahai Robb kami berikanlah kepada kami dunia..’ sementara tiada bagian baginya di akherat..” (QS Al Baqarah: 200)

Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas berkata menafsirkan ayat tersebut :
“Ada kaum arab yang apabila wukuf berdo’a, ‘Ya Allah jadikanlah tahun ini banyak hujan, tetumbuhan dan binatang ternak beranak pinak..’ Namun mereka tidak meminta akherat sama sekali. Lalu Allah turunkan ayat tersebut..

Kemudian datanglah kaum mukminin berdo’a : ‘Robbanaa aatina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar..’
Maka Allah memuji orang yang meminta dunia dan akherat..”

(Tafsir Ibnu Katsir)

Saat dunia lebih besar di hati kita..
Maka kita lebih banyak meminta dunia daripada kebaikan akherat..
Padahal akherat lebih baik dan lebih kekal..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى